Friday, August 31, 2007

Suit suiiitttt

Selamat menempuh hidup baru, pong.

Keluarga besar kisah di balik hutan bambu [Suhu, Adi Prawira, Panda Tambun, Mandor Jagoan, Iblis Kecil] mengucapkan:

Semoga awet langgeng!

Buat kamu:

Iya, kamu.

Jaga baik-baik perasaan Apong. My buddy kills people ... for fun.

Thursday, August 30, 2007

Communication Skills [Part III - hampir habis]

Buat yang sependapat dengan Suhu dalam dua postingan terakhir. Tentang Communication Skills itu sampah. Mungkin suatu hari nanti akan tiba saatnya di mana kalian berubah pikiran. Mungkin. Tapi yang pasti, sedikit demi sedikit kejadian di tempat kerja Suhu, akan membuat idealisme Comskill sampah terkikis dengan cepat.

Construction Site adalah sebuah medan laga yang kejam. Technical Skills jelas diperlukan mengingat kita memang direkrut karena gelar Engineer. Kemampuan Decision-making jelas diandalkan mengingat rasa tanggung jawab terbentuk seiring dengan berjalannya pengalaman kita di masyarakat. Managerial skills untuk meningkatkan efektifitas tenaga kerja juga dilempar ke dalam job scope seekor Mandor.

Dan tentu saja, Communication Skills. Kemampuan menyampaikan pesan ke pasukan yang berjuang di garis depan pembangunan.



Tidak jarang kita terpaksa mengulangi instruksi agar apa yang kita mau bisa dimengerti oleh para worker. Tidak jarang kita terpaksa mengulangi instruksi agar apa yang kita mau bisa dimengerti oleh para worker. Tidak jarang kita terpaksa mengulangi instruksi agar apa yang kita mau bisa dimengerti oleh para worker. Tidak jarang kita terpaksa mengulangi instruksi agar apa yang kita mau bisa dimengerti oleh para worker. Tidak jarang kita terpaksa mengulangi instruksi agar apa yang kita mau bisa dimengerti oleh para worker. Tidak jarang kita terpaksa mengulangi instruksi agar apa yang kita mau bisa dimengerti oleh para worker.

Iya, biasanya memang diulang-ulang biar worker ngerti.

Tapi sebenarnya Suhu senang pada worker yang bertanya "Sorry mister adi I no understand" atau "Sorry mister adi I small small time Singapore, I no English many many". Maka pak Mandor akan mengulangi instruksinya, diikuti dengan gerakan isyarat sampai mereka mengerti sepenuhnya.

Contoh:

"Can you help me buy chicken rice?"
"Sorry mister adi, I no understand, slowly talk?"
"Can you help me buy chicken rice?" *slow*
"Helping. I helping mister Adi. What problem?"
"No problem. Can buy?"
"Ok. What buy?"
"Chicken rice."
"Sorry?"
"Chicken rice." *slow*
"..."
"Chicken? Petok petok!" *ngayam* [meniru gaya ayam]
"Oh! Aiyam."
"Yes yes. Nasi ayam."
"Ok. I go take nasi ayam after give you."
"Ya, you give me after you buy."
"No. I take nasi ayam. After, I give you."
"You help me buy, I pay."
"No problem. After I give receipt need?"
"No need lah."


Masih untung kalau tanya. Kalau sok pinter, pura-pura ngerti, titip nasi ayam balik bawa obeng kembang. Gimana hayo?

Suhu,
komunikasi itu penting.

Wednesday, August 29, 2007

Communication Skills [Part II]

Air berubah bentuk menurut wadah. Begitu pula dengan manusia. Manusia berubah bentuk kalau ditindih gajah berubah pikiran sesuai dengan situasi yang dihadapinya. Misalnya orang yang dulu nya berpikir bahwa sekolah itu nggak enak, lalu setelah bekerja merasa bahwa sekolah itu sangat indah. Itu salah satu contoh yang paling sering ditemui.

Contoh lain adalah salah seorang mandor yang dulu berpikir bahwa Communication Skills itu tidak diperlukan. Setelah mandor tersebut masuk ke dunia kerja, mandor berubah pikiran. Communication Skills bukannya tidak diperlukan, tapi benar-benar sampah.

