Wednesday, September 12, 2007

Alfonso dari Masa ke Masa

Suhu sedang mengaduh kesakitan. Batuk yang sudah menyerang sejak 24 Agustus 2007 merusak segala cerita. Hari ini, Suhu cuti sakit. Tergeletak lemah di ranjang, dengan infus bersliweran di atas kepala, Suhu tak bisa bergerak leluasa.

Iya, bo'ong.

Sekarang Suhu memang lagi gak kerja dan lagi batuk. Dan memang lagi cuti sakit. Dan lagi diinfus. Oke. Hari ini tidak ada posting baru. Sebaliknya, Suhu akan nge-post posting lama dari Kisah di Balik Hutan Bambu season 1.

Mengenai, watashi no hatsu koi alias cinta pertama Suhu.

Iya, bo'ong lagi. Demi kelangsungan hidup Suhu.

Oke, sebelum disambit pembaca karena kebanyakan ngumbar janji dan ternyata bo'ong. Kita mulai saja prologue post ini. Post ini akan menjadi sebuah update yang dikarenakan kurangnya update dari dunia blogger-blogger ketawa mengingat onta banci lagi loyo abis pindahan barang sekampung banyak quiz.

Tapi karena Suhu sendiri lagi batuk, jadi susah bercerita. [Halah, apa susah'e toh, mung ngetik wae koq, ra ngomong]. Intinya Suhu akan menggunakan post lama nya, di blog lama nya, untuk di-publish di blog baru dengan alasan Suhu sakit. Isi post-nya gak akan jauh-jauh dari sakit. Suhu akan bercerita tentang seorang temannya yang sakit jiwa pergi ke rumah sakit.

Mari kita mulai ceritanya.

--------------------------------------------------------------
kisah di balik hutan bambu season 1, previously known as http://suhu.blogspot.com, post 12 June 2004

Perjalanan dengan Alfonso

Alfonso d’Albuquerque - Selat Malaka [1511]. Bukan Alfonso yang itu. Ini cerita tentang Alfonso yang kuliah di NTU, yang dari Makassar. Tahunya sudah sejak masuk NTU pertama, tapi tahu nama doang, gak tahu orang’e kayak apa. Ngomong-ngomong juga cuma sebatas chatting di MSN ato bersambut balas di forum Gunbound.

Alfonso memanggil di MSN, tanya tentang letak Gleneagles Hospital, yang tentu saja aku jawab dengan “gak tau”. Oh, dia mau ke sana jenguk saudara, jangan salah sangka, dia tidak ke sana untuk maen bola. Dan pertemuan pun disusun setengah jam dari waktu perbincangan.

Setengah jam buat cowok itu waktu yang cukup dan bisa dibilang sangat cukup untuk mandi, sikat gigi, pakai baju, siap berangkat. Tentu saja setengah jam untuk langsung berangkat agak sedikit cukup mustahil untuk cewek. Mandi, keramas, sikat gigi, keringin rambut, sisiran, pilih baju, mengeluh karena baju ga matching, ganti baju lagi, keluar kamar ternyata baju ga cocok ama sepatu, ganti lagi, setengah jalan, lupa bawa dompet, balik lagi, ambil dompet, siap. Setengah jam mungkin gak ya?

That’s why kisah petualangan blog ini selalu dipenuhi perjalanan cowok-cowok kumal, pake sandal dan celana kolor kombor, dan baju yang dipakai itu-itu terus, kumal-kumal terus. Tapi percayalah, kita selalu mandi setiap hari koq. [Pake sabun ato nggak, itu yang perlu ditanyakan. =b]

Janjian ketemu di kantin 2, sarapan bersama. Kupergi agak pagian, orang bilang first impression lasts, jadi jangan biarkan kawan baru menganggap aku tidak tepat waktu. Kira-kira 5 menit sebelum waktunya aku sudah sampai di kantin. Dan, aku baru sadar, satu hal. Satu hal yang amat penting. Aku gak tahu Alfonso kayak apa. Tinggi, pendek, kurus, gemuk, aku kan cuma kenal lewat chatting.

Untung suasana di kantin 2 masih sepi. Observasi keliling, pria tua, bukan Alfonso. nenek-nenek, bukan alfonso. Hot Girl, wow….this could be Alfonso. Oh no, sekarang cari Alfonso. Tampaknya di kantin 2 hanya tinggal beberapa tersangka, yang bisa jadi Alfonso. Satu pria berambut aneh, satu pria berkacamata, dan satu pria berambut gondrong.

Pria berambut gondrong, tidak munngkin Alfonso. Dia merangkul seorang gadis. Alfonso tidak mungkin membawa gadis, tanpa memberitahu aku. Tinggal 2 tersangka, kudekati pria berambut aneh, dia mengangkat telepon. Lalu mulai berbicara, “Ngeyong duch dhier dues dut aong pyang gubrak”. Oh no, Alfonso gak bisa bahasa Vietnam. Ok, aku menuju tempat duduk pria berkacamata yang kemungkinan besar benar-benar Alfonso.

