Sunday, September 30, 2007

Happy Birthday

via YahooMessenger

lita: eh btw udah lewat jam 12
lita: hepi bdae yah.

psiko_belajaran: semoga suhu panjang umur
psiko_belajaran: berkurang mata pandanya
psiko_belajaran: walopun tetep jadi panda
psiko_belajaran: *artinya: nambah waktu istirahat*
psiko_belajaran: jadinya sering ngeblog lagi

Gitar_Senarless: hepi besde to you
Gitar_Senarless: hepi besde to you
Gitar_Senarless: hepi besde hepi besdeeeeeee
Gitar_Senarless: hepi besde SUHU!!
Gitar_Senarless: zhu ni sheng ri kuai le!!
Gitar_Senarless: mudah2an kerjaannya diparingi lancar
Gitar_Senarless: relationshipnya langgeng
Gitar_Senarless: cepet2 ditunggu undangannya aja ya
Gitar_Senarless: hehehehehe

sian: Happy Birthday, Soehoeeee!

nekher_ijo: huuuu.....
nekher_ijo: HAPPY BIRTHDAY!!!!!!!!
nekher_ijo: 22 TAHUN
nekher_ijo: SEMOGA PANJANG UMUR
nekher_ijo: sehat selalu
nekher_ijo: banyak rejeki
nekher_ijo: dkk
nekher_ijo: dkk

cece_bengis: happy birhtday dek
cece_bengis: wes 22 taun

alfo_spider: sapa server?

dombaterbang: probing

sepitan: met ultah hu
sepitan: aku kmrn tunggu kamu tnyt ga ol (mls sms jg)

via Hamachi

[5.129.98.3 - ju] sapa aja?

via MSN

Cookie Monster says:
met ultah yah

lovely_fel@yaho.com says:
met ultah yah!!
lovely_fel@yaho.com says:
hihi..maap telat dikit...

[sk] says:
suhu!
[sk] says:
happy belated bday!

via HP

Happy birthday my brother mugi2 dipun pinaringi kesehatan, wilujeng, basuki, tesi, polo, gogon, lsp pokoke all da best 4 u lah, success 4 u bro. - tombro

Suhu happy birthday ya!semoga pjg umur, sukses, n sehat selalu. - retno

HAPPY BIRTHDAY! BATUK SUDAH SEMBUH KAH? - papa mama

jangan lupa sholat ied - errr....?!@#

*Gambar Panda* Little Panda to wish u a very Happy Birthday - Dina

via Friendster

Lihat di sini.

via Blog
Mingming

by Hand
Arianto, tgwinmg, Andreas Lee, Alfonso, Bhro, pacar_alfonso, Bejo. [in order of appearance]
Cuplikan kisahnya bisa baca di sini.

Suhu,
blessed with so many friends.

Thursday, September 27, 2007

Bukan yang Dulu Lagi

Mandor itu berjalan di tengah derasnya hujan. Tidak ada gunanya berlari, toh pelan-pelan nanti juga sampai sudah terlanjur basah kuyub. Begitu gumamnya dalam hati. Sambil membuka kancing kemejanya satu persatu, dia membuka pintu kantornya, ruangan pribadinya, sebuah ruang empat kali empat meter dengan dinding seng. Pintunya juga terbuat dari seng. Dengan label tentunya.

Seperti tulisan di Site Office dengan pintu-pintu berlabel nama General Manager, Project Manager, Deputy Project Manager. Mandor juga punya ruangan sendiri yang terpisah dari kantor managerial. Dengan pintu berlabelkan Awas Anjing Galak huruf besar-besar BAHAYA JANGAN DEKAT.

Dalam ruangan yang sama tersimpan sebuah whiteboard tempat mandor mencatat segala macam hal. Mulai dari daftar pengeluaran bulan ini sampai hitungan teknik sederhana untuk menghitung lingkar dada ideal lingkar tikung trailer yang muat masuk Construction Site. Di ujung lain ruangan tersebut, terlihat sebuah Bar Bending Machine, yang terus-terusan mengeluarkan kepulan asap panas.

Mandor itu membuka bajunya perlahan. *para pembaca kaum Hawa harap menutup mata.* Lalu dia menggantungkan kemejanya di atas Bar Bending Machine. Perlahan dia berjalan ke kursi. Kelelahan dia nampaknya. Duduk di dhingklik tanpa sandaran, dia menghembuskan nafas terakhir perlahan.

Wuf wuf wuf. Huffff.

Begitu bunyinya.

Membuka laci mejanya, dia mengambil sebungkus Gudang Garam. Jancok Hwarakadah, tinggal satu batang. Menyalakannya dalam kegelapan mendung awan hujan. Menghisapnya perlahan.

Ahhh... nikmatnya rokok selundupan.

Dia mengambil kembali kemeja nya, memakainya tanpa mengencinginya mengancingnya. Dibiarkan terbuka begitu saja, dia keluar dengan rokok yang masih sisa lebih dari setengah. Hujan sudah semakin reda. Dia mengambil waktunya [terjemahan bebas dari 'He took his time']. Lalu terbatuk-batuk saat menghirup sisa-sisa tembakau yang sudah mencapai bagian filter.

Melihat tak ada lagi hal penting yang perlu dikerjakan, dia berjalan pulang. Berpapasan dengan segerombolan remaja yang jongkok di pojokan HDB [High and Dangerous Building]. Mereka mengepulkan asap dalam jumlah yang cukup banyak. Ternyata mereka terbakar merokok. Satu dari mereka berdiri dengan posisi peragawati. Bahu kiri lebih tinggi dari bahu kanan, sedikit membungkuk, leher menunduk, memandang Mandor dengan tatapan mata tajam seolah berkata 'Apa lu liat liat?'.

Mandor tidak meladeni tatapan mata tersebut dan hanya mendengar dirty jokes mereka sambil lalu. Ah, anak muda. Dulu Mandor juga pernah menjalani masa-masa itu. Masa di mana dia mengira dirinya tidak bisa mati. Mengacuhkan mereka, akhirnya langkah kaki itu sampai juga di LRT Station.

Setelah memasuki lift. Mandor melihat dari kejauhan ada seorang ibu muda dengan anaknya yang masih belum lancar berjalan. Kupencet tombol buka untuk menunggu mereka masuk ke dalam lift. Setelah mereka berdua masuk lift, ibu muda itu mengangguk hormat pada Mandor. Dan anak kecil itu berkata setengah berteriak.

"Xiexie, uncle!"

Demikian kisah bagaimana Mandor itu melempar anak kecil keluar lift merasa bukan yang dulu lagi.

uncle Suhu,
bukan yang dulu lagi.

Routine [Finale]

Routine

(rū-tēn')

A prescribed, detailed course of action to be followed regularly; a standard procedure.

Yearly routine.

Januari

Tahun baru. Merayakan tahun baru. *Toeeeettttretetet*

Februari

Tahun baru Cina.

Maret

Ultah pacar.

April

Ultah Ibu Kita Kartini.

Mei

Ultah Flatmate

Juni

Pulang Indo.

Juli

Balik Singapore.

Agustus

Dirgahayu RI.

September


Ultah Sendiri. Diikuti puasa penuh hikmah.

Oktober

Bebas dari puasa.

November


Ultah Pangeran Diponegoro.

Desember

Natal.

Monday, September 24, 2007

Addictive [part 2]

Lanjutan dari game yang ada di post ini.

Mari.

Temukan Bintang 2 dari Yoshio Ishii.

Suhu,
berusaha.

Friday, September 21, 2007

Routine [Episode 3]

Routine

(rū-tēn')

A prescribed, detailed course of action to be followed regularly; a standard procedure.

Monthly routine.

Tanggal satu
Ngerobek kalender.

Tanggal dua
Ngerobek Transaction Advice dari ATM setelah melihat angka tidak bertambah dari beberapa hari yang lalu.