Mandor yang sudah mengambil mata kuliah sejenis ini tiga kali [Communication Skill, Technical Communication, dan Professional Communication], memiliki situasi. Yang tentu saja situasi ini memaksa mandor untuk merasa bahwa pelajaran Communication Skill harusnya dimusnahkan dari muka bumi.

Oke. Dalam pelajaran Communication Skills yang diambil pada semester dua tahun pertama, aku diajari untuk mempresentasikan hasil penelitian yang bersifat teknik. Waktu itu, proyek yang dibuat adalah merancang Roller-coaster track. Berbagai hitungan fisika sederhana ditampilkan agar para hadirin dapat mengerti pesan yang akan kita sampaikan. Bahasa Inggris kami dicerca dan dikritik habis-habisan. Mengingat empat orang yang ada di grup ku adalah total foreigner yang masih susah membedakan pelafalan bitch and beach.

Bahkan sering kami mengira anak pantai adalah makian yang populer di felem felem amerika. Shut the f*ck up you son of the beach!

Di tahun kedua, kami diajari Technical Communication. Aku diajari cara menulis memo yang baik dan benar. Menulis surat untuk korespondensi, dan menyampaikan pesan secara formal. Sekali lagi, bahasa inggris dicerca dan dihina. Tingkat intelejensia dipertanyakan ketika tidak bisa membedakan past tense dan future tense. Dan sebagainya. Kemampuan presentasi yang sudah terasah di tahun pertama, dipandu dengan kemampuan surat menyurat yang dibina selama satu semester. Membuat para engineer ini sakti mandraguna dan siap mengalahkan anak-anak lulusan ilmu komunikasi.

Oke, agak berlebihan mengkhayalnya.

Tapi waktu tahun ketiga aku menjalani magang, semua hal itu terhapus dan lapuk oleh waktu. Satu semester magang, berapa surat yang aku tulis. Enol. Berapa presentasi yang aku hadiri. Satu. Berapa lama durasi presentasi? Lima menit. Sisanya selalu diselesaikan lewat komunikasi one-on-one antar engineer secara jantan. Satu orang duduk di satu sisi meja, berhadapan dengan lawan bicaranya. Lalu mulai membicarakan rumus dan mencerca rancangan struktur satu sama lain.

Bukan melalui surat dengan Dear Sir tapi melalui tatap muka langsung dan diawali dengan How? sambil menyodorkan gambar teknik yang rumit.

Selama setengah tahun digembleng di dunia magang yang sangat teknik, sedikit banyak gaya kerja mereka mencuci otak mahasiswa yang masih belum selesai kuliah. Dan dengan lugunya mahasiswa mana pun akan merasa bahwa ilmu-ilmu dua sks [iya, maksud saya CommSkill] itu tidak berguna. Karena selama masa magangnya, ilmu Dear Sir tidak pernah terpakai barang secuil pun.

Tapi, seperti yang kita semua tahu.

Air berubah bentuk menurut wadah, manusia berubah bentuk terinjak gajah berubah pendapat menurut usia situasi. Mungkin saja pendapatku berubah. Mungkin di masa depan aku akan berpikir Communication Skill itu sangat penting. Masa depan. Future.

Very near future.

Suhu,
pentingnya CommSkill ada di depan mata episode berikutnya.

Tuesday, August 28, 2007

Communication Skills [Part I]

Buat pembaca setia di mana pun anda berada, kalau sudah mengikuti blog ini sejak zaman purba Suhu masih terkurung kejamnya dunia pendidikan, tentu sudah familiar dengan judul postingan di atas. Menurut Survey, Communication Skills adalah salah satu mata kuliah yang katanya paling berguna. Katanya.

Sampai Suhu lulus, Suhu masih merasa bahwa mata kuliah ini tidak berguna kurang bermanfaat. Tentu saja ada berbagai analisa mengenai bagaimana hasil survei itu didapat. Pihak surveyor mengirimkan berbagai angket ke berbagai perusahaan jenis apa pun dan menanyakan apa yang terpenting dan yang paling dicari dalam karakter seorang karyawan baru. Pihak perusahaan / pengisi angket menerima kuesioner tersebut, dari kotak pos dioper ke HR atawa Human Resources.