Sesaat sebelum aku mau manggil, ada sosok pria kurus datang dari arah pintu. Melambaikan tangan dan menyapa. Yah, ini pasti Alfonso. God bless me. Jangan pernah janjian sama orang kecuali yakin orangnya kayak apa. Lain kali mesti janjian seperti “aku pakai baju merah yaaaaa”.

Sarapan dimulai seraya memperbincangkan rute perjalanan. Agak terasa aneh, perjalanan dengan Guntur gak pernah direncanakan, hanya pergi, naik bus, duduk, dan turun di mana bus berhenti. Jadi agak terasa aneh, ketika sudah tahu, kita mau ke Gleneagles Hospital, sudah tahu mau naik apa, dan sudah ngerti turun di mana. [Udah tau kan, kenapa tulisannya Perjalanan, bukan Petualangan]

Lalu berangkat naik bus, dan astaga, Alfonso benar-benar penuh kejutan. Dia punya buku Street Directory. Buku itu adalah buku wajib semua sopir taxi di Singapore. Satu buku memuat daftar semua jalan, jalur MRT, bus, dan semua tentang jalur lalu lintas di Singapore. Dengan buku itu, panda picek pun gak isa kesasar.

Di MRT ada ibu-ibu tanya jalan ke Hong-Mo-Jiaw, padahal ga pernah denger. Ternyata Hong-Mo-Jiaw adalah Ang Mo Kio. Dan dengan sabar dan hati-hati kujelaskan cara ke sana, dan kuantar sampai kereta yang benar. [Nilai PMP 9 di rapot]. Ibu-ibunya tampak ga percaya sama aku waktu aku anterin ke kereta, mungkin karena tampang ini jelas-jelas suka ngerjain orang.

Setelah sampai di Gleneagles Hospital, nunggu di lobby, karena Alfonso njenguk saudaranya yang aku gak kenal. Lagian di lobby ada pemandangan yang lebih menarik, satu-satunya hiburan yang ada di rumah sakit, they called it ~ suster. Obviously bukan Private Nurse, ataupun Night Shift Nurse, tapi ini cuma nurse, jadi kalau ada yang berharap ada cerita tidak-tidak di blog ini, silahkan kecewa.

Setelah menunggu Alfonso cukup lama. Entah apa yang dilakukannya dengan suster-suster di dalam kamar. Tentu saja dia menjenguk saudaranya, no offense, tapi dia berada di tempat tertutup di luar jangkauan mata kita. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi.

Sepulang dari Hospital, kami ke Bugis. Alfonso membeli sebuah speaker dengan subwoofer. [duh jadi pingin]. dan ritual perjalanan ditutup dengan Burger King. I should put the Burger King links for sponsors.

Kenapa tiap perjalanan diakhiri dengan makan BK?

=fin=
---------------------------------------------------------------------

Itu adalah pertemuan pertama Suhu dengan Alfonso tiga tahun lalu. Sejak saat itu nama Alfonso sering masuk di blog Suhu. Terutama pada seri pembunuhan berantai kucing hall 8, Alfonso menjadi tersangka utama saksi ahli. Demikian Alfonso telah menjadi seorang sahabat dalam kejamnya dunia pendidikan. Salah satu orang yang membuatku bertahan di Ninja Turtles University. Seorang anak Computer Engineering yang tidak pernah membuat seorang anak Civil Engineering merasa beda jurusan.

Seorang sahabat yang dapat membuatku berkata pada orang lain. Don't mess with me, my buddy kills people ... for fun.

Alfonso yang di kuliah tahun kedua main gunbound, di tahun ketiga magang di motorola, di tahun keempat maen dota. Alfonso yang di second year suka ketawa sendiri kalau lihat pisau, tahun ketiga masih demikian, dan tahun keempat masih konsisten. Alfonso yang kini sudah berbahagia di sisinya. Sisi Wei. Please refer to this post for Wei's first appearance in kisah di balik hutan bambu.

Alfonso yang mempopulerkan frase "Apa salahku?" setelah dicetuskan oleh Guntur.

Alfonso yang bagian dari kehidupan banyak orang dan bagian dari kematian banyak kucing.

Alfonso yang ... psikopat.

Suhu,
happy birthday, Pong.

3 comments:

Reza de Bhro said...

Wah, hebat tenan kowe Hu. Jadi kamu pergi bareng sama Apong itu cuma buat nemenin dia kerumah sakit? Sementara kamu sendiri ga ada tujuan apa2?

Nek dadi aku jujur ae bakal males lho.... Apamaneh karo arek sing durung ngerti rupane. Hahaha....

Fanny said...

"Agak terasa aneh, perjalanan dengan Guntur gak pernah direncanakan"

Line yang itu aneh...jadi perginya jg sama Guntur??

atau Suhu cuma salah ketik? ;p

suhu said...

#bhro:
wah, kui berad bhro. Lha kowe pancen dasar'e wes males. Hahahaha.

#fanny:
itu refer ke posting-posting sebelumnya, di mana petualangannya melibatkan tokoh bernama Guntur. Post Perjalanan dengan Alfonso adalah post pertama petualangan Suhu dengan partner baru.