Tanggal tiga
Gembira. Tiba-tiba angka di saldo ATM menjadi enam digit. Dengan dua angka desimal.

Tanggal empat
Makan siang Half Spring Chicken with French Fries, minum Ice Grass Jelly Tea.

Tanggal lima
Mengakumulasi klaim dari workers. Lalu reimburse [mengganti duit] untuk pengeluaran mereka [ongkos dokter kalau MC, belanja peralatan kecil seperti paku dan baut]

Tanggal enam sampai sembilan
Makan siang sederhana dengan minum soft drink di food center Fajar Shopping Mall.

Tanggal sepuluh
Saldo di bank OCBC [Orang Cina Bukan Cina] [Overseas Chinese Banking Corporation] menurun drastis. Hutang berkurang dengan jumlah yang sama. Cicilan otomatis tiap bulan. Bagian paling exciting dari Tuition Fee Loan, melunasi.

Tanggal sebelas
Merasa tertekan dan stress karena sejumlah uang yang terpotong kemarin sebenarnya hanya mampu membayar bunganya saja.

Tanggal duabelas sampai limabelas
Makan siang sederhana tanpa minum di food center Fajar Shopping Mall. Mengisi botol minum 1.5 liter dan meletakkannya di kulkas mini di kantor.

Tanggal enambelas
Saldo di bank satunya ikut menurun secara keji. Cicilan juga. Otomatis juga.

Tanggal tujuhbelas
Merasa tertekan dan stress karena bunya bank yang ini juga sama dengan bank yang sebelumnya. Dan cicilan ini nampaknya hanya bisa membantai bunganya. Induknya? Kita pikirkan belakangan.

Tanggal delapan belas sampai dua puluh
Makan siang sederhana di Fajar Bargaining Centre Lot 32. Rasanya memang kurang mengasyikkan, tapi porsi dan harganya benar-benar bersahabat.

Tanggal dua puluh satu
Lebih tertekan saat tiba-tiba saldo di bank berkurang dan baru mengingat laptop yang dipakai untuk ngeblog ini masih milik 8flag.

Tanggal dua puluh dua sampai dua puluh lima
Makan siang secukupnya di Fajar Wet Market. Porsinya memang tidak begitu mengenyangkan, tapi nasi daging dan sayur satu dolar dua puluh sen??? Sounds like a good deal.

Tanggal dua puluh enam
Mencoba mengingat-ingat bulan ini ulang tahun nggak ya? Menyadari bulan ini tidak ulang tahun dan *huffff gak usah nraktir*. Kalau hari ini nraktir, seminggu ke depan puasa tanpa berkah.

Tanggal dua puluh tujuh
Memeras keringat mengingat-ingat siapa yang pernah pinjam uang.

Tanggal dua puluh delapan
Keringat habis terperas tapi tidak berhasil mengingat.

Tanggal dua puluh sembilan
Bersumpah serapah kenapa semua bulan tidak sependek februari.

Tanggal tiga puluh
Mulai menghitung kapan hutang bisa lunas lalu menyerah saat menghitung bunga.

Tanggal tiga puluh satu
"Mister adi no go lunch?"
"Nope, cereal is good for your health. Better than rice."

Wednesday, September 19, 2007

Routine [Episode 2]

Routine

(rū-tēn')

A prescribed, detailed course of action to be followed regularly; a standard procedure.

Weekly routine.

Senin

Dipanggil Manager ke ruangannya. Melihat Manager dan Deputy Manager ada di ruangan tersebut. Memberikan briefing secara singkat tentang agenda Site Meeting hari ini. Meng-highlight problem-problem di lapangan yang terjadi akhir-akhir ini. Dimarahi dan ditanya kenapa-baru-bilang-sekarang. Hendak menjawab karena-baru-ditanya-sekarang tapi batal karena memikirkan masa depan. Melaporkan progress pekerjaan di lapangan. Dipandang secara hina karena progress dianggap terlalu lambat. Hendak membantah tapi batal karena memikirkan masa depan.

Meeting besar dengan arsitek, konsultan struktur, dan konsultan mekanikal elektrikal. Dan pihak klien, tentunya. Klien menembak arsitek. Arsitek mengelak dan mengalihkan peluru ke konsultan. Konsultan menepis peluru ke kontraktor. Kontraktor menerima peluru dengan gagah. Tentu saja Mandor adalah perisai yang kokoh. Garis depan penerima serangan lawan. Tertinggi di lapangan, terendah di jajaran manajerial. Ya, itu posisi saya di diagram Venn. Irisan keduanya.

Selasa

Memanggil para site supervisor dan para foreman ke depan meja kerja, karena belum punya ruangan. Memaki-maki dan melampiaskan amarah. Mencari-cari kesalahan orang. Mengurangi rasa hina dalam diri dengan membuat diri merasa tinggi. Mengungkit-ungkit kesalahan orang meskipun sudah lama berlalu. Dibenci tapi tak dibantah. Dimusuhi tapi tak disanggah. Dipandang dengan penuh rasa amarah, tapi. Ditakuti.

Membagi tugas para site supervisor dan para foreman. Mengatur wilayah masing-masing. Menerima pertanyaan yang sangat tidak masuk akal dan mempertanyakan intelejensia lawan bicara. Menjawab dengan sesabar tapi sesangar mungkin. Membentak, mengamuk, dan melepaskan angkara murka. Lega. Pelampiasan siksaan hari Senin.

Rabu

Memanggil semua subkontraktor yang relevan untuk menghadiri subcon meeting. Menjadi notulen di Subcon Meeting. Mencatat feedback dari semua peserta rapat, dan otomatis menjadi orang yang paling updated mengenai progress lapangan. Mau tidak mau jadi mengerti mengenai hal-hal yang tidak berkaitan dengan Civil and Structural Engineering. Baik hal itu berupa piranti penangkal petir sampai perbedaan jamban duduk dan jamban jongkok. Iya, ini sangat berbeda dalam hal piping dan sanitary plumbing.

Subcontractor adalah perusahaan-perusahaan yang dikontrak oleh Main Contractor, untuk mengerjakan pekerjaan yang merupakan trade/spesialis mereka masing-masing. Misalnya, tukang listrik, tukang ledeng, tukang cat, tukang aircon, tukang batu, tukang santet, dan tukang copet. Pekerjaan mereka adalah mengajari mandor tentang hal-hal yang mereka ketahui, dan diatur oleh mandor yang semula tidak tahu apa-apa.

Kamis

Duduk di kursi. Menghadap meja. Menghitung jumlah pekerja dari senin sampai rabu. Melakukan analisis sederhana. Apakah progress dalam setengah minggu ini bisa mencapai target yang ditetapkan Manager? Jika jawabnya tidak, ulangi siklus hari Selasa, agar worker meningkatkan produktivitas. Jika jawabannya iya, ulangi siklus hari Selasa, agar worker tidak kehilangan motivasi.

Melakukan Quantity-takeoff terhadap alat dan bahan yang perlu dibeli. Menyusun daftar belanja, mulai dari Bar Bending Schedule, sampai dengan Concrete Delivery Order. Tentu saja tak lupa, petty cash, untuk beli keperluan sehari-hari. Misalnya, jatah makan worker, jatah rokok mandor, dan dana darurat.

Jumat

Dipanggil ke ruangan Purchasing Department. Diinterogasi berbagai macam hal. Menjelaskan cara penghitungan Bar Bending Schedule dan Volume beton yang berlebihan [buat jaga-jaga]. Lalu dicurigai mengambil uang berlebihan. Meyakinkan purchasing department bahwa uang tersebut memang mengalir ke jatah makan worker seraya menahan batuk uhuk-uhuk yang menunjukkan jatah rokok Mandor menggembung.