Pihak Human Resources menerima angket ini dan membaca-baca. Sebagian menyamakan dengan dirinya waktu mencari kerja dulu. Tentu saja untuk bidang HR, communication skill adalah yang terpenting, demikian mereka mengisi angket sesuai bidangnya. Lalu angket dikembalikan, dengan ranking tertinggi yang dicari oleh para perusahaan adalah orang-orang dengan communication skill menakjubkan.

Mari kita lihat ke beberapa perusahaan lain yang tidak melayangkan suratnya ke Human Resources Department. Misalnya, PT Bangun Subangkit. Surat atawa angket atawa kuesioner semacam ini, bakal nyangkut di Headquarter Office dan selamanya tidak akan terisi oleh orang-orang HQ yang sangat sibuk. Kalaupun sampai site office, surat-suratnya juga bakal diletakkan di meja kecil milik mandor. Mandor akan membaca dan menyortir surat-surat yang masuk ke site office dan juga tidak akan memberikan ke manager, karena jelas manager tidak suka mengisi hal-hal seperti ini. Ujung-ujungnya angket ini akan jadi kertas buram berkualitas bagus yang bermanfaat tinggi dalam pembangunan. Dan tentu saja tidak akan pernah kembali ke pihak surveyor.

Jadi sejauh ini angket yang kembali ke pihak kuesioner hanya yang dari pihak HR saja. Yang diisi orang-orang HR. Yang jawabannya kira-kira membutuhkan skill-skill HR. Communication skill. Yang merasa tidak memerlukan Communication skill, bisa disimpulkan juga merasa mengisi angket adalah buang waktu.

Maka jelas sudah embel-embel dari guru-guru Communication Skill tentang "Delapan puluh tujuh koma enam puluh dua persen employer mencari applicant dengan communication skill mendekati sempurna". Dari mana datangnya kesimpulan seperti itu, dan betapa biasnya angka delapan puluh tujuh koma enam puluh dua persen.

Jadi lain kali, kalau kamu masih di kelas Communication Skill, dan ada tutor kamu yang nggombal seperti itu, kamu bisa bilang.

"Oh ya? Masa' sih?"

Tanpa mengurangi rasa hormat pada guru-guru Communication Skill, instead of selalu membanggakan diri tentang mata kuliahnya, mungkin saatnya instropeksi, "Kalau sepenting itu, kenapa mata kuliah anda cuma 2 AU?"

Suhu,
tidak pernah fail Communication Skill.

Monday, August 27, 2007

I Only Listen to Classics

Seorang subordinat mendekatiku sambil menyapa ramah. Lalu menyodorkan earphone bermerk Creative berwarna putih, yang langsung kusambut dan kupasang di lubang hidung telinga.

Mister Adi, do you know this song?
*listening* Nope.
*Pressing button on the iPod* How about this song?
*listening* Nope.
*Pressing button on the iPod* How about this song?
*listening* Nope.
*Pressing button on the iPod* How about this song?
*listening* Nope.
*Pressing button on the iPod* How about this song?
*listening* Nope.
*Pressing button on the iPod* How about this song?
*listening* Nope.
*Pressing button on the iPod* How about this song?
*listening* Nope.
You don't like music?
I only listen to classics.
Why?

Sambil memegang perut yang tambun, aku berkata.

People say, classics makes babies smart.

Monday, August 20, 2007

Jalan Kita Masing-masing

Tiga pemuda itu berjalan menuju ke jembatan penyeberangan. Di seberang jalan terlihat sebuah rumah makan yang sederhana. Remang-remang cahaya lampu neon hemat biaya menerangi kursi kayu yang membuat rumah makan itu bernuansa kuno. Tentu saja nuansa kuno ini didukung oleh nenek tua yang duduk di bangku kasir. Walau tentu saja tiga pemuda itu cukup normal untuk lebih menaruh perhatian pada waiter yang usianya masih belum setengahnya jauh lebih muda dari nenek tadi.

Dalam waktu singkat mereka bertiga sudah mendapat tempat kosong di rumah makan tadi. Satu dari tiga pemuda tadi memesankan makanan untuk mereka bertiga sementara dua sisanya hanyut dalam perbincangan untuk catching up with each other.

Jadi gimana kerjamu?
Ya baru awal-awal. Masih belum banyak aktivitas.
Steamed chicken. Fish soup.
Sama, aku juga masih training terus.
Kalau ada meeting ya ikut hadir.
Lime juice, three.
Aku minggu depan ke Hongkong.
Ngapain?
Black Pepper Pork.


