Sunday, August 19, 2007

Ultah Ente

Tiga tahun silam. Sekitar bulan April 2004. Suhu memulai menorehkan goresan sastranya ke dalam bentuk tulisan berupa kisah-kisah panas di 17tahun.com posting blog. Lima bulan kemudian, suhu.blogspot.com sudah dikenal berbagai penjuru dunia. Belanda, Taiwan, Bangladesh adalah negara-negara yang menduduki posisi hit rate tertinggi setelah Singapura dan Indonesia.

Popularitas pun meningkat sejalan dengan berubahnya genre blog. Dari blog bertema misteri makhluk gaib kehidupan sehari-hari, diubah menjadi menertawakan kehidupan sehari-hari. Karena pada saat itu Suhu mendapat sebuah penerangan nyaris sempurna dari rekan-rekan blogger yang lain. Kalau boleh sebut merek, Dika Mutun, adalah salah satu blogger yang mempengaruhi jalan pikiran saya.

Melihat Dika si kambingjantan bisa dengan sukses membuat lelucon tentang dirinya, menertawakan dirinya sendiri.

"Gw Dika, biasa dipanggil Mutun. Hasil persilangan orang batak dengan mesin jahit. Kapan ya gw bisa kawin ama mesin atm, kan enak, bisa beranak duit."


Percakapan antara Panda Tambun dengan Kambing Jantan masih tersimpan manis di chat log MSN. Nampaknya Dika mempunyai personaliti yang kuat. Yang bangga untuk ditertawakan oleh publik. Dan nampaknya, tingkat tertinggi komedian, bukanlah menertawakan atau memperolok-olok orang, tapi menertawakan diri sendiri.

Dan di sinilah aku, Panda Tambun. Menertawakan hidup.

Paling tidak sampai setahun kemarin. Sampai hidup tidak lagi menarik untuk ditertawakan. Sampai kejamnya dunia kerja, walaupun itu hanya magang, menarik semua warna kehidupan. Sampai kejamnya skripsi, memalsukan sinyal untuk terus bernafas pada syaraf tak sadar. Sampai kejamnya kejahatan berkedok institusi pendidikan, melecutkan pedati pada otak mahasiswa-mahasiswa tak berdosa.

Sampai saat itu, hidup tak lagi bisa kutertawakan.

Maka blog pun berhenti untuk beberapa saat. Mungkin kalau ada posting blog saat itu, suasananya akan kelam. Dan kalaupun berhasil menertawakan diri sendiri saat itu. Pasti yang ada hanyalah tawa dalam tangis dan senyum dalam denial.

Panda Tambun, merasa menjadi pejuang terakhir dalam sebuah losing battle. Sebuah perang untuk memperjuangkan senyum semua mahasiswa Ninja Turtle University. Mereka yang berjuang dalam nama negara Indonesia, meskipun waktu lulus langsung buru-buru ngambil PR dan secepat mungkin convert citizenship. Komen-komen yang manis selalu membuat semangat untuk posting yang lain.

Meskipun tidak jarang komen-komen yang menyakitkan kritik membangun, membuat berpikir tiga kali sebelum nge-post. Anyway, thanks buat yang sudah ngasih feedback, lain kali bakal lebih considerate sebelum menyinggung suatu daerah. Apalagi kalau orang-orang daerah itu tidak terbiasa dengan guyonan Jawa Timur-an. Jancok, wangel tenan.

Blogger yang baik tidak menulis satu arah. Feedback dari komen pembaca tentu harus dihargai. Membalas komen pembaca. Melakukan sesuatu, edit suatu post bila perlu. Bahkan aku pernah menghapus seluruh post, karena pembaca merasa tidak lucu sama sekali. Kalau pembaca bisa tersenyum dengan membiarkan jerih payah mengetik dan memeras kelenjar ketawa sampai kering, apa sih yang nggak dilakukan? Toh klik tombol delete, perlu kurang dari 0.427 detik. Pembaca itu penting.

Itu satu yang saya belajar dari ente. Waktu ente menorehkan dan aku membaca blog pinky, aku tahu, I'm not alone struggling this losing battle. Masih ada orang yang mampu menertawakan diri sendiri, dan siap ditertawakan orang lain, meskipun itu hanya karena blog pinky dan payung bercorak bunga.

Berapa kali ente bilang aku Master Panda Tambun. [Tanpa bermaksud mempertanyakan tingkat intelejensia ente, aku mau memperjelas, aku cuma Bachelor. Ndak ngambil S2.] Ente bilang aku inspirasional. Tapi aku berpikir sebaliknya. Ente berhasil membuat kita, para pejuang senyum, winning a losing battle. Page view blog ente jelas kalah dari page view Google mencerminkan popularitas ente di kalangan mahasiswa Ninja Turtles University. Kalau ente berparas seperti Riki Martin, pasti ente sudah jadi orang terkenal. Untungnya Tuhan Maha Adil, orang-orang dengan aura bikin ketawa seperti ente diberi paras default tipikal file poliform tukul.3df.

Yang jelas ente sekarang sudah tambah tua. Setahun lebih dewasa. Orang bilang tambah tua biasanya sudah gak bisa gila-gilaan kayak masih muda. Lebih mudah merasa malu. Dan mungkin kurang berani menertawakan diri sendiri.

Yang pasti aku mau bilang ke ente. Tahun ini bakal berat buat ente, baik karena masalah skripsi, masalah cinta yang tak berkesudahan, sampai masalah keluarga karena beda usia dengan pasangan terlalu jauh.


Happy Birthday, Bhro.

Suhu,
dunia makin lucu dengan blog ente.

4 comments:

skinny idub said...

Gud .. gud... sekarang saya yang berjuang..

eniwe, kian lama kok kian berat sih tata bahasa ente.. ini yang ultah sopo, janc*k tenan ra nggenah ngene..

haha

Reza de Bhro said...

Hahaha....

Memang dunia terus berputar bung.... semoga muncul generasi blogger baru yang juga cukup tabah untuk menertawakan diri sendiri.

Matur sembah nuwun :-)

Aussie Haryono said...

Wah... fotonya waktu si Bhro lagi makan gratis di convo :D

suhu said...

#idub:
yang ultah si ente.

#bhro:
met ultah bhro.

#aussie:
aku sudah nyari koleksi fotoku, semua yang ada bhro selalu pas dia makan gratisan.