Thursday, August 30, 2007

Communication Skills [Part III - hampir habis]

Buat yang sependapat dengan Suhu dalam dua postingan terakhir. Tentang Communication Skills itu sampah. Mungkin suatu hari nanti akan tiba saatnya di mana kalian berubah pikiran. Mungkin. Tapi yang pasti, sedikit demi sedikit kejadian di tempat kerja Suhu, akan membuat idealisme Comskill sampah terkikis dengan cepat.

Construction Site adalah sebuah medan laga yang kejam. Technical Skills jelas diperlukan mengingat kita memang direkrut karena gelar Engineer. Kemampuan Decision-making jelas diandalkan mengingat rasa tanggung jawab terbentuk seiring dengan berjalannya pengalaman kita di masyarakat. Managerial skills untuk meningkatkan efektifitas tenaga kerja juga dilempar ke dalam job scope seekor Mandor.

Dan tentu saja, Communication Skills. Kemampuan menyampaikan pesan ke pasukan yang berjuang di garis depan pembangunan.



Tidak jarang kita terpaksa mengulangi instruksi agar apa yang kita mau bisa dimengerti oleh para worker. Tidak jarang kita terpaksa mengulangi instruksi agar apa yang kita mau bisa dimengerti oleh para worker. Tidak jarang kita terpaksa mengulangi instruksi agar apa yang kita mau bisa dimengerti oleh para worker. Tidak jarang kita terpaksa mengulangi instruksi agar apa yang kita mau bisa dimengerti oleh para worker. Tidak jarang kita terpaksa mengulangi instruksi agar apa yang kita mau bisa dimengerti oleh para worker. Tidak jarang kita terpaksa mengulangi instruksi agar apa yang kita mau bisa dimengerti oleh para worker.

Iya, biasanya memang diulang-ulang biar worker ngerti.

Tapi sebenarnya Suhu senang pada worker yang bertanya "Sorry mister adi I no understand" atau "Sorry mister adi I small small time Singapore, I no English many many". Maka pak Mandor akan mengulangi instruksinya, diikuti dengan gerakan isyarat sampai mereka mengerti sepenuhnya.

Contoh:

"Can you help me buy chicken rice?"
"Sorry mister adi, I no understand, slowly talk?"
"Can you help me buy chicken rice?" *slow*
"Helping. I helping mister Adi. What problem?"
"No problem. Can buy?"
"Ok. What buy?"
"Chicken rice."
"Sorry?"
"Chicken rice." *slow*
"..."
"Chicken? Petok petok!" *ngayam* [meniru gaya ayam]
"Oh! Aiyam."
"Yes yes. Nasi ayam."
"Ok. I go take nasi ayam after give you."
"Ya, you give me after you buy."
"No. I take nasi ayam. After, I give you."
"You help me buy, I pay."
"No problem. After I give receipt need?"
"No need lah."


Masih untung kalau tanya. Kalau sok pinter, pura-pura ngerti, titip nasi ayam balik bawa obeng kembang. Gimana hayo?

Suhu,
komunikasi itu penting.

3 comments:

lita said...

muahahaha....

lebih parah dari iklan indo yg diulang 3 kali sampe serasa menghina intelejensia pemirsa

Aussie Haryono said...

"Sorry mister adi I small small time Singapore, I no English many many".
--> Pasti worker yg ngomong itu, bicaranya sambil goyang2 kepala :P

suhu said...

#lita: gak cukup sekalee...

#aussie: ga cuma kepala, pantat juga