Tak lama kemudian mereka menyantap hidangan malam itu. Masih hanyut dalam perbincangan tentunya. Mulai dari fungsi alternatif topi, sampai update tentang kawan-kawan yang lain. Tiga pemuda ini bersulang untuk masa depan yang lebih baik.

Oke, cukup tiga pemuda-tiga pemuda an.

Suhu, Andreas, dan Apong, pergi ke Novena untuk makan-makan. Terus ngobrol-ngobrol. Oke. Kami saling mengupdate satu sama lain. Dan singkatnya kalian tahu, seperti biasa, yang paling keren selalu Suhu, seminggu setelah masuk kerja langsung masuk jajaran pemerintahan teratas dan membawahi ratusan pengikut. Pernah suatu hari salah satu foreman bertanya.

Mister Adi, are we allowed to do this by law?

Dan Suhu menjawab. Yes, my brother. We are allowed to do anything I told you to do. Within this boundary, I am Law.

Mungkin ilustrasi di atas cukup untuk menjelaskan bagaimana kekuatan seorang mandor di sebuah construction site. Jauh berbeda dengan kondisi di lab. Lap [lapangan] dan lab [laboratorium]. Satunya panas, satunya dingin. Satunya kotor, satunya higienis. Satunya diburu waktu dan kepastian, satunya perlahan tanpa jaminan. Meskipun dunia sangat berbeda, tapi Suhu tetap bersahabat dengan Andreas Lee.

Andreas Lee kini telah meneruskan perjalanan hidupnya, menjadi sesuatu yang dia dambakan sejak dulu. Germo. Researcher. Pekerjaan seorang researcher adalah, masuk pagi. Berusaha meneliti sesuatu. Kalau mendapatkan sesuatu, jadi terkenal. Kalau tidak dapat, tetap digaji. Sounds like perfect job.

Berbeda dengan laboratorium, Apong bekerja di bank. Seperti bank yang lain, pekerjaan mereka adalah menyimpan uang orang dengan bunga kecil dan meminjamkan uang ini ke orang lain dengan bunga besar. Tentu pekerjaan Apong tidak sehina ini. Posisi Apong di bank ini termasuk sangat penting, karena Apong yang harus menyelesaikan masalah-masalah menghabisi orang yang tidak bisa melunasi hutang yang berhubungan dengan IT.

Dalam perbincangan, Apong juga mengupdate kami dengan berita-berita yang mengejutkan. Haaaah??!??!. Begitu ekspresi kami waktu mendengar bahwa cewek Thailand yang tidur sama Apong itu ternyata laki-laki salah seorang kawan kami diterima kerja di maskapai penerbangan internasional ternama. Cewek ini jadi pramugari di sebuah maskapai penerbangan yang kode penerbangannya biasanya diawali dengan kode SQ.

Lain ddee, lain teya. Miss Stella [baca: teya] sekarang jadi guruteka [ini sealiran dengan karateka]. Setelah kamu membaca sendiri pengalaman minggu pertama miss teya, mungkin kamu akan berpikir tiga puluh tujuh kali sebelum mengatakan "aduh lucunya ...." pada anak-anak teka. They're monsters.

Ada juga Wewoen yang sekarang sudah jadi auditor. Makasih donutnya ya, woen. Jadi tugas auditor itu adalah pergi ke suatu perusahaan. Lalu berusaha untuk mencari kesalahan orang dan menunjukkannya ke khalayak ramai memeriksa apakah proses internal perusahaan tersebut bermasalah. Jika tidak bermasalah, maka auditor akan menyatakan bahwa perusahaan tersebut sehat dan baik-baik. Jika perusahaan tersebut bermasalah, ketidakjelasannya akan ditelusuri melalui dokumen-dokumen yang bersangkutan.

Sering kali dokumen-dokumen tersebut harus dicari terlebih dahulu, dan memakan waktu cukup lama sehingga membuat auditor menunggu bengong during office hours dan harus membawa pulang pekerjaan saat weekend lalu bikin donut memeriksanya di rumah.

Koq bisa tahu gitu banyak tentang auditor? Ya terang, pacarku auditor kok.

