Tuesday, August 28, 2007

Communication Skills [Part I]

Buat pembaca setia di mana pun anda berada, kalau sudah mengikuti blog ini sejak zaman purba Suhu masih terkurung kejamnya dunia pendidikan, tentu sudah familiar dengan judul postingan di atas. Menurut Survey, Communication Skills adalah salah satu mata kuliah yang katanya paling berguna. Katanya.

Sampai Suhu lulus, Suhu masih merasa bahwa mata kuliah ini tidak berguna kurang bermanfaat. Tentu saja ada berbagai analisa mengenai bagaimana hasil survei itu didapat. Pihak surveyor mengirimkan berbagai angket ke berbagai perusahaan jenis apa pun dan menanyakan apa yang terpenting dan yang paling dicari dalam karakter seorang karyawan baru. Pihak perusahaan / pengisi angket menerima kuesioner tersebut, dari kotak pos dioper ke HR atawa Human Resources.

Pihak Human Resources menerima angket ini dan membaca-baca. Sebagian menyamakan dengan dirinya waktu mencari kerja dulu. Tentu saja untuk bidang HR, communication skill adalah yang terpenting, demikian mereka mengisi angket sesuai bidangnya. Lalu angket dikembalikan, dengan ranking tertinggi yang dicari oleh para perusahaan adalah orang-orang dengan communication skill menakjubkan.

Mari kita lihat ke beberapa perusahaan lain yang tidak melayangkan suratnya ke Human Resources Department. Misalnya, PT Bangun Subangkit. Surat atawa angket atawa kuesioner semacam ini, bakal nyangkut di Headquarter Office dan selamanya tidak akan terisi oleh orang-orang HQ yang sangat sibuk. Kalaupun sampai site office, surat-suratnya juga bakal diletakkan di meja kecil milik mandor. Mandor akan membaca dan menyortir surat-surat yang masuk ke site office dan juga tidak akan memberikan ke manager, karena jelas manager tidak suka mengisi hal-hal seperti ini. Ujung-ujungnya angket ini akan jadi kertas buram berkualitas bagus yang bermanfaat tinggi dalam pembangunan. Dan tentu saja tidak akan pernah kembali ke pihak surveyor.

Jadi sejauh ini angket yang kembali ke pihak kuesioner hanya yang dari pihak HR saja. Yang diisi orang-orang HR. Yang jawabannya kira-kira membutuhkan skill-skill HR. Communication skill. Yang merasa tidak memerlukan Communication skill, bisa disimpulkan juga merasa mengisi angket adalah buang waktu.

Maka jelas sudah embel-embel dari guru-guru Communication Skill tentang "Delapan puluh tujuh koma enam puluh dua persen employer mencari applicant dengan communication skill mendekati sempurna". Dari mana datangnya kesimpulan seperti itu, dan betapa biasnya angka delapan puluh tujuh koma enam puluh dua persen.

Jadi lain kali, kalau kamu masih di kelas Communication Skill, dan ada tutor kamu yang nggombal seperti itu, kamu bisa bilang.

"Oh ya? Masa' sih?"

Tanpa mengurangi rasa hormat pada guru-guru Communication Skill, instead of selalu membanggakan diri tentang mata kuliahnya, mungkin saatnya instropeksi, "Kalau sepenting itu, kenapa mata kuliah anda cuma 2 AU?"

Suhu,
tidak pernah fail Communication Skill.

4 comments:

Herry -- HgS said...
This comment has been removed by the author.
Reza de Bhro said...

STRONGLY AGREE...!!!

Pelajaran ngehe bangke....

Dulu ane pernah berargumen sama ortu yang notabene guru.

Apakah kriteria mendapat nilai bahasa Indonesia 10?

Jika kamu disuruh beli ikan kepasar, maka Ikan juga yang kamu bawa pulang.

suhu said...

#hgs:
koq deleted? mana nyalimu?

#bhro:
dengan syarat kamu ga dikasi uang pas ke pasar. jadi mesti merayu penjual ikan dengan bahasa indonesia baik dan benar.

Anonymous said...

bellows http://jguru.com/guru/viewbio.jsp?EID=1534435 http://jguru.com/guru/viewbio.jsp?EID=1534438 http://jguru.com/guru/viewbio.jsp?EID=1534439 http://jguru.com/guru/viewbio.jsp?EID=1534440 http://jguru.com/guru/viewbio.jsp?EID=1534441