Mempersiapkan rencana weekend. Berandai-andai pergi jalan-jalan bersama pacar. Lalu dinner bersama. Lalu menghabiskan waktu bersama entah nonton bioskop atau nonton felem bajakan di share-sharean. Lalu mengumpat keras-keras begitu ingat kalau besok masih harus masuk kerja. Haram jadah.

Sabtu

Di saat kebanyakan orang menikmati weekend nya. Mandor adalah orang yang kurang gembira karena harus masuk kerja. Tapi ke-kurang-gembira-an ini tentu saja bisa dialirkan lewat renungan dan mensyukuri apa yang ada. Syukurin tuh minggu masih harus masuk, sukurin, sukurin. Memang mandor adalah posisi terendah yang masuk sampai hari Sabtu. Di bawah mandor, hari Minggu masih bekerja.

Mempersiapkan laporan mingguan berupa progress kerja seminggu, daftar hadir pekerja, daftar jam lembur, catatan uang makan, catatan jatah rokok. [Tentu saja dua item terakhir bisa saling tumpang tindih untuk mempersulit pemeriksaan di masa mendatang]. Mengumpulkan semua bawahan, mengucapkan terima kasih untuk minggu yang indah, memberikan kata-kata motivator, lalu meninggalkan mereka dengan fana. Menikmati malam minggu.

Minggu

Menikmati satu-satu nya hari libur dalam hidup Mandor. Iya, kami masih masuk meskipun Public Holiday. Melepaskan diri dari Routine. Aktivitas hari Minggu selalu beragam. Terutama aktivitas yang berkaitan dengan keagamaan. Mulai dari lupa berdoa sampai bolos gereja.

Minggu malam. Mempersiapkan diri, baik mental maupun spiritual. Untuk menerima hari Senin. Dengan tabah.

Tuesday, September 18, 2007

Routine

Routine

(rū-tēn')

A prescribed, detailed course of action to be followed regularly; a standard procedure.

Daily routine.

Terdengar musik *teng terereng jengjereng jengggg* Marikita rakyat .... dari luar jendela. Kranji Secondary School mengadakan upacara bendera. Dengan mata kriyip-kriyip [ini bahasa Belanda lho], menggapai handphone di kejauhan. Dengan mata mercing-mercing [ini bahasa Jerman lho], berusaha melihat angka di layar handphone. Dengan mata mblolok-mblolok [kalo ini bahasa Itali], terkejut melihat waktu yang terpampang di layar.

Melompat dari ranjang dan bergegas keluar kamar.

Berusaha melompat dari ranjang dan menyadari kalau belum beli ranjang. Keluar kamar dengan tergesa-gesa. Membuka pintu bersamaan dengan flatmate yang sudah pakai baju rapi. Lari ke kamar mandi dan langsung beraktivitas [turun mesin, tune-up, dan spooring balancing].

*Wtf, lupa bawa baju ganti.*

Tapi tetap tenang, bukan pertama kalinya terjadi. Berbalutkan handuk keluar kamar, jalan ke kamar. Sampai ruang tamu baru ingat, flatmate cowok semua. Handuk langsung ditaruh di jemuran. Masuk ke kamar dan melupakan persoalan lupa bawa baju ganti. Ambil celana jeans yang dipakai kemarin. Bingung sabuk ditaruh di mana. Ambil seragam dari gantungan. Ngancing baju seragam sambil keluar kamar.

Mengunci pintu dari luar dan mendengar suara flatmate satunya baru bangun. Ke lift, memasukkan kemeja ke dalam celana dan memastikan celana sudah diretsleting dan kantung celana tidak mengarah ke luar. Mengecek dompet sudah dibawa. Panik karena salah bawa dompet. Meredakan panik karena meskipun salah isinya cukup banyak. Mengecek bahwa dompet yang dibawa adalah milik sendiri ada isinya. Memastikan Ez-Link sudah dibawa. Memastikan kartu ATM sudah dibawa. Memastikan yang tadi sudah dibawa adalah milik sendiri. Semua aktivitas tersebut diselesaikan selama waktu perjalanan lift dari lantai 9 ke lantai 1. Impressive?

Dari kejauhan melihat bus 302. Memacu langkah ke bus stop. Berhasil sampai ke bus stop tepat saat bus 302 berhenti. Mengingat harus berhemat. Tidak jadi naik bus dan jalan kaki ke MRT Station. Sampai Choa Chu Kang menuju ke NTWU Canteen. Membeli curry puff. Mengingat harus berhemat lalu lari tanpa membayar.

Jalan ke LRT Station. Menunggu LRT. LRT datang. Tapi banyak orang. Menunggu LRT berikutnya karena di LRT yang ini tidak bisa dapat tempat duduk. LRT berikutnya datang. Duduk. Pura-pura tidur agar tidak usah memberikan tempat duduk bagi orang tua dan ibu hamil. Ini adalah bagian tersulit. Selain berlawanan dengan hati nurani, bayangkan, bagaimana cara pura-pura tidur sambil makan curry puff.

Satu stasiun sebelum turun, pura-pura terbangun. Berdiri dan memberikan tempat duduk untuk orang tua atau ibu hamil atau ibu yang sedang menggendong anak. Lalu memberikan tatapan sinis pada orang yang duduk di samping tadi dengan geleng-geleng kepala seolah bilang You-should-be-ashamed-of-yourself.

Turun di LRT station tujuan sebelum digebugin orang tadi. Jalan kaki sejauh seribu kilometer beberapa ratus meter ke tempat kerja.

Mencapai tempat kerja. Jalan kaki sejauh beberapa ratus meter ke meja kerja.

Kerja.

Jalan kaki sejauh beberapa ratus meter. Iya, ini salah satu job scope Mandor.

Diingatkan makan oleh para pekerja dengan cara yang aneh. Pekerja melenyapkan diri dari tempat kerja. Itu tandanya jam makan. Tiba-tiba sadar wah sudah jam dua belas. Cari makan.

Jalan beberapa ratus meter.

Ketemu rekan kerja di tempat makan. Tapi itu tidak penting, yang penting. Makan.

Kembali ke tempat kerja. Jalan kaki sejauh beberapa ratus meter ke meja kerja.

Kerja.

Jalan kaki sejauh beberapa ratus meter. Iya, ini salah satu job scope Mandor.

Disapa oleh rekan kerja, "wah very hardworking ah?" Lalu sadar sudah jam enam lebih. Berkemas. Jalan kaki sejauh beberapa ratus meter.

Sampai LRT station. Naik LRT. Duduk di LRT, tidak sempat peduli ada ibu hamil atau pun orang tua. Tidur, bukan pura-pura.

Ingin berhemat dengan jalan kaki pulang ke rumah. Tapi memutuskan lebih bijak naik bus 302. Berhenti di bus stop terdekat dengan rumah. Naik jembatan penyeberangan. Jalan kaki sejauh beberapa ratus meter, bukan bagian dari job scope. Tapi perlu dilakukan agar bisa sampai ke rumah.

Naik lift.

Bersyukur pada Tuhan karena Tuhan menciptakan lift atas hari ini.

Sampai ke lantai 9.

Pulang.

Mandi.

Menunggu jam 11. Ngeblog? Chatting? Jalan beberapa ratus meter?

Tidur.

*teng terereng jengjereng jengggg* Marikita rakyat ....

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Moga di bulan puasa pahalanya ndobel-ndobel supersize.

Juga ane doa'in puasanya kagak bolong.

Puasa tahan lapar, jasmani dan rohani.

Mendekatkan diri dengan yang perlu didekati,

dan menjauhkan diri dari yang perlu dijauhi.

Buat blogger, tetep ngeblog ye.

Jangan puasa ngapdet.

Suhu,
setengahnya ikut puasa.

NB: bagian sahur dan buka.