Anyway, mohon maaf kalau postingan ini agak kacau kohesi dan koherensi antar kalimat maupun antar paragraf. Wewoen bertanggungjawab atas hilangnya kesadaran Suhu. Masa' bikin donut pake brandy?!?

Suhu,
8.5% alcohol content - strong brew donut.

Sunday, August 19, 2007

Ultah Ente

Tiga tahun silam. Sekitar bulan April 2004. Suhu memulai menorehkan goresan sastranya ke dalam bentuk tulisan berupa kisah-kisah panas di 17tahun.com posting blog. Lima bulan kemudian, suhu.blogspot.com sudah dikenal berbagai penjuru dunia. Belanda, Taiwan, Bangladesh adalah negara-negara yang menduduki posisi hit rate tertinggi setelah Singapura dan Indonesia.

Popularitas pun meningkat sejalan dengan berubahnya genre blog. Dari blog bertema misteri makhluk gaib kehidupan sehari-hari, diubah menjadi menertawakan kehidupan sehari-hari. Karena pada saat itu Suhu mendapat sebuah penerangan nyaris sempurna dari rekan-rekan blogger yang lain. Kalau boleh sebut merek, Dika Mutun, adalah salah satu blogger yang mempengaruhi jalan pikiran saya.

Melihat Dika si kambingjantan bisa dengan sukses membuat lelucon tentang dirinya, menertawakan dirinya sendiri.

"Gw Dika, biasa dipanggil Mutun. Hasil persilangan orang batak dengan mesin jahit. Kapan ya gw bisa kawin ama mesin atm, kan enak, bisa beranak duit."


Percakapan antara Panda Tambun dengan Kambing Jantan masih tersimpan manis di chat log MSN. Nampaknya Dika mempunyai personaliti yang kuat. Yang bangga untuk ditertawakan oleh publik. Dan nampaknya, tingkat tertinggi komedian, bukanlah menertawakan atau memperolok-olok orang, tapi menertawakan diri sendiri.

Dan di sinilah aku, Panda Tambun. Menertawakan hidup.

Paling tidak sampai setahun kemarin. Sampai hidup tidak lagi menarik untuk ditertawakan. Sampai kejamnya dunia kerja, walaupun itu hanya magang, menarik semua warna kehidupan. Sampai kejamnya skripsi, memalsukan sinyal untuk terus bernafas pada syaraf tak sadar. Sampai kejamnya kejahatan berkedok institusi pendidikan, melecutkan pedati pada otak mahasiswa-mahasiswa tak berdosa.

Sampai saat itu, hidup tak lagi bisa kutertawakan.

Maka blog pun berhenti untuk beberapa saat. Mungkin kalau ada posting blog saat itu, suasananya akan kelam. Dan kalaupun berhasil menertawakan diri sendiri saat itu. Pasti yang ada hanyalah tawa dalam tangis dan senyum dalam denial.

Panda Tambun, merasa menjadi pejuang terakhir dalam sebuah losing battle. Sebuah perang untuk memperjuangkan senyum semua mahasiswa Ninja Turtle University. Mereka yang berjuang dalam nama negara Indonesia, meskipun waktu lulus langsung buru-buru ngambil PR dan secepat mungkin convert citizenship. Komen-komen yang manis selalu membuat semangat untuk posting yang lain.

Meskipun tidak jarang komen-komen yang menyakitkan kritik membangun, membuat berpikir tiga kali sebelum nge-post. Anyway, thanks buat yang sudah ngasih feedback, lain kali bakal lebih considerate sebelum menyinggung suatu daerah. Apalagi kalau orang-orang daerah itu tidak terbiasa dengan guyonan Jawa Timur-an. Jancok, wangel tenan.

Blogger yang baik tidak menulis satu arah. Feedback dari komen pembaca tentu harus dihargai. Membalas komen pembaca. Melakukan sesuatu, edit suatu post bila perlu. Bahkan aku pernah menghapus seluruh post, karena pembaca merasa tidak lucu sama sekali. Kalau pembaca bisa tersenyum dengan membiarkan jerih payah mengetik dan memeras kelenjar ketawa sampai kering, apa sih yang nggak dilakukan? Toh klik tombol delete, perlu kurang dari 0.427 detik. Pembaca itu penting.

