Monday, May 28, 2007

Last New Undergraduate Experience

Pemuda berbadan tegap itu berdialog pada kawannya, seorang pemuda yang tambun.

Hari ini, Hu?
Waktuku sudah dekat, Ndre.
Aku ada appointment nanti siang.
Menunggu sudah tidak lagi ada di pilihanku.
Kalau nanti sore setelah aku secure pekerjaanku?
Langsungan?
Oke.
That sounds like a plan.


Maka pada hari Senin sore, Suhu dan Andreas Lee pergi ke Geylang Fish Tank bertamasya. Karena Andreas Lee adalah bapak babtis Suhu, maka Andreas Lee mengajak Suhu ke gereja ke tempat wisata rohani. Yaitu.

Singapore Zoo.

Kegilaan ini bermula dari New Year Resolution Andreas Lee yang kebetulan coincide dengan Last Wish Suhu sebelum menghadap ke sisi-Nya masuk kerja dan kehilangan masa muda. Seperti yang pembaca tahu di posting yang ini, Andreas Lee akan pergi meninggalkan kita untuk selamanya berlibur di Alaska. Sebagai tindakan preventif kalau-kalau nantinya cewek eskimo menanyakan hewan apa yang ada di Singapura, Andreas Lee tidak hanya bisa tersipu malu sambil berkata "buruuuuung", tapi bisa menceritakan pengalamannya tentang beruang salju dan penguin yang hidup di khatulistiwa.

Andreas Lee punya keinginan untuk mengenali tempat wisata di Singapura sementara Suhu ingin mempunyai pengalaman tak terlupakan bersenggama dengan tapir sebelum tidak punya waktu lagi untuk bertamasya. Maka jadilah tujuan hari itu, Singapore Zoo.

Layaknya dua orang turis, kami pergi ke sana naik taxi, dan mengatakan destination kami kepada supir taxi tanpa menggunakan bahasa inggris.

Yao qu na li?
Ulu-ulu!
Go where, sir?
Daribugibugagigu. *niru gaya monyet*
Ulu-ulu! *niru gaya orangutan*
.... *berusaha memahami*
Hugeho-ho-hak! *niru gaya simpanse*
Ulu-ulu! *niru gaya munyuk*
.... *mengalami kesulitan*
Daribugibugagigu? *niru gaya lutung bingung*
Ulu-ulu! *niru gaya bersenggama dengan tapir*
Zoo ah? Okay, let's go.


Sampai di Singapore Zoo, bukannya kami menikmati tontonan, malah kami dijadikan tontonan berburu dengan waktu. Menonton pertunjukan gajah. Ada lima gajah berbelalai panjang. Menurut brosur, atraksi gajah ini termasuk salah satu yang dijagokan Singapore Zoo. Tapi setelah sampai di sana dan menyaksikan pertunjukannya, dua spektator ini merasa kecewa. Ternyata gajah di sini cuma bisa mengangkat kayu dan menyemprot air dengan belalainya. Padahal kami mengharapkan atraksi spektakuler seperti gajah bersenggama dengan tapir misalnya gajah bermain bola. Karena yang di waikambas bisa main sepakbola, kami pikir yang di sini bisa main bilyar atau pingpong.

Setelah bosan berputar-putar di kompleks kebun binatang yang terasa seperti rumah sendiri. Aku dan Andreas Lee bingung mau ngapain. Sudah berjam-jam kami nunggu di depan kandang tapir, dan tidak ada satu makhluk pun mendekatinya. Apalagi menggaulinya. "Bagus, ini kesempatan kita, Ndre!". Kebosanan ini berlanjut sampai kami memutuskan untuk meninggalkan kandang tapir.

Kami pergi ke tempat hewan-hewan lain. Kuda nil, tupai [sejenis tikus], simpanse [sejenis monyet], monyet [sejenis kalian], kura-kura [sejenis ninja], komodo [sejenis kadal], harimau [sejenis kucing], rajasinga singa [sejenis kucing], jaguar [sejenis kucing], leopard [sejenis kucing], dan kami tiba di kandang beruang kutub.

Yaitu kulkas.

Kandangnya seperti aquarium tertutup dan dipisah menjadi dua bagian. Yang satu daratan, dan yang satunya lagi perairan. Oke, ada udara, tapi kita tidak akan membahasnya karena beruang kutub tidak bisa terbang. Beruang kutub milik Singapore Zoo sedang ada di daratan waktu kami mengunjunginya. Kami berdua mendekat ke kaca tebal yang memisahkan kami dari sisi dalam kandang beruang kutub. Beberapa puluh orang ada di belakang kami dan mengamati beruang kutub yang memang jarang ada di daerah tropis.

Lalu Andreas Lee menunjuk ke daerah dalam air. "Noleh sana, Hu! Biar semua orang ketipu!". Aku mengikuti arah jari telunjuknya. Dan beberapa puluh orang di belakang kami serentak mengalihkan perhatian dari beruang kutub dan mulai mencari-cari objek yang ditunjuk Andreas Lee. Objek yang tidak pernah ada.

Sempat terdengar keluhan dari pengunjung zoo yang lain. "Don't have lah, they only got one lah, there you see up there got one oredi" Tapi belum sempat dia menyelesaikan kalimat kekecewaannya, Suhu berteriak "Look! Penguin!, Andreas Lee menyahut "Kyaaaaa, so cute" dengan suara bass sambil menunjuk-nunjuk ke dalam kandang beruang kutub.

Sekali lagi semua orang di belakang kami ketipu.

Suhu,
pingin nipu lagi ke Zoo lagi.

5 comments:

Herry -- HgS said...

Ketemu mahasiswa yang lagi part time di zoo nda Hu? :p

konnyaku said...

waktu aku ke taipei zoo terakhir kali, beruang kutubnya cuma ada satu, besar, tidak bergerak, hanya megang papan bertuliskan "under construction".

wondering yang 'under construction' itu beruangnya atau kandangnya :p

suhu said...

HgS:
Timmy lagi take leave, kata buaya satunya.

#konnyaku:
hahaha dua dua nya.

andreaslee said...

buruuuuung.....

Anonymous said...

Hua ha ha ha....
Lucu banget gaya bahasanya.... hi hi hi.... ho ho ho... ha ha haha....

keep writing guys....