Wednesday, June 06, 2007

Part of Everyone's Life

Update:
Post sebelum ini diupdate dengan foto Kobe2 in action.


Dunia memang senantiasa berubah. Manusia merubahnya untuk masa depan yang lebih baik. Apakah yang lebih baik bagimu, sama dengan yang diharapkan orang lain? Itu adalah hal yang kita tidak tahu dan tidak akan pernah tahu.

Proyek Bedok adalah sebuah Main Upgrading Project. Sebuah perumahan, atau di Singapore lebih dikenal sebagai HDB [Hunian Denah Bujursangkar]. Bukan pembangunan, melainkan pembaharuan. Singkat kata singkat cerita, perumahan ini dibangun sekitar 15 tahun lalu, dengan pengetahuan yang ada saat itu, dengan standard yang seadanya saat itu, dan dengan tingkat kepuasan penduduk yang masih rendah.

Sekarang penduduk mengalami gaya hidup yang lebih baik, nasib yang lebih baik, perolehan nafkah yang lumayan, dan merasa superior dan mulai melakukan suatu aksi yang sudah menjadi mentalitas warga negara setempat. Complain.

Lalu dari complain tersebut, setelah voting 75% dari penduduk setempat setuju tempat ini direnovasi, pemerintah akan membuka tender bagi para insinyur-insinyur jagoan untuk make their life better.

Kali ini Suhu dicemplungke ke dalam wadah pembaharuan perumahan, dan karena Suhu sudah terkenal menjadi murid Wa'pro [bukan orang medan], Suhu diberi kuasa sepetak tempat di masing-masing rumah yang benar-benar membutuhkan keahlian seorang waterproofing engineer.

Tepat saudara-saudara.

Sarjana muda kita akan merenovasi toilet semua unit yang ada di 25 lantai gedung ini. Dan gedung sebelah. Dan sebelahnya lagi. Masih kurang menantang? Kami akan merombak toilet yang dibangun 15 tahun lalu menjadi landasan helikopter dan hangar underground toilet baru sesuai permintaan customer, terserah toilet jongkok, duduk, atau pun berdiri. Customize order! Dapatkan sekarang juga!

Letak tantangan daripada proyek ini terletak daripada prosesnya. Proses renovasi ini diperkirakan memakan waktu 12 hari. Mulai dari menjebol toilet lama, termasuk membongkar tegel, mengganti pipa logam berkarat dengan PVC, mengganti struktur toilet lama ke toilet baru kalau diperlukan [duduk ke jongkok, jongkok ke duduk, dsb.], mengganti pintu untuk pintu yang sudah rusak atau memasang pintu untuk yang belum ada pintunya, memasang tegel kembali dan pusing karena bentuk ruangan tidak siku sembilan puluh derajat karena saat dulu toilet ini dibangun busur derajat belum diciptakan.

Dan yang tersulit adalah, memastikan penghuni rumah tersebut tidak pakai toilet selama 12 hari.

Oh iya, lupa bilang. Proses renovasi ini berlangsung dengan penghuni rumah masih di dalam rumah. Jadi di setiap unit yang ada di gedung 25 lantai. Dan gedung sebelahnya lagi, dan sebelahnya lagi. Tentu banyak kejadian yang tidak disangka.

Sekeluarga sedang menonton TV. Filmnya Tom and Jerry. Kucing abu-abu mengejar seekor tikus berwarna coklat. Lalu Tikus yang bernama Jerry memegang panci penggorengan dan memukul Kucing bernama Tom dari belakang. Lalu dari arah belakang TV terlihat genangan air berwarna familiar dan tercium bau kurang sedap dan terdengar suara seorang sarjana muda mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa inggris dengan aksen indonesia kental untuk menyampaikan pesan pada bawahannya yang berkewarganegaraan Bangladesh. "Anybody shut the hole, the shit is leaking outside, bloody bastard use the waterproof sealant, what the fuck are you looking at, take the sealant and just pour it on the pipe. NOW!!"


Tidak ada yang bisa menebak apa yang terjadi di unit berikutnya.

Sepasang muda-mudi sedang bercumbu. Bercandatawa, berpelukan di sofa. Gadis itu menggelitik pasangannya penuh cinta. Dan pria muda itu mencium leher gadis itu. Lalu sarjana muda kita datang dan berkata, "Excuse me, I just want to confirm with you arh, so your toilet will use the squating pan?". Gadis itu tersenyum, dan pria itu melempar remote control AC ke kepala sarjana muda mengiyakan pertanyaan tersebut. Dan adegan pembukaan filem porno kembali berlanjut. Okay, Cut! Take seventy-four!


Ada juga yang angker.