Itu satu yang saya belajar dari ente. Waktu ente menorehkan dan aku membaca blog pinky, aku tahu, I'm not alone struggling this losing battle. Masih ada orang yang mampu menertawakan diri sendiri, dan siap ditertawakan orang lain, meskipun itu hanya karena blog pinky dan payung bercorak bunga.

Berapa kali ente bilang aku Master Panda Tambun. [Tanpa bermaksud mempertanyakan tingkat intelejensia ente, aku mau memperjelas, aku cuma Bachelor. Ndak ngambil S2.] Ente bilang aku inspirasional. Tapi aku berpikir sebaliknya. Ente berhasil membuat kita, para pejuang senyum, winning a losing battle. Page view blog ente jelas kalah dari page view Google mencerminkan popularitas ente di kalangan mahasiswa Ninja Turtles University. Kalau ente berparas seperti Riki Martin, pasti ente sudah jadi orang terkenal. Untungnya Tuhan Maha Adil, orang-orang dengan aura bikin ketawa seperti ente diberi paras default tipikal file poliform tukul.3df.

Yang jelas ente sekarang sudah tambah tua. Setahun lebih dewasa. Orang bilang tambah tua biasanya sudah gak bisa gila-gilaan kayak masih muda. Lebih mudah merasa malu. Dan mungkin kurang berani menertawakan diri sendiri.

Yang pasti aku mau bilang ke ente. Tahun ini bakal berat buat ente, baik karena masalah skripsi, masalah cinta yang tak berkesudahan, sampai masalah keluarga karena beda usia dengan pasangan terlalu jauh.


Happy Birthday, Bhro.

Suhu,
dunia makin lucu dengan blog ente.

Saturday, August 18, 2007

Merdeka atau Mati

Hari ini adalah tanggal 17 Agustus 2007.

Mungkin tidak berarti begitu banyak bagi orang-orang di sekitarku. Tiga singaporean, dua malaysian, tiga filipinan, tiga myanmarian, dan seratus tiga bangla tentu tidak merayakan hari ini. Hari Kemerdekaan Indonesia.

Dirgahayu. Itu istilah kampung nya.

Yang selalu ditulis di gapura gang gang di kampung Kelurahan Jatimulyo, dan tetap di sana sepanjang tahun karena semua malas membersihkan. Kemerdekaan Indonesia. Tentu sebuah kata yang menggembirakan. Merdeka. Bebas. Terserah kita. Tidak diatur orang. Semau gue.

Apalagi setelah penjajahan yang begitu lama. Belanda menjajah selama 350 tahun. Mulai dari saat VOC datang tahun 1602. Belum sempat mengenyam nikmatnya udara kebebasan saat Belanda pergi, bersambut kedatangan Saudara Tua Dai Nippon menjajah ibu pertiwi. Lalu proklamasi kemerdekaan saat prajurit sedang ditarik mundur.

Ya tentu saja politisi seperti Bung Karno dan Bung Hatta enggan untuk proklamasi 17 Agustus 1945, karena kesannya seperti mencuri kemerdekaan diam-diam saat Jepang tidak ada. Tapi untung ada pihak pemuda yang menculik beliau ke Rengasdengklok dan membuat beliau berubah pikiran.

Dugaan sementara kejadian di Rengasdengklok:

Jadi gimana pak? Bisa merdeka besok?
Ummphhh... urgh.... *geleng*
Sanyoto, ambilkan buku telpon.
Kenapa gak pakai raket tenis aja?
Buku telpon lebih aman, gak berbekas.
Selain buku telpon bisa gak?
Kalau pakai benda tajam bisa gawat, To. Kalau pakai pemukul, gak bagus. Masa' bapak proklamator benjut? Kan ini event bersejarah, pasti difoto.
Ada satu masalah kalau buku telpon, Dji.
Apa masalahnya?
Zaman ini belum banyak yang punya telpon, jadi buku telponnya tipis. Gimana kalau kamus Belanda-Jawa aja?
Ide bagus itu, To
Bentar aku ambilin.
Ummphhh... urgh.... *manggut manggut*


Keesokan harinya, bapak proklamator memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Untung kita gebugin ya, kalau nggak kita gak bakal merdeka.
Ya kan cuman buat nakut-nakutin.
Tapi kamus Belanda Jawa bener-bener mantep, Dji. Tanpa bekas.
Mau bekas gimana, kena aja nggak?
Lho kemarin kita gebugin kan?
He?
Kemarin malam abis kamu suruh ambil kamus, kamu pergi ke mana?
Beli mi pangsit di depan, bapak itu laper kayaknya.
Aku kira kamu njemput bapak satunya, ya dia takgebugin dulu.
He?