Mak ceprooottt.... (Episode 5)

"Astaga, Bee Hoon, apa yang terjadi?"

Mandor terkejut melihat salah satu pekerjanya dengan wujud mengenaskan, terlihat dipukuli sampai babak semifinal belur. Mata kanannya dihiasi eye-shadow, sementara kantung mata kirinya ngocor. Sisa lukanya kurang lebih cukup menyakitkan untuk didefinisikan.

Belum sempat aku berujar kata, Bee Hoon menuding jari telunjuknya dengan lemas ke arahku.

Him. *sambil menudingku*

Dua petugas sivil difens tadi mendekatiku dan memegang kedua pergelangan tangan dan bahuku. Lalu menghuyungkan tubuhku ke dinding. Tentu saja reaksi utama Mandor terhadap hal-hal seperti ini adalah mengucapkan "Jancok" dengan ekspresi "wtf?".

Melihat petugas sivil difens mengamankan Mandornya, Bee Hoon panik.

No no, him boss. He my boss. No hit. Hit run already.

Lalu Mandor melangsungkan percakapan dalam bahasa alien. Petugas sifil difens yang agaknya tidak paham bahasa alien, paling tidak mengerti bahwa barusan mereka hampir nggebugin orang yang salah. Setelah beberapa kalimat bertukar dari Mandor dan Bee Hoon, informasi yang cukup telah didapat.

Mandor dengan sigap mencari walkie-talkie yang senantiasa tergantung di celana nya. Tapi sayang, celana nya nyangkut di outrigger tanpa dia sadarai. Langsung dia mengkontak main gate

*trututut* Hold all work permit.
*triut* sent sent.
*trututut* Find Mee Sua work permit.
*triut* Mee Sua go out oredi.
*trututut* Hold his permit.
*triut* He took oredi.


Nampaknya Mee Sua lebih pandai dari yang kami kira. Dia pergi keluar dan menebus work permit nya dengan alasan mau beli rokok. Security guard tanpa rasa curiga, memberikannya dengan cuma-cuma. Tapi biarlah, yang penting sekarang petugas ambulans sudah sampai di sini. Bee Hoon harus dirawat terlebih dahulu.

Lalu iring-iringan pengantin baru tandu pun menjalani susuran sempit menuju ke tempat di mana ambulans tadi parkir. Mandor bernafas lega sambil bergumam, "Untung gak terjadi apa-apa". [Edan, kayak gini masih belum apa-apa]. Bernafas lega sampai Mandor mendengar dari aparat.

"We need to take you as well. For questioning."

-bersambung-

Monday, September 17, 2007

Mak ceprooottt.... (Episode 4)

Dengan langkah lebar Mandor menuju ke struktur temporary ladder yang belum selesai. Setelah mendaki tangga setengah jadi tersebut, Mandor sedikit melompat ke tali tambang yang menjadi akses sementara para pekerja untuk naik ke tower. Cengkeraman Mandor benar-benar erat ke tali tambang dan mendaki ke atas observer tower.

Benar. Satu ambulans. Dua mobil polisi. Satu orang berbaju putih putih, dengan empat orang berseragam biru gelap. Sial. Apa yang terjadi?

Pada saat itu Mandor sama sekali tidak tahu menahu apa yang terjadi di balik gudang penyimpanan kayu lonjor betisting. Mandor terlalu sibuk nge-tap wireless di bawah pohon mengurus cor plat di Blok E1. Mana sempat mengurus kompetisi kungfu antara dua cina [cina asli, dari cina daratan]. Mana sempat?

Mandor dari atas observer tower memberikan instruksi. Bukan instruction to cancel hoisting. Sebaliknya.

*trututut* Mandor to crane one.
*triut* sent sent.
*trututut* Situation F report
*triut* ambulance request crane to move to give way.
*trututut* Can do
*triut* Impossible
*trututut* don't care, carry out hoisting.
*triut* ambulance man want to talk to you ... bzzz krosak krosak tlulutiut ... ya ya talk, can talk oredi. Ya this one press then talk. TALK! bzzz ... hello .. we need you to move over your crane so we can pass through.
*trututut* Unable to comply.
*triut* you talk, you talk. bzzz Halo, this is Singapore Hansip [sivil difens], we have an emergency situation here. I command you to move over your crane.
*trututut* Unable to comply, I'm coming down.

Mandor melompat ke lonjoran metal decking empat meter sebelum berpegangan pada tali dan turun dengan sistem katrol sederhana. Tangannya menggenggam tambang itu erat, tanpa safety measures tentunya. Gesek tangannya dengan tali tambang itu membuat seolah asap mengepul. Untung memang telapak tangan Mandor sudah kasar ditempa cuaca. Kalau tangan arsitek ngenggem tali tambang terus prusutan gini, pasti sudah ...

Mak ceprooottt....

Setengah membungkuk setengah merayap melewati bagian bawah outrigger mobile crane, Mandor menemui petugas ambulans tadi.

Are you the one I talk to just now?
Yes, I'm in charge here. What's the matter?
I need this crane to move now.
Unable to comply.
This is not request, this is command.
This is not an argument, this is my decision.

Dengan menggerakkan mobile crane dengan akses sesempit itu, ditambah tikungan diblokir oleh mobil ambulans dan dua mobil polisi, hampir dipastikan ekor crane akan menyabet temporary support. Dan jika hal ini terjadi, sepuluh ambulans pun tidak akan cukup menjemput para korban. Sayang sekali petugas ambulans bukan insinyur teknik sipil, dan sayang sekali, polisi lebih mendengarkan petugas ambulans daripada mandor.

Tidak masalah. Crane operator hanya patuh pada perintah mandor.

Petugas ambulans tidak banyak bicara dan berdebat dengan Mandor. Dua polisi maju ke hadapan Mandor lalu menodongkan pistolnya ke pelipis Mandor berlutut mencium kaki Mandor mencoba berbicara baik-baik. Mandor menjelaskan situasi dan bahaya memindahkan crane yang sedang in operation. Apalagi jika setengah bentangan boom telah masuk ke tengah struktur. Kalau Crane ini sampai ambruk, Mandor dijamin langsung gladiresik syuting Prison Break di Changi prison.

Petugas ambulans mendorong bahu Mandor dengan keras dan menatap tajam seolah berkata "Minggir!". Setengah terhuyung, Mandor kembali menjejakkan kaki ke lantai dan menabrakkan bahunya ke bahu petugas ambulans. Yang jelas-jelas menimbulkan suara sejenis ...

Mak ceprooottt....

Ternyata petugas ambulans itu mempunyai ide yang lebih baik daripada berdebat kusir dengan Mandor. Dia bersama seorang kawan menarik tandu ke dalam. Mandor melihat dua petugas ambulans itu kesulitan melewati crane outrigger, langsung memanggil mereka.

"Come here follow me, quick"

Sangat familiar dengan perhitungan scaffold formwork di blok F, Mandor tahu jelas cross bracing mana yang boleh dilepas tanpa membahayakan integritas struktur. Dengan cermat tapi pasti, Mandor melepas tiga cross bracing untuk membiarkan petugas ambulans lewat jalan pintas.

Hansip mengacungkan jempol ke Mandor. Mandor melihat dari balik scaffold formwork, petugas tandu tadi menjauh menuju ke daerah gudang penyimpanan kayu lonjor betisting. Apa yang terjadi?

*triut* Gudang to Mandor.
*trututut* Sent sent.
*triut* Can come here?
*trututut* Coming.

Mandor berjalan mundur sambil memasang kembali cross bracing yang baru saja dilepas sementara. Lalu berlari membungkuk melewati outrigger crane. Dalam beberapa menit, Mandor masuk ke dalam gudang, dan melihat keadaan sekitar. Ada dua petugas ambulans, penjaga gudang dan ....

