Tuesday, June 05, 2007

Lost in Translation

Pagi itu Wa'pro [Waterproofing Engineer, bukan orang medan sombong], mengajak Suhu pergi ke sebuah bangunan belum jadi. Terlihat kolom-kolom beton menjadi tiang penyangga utama sebuah struktur berbentuk kotak-kotak bujur sangkar. Lalu mengenalkan Suhu pada seseorang yang tidak pernah dilihatnya hari-hari sebelumnya.

Seseorang bermata sipit, tulang wajahnya serba runcing, tapi hidungnya tidak mancung. Kulitnya gelap jelas karena terbakar matahari, karena di sela-sela arloji nya tersembunyi warna asli kulitnya. Kuning bangsat langsat. Tidak salah lagi, setelah Wa'pro memperkenalkan kedua belah pihak, Suhu dan orang itu, semua dialog dilakukan dalam bahasa alien.

Karena namanya susah diingat, sebut saja namanya En'Cin. Engineer dari Cina Daratan.

Percakapan kurang bisa dimengerti oleh Suhu karena mereka menggunakan bahasa krama inggil Cina daratan di mana vokal 'r', 'l', 'h', 'z', 'c', 'q' terdengar sama. Sama seperti orang terima telepon penting waktu sedang sikat gigi. Yang jelas, isinya kira-kira Wa'pro menyerahkan Suhu pada En'Cin karena Suhu sudah melampaui kemampuan Wa'pro belajar bidang yang Wa'pro ahli. Dan layaknya murid Shaolin yang belajar aliran Butong, Suhu sekarang berguru pada En'cin.

Semenit kemudian, Wa'pro sudah lenyap dari pandangan mata. Bukan karena dia menguasai ilmu flash step, tapi karena dia bawa mobil. Tinggal Suhu dan En'cin di struktur bangunan kotak-kotak bujur sangkar belum jadi. Suasana jadi seperti game Nintendo bernama Street Fighter II. Tinggal kami berdua. Bersama 103 Bangla di background.

Suhu mengepalkan tangan kanannya. Lalu dengan tegas melayangkan bogem tangan kanannya.

Ke telapak tangan kirinya.

Terimalah saya menjadi muridmu!
Ha?
Terimalah saya menjadi muridmu!
Apa?
Terimalah saya menjadi muridmu!
Ha? Ok ok lah.


Semua percakapan di atas terjadi dalam bahasa mandarin. Perlu diingat bahwa En'cin adalah cina asli dari cina daratan, sedangkan Suhu adalah cina perantauan yang hidup 18 tahun di ibu pertiwi Indonesia. Maka, bahasa Mandarin Suhu dan En'cin jelas-jelas pada level yang sama. Suhu ngomong, En'cin ga ngerti. En'cin ngomong, Suhu ga ngerti.

Lalu En'cin menyerahkan sebuah kitab berwarna biru. Ukurannya sekitar setengah A4 lebih sedikit. Sampul biru polos dengan sebuah petak berwarna putih dengan tulisan cina digores dengan kuas torehan tinta berwarna hitam. Di dalam kitab biru ini ada gambar biksu sedang melakukan Senam Kesegaran Jasmani engineering drawing. Suhu membolak balik kertas bergambar yang berwarna kuning ini. Entah karena kertas ini sudah tua atau karena iler En'cin.

Ini harus kamu flaflifluf.
Ha?
Garis ini kamu flaflifluf.
Ha?
Paling telat siang ini jam dua harus selesai.
Sori sori gak ngerti apa maksudmu.
Ini lho, garis ini flaflifluf sebelum jam dua karena flaflifluf kabel flaflifluf.
Aku gak seberapa ngerti.


Flaflifluf adalah terjemahan bebas dari kata-kata En'cin yang tidak bisa dimengerti maknanya oleh Suhu.

Lalu handphone En'cin berdering. En'cin berbincang-bincang dengan lawan bicaranya, sambil berusaha menjelaskan arti flaflifluf dengan bahasa persatuan, bahasa Tarzan. Dia menunjuk-nunjuk gambar plan dari kitab biru tadi, lalu menorehkan garis merah panjang, menggambar lingkaran, garis, panah, lalu silang, lalu menggambar telur, dan tiga ekor ayam. Lalu kombinasi empat belas goresan yang sepertinya adalah satu huruf Mandarin.

Lalu menunjuk gambar silang. Menunjuk mesin. Menunjuk gambar silang dan memencet-mencet gambar silang. Lalu memencet-mencet pundak Suhu. Lalu menunjuk-nunjuk mesin besar. Lalu menunjuk gambar silang. Menggandeng tangan Suhu dan membawa ke mesin besar. Perlu diingat, semua ini dilakukan saat En'cin sedang menelepon orang lain. En'cin adalah orang dengan kekuatan multitasking sangat luar biasa.

Tak disangka, di dalam mesin besar itu, ada seorang operator yang sangat lebar. Operator ini nampaknya sangat mencintai pekerjaannya, sampai tidur di dalam mesin yang kemudian aku tahu bernama Kobe. Nama mesinnya, nama operator nya aku gak tahu. Kobe adalah sebuah mesin excavator yang bekerja dengan Kobe2, mesin penghancur. Setelah melihat dua mesin ini, Suhu mulai sedikit memahami arti flaflifluf.

Kira-kira artinya, ratakan dengan tanah.

Setelah mempelajari gambar-gambar di kitab biru, rupanya para electrical engineer perlu run a new cable underground pada sebuah existing building. Tugas kami sebagai structural engineer adalah membuat mereka bisa measang cable 800 mm underground, memastikan tidak ada rembesan air pada jalur kabel, dan melakukan semuanya di bawah sebuah lantai beton tanpa cacat.

Caranya cukup sederhana. Kobe dan Kobe2. Hancurkan, pasang kabel, kembalikan seperti semula. Tapi tentu di tempat kerja, tidak ada hal sesederhana itu. Masalah kembali ke komunikasi. Bagaimana caranya Kobe dan Kobe2 menghancurkan area yang tepat?

Operator Kobe dan Kobe2 adalah seorang yang sama. Cina genudt yang selalu kelihatan ngantuk. Bukan Suhu. Cina lain. Suhu mencoba memberi perintah untuk menghancurkan sampai kedalaman 800 mm.

Ini kamu buka akses underground pakai Kobe ya.
Hoahm *menguap*
Ikuti garis ini.
Hoahm *menguap*
Sampai sini terus ke sini ya.
Hoahm *menguap*
Oke?
Aku nggak ngerti.
Kamu hancurkan ikuti peta ini.
Aku ini operator, kalau aku bisa baca peta ini aku jadi engineer.
*Bingung*
Flaflifluf! *nyalain rokok*
Oke, sekarang kamu bawa Kobe ke sini.


Suhu memutar otak nya keras-keras. Sampai peluh bercucuran. Bukan karena berpikir, tapi karena memang panas. Lalu mengambil sebuah pilox [cat semprot]. Lalu menyemprotkannya ke mata operator Kobe lantai. Beberapa orang melihat dan mungkin mengira Engineer baru ini gila. Grafiti koq di lantai, kan mestinya di tembok.

Semenit kemudian, baru mereka mengerti.

Suhu telah mengubah engineering drawing menjadi real scale di lapangan. Dan menghabiskan dua botol pilox. Operator mesin rupanya mulai mengerti apa maksud Suhu. Kobe berjalan dengan gagah berani. Dan menghancurkan semua garis yang tidak dikehendaki.

Engineer muda kita telah menunaikan tugasnya.

Di akhir hari yang indah itu, jalur kabel underground telah dibobol. Terlihat beberapa kabel sudah mulai dipasang tapi belum selesai. Lalu ada bagian dari steel structure yang belum selesai dicat. Lalu ada engineer lain yang memarahi worker. Nampaknya engineer itu menuduh workernya mencuri cat karena ordernya mestinya sudah mencukupi semua steel structure. Ada worker yang menunjuk-nunjuk ke arah mesin Kobe. Dan ada satwa langka yang berlalu pura-pura tidak terjadi apa-apa.

Suhu,
flaflifluf.

Posting ini ditulis tanggal 17 Juni 2007 dikarenakan keterbatasan waktu yang tersisa setelah 24 jam sehari dipotong waktu 10 jam kerja dan 4 jam di jalan 8 jam tidur dan 2 jam berfantasi di kamar mandi.

2 comments:

Reza de Bhro said...

Suhu suhu....

Operator koq ya suru baca peta, kalo bisa ya pasti dia udah jadi guru geografi, hahaha....

suhu said...

#bhro:

apalagi kalau bisa ngitung impuls dan momentum Kobe dan kobe2, Bhro. Bisa jadi guru sosiologi.