Eh iya, sebenarnya slogan kita itu seruan Merdeka atau Mati! atau pertanyaan mengancam Merdeka atau Mati?

Kejadian itu sudah enam puluh dua tahun silam. Apa yang terjadi di Rengasdengklok, biarlah menjadi dugaan semua umat manusia. Satu yang pasti. Indonesia sampai sekarang, masih belum merdeka.

"Saya katakan bahwa tidak pernah ada waktu di mana Indonesia tidak menjadi target instrumennya yang berubah: dari bedil, bayonet dan meriam, menjadi penguasaan teknologi, manajemen, dan pembentukan kroni atau komprador dari kalangan elite bangsa kita sendiri." Kwik Kian Gie ~ Menteri Negara PPN / Kepala Bappenas


Suhu,
mendamba kemerdekaan sepenuhnya.

Thursday, August 16, 2007

Don't Judge The Book by Its Cover

Pepatah di atas pasti sudah familiar di telinga kalian. Don't judge the book by its cover. Yang artinya kurang lebih jangan main hakim dan asal gebuk memakai koper jangan menilai seseorang dari penampilan luarnya saja.

Contoh di kehidupan sehari-hari, seorang gadis cantik nan seksi berjalan nan seksi dengan rok mini. Rambut hitam lurus sebahu melambai seirama dengan langkah yang menggoda. To judge by its cover, pasti cewek ini nilai nya 10/10. Tapi jangan melihat dari sampul depannya saja. Bisa jadi cewek ini dulunya laki-laki. Nah, yang itu tidak terlihat dari cover nya.

Sama hal nya dengan Suhu. Tidak sedikit yang membaca blog Suhu terlebih dahulu sebelum menganal mengenal Suhu secara langsung. Dan kebanyakan orang-orang yang membaca blog saja, tanpa mengenal orangnya, saat bertatap muka secara langsung, mereka terkejut. Ya ini salah satu fenomena judge the book by its cover. Entah mengapa saat pembaca membaca blog yang lucu, langsung membayangkan wajah penulis blog tidak jauh-jauh dari Tukul, Komeng, atau Mandra. Ya jelas kecewa waktu melihat paras Suhu ternyata lebih mendekati sumbu x positif daripada pelawak-pelawak yang mereka kenal. Kalau mencari yang wajahnya tidak jauh beda dengan komedian terkenal, mungkin mending cari di sini.

Kalau pun ada yang berhasil mendeduksi sifat Suhu dari blog nya. Mungkin satu-satu nya sifat Suhu yang tertebak adalah usil. Definisi usil di sini adalah kotoran hidung keisengan tiada tara.

Iseng ada beberapa jenis. Suhu memilih jenis yang harmless. Suhu tidak suka iseng kriminal [menaruh paku di kursi guru, mengikat teman di rel kereta api, melempar kucing ke ceiling fan]. Tingkat keisengan Suhu hanya sebatas irritating. Misalnya, ngasih spoiler tentang suat felem atau buku. Di mana mungkin beberapa orang belum tahu jalan cerita atawa plot nya.

Oh, btw, Dumbledore meninggal udah tahu kan? Di Buku ke Enam.

Sori, sampe mana tadi? Oh iya, usil. Saking hobi nya ngusilin orang, sampai pernah di-block di MSN gara-gara ngasih spoiler ending nya TV Series Heroes. Iya, aku taruh di nick MSN "Peter Petrelli meledak, Hiro Nakamura, Nathan Petreli, Ando, Mikah, Niki, dan heroes lain semuanya mati. Tinggal manusia normal di dunia. Happy ending." Kalau kamu baca post ini, kamu sudah boleh un-block saya. Nick saya sudah ganti Dumbledore mati dibunuh Snape.

Terlepas dari cover Suhu di blog, penampilan Suhu sendiri sebenarnya normal. Badan tegap tanpa cacat terlihat, semangat juang nampak maju terus pantang mundur maju perut pantat mundur. Kulit kuning langsat updated: hitam legam. Tapi yang paling mengejutkan, ada yang bilang kalau Suhu itu serem.