"Astaga, Bee Hoon, apa yang terjadi?"

-bersambung-

Saturday, September 15, 2007

Mak ceprooottt... (Episode 3)

Polisi??!!?@#$@$^!# ZMOFGWTFBBQ, apa yang terjadi? [Mak ceproooottt part 2]

Mata pak Mandor terbelalak lebar. *disyuting dengan zoom ke arah wajah, khususnya bagian mata-mata terbelalak seperti tokoh antagonis di Tersanjung 7*

[commercial break]

Lalu layar kaca menjadi buram bergelombang. Adegan berikutnya disiarkan dalam warna sephia coklat putih seperti album foto lama yang warna putihnya sudah menguning mangkak.

flash back

Mandor sedang mengulang perintah kepada bangla78 karena dia tidak begitu mengerti cara mengganti ban bocor. Iya, mengulang untuk ke dua puluh tujuh kalinya. Dengan gaya, tentunya.

"boss ah .. boss ... big man ... you know boss? Big boss .."
..... *tatapan mata kosong*
"Car car ah .. driving driving" *gaya menyetir*
..... *tatapan mata kosong*
"Nail ah puncture, tire die oredi .."
paku paku
"Haaa.. ya ya paku paku oredi"
paku why?
"Driving paku tire mak ceprooottt"
ooo *ngangguk ngangguk*


Sementar di tempat lain yang jauh dari pandangan mata pak Mandor, terjadi percakapan yang lebih sengit.

bu xing!
wei shen me? na ge shi hou ye shi zhi yang de!
capjay!
fu yung hai kwetiaw barongsai!
siomai!
gong xi fa cai kana sai!


Lalu Bee Hoon melayangkan bogem mentahnya pada Mee sua.

Mak ceproooottt

Mee Sua tidak terima, langsung merangsek Bee Hoon ke semak-semak. Dalam motion jatuh, Mee Sua masih sempat menyarangkan satu uppercut ke dagu Bee Hoon. Sayang sekali meleset. Tapi masih sempat membuat sayatan tipis di bawah mata kiri Bee Hoon. Jatuh di landasan tempat parkir beralaskan aspal sisa konstruksi jalan tidak membuat keadaan semakin baik. Mee Sua tertindih badan Bee Hoon. Tangan Mee Sua menggapai balok kayu yang ada di sampingnya dan.

Mak ceproooottt

dan.

Mak ceproooottt

dan.

Mak ceproooottt

Digebug balok kayu? Nggak cukup sekale. Bee Hoon tak sadarkan diri selama beberapa detik. Saat dia sudah bisa membuka matanya perlahan, dia melihat sosok Mee Sua melarikan diri keluar Construction Gate. Dia langsung menelepon wanbede wanbede wanbede.

Berapa menit kemudian, Ambulans melaju dengan kecepatan penuh Top Gear di sepanjang Jalan Cincin Bukit Panjang. Bebas haluan karena dikawal dua mobil polisi. Dan semuanya jelas nampak terlihat oleh Site Supervisor in charge yang berada di tower blok F.

Dia panik, lalu menghubungi pak Mandor.

"Mister adi, we need to move the crane, ambulance can not pass through our construction access. Please give instructions to crane operator to cancel hoisting" [Mak ceproooottt part 1]

Mak ceprooottt.... (Episode 2)

Larinya bertambah cepat setiap Mandor memikirkan hal apa yang bisa terjadi sampai perlu Ambulans datang ke daerah kekuasaannya. Ada yang terjatuh dari lantai 4? Oh, jangan-jangan menginjak paku yang kemarin belum dimasukkan gudang? Atau mungkin, kelindes Kobe? Atau ada yang pesan taxi on-call tapi salah sambung? Apa pun itu, Mandor harus segera ke lapangan blok F untuk mengetahui apa kebenaran yang terjadi.

*gerak lambat lari pak mandor, sekitar 4.6 menit*

Keringat bercucuran menuruni tubuh pak Mandor, darah mengalir dalam pembuluh darah dan menghantarkan zat-zat yang berfungsi melancarkan metabolisme tubuh. Mandor mempercepat langkahnya dan mencoba mencari ambulans nya. Yang ternyata sudah kelindes Kobe.

Mobile crane yang begitu besar menghalangi pandangan bebas ke arah Construction access. Membuat Mandor tidak bisa mengerti jelas keadaan di luar. Tapi satu yang pasti, mereka benar. Crane menghalangi jalan mereka. Mandor langsung mengontak salah satu Site Supervisor yang in-charge untuk blok F.

*trututut* roger roger
*triut* sent sent
*trututut* you in tower now?
*triut* have tower inside now
*trututut* see ambulance coming
*triut* see see, ambulance people talking to crane man
*trututut* many many?
*triut* ambulance one only, police have many


Polisi??!!?@#$@$^!# ZMOFGWTFBBQ, apa yang terjadi?

- bersambung -

NB: ditambah 10 menit cuplikan episode lalu, lagu pembukaan, iklan, lagu penutup, dan adegan yang diulang-ulang dengan sudut pengambilan gambar yang berbeda, lalu slow motion untuk adegan-adegan khusus. Jadilah satu episode. Belajar dari Tersanjung 7.

PS: trututut adalah suara tombol walkie talkie untuk Send. dan Triut adalah nada terima.

Friday, September 14, 2007

Mak ceprooottt....

Hari ini hari yang sama seperti biasa. Seperti biasanya dia berjalan dari LRT stasiun Bangkit ke tempat kerjanya. Sambil berjalan dia akan melihat ke atas untuk melihat cuaca. Cuaca cerah, hari yang indah. Begitu pikir Mandor saat menginjakkan kaki selangkah melewati Construction Gate.

Mak ceproooottt.

Begitu kira-kira suara yang dihasilkan oleh sepatu safety boots Suhu saat menginjak cairan hitam kental itu. Setelah menoreh cairan itu dengan jari nya, dan merasakan dengan lidahnya mengendus dengan hidungnya. Mandor berpendapat bahwa ada mesin yang perlu diperbaiki, karena jelas yang bocor dan menggenang ini oli mesin.

Setelah melewati gerbang construction gate, Mandor berjalan santai menuju meja kerjanya di balik gudang penyimpanan peralatan. Berapa langkah kemudian, mobil managerku lewat melaluiku. Namanya juga konstruksi, pasti banyak benda-benda liar, misalnya singa, harimau, serigala paku yang belum dilepas dari betisting [bener gini nulisnya?].

Mak ceproooottt.

Mobil manager tidak pakai safety boots. Dan paku liar itu menancap ganas membuat ban mobil nya berubah bentuk seketika. Setelah menyerahkan kunci mobil nya pada mandor untuk ganti ban, manager jalan kaki masuk dan menginjak paku lain berlalu.

Satu jam kemudian, Mobile Crane sewaan datang. Perusahaanku memang tidak punya Crane, jadi mengandalkan rental crane per hari. Setelah crane datang. Oh sori, kenapa? Nggak ngerti crane? Crane itu mobil derek itu lho, yang ada tiangnya panjang. Lihat gambar deh.

Karena akses ke dalam lingkungan kami sangat sulit, maka diperlukan ketrampilan khusus pengemudi kendaraan-kendaraan panjang. Haluannya sangat susah ditebak, selain sumbu x-y [kiri kanan depan belakang], sumbu z tiang nya juga kadang membuat crane tidak bisa menjangkau area tertentu.

Nampaknya pengemudi crane hari ini sangat baru. Terlihat dari kesulitannya membelokkan kendaraan seberat 120 ton ini. Dia berbelok perlahan-perlahan. Perlahan. Dan.

Mak ceproooottt.

