Saturday, June 02, 2007

Somewhere Far

Mandor adalah seorang pengawas di sebuah proyek pembangunan. Sudah selayaknya mandor diberi sebuah tanggung jawab di sebuah proyek. Nama saya Suhu, dan saya akan menjadi Mandor Struktur di Proyek Bukit Panjang. Proyeknya simpel. Lokasinya di sekolah. Benar-benar pekerjaan impian untuk orang-orang seperti Suhu, jenis pedophil sekolahan. Betapa tidak, sudah 16 tahun mengenyam dunia pendidikan, dan sekarang waktu bekerja, kembali ke sekolah. Nikmat.

Seperti yang saya bilang, proyeknya simpel. Bongkar lapangan rugby. Letakkan dua blok kelas sementara [temporary classroom] di tempat bekas lapangan rugby. Bongkar dua blok ruang kelas, sewaktu pembongkaran pindahkan murid-murid ke ruang kelas sementara. Bangun ruang kelas baru. Kembalikan murid-murid ke ruang kelas baru. Bongkar ruang kelas sementara. Bangun lapangan olahraga sementara di lapangan rugby. Bongkar lapangan olahraga lama. Bangun indoor sports Hall. Bongkar lapangan olahraga sementara. Bangun kembali lapangan rugby.

Proyek dengan struktur yang cukup mudah. Lurus dan tidak berbentuk lucu. Kesukaan engineer. The beauty of 90 degree. Tapi nampaknya ada satu masalah. Proses pembangunan akan dilaksanakan seiring dengan proses belajar mengajar.

Bayangkan.

Sebuah mesin excavator. Anak-anak berguguran berkeliaran di mana-mana. Pekerja-pekerja menurunkan cakar logam menghantam tanah. Anak-anak menjerit. Bola logam mengayun. Seorang anak tidak sempat lari. Tamat riwayatnya.


Kesulitan proyek ini adalah safety, dan kami harus memasang mata cermat agar supaya tidak ada anak yang terluka selama proses pembangunan. Jika ada siswa yang terluka karena kelalaian kami, kami pastikan akan kami musnahkan jejaknya dan kami kubur dengan kedalaman minimum 10 meter kami yang harus bertanggung jawab.

Lalu kami melihat liburan sekolah yang jatuh tepat pada periode ini, adalah saat yang tepat untuk menge-rush proyek ini. Liburan sekolah. Tidak ada anak-anak. Maka kami mengganti susunan normal pembangunan. Untuk pembangunan normal, kami akan masuk site, membuat pagar keamanan, membuat site office, lalu memulai pekerjaan pertama, yaitu temporary classroom sebagai tempat pengungsian. Karena kebijakan sekolah, kami diminta menyelesaikan temporary classroom lebih awal.

Menurut pihak sekolah, kurang baik untuk perkembangan mental siswa jika di tengah-tengah periode belajar mereka diminta meninggalkan kelas mereka untuk dihancurkan. Maka sebaiknya sejak hari pertama masuk setelah liburan, sudah ditempatkan di rumah baru mereka, temporary classroom.

Kami mengerahkan seluruh tenaga kerja untuk menggarap temporary classroom. Semua orang mengerjakan semua hal. Tukang kayu turut mengangkat batu. Tukang batu turut menghitung. Tukang hitung turut memacul. Tukang pacul turut menyetir. Tukang setir turut menyapu. Tukang sapu turut mengecat. Tukang cat turut mencuci. Dan Mandor turut berduka cita.

Dan pembalikan urutan pengerjaan ini membuat site office sampai sekarang belum ada. Meeting diadakan numpang ruang guru. Dan karena ketidakefektifan seorang engineer di bawah sinar matahari, Suhu dipindah tugaskan ke proyek lain untuk sementara. Paling tidak sampai site office jadi.

Tempat baru itu adalah Bedok. Untuk HDB Upgrading. HDB yang dulunya jelek dibuat sedikit lebih bagus. Tapi masih jelek. Lalu lift yang asalnya berhenti di lantai tertentu dibuat berhenti di setiap lantai. Untuk sementara Suhu ditempatkan di proyek Bedok, dan Suhu diperkenalkan dengan beberapa staff di sana.