Katanya kalau Suhu lagi gak senyum, lalu gak berbicara, dan nggigit kaki kambing yang berdarah-darah, Suhu kelihatan serem. Secara pribadi, Suhu merasa terkejut dibilang serem. Tapi dalam hati kecil, seneng juga dibilang serem. Tampang yang ditakuti adalah modal yang tak ternilai bagi seorang mandor.

Setelah beberapa hari ini baru aku sadar. Kenapa worker-worker ku suka tiba-tiba bekerja dengan giat kalau aku jalan-jalan sambil menggigit bibir bawah. Mungkin ini salah satu kebiasaan yang bisa bikin kelihatan serem ya? Atau karena memandang orang langsung ke mata nya? Apa itu juga bisa dibilang serem? Atau karena pakai sprei putih malam-malam?



Suhu,
pasang tampang serem.

Monday, August 13, 2007

Bukan yang Dulu Lagi

Kalau kamu lahir beberapa tahun silam, sekitar saat Suhu lahir, kamu pasti akrab dengan lagu yang disenandungkan mbak Dewi Yull di radio. Begini cuplikan liriknya.

kau bukan dirimu lagi
kau bukan yang dulu lagi


Lupa-lupa ingat juga apa liriknya secara utuh, tapi bagian itu paling mengena. Pernah nggak kamu merasa dirimu tidak lagi seperti dirimu yang lama? Berapa kali kamu pernah merasa bukan-yang-dulu-lagi ?

Oh oke. Nampaknya ada yang protes. Kenapa, dek?

Oh oh. Nggak tahu lagunya ya. Sori sori, mungkin waktu mbak Dewi Yull nyanyi lagu ini kamu masih baru belajar pake celana. Kalau gitu mungkin tahu lagunya Peter Pan? Iya iya. Mas Ariel itu lho. He'eh. Kan ada lagunya yang gini.

Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi


terus

Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi


Kadang aku berpikir lagi. Dan lagi. Dan lagi.

Kalau kita bertemu lagi di jalan. Mungkinkah kalian masih mengenali aku?



Suhu,
blogger gosong.

Friday, August 10, 2007

It's Not Over.

Tiga pria itu masih setengah sadar malam itu. Sambil menenggak teh susu dalam gelas berukirkan merk terkenal minuman beralkohol. Siluet bayangan bisa membuat orang mengenali dan membedakan mereka. Walaupun mereka pada dasarnya sama. Lulusan Ninja Turtles University. Baru saja. Baru saja lulus.

So, this is it.
I guess so.
Yeah, it better be.

Tanpa diberi kode, tiga tangan mereka mengangkat gelas berisi teh susu tadi ke atas menunjuk langit. Dan berseru dalam hati, serentak. Unspoken wish. "To the Next Step!

Lalu mereka berpisah jalan. Satu ke Choa Chu Kang, satu ke Yew Tee, dan satu lagi tampak sedang mengejar kucing untuk memberikan salam perpisahan.

Pria yang ke Choa Chu Kang bersikeras untuk tidak berlama-lama. Besok kerja, selalu itu alasannya. Pria yang ke Yew Tee mengerti bahwa pekerjaan menjadi mandor tentu perlu istirahat yang cukup, maka dia tidak menghentikan pria tadi pulang ke Choa Chu Kang. Dia pikir dia juga perlu istirahat, hari-hari nya di lab tentu juga membutuhkan jam tidur yang cukup. Maka dia beranjak ke Yew Tee. Sementara pria satunya lagi, setelah puas memberikan teror pada dinasti kucing di daerah Jurong Barat, dia pergi ke arah Changi. Dan tidur dengan tersenyum. Dasar psikopat!

Sejenak kemudian, pria tadi sudah sampai di Choa Chu Kang, dan melihat foto peristiwa bersejarah yang susah dilupakan sampai dia tua nanti. Dia mengambil pena berwarna hijau, dan mulai memberikan note-note kecil. Agar semua masa ini bisa diingat. Saat dia sudah tua dimakan usia.



Sambil menyenandungkan lagu senang. Dia berkata dalam keheningan. It's not over. The fun has just begun.