Seorang pria tua duduk di rotan. Rambutnya putih memudar dimakan usia. Tertegun diam. Nampaknya tertidur setelah membaca koran pagi ini. Sarjana muda masuk tanpa suara, dan melakukan tugasnya dengan suara sekecil mungkin. Setelah memerintahkan para pekerjanya untuk membongkar toilet tanpa bersuara, sarjana muda pergi. Dua jam kemudian, untuk mengecek apakah pembongkaran sudah selesai, sarjana muda masih melihat pria tua itu duduk di posisi yang sama. Tertidur cukup lama. Dua hari kemudian, saat mau menge-test kekuatan waterproofing material. Pria tua itu koq posisinya tidak berubah?


Begitu banyak orang yang ditemui. Banyak karakter. Ada ibu-ibu yang menawari permen ke sarjana muda. Ada nenek-nenek yang ngajak ngobrol karena kayaknya kesepian di rumah sendirian. Ada mbak-mbak Indonesia yang ternyata dari Jawa dan sudah bekerja di sini dua belas tahun [itu mah udah jadi mbok-mbok]. Ada anak kecil yang berteriak dari balik pintu "Nobody's home! Go! Go or I call police!".

Suhu,
Civil engineer, part of everyone's life.

Posting ini ditulis tanggal 28 Juni 2007 dikarenakan keterbatasan waktu yang tersisa setelah 24 jam sehari dipotong waktu 12 jam kerja dan 4 jam di jalan 8 jam tidur.

Tuesday, June 05, 2007

Lost in Translation

Pagi itu Wa'pro [Waterproofing Engineer, bukan orang medan sombong], mengajak Suhu pergi ke sebuah bangunan belum jadi. Terlihat kolom-kolom beton menjadi tiang penyangga utama sebuah struktur berbentuk kotak-kotak bujur sangkar. Lalu mengenalkan Suhu pada seseorang yang tidak pernah dilihatnya hari-hari sebelumnya.

Seseorang bermata sipit, tulang wajahnya serba runcing, tapi hidungnya tidak mancung. Kulitnya gelap jelas karena terbakar matahari, karena di sela-sela arloji nya tersembunyi warna asli kulitnya. Kuning bangsat langsat. Tidak salah lagi, setelah Wa'pro memperkenalkan kedua belah pihak, Suhu dan orang itu, semua dialog dilakukan dalam bahasa alien.

Karena namanya susah diingat, sebut saja namanya En'Cin. Engineer dari Cina Daratan.

Percakapan kurang bisa dimengerti oleh Suhu karena mereka menggunakan bahasa krama inggil Cina daratan di mana vokal 'r', 'l', 'h', 'z', 'c', 'q' terdengar sama. Sama seperti orang terima telepon penting waktu sedang sikat gigi. Yang jelas, isinya kira-kira Wa'pro menyerahkan Suhu pada En'Cin karena Suhu sudah melampaui kemampuan Wa'pro belajar bidang yang Wa'pro ahli. Dan layaknya murid Shaolin yang belajar aliran Butong, Suhu sekarang berguru pada En'cin.

Semenit kemudian, Wa'pro sudah lenyap dari pandangan mata. Bukan karena dia menguasai ilmu flash step, tapi karena dia bawa mobil. Tinggal Suhu dan En'cin di struktur bangunan kotak-kotak bujur sangkar belum jadi. Suasana jadi seperti game Nintendo bernama Street Fighter II. Tinggal kami berdua. Bersama 103 Bangla di background.

Suhu mengepalkan tangan kanannya. Lalu dengan tegas melayangkan bogem tangan kanannya.

Ke telapak tangan kirinya.

Terimalah saya menjadi muridmu!
Ha?
Terimalah saya menjadi muridmu!
Apa?
Terimalah saya menjadi muridmu!
Ha? Ok ok lah.


Semua percakapan di atas terjadi dalam bahasa mandarin. Perlu diingat bahwa En'cin adalah cina asli dari cina daratan, sedangkan Suhu adalah cina perantauan yang hidup 18 tahun di ibu pertiwi Indonesia. Maka, bahasa Mandarin Suhu dan En'cin jelas-jelas pada level yang sama. Suhu ngomong, En'cin ga ngerti. En'cin ngomong, Suhu ga ngerti.

Lalu En'cin menyerahkan sebuah kitab berwarna biru. Ukurannya sekitar setengah A4 lebih sedikit. Sampul biru polos dengan sebuah petak berwarna putih dengan tulisan cina digores dengan kuas torehan tinta berwarna hitam. Di dalam kitab biru ini ada gambar biksu sedang melakukan Senam Kesegaran Jasmani engineering drawing. Suhu membolak balik kertas bergambar yang berwarna kuning ini. Entah karena kertas ini sudah tua atau karena iler En'cin.