Susah untuk mengingat siapa nama mereka satu persatu. Tapi dari aksen bicara mereka Suhu tahu pasti, orang pertama yang dikenalkan ke Suhu adalah orang Filipina. Lalu Suhu juga mengenali logat myanmar yang kental dari dua orang di seberang mejanya. Singlish yang kental membuat ragu apakah dia adalah orang malaysia atau orang singapura. Suhu bukan orang yang cerdas dalam fotografik memori. Tapi Suhu adalah orang yang mempunyai ingatan yang cukup spektakuler terhadap angka.

Maka pada hari itu, Suhu mengingat posisi dan jabatan mereka, tanpa nama mereka, dan meng-assign informasi itu dengan nama variabel. Filipino1 adalah supervisor mechanical, Myanmar1 adalah Quantity surveyor, Malaysia1 adalah Project Manager, Singapore1 adalah General Manager, Singapore2 adalah murid internship, Myanmar2 adalah Mechanical/Electrical Coordinator, Singaporean2 adalah Project Engineer, China1 adalah Site Engineer, Singaporean3 adalah Waterproofing Engineer, Singaporean4 adalah Project Manager lain, Singaporean5 adalah Deputy Project Engineer, Malaysian2 adalah Engineer-in-charge Bedok, China2 adalah Architectural Foreman, dan Bangla1, Bangla2, Bangla3, Bangla4, Bangla5, Bangla6, Bangla7, Bangla8, Bangla9, Bangla10, Bangla11, Bangla12, Bangla13, Bangla14, Bangla15, Bangla16, Bangla17, Bangla18, Bangla19, Bangla20, Bangla21, Bangla22, Bangla23, Bangla24, Bangla25, Bangla26, Bangla27, Bangla28, Bangla29, Bangla30, Bangla31, Bangla32, Bangla33, Bangla34, Bangla35, Bangla36, Bangla37, Bangla38, Bangla39, Bangla40, Bangla41, Bangla42, Bangla43, Bangla44, Bangla45, Bangla46, Bangla47, Bangla48, Bangla49, Bangla50, Bangla51, Bangla52, Bangla53, Bangla54, Bangla55, Bangla56, Bangla57, Bangla58, Bangla59, Bangla60, Bangla61, Bangla62, Bangla63, Bangla64, Bangla65, Bangla66, Bangla67, Bangla68, Bangla69, Bangla70, Bangla71, Bangla72, Bangla73, Bangla74, Bangla75, Bangla76, Bangla77, Bangla78, Bangla79, Bangla80, Bangla81, Bangla82, Bangla83, Bangla84, Bangla85, Bangla86, Bangla87, Bangla88, Bangla89, Bangla90, Bangla91, Bangla92, Bangla93, Bangla94, Bangla95, Bangla96, Bangla97, Bangla98, Bangla99, angla100, Bangla102, Bangla103 adalah pekerja konstruksi. Sementara Bangla101 adalah pekerja yang sudah ikut company ini selama delapan tahun.

Hari itu Suhu mengenal banyak orang. Dengan feature yang berbeda. Yang bisa menghitung lebih cepat dari bayangannya. Yang bisa berbicara lebih cepat dari bayangannya. Dan yang paling mempesona, yang lebih gelap dari bayangannya. Saat itu juga Suhu tahu, bahwa Suhu masih bisa banyak belajar.

Suhu,
Indonesia1.

Posting ini ditulis tanggal 10 Juni 2007 dikarenakan keterbatasan waktu yang tersisa setelah 24 jam sehari dipotong waktu 10 jam kerja dan 4 jam di jalan 8 jam tidur dan 2 jam berfantasi di kamar mandi.

3 comments:

Reza de Bhro said...

Indonesia 1 itu plat nomor mobil presiden cukz.

Btw, berfantasi-nya sok ngaku2 dua jam. Padahal paling 3 menit udah paling lama :P

konnyaku said...

dua jam kok di kamar mandi aja berfantasinya?
aku 10 menit aja udah bisa kemana2.haha.

suhu said...

#bhro:
Aturan maen ente beda. Pakai aturan yang challenging. Misal: Gak boleh pakai tangan.

#konnyaku:
hahaha kamu cuma bisa fantasi punggung tegap koq ngaku2 ke mana2.