Berhasil melewati pagar tapi tiangnya nyenggol ranting pohon. Langsung banyak daun-daun rontok. Ada tupai longsor juga. Untung dengan bantuan aba-aba dari mandor, akhirnya kendaraan raksasa ini bisa parkir di tempat yang diinginkan. Meskipun tidak tepat dengan posisi target semula. Ya, selisih sekitar 5 meter.

Nah, tempat parkir yang meleset inilah yang jadi cerita utama hari ini. Crane tidak bisa masuk lebih dalam, sehingga memblokir lalu lintas yang akan keluar masuk Construction Site. Mandor segera mengerahkan worker untuk menginformasikan pada orang-orang yang punya mobil untuk segera parkir di luar, sementara Mandor memasang tulisan No Entry 0900 - 1500 Operating Crane.

Nampaknya semua masalah sudah beres.

Nampaknya.

Oh sori, maksudku, kelihatannya. [Baru ingat kalau nampak sudah dipaten sama orang Medan]

Semua pekerjaan berjalan seperti biasa, sampai jam makan siang tiba. Mandor makan, tentu dengan nasi porsi dobel [Oke, ini detil yang gak seberapa penting]. Setelah makan dengan kecepatan Mach Speed, Mandor pergi ke ruangannya yang kecil tapi nyaman. Mengangkat kaki ke atas laci meja, dan tidur bersandar di kursi. Layaknya dunia akan berjalan tanpa kehadirannya.

Sampai ada sinyal yang memanggilnya. Lampu sorot dengan simbol Panda telah dikumandangkan di langit kota Gotham. Walkie-talkie mandor berbunyi.

Mak ceproooottt.

Wadhuuu. Walkie-talkie jatuh ke bekas tempat sambel. Setelah membersihkan dengan kapas kecantikan kertas sobekan bungkus semen, Mandor menemukan bahwa sambel campur semen bisa menghasilkan aroma yang memancing rasa ingin muntah. Sambil menahan nafas, Mandor berusaha mendengarkan suara penyampai pesan di ujung walkie-talkie satunya.

"Mister adi, we need to move the crane, ambulance can not pass through our construction access. Please give instructions to crane operator to cancel hoisting."

Sembari membersihkan campuran sambel dan semen di handset walkie-talkie dengan air, yang akhirnya memperburuk keadaan, Mandor berpikir. Lalu melompat dari tempat duduknya, dan lari sambil mengenakan safety bootsnya. Banyak yang bergejolak di pikirannya.

Ambulance?

--bersambung--

Wednesday, September 12, 2007

Alfonso dari Masa ke Masa

Suhu sedang mengaduh kesakitan. Batuk yang sudah menyerang sejak 24 Agustus 2007 merusak segala cerita. Hari ini, Suhu cuti sakit. Tergeletak lemah di ranjang, dengan infus bersliweran di atas kepala, Suhu tak bisa bergerak leluasa.

Iya, bo'ong.

Sekarang Suhu memang lagi gak kerja dan lagi batuk. Dan memang lagi cuti sakit. Dan lagi diinfus. Oke. Hari ini tidak ada posting baru. Sebaliknya, Suhu akan nge-post posting lama dari Kisah di Balik Hutan Bambu season 1.

Mengenai, watashi no hatsu koi alias cinta pertama Suhu.

Iya, bo'ong lagi. Demi kelangsungan hidup Suhu.

Oke, sebelum disambit pembaca karena kebanyakan ngumbar janji dan ternyata bo'ong. Kita mulai saja prologue post ini. Post ini akan menjadi sebuah update yang dikarenakan kurangnya update dari dunia blogger-blogger ketawa mengingat onta banci lagi loyo abis pindahan barang sekampung banyak quiz.

Tapi karena Suhu sendiri lagi batuk, jadi susah bercerita. [Halah, apa susah'e toh, mung ngetik wae koq, ra ngomong]. Intinya Suhu akan menggunakan post lama nya, di blog lama nya, untuk di-publish di blog baru dengan alasan Suhu sakit. Isi post-nya gak akan jauh-jauh dari sakit. Suhu akan bercerita tentang seorang temannya yang sakit jiwa pergi ke rumah sakit.

Mari kita mulai ceritanya.

--------------------------------------------------------------
kisah di balik hutan bambu season 1, previously known as http://suhu.blogspot.com, post 12 June 2004

Perjalanan dengan Alfonso

Alfonso d’Albuquerque - Selat Malaka [1511]. Bukan Alfonso yang itu. Ini cerita tentang Alfonso yang kuliah di NTU, yang dari Makassar. Tahunya sudah sejak masuk NTU pertama, tapi tahu nama doang, gak tahu orang’e kayak apa. Ngomong-ngomong juga cuma sebatas chatting di MSN ato bersambut balas di forum Gunbound.

Alfonso memanggil di MSN, tanya tentang letak Gleneagles Hospital, yang tentu saja aku jawab dengan “gak tau”. Oh, dia mau ke sana jenguk saudara, jangan salah sangka, dia tidak ke sana untuk maen bola. Dan pertemuan pun disusun setengah jam dari waktu perbincangan.

Setengah jam buat cowok itu waktu yang cukup dan bisa dibilang sangat cukup untuk mandi, sikat gigi, pakai baju, siap berangkat. Tentu saja setengah jam untuk langsung berangkat agak sedikit cukup mustahil untuk cewek. Mandi, keramas, sikat gigi, keringin rambut, sisiran, pilih baju, mengeluh karena baju ga matching, ganti baju lagi, keluar kamar ternyata baju ga cocok ama sepatu, ganti lagi, setengah jalan, lupa bawa dompet, balik lagi, ambil dompet, siap. Setengah jam mungkin gak ya?

That’s why kisah petualangan blog ini selalu dipenuhi perjalanan cowok-cowok kumal, pake sandal dan celana kolor kombor, dan baju yang dipakai itu-itu terus, kumal-kumal terus. Tapi percayalah, kita selalu mandi setiap hari koq. [Pake sabun ato nggak, itu yang perlu ditanyakan. =b]

Janjian ketemu di kantin 2, sarapan bersama. Kupergi agak pagian, orang bilang first impression lasts, jadi jangan biarkan kawan baru menganggap aku tidak tepat waktu. Kira-kira 5 menit sebelum waktunya aku sudah sampai di kantin. Dan, aku baru sadar, satu hal. Satu hal yang amat penting. Aku gak tahu Alfonso kayak apa. Tinggi, pendek, kurus, gemuk, aku kan cuma kenal lewat chatting.

Untung suasana di kantin 2 masih sepi. Observasi keliling, pria tua, bukan Alfonso. nenek-nenek, bukan alfonso. Hot Girl, wow….this could be Alfonso. Oh no, sekarang cari Alfonso. Tampaknya di kantin 2 hanya tinggal beberapa tersangka, yang bisa jadi Alfonso. Satu pria berambut aneh, satu pria berkacamata, dan satu pria berambut gondrong.

Pria berambut gondrong, tidak munngkin Alfonso. Dia merangkul seorang gadis. Alfonso tidak mungkin membawa gadis, tanpa memberitahu aku. Tinggal 2 tersangka, kudekati pria berambut aneh, dia mengangkat telepon. Lalu mulai berbicara, “Ngeyong duch dhier dues dut aong pyang gubrak”. Oh no, Alfonso gak bisa bahasa Vietnam. Ok, aku menuju tempat duduk pria berkacamata yang kemungkinan besar benar-benar Alfonso.

Sesaat sebelum aku mau manggil, ada sosok pria kurus datang dari arah pintu. Melambaikan tangan dan menyapa. Yah, ini pasti Alfonso. God bless me. Jangan pernah janjian sama orang kecuali yakin orangnya kayak apa. Lain kali mesti janjian seperti “aku pakai baju merah yaaaaa”.

Sarapan dimulai seraya memperbincangkan rute perjalanan. Agak terasa aneh, perjalanan dengan Guntur gak pernah direncanakan, hanya pergi, naik bus, duduk, dan turun di mana bus berhenti. Jadi agak terasa aneh, ketika sudah tahu, kita mau ke Gleneagles Hospital, sudah tahu mau naik apa, dan sudah ngerti turun di mana. [Udah tau kan, kenapa tulisannya Perjalanan, bukan Petualangan]

Lalu berangkat naik bus, dan astaga, Alfonso benar-benar penuh kejutan. Dia punya buku Street Directory. Buku itu adalah buku wajib semua sopir taxi di Singapore. Satu buku memuat daftar semua jalan, jalur MRT, bus, dan semua tentang jalur lalu lintas di Singapore. Dengan buku itu, panda picek pun gak isa kesasar.

Di MRT ada ibu-ibu tanya jalan ke Hong-Mo-Jiaw, padahal ga pernah denger. Ternyata Hong-Mo-Jiaw adalah Ang Mo Kio. Dan dengan sabar dan hati-hati kujelaskan cara ke sana, dan kuantar sampai kereta yang benar. [Nilai PMP 9 di rapot]. Ibu-ibunya tampak ga percaya sama aku waktu aku anterin ke kereta, mungkin karena tampang ini jelas-jelas suka ngerjain orang.

Setelah sampai di Gleneagles Hospital, nunggu di lobby, karena Alfonso njenguk saudaranya yang aku gak kenal. Lagian di lobby ada pemandangan yang lebih menarik, satu-satunya hiburan yang ada di rumah sakit, they called it ~ suster. Obviously bukan Private Nurse, ataupun Night Shift Nurse, tapi ini cuma nurse, jadi kalau ada yang berharap ada cerita tidak-tidak di blog ini, silahkan kecewa.

Setelah menunggu Alfonso cukup lama. Entah apa yang dilakukannya dengan suster-suster di dalam kamar. Tentu saja dia menjenguk saudaranya, no offense, tapi dia berada di tempat tertutup di luar jangkauan mata kita. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi.

Sepulang dari Hospital, kami ke Bugis. Alfonso membeli sebuah speaker dengan subwoofer. [duh jadi pingin]. dan ritual perjalanan ditutup dengan Burger King. I should put the Burger King links for sponsors.

Kenapa tiap perjalanan diakhiri dengan makan BK?

=fin=
---------------------------------------------------------------------

Itu adalah pertemuan pertama Suhu dengan Alfonso tiga tahun lalu. Sejak saat itu nama Alfonso sering masuk di blog Suhu. Terutama pada seri pembunuhan berantai kucing hall 8, Alfonso menjadi tersangka utama saksi ahli. Demikian Alfonso telah menjadi seorang sahabat dalam kejamnya dunia pendidikan. Salah satu orang yang membuatku bertahan di Ninja Turtles University. Seorang anak Computer Engineering yang tidak pernah membuat seorang anak Civil Engineering merasa beda jurusan.

Seorang sahabat yang dapat membuatku berkata pada orang lain. Don't mess with me, my buddy kills people ... for fun.

Alfonso yang di kuliah tahun kedua main gunbound, di tahun ketiga magang di motorola, di tahun keempat maen dota. Alfonso yang di second year suka ketawa sendiri kalau lihat pisau, tahun ketiga masih demikian, dan tahun keempat masih konsisten. Alfonso yang kini sudah berbahagia di sisinya. Sisi Wei. Please refer to this post for Wei's first appearance in kisah di balik hutan bambu.

Alfonso yang mempopulerkan frase "Apa salahku?" setelah dicetuskan oleh Guntur.

Alfonso yang bagian dari kehidupan banyak orang dan bagian dari kematian banyak kucing.

Alfonso yang ... psikopat.

Suhu,
happy birthday, Pong.

Monday, September 10, 2007

Home but not that Sweet

Empat tahun lebih aku tinggal di gumpalan tanah mengapung Singapura. Saat itu aku pergi meninggalkan orang-orang yang aku cintai. Kisah sedih, duka, maupun nestapa mereka tahu karena kuceritai. Apa aku di sini sanggup bertahan hidup semua senantiasa kuberi tai kuberitai. Survivability. Itu yang aku pelajari selama empat tahun kuliah di Singapura.

Tidak sedikit kisah sedih tentang beberapa pejuang yang ambruk di tengah jalan, dan pulang ke tanah air. Berangkat penuh semangat, pulang kalah perang. Berpamitan di airport, air mata mengalir tanpa sadar. Mungkin jumpa untuk terakhir kalinya, diberi ucapan selamat terus berjuang. Walau hati ini terus bertanya, "Empat tahun lulus kuliah, mungkinkah?"

Suhu, sudah biasa hidup dalam tekanan. Banyak yang bilang Suhu dewasa sebelum waktunya. Mungkin karena Suhu sering menonton felem dewasa dipaksa keadaan. Betapa tidak, di usia yang masih sangat muda, Suhu sudah berkeluarga dan dikaruniai dua orang anak mengenal kejamnya krisis ekonomi. Keluarga Suhu termasuk salah satu keluarga yang terimbas krisis ekonomi secara parah. Parah.

Dari miskin, jadi tambah miskin.

Okeh, jangan mulai bahas masa lalu. Lembaran hitam biarkan hitam, mari kita buat felem biru lembaran yang lebih cerah. Yang jelas, empat tahun penyiksaan di Ninja Turtles University telah membuat Suhu menjadi sebuah sosok yang lebih tangguh menahan siksaan.

"Aaarghh .... tidak sakit!!! Sama sekali tidak sakit!!! Aaaaaauuooorrghhh"


Sekarang, Suhu telah keluar dari asrama. Telah pergi dari hutan bambu yang nyaman. Hutan bambu yang listrik, air, internet, pakai sepuasnya bayar tetap sama. Sekarang sudah tinggal di sebuah rumah flat kecil yang dihuni tiga orang Bujangan Teknik [Bachelor of Engineering]. Iya, Suhu, dengan dua orang temannya.

Yang satu bernama Bejo. Bisa dlihat dari namanya, Bejo adalah orang desa yang berasal dari daerah Jawa. Jawa Timur tepatnya. Timur pol, notog menthog Banyuwangi Muncar. Bejo adalah mantan rumet [baca: roommate] Suhu selama tiga tahun di Ninja Turtles University. Orang yang sangat dekat dengan Tuhan [rajin ke gereja, bukan hampir mati]. Pandai cendekia, tampan mempesona, bujang beranak dua tak bernoda. *Penulis tidak menerima bayaran apa pun untuk iklan ini. Iklan berbayar ada di pojok kiri atas atau bisa klik di sini.*

Bejo adalah seorang pekerja keras. Pekerjaan utamanya adalah laskar Kristus, tetapi pekerjaan sampingannya adalah bakul CD. Jadi dia akan menjual CD berisi software-software non-bajakan. Iyah, kita membicarakan CD berbentuk bundar, bukan segitiga. Bejo bekerja menjumpai klien-klien menjajakan barang bawaannya dengan bekal ilmu santet dan ilmu pelet marketing yang dipelajarinya selama training. Tapi jangan salah, tidak mudah masuk ke perusahaan ini. Mungkin itu karena kuasa Tuhan yang diberikan kepadanya. Sampai nama company nya kalau di search di answer.com akan menghasilkan definisi A command or revelation from God.

Lain Bejo lain pula Ari. Ari adalah pria kecil dari Malang yang dengan fasih berkata 'Jancok' kapan pun Suhu men-trigger nya. Iyo gak, cuk? Pria kecil bernama lengkap Arianto Anu Gerah ini juga seorang bujang teknik [Bachelor of Engineering], dan sama dengan Bejo, mereka mengandalkan papan kunci dan tikus untuk mencari uang.

Ari adalah clean freak orang yang menjunjung tinggi kebersihan di atas norma susila. Dia lebih suka mengepel ruang tamu daripada nonton felem porno. Tidak jarang Ari sekedar lewat kamar Suhu dan berkomentar "Kamarmu koq kotor toh hu?" Dan sebagai sesama orang Malang, Suhu menjawab dengan sapaan hormat "Cuk." yang artinya "Oh, okie. tq yah."

Ari bekerja di sebuah perusahaan yang tidak jelas aktivitasnya. Yang pasti berhubungan dengan komputer dan pemerintah. Oleh sebab itu kegiatannya juga cukup dirahasiakan dan tidak banyak diceritakan. Yang pasti, Ari mempunyai kekuasaan yang cukup besar di perusahaannya. Relatif besar dibanding ukuran fisik Ari.

Singkatnya, kami bertiga bekerja di tiga tempat yang berbeda. Jam kerja yang berbeda. Bejo berangkat jam tujuh pulang jam tak tentu. Suhu berangkat jam setengah delapan pulang belum tentu. Arianto entah, seperti selalu ada di rumah. Sebelum kami berangkat, dia masih tidur, sewaktu kami pulang, dia sudah tidur.

Yang pasti, kini kami sudah punya tempat berteduh. Kulkas, mesin cuci, dapur, kasur. Paling tidak ini adalah sebuah rumah.

Suhu,
Home but not that sweet.

Wednesday, September 05, 2007

Communication Skills [Part V - habis]

Masih berkisar tentang Communication Skills. Meskipun seseorang yang pandai dan cendekia [baca: mandor] diberi seseorang yang sangat sehat kuat kokoh terampil dan bertenaga [baca: worker]. Tetapi mereka berdua memiliki kesulitan untuk mengerti satu sama lain. Dalam hal misalnya antara lain sebagai berikut.

Mandor berkewarganegaraan Indonesia keturunan Cina kuliah di Singapura fasih berbahasa Indonesia mampu memahami bahasa Melayu sanggup berkomunikasi lancar dalam bahasa Inggris dan mengerti bahasa Mandarin dan bersumpah serapah dalam Bahasa Hokkien Kromo inggil, nampaknya susah menyampaikan pesan pada worker yang berkewarganegaraan Bangladesh.

Mandor berkata "Can you help me detach signage at the door panel?". Dan worker menjawab dengan "pang isipong isipang isipole futbol!" tatapan mata kosong.

Mandor merasa tatapan mata kosong itu pertanda worker mengerti apa yang diminta olehnya. Lalu melanjutkan instruksinya. Melepas signage berbahan acryllic di daun pintu toilet. Sebenarnya bisa saja Mandor melakukan pekerjaan itu sendiri. Melepas signage dari pintu itu pekerjaan yang sangat sederhana. Sayang sekali saat itu Mandor tidak bawa obeng kembang, dan sekrup itu terlalu kecil untuk dibuka pakai obeng pipih yang selalu dibawa mandor yang berukuran jumbo [Yang jumbo obengnya, bukan mandornya]. Maka saat Mandor lewat sana, signage itu tidak bisa dilepas. Lho? Ndak tahu signage? Itu lho, yang ada gambarnya simbol cowok cewek. Karena pintunya sudah lapuk dan rayapan, maka mau diganti pintu baru. Tapi simbol nya masih bagus. Jadi untuk menghemat biaya, maka signages pintu itu mesti dilepas dulu agar supaya nantinya bisa dipasang di daun pintu yang baru.

Tapi tentu cukup pembaca dan mandor saja yang tahu. Worker, cukup mengikuti perintah. Detach the signage adalah informasi lebih dari cukup yang bisa didapat dari atasan. Maka tentu saja tidak perlu ditanyakan. Kalaupun tidak mengerti, lebih baik pura-pura mengerti.

Paragraf terakhir adalah hasil usaha Mandor membaca pikiran worker.

Worker tidak bertanya sepatah kata apa pun, dan pergi.

Sehari kemudian, mandor bertanya pada worker. Mana signages yang sudah dilepas. Mau disimpan mandor biar tidak hilang maksudnya. Worker bilang lupa mengerjakan. Maka Mandor dengan sabar bilang, oke. Kerjakan sekarang biar tidak lupa.

Worker akhirnya buka suara. Rupanya kurang jelas atas instruksi kemarin. "Where?". Mandor menjawab "Block E". Mandor merasa kurang jelas. "Open?". Mandor menjawab "Yes, open signages" mengingat kata detach mungkin tidak ada dalam kosakata worker. "All open?" demikian tanya worker. Mandor senang karena worker punya inisiatif tanpa perlu disuruh dan langsung menjawab "Ya, all open. Inside block E all open". Worker terkejut dan membelalakkan mata dan berseruh WOHA! Many many. Bring friend open can?. Mandor merasa worker sudah menyampaikan feedback pada mandor dan mandor wajib memberikannya bantuan untuk menyelesaikan misinya dan bilang "Okay, take two friends". Lalu worker pergi, mandor mengurus pekerjaannya di blok F.

Hari esoknya, mandor lewat block E, dan melihat signage belum dilepas. Mungkin worker sibuk. Keesokannya lagi, mandor lewat block E, masih belum dilepas. Mungkin sibuk. Sampai hari ketiga, lalu Yesus bangkit dan naik ke Kerajaan Surga. Maaf, salah artikel. Sampai hari ketiga, lalu Mandor berniat menegur worker. Worker berkata "Very sorry mister adi, hard work maybe more two days I can finish". Belum sempat menegur sudah diberi jawaban demikian, Mandor pun berkata "Okay, in two days must finish." Worker bermuka cerah dan berseri di balik peluh keringat dan berkata "Thank you mister adi you are good man. Two days all open. I promise.

Setelah dua hari, Mandor merasa kinerja worker sangat mengecewakan. Maka mandor membuka satu buah dari sekian banyak signage. Dan membawanya ke hadapan worker. Sebelum sempat berkata apa pun, worker berkata "Mister adi happy?". Mandor pun mendelik dan berkata "How to be happy if work is not finished?". Worker dengan penuh percaya diri berkata "Who make mister adi unhappy tell me. I working finish mister adi see can happy".

Terenyuh dengan pernyataan tulus seorang worker, Mandor berkata dengan sopan. Mungkin worker kurang paham tugas yang diberikan padanya. Maka Mandor menunjukkan signages yang baru saja dia lepas sendiri. "I need this one". Worker mengangguk seperti orang purba yang baru saja pertama kali melihat kaleng coca cola. "mister adi need now?". Meskipun sudah memintanya dari tiga hari yang lalu, Mandor pun berkata "Yes, now" bukan "what the fuck, of course".

"I open all now"



Gembira karena pesan telah tersampaikan dengan baik, Mandor pun kembali ke blok F. Dan sore harinya ketika kembali ke Blok E, Mandor merasa gagal dalam subjek Communication Skill.

All open.

Rupanya dalam dua hari terakhir ini yang mereka lakukan. Mandor tidak mengecek terlalu banyak. Yang pasti ketika mandor minta signage untuk disimpan, mandor mendapat kesulitan menjelaskan perbedaan to detach signages from door panels dengan to detach door panel from door frame.

Suhu,
Communication Skills itu perlu.

Sunday, September 02, 2007

Communication Skills [Part IV - nyaris habis]

Warning: NSFW.

Kadang-kadang bahasa isyarat memang memudahkan kita untuk saling mengerti satu sama lain. Tidak jarang mandor harus mengubah kata-katanya menjadi gerakan agar para worker mengerti. Video berikut ini tidak dibintangi oleh mandor ataupun worker. Tidak pula bertempat di tempat kerja ku. Tapi cara komunikasi di sana kurang lebih sama. Setiap kata diiringi dengan gerakan.



Suhu,
kouka kola .... isipang isipong isipang isipole futbol