Ini harus kamu flaflifluf.
Ha?
Garis ini kamu flaflifluf.
Ha?
Paling telat siang ini jam dua harus selesai.
Sori sori gak ngerti apa maksudmu.
Ini lho, garis ini flaflifluf sebelum jam dua karena flaflifluf kabel flaflifluf.
Aku gak seberapa ngerti.


Flaflifluf adalah terjemahan bebas dari kata-kata En'cin yang tidak bisa dimengerti maknanya oleh Suhu.

Lalu handphone En'cin berdering. En'cin berbincang-bincang dengan lawan bicaranya, sambil berusaha menjelaskan arti flaflifluf dengan bahasa persatuan, bahasa Tarzan. Dia menunjuk-nunjuk gambar plan dari kitab biru tadi, lalu menorehkan garis merah panjang, menggambar lingkaran, garis, panah, lalu silang, lalu menggambar telur, dan tiga ekor ayam. Lalu kombinasi empat belas goresan yang sepertinya adalah satu huruf Mandarin.

Lalu menunjuk gambar silang. Menunjuk mesin. Menunjuk gambar silang dan memencet-mencet gambar silang. Lalu memencet-mencet pundak Suhu. Lalu menunjuk-nunjuk mesin besar. Lalu menunjuk gambar silang. Menggandeng tangan Suhu dan membawa ke mesin besar. Perlu diingat, semua ini dilakukan saat En'cin sedang menelepon orang lain. En'cin adalah orang dengan kekuatan multitasking sangat luar biasa.

Tak disangka, di dalam mesin besar itu, ada seorang operator yang sangat lebar. Operator ini nampaknya sangat mencintai pekerjaannya, sampai tidur di dalam mesin yang kemudian aku tahu bernama Kobe. Nama mesinnya, nama operator nya aku gak tahu. Kobe adalah sebuah mesin excavator yang bekerja dengan Kobe2, mesin penghancur. Setelah melihat dua mesin ini, Suhu mulai sedikit memahami arti flaflifluf.

Kira-kira artinya, ratakan dengan tanah.

Setelah mempelajari gambar-gambar di kitab biru, rupanya para electrical engineer perlu run a new cable underground pada sebuah existing building. Tugas kami sebagai structural engineer adalah membuat mereka bisa measang cable 800 mm underground, memastikan tidak ada rembesan air pada jalur kabel, dan melakukan semuanya di bawah sebuah lantai beton tanpa cacat.

Caranya cukup sederhana. Kobe dan Kobe2. Hancurkan, pasang kabel, kembalikan seperti semula. Tapi tentu di tempat kerja, tidak ada hal sesederhana itu. Masalah kembali ke komunikasi. Bagaimana caranya Kobe dan Kobe2 menghancurkan area yang tepat?

Operator Kobe dan Kobe2 adalah seorang yang sama. Cina genudt yang selalu kelihatan ngantuk. Bukan Suhu. Cina lain. Suhu mencoba memberi perintah untuk menghancurkan sampai kedalaman 800 mm.

Ini kamu buka akses underground pakai Kobe ya.
Hoahm *menguap*
Ikuti garis ini.
Hoahm *menguap*
Sampai sini terus ke sini ya.
Hoahm *menguap*
Oke?
Aku nggak ngerti.
Kamu hancurkan ikuti peta ini.
Aku ini operator, kalau aku bisa baca peta ini aku jadi engineer.
*Bingung*
Flaflifluf! *nyalain rokok*
Oke, sekarang kamu bawa Kobe ke sini.


Suhu memutar otak nya keras-keras. Sampai peluh bercucuran. Bukan karena berpikir, tapi karena memang panas. Lalu mengambil sebuah pilox [cat semprot]. Lalu menyemprotkannya ke mata operator Kobe lantai. Beberapa orang melihat dan mungkin mengira Engineer baru ini gila. Grafiti koq di lantai, kan mestinya di tembok.

Semenit kemudian, baru mereka mengerti.

Suhu telah mengubah engineering drawing menjadi real scale di lapangan. Dan menghabiskan dua botol pilox. Operator mesin rupanya mulai mengerti apa maksud Suhu. Kobe berjalan dengan gagah berani. Dan menghancurkan semua garis yang tidak dikehendaki.

Engineer muda kita telah menunaikan tugasnya.

Di akhir hari yang indah itu, jalur kabel underground telah dibobol. Terlihat beberapa kabel sudah mulai dipasang tapi belum selesai. Lalu ada bagian dari steel structure yang belum selesai dicat. Lalu ada engineer lain yang memarahi worker. Nampaknya engineer itu menuduh workernya mencuri cat karena ordernya mestinya sudah mencukupi semua steel structure. Ada worker yang menunjuk-nunjuk ke arah mesin Kobe. Dan ada satwa langka yang berlalu pura-pura tidak terjadi apa-apa.

Suhu,
flaflifluf.

Posting ini ditulis tanggal 17 Juni 2007 dikarenakan keterbatasan waktu yang tersisa setelah 24 jam sehari dipotong waktu 10 jam kerja dan 4 jam di jalan 8 jam tidur dan 2 jam berfantasi di kamar mandi.

Monday, June 04, 2007

Glodakphobia!

Masih ingat posting lalu Suhu menyebut tentang Bangla101? Waterproofing Engineer? Orang ini adalah salah satu colleague Suhu di Justice Force, kekuatannya adalah mengontrol air. Proyeknya yang terbesar yang tertulis di resume dia adalah membantu Nabi Musa membelah Laut Merah. Waktu itu klien memang berada di posisi terjepit karena desakan Firaun, maka Waterproofing Engineer kami memutuskan menyumbangkan expertise nya untuk menyelamatkan mereka.

Waterproofing Engineer adalah seseorang yang ahli dalam mengenali sifat-sifat fluid liquid, bukan hanya air [water], jadi mestinya Liquidproofing yang bener namanya. Karena namanya susah diingat [Suhu yakin kamu juga akan kesulitan mengingat nama ibumu sendiri setelah berkenalan dengan 103 Bangla]. Maka kita sebut namanya Wa'pro, Waterproofing Engineer. Biar kayak hero-hero DotA gitu namanya.

Wa'pro menjelaskan banyak hal padaku, mulai dari yang mudah sampai yang sulit. Mudah misalnya, air berubah bentuk mengikuti wadahnya. Yang sulit misalnya, reverse osmosis di mana kekentalan liquid mempengaruhi kekuatan air menembus membran BERLAWANAN DENGAN beda tekanan untuk liquid liquid tertentu. Waterproofing Engineer adalah orang-orang yang sangat dijunjung tinggi karena keahliannya, terutama di pabrik kondom bidang konstruksi.

Bangunan itu tidak lepas dari kutukan alam yang bernama hujan. Dan rembesan atap bocor itu bisa membentuk banyak permasalahan yang bikin sakit kepala. Apalagi di HDB/flat/apartemen yang merupakan residensial umum di Singapura. Kalau toilet lantai 25 tidak waterproof, kamar tidur lantai 24 bisa jadi septitank. Maka di sini peran waterproofing dimainkan, untuk kenyamanan penduduk.

Tapi waterproofing toilet adalah salah satu yang straightforward menurut Wa'pro. Dalam artian, tidak perlu ditakutkan, karena semua bisa diramalkan. Singapura memakai standar durasi seisi rumah mandi bergantian. Maka setelah prosedur waterproofing dilakukan, air dikucurkan selama empat jam nonstop di lantai toilet. Lalu di cek dari lantai bawahnya apa ada tanda-tanda rembesan air. Jika tidak ada maka waterproofing berhasil. Jika ada rembesan, Wa'pro dipecat. Simple.

Tapi karena Suhu adalah seorang engineer yang diharapkan mampu menahan beban lebih berat dari sekedar orang dengan pendidikan biasa, maka Suhu akan dididik oleh Wa'pro untuk waterproofing Rooftop. Itu sebabnya tadi Suhu bilang Waterproofing Engineer adalah orang-orang yang sangat dijunjung tinggi. Karena mereka bekerja di atap. Dijunjung tinggi sekali.


Siang hari itu, Wa'pro mengajak Suhu naik ke atap HDB 14 lantai, dan naik ke atap lantai ke 14 melalui catladder lantai 13. Lebih dekat ke matahari ternyata lebih panas. Dan mengajari teknik waterproofing. Berbagai macam cara bisa dilakukan, tujuannya hanya satu. Mulai dari yang pakai sayap, yang pakai pelindung samping, ekstra lentur, yang penting biar cairannya tidak mudah tembus. Dan itu sebabnya tujuh dari sepuluh wanita Indonesia memakai waterproofing engineer.

Wa'pro mengajak Suhu berjalan ke tepi atap. Lalu Suhu melihat ke tepi HDB. Lalu melihat ke bawah. Lalu memeluk Wa'pro erat-erat. Lalu mengambil jarak dari tepi atap.

Eh, kamu koq ke tengah, sini sini.
Enggak deh, di sini enak.
Kamu koq pucat?
Nggak ah, emang muka cina.
Lutut kamu gemetaran.
Oh iya, anginnya kenceng. Dingin.
Gigi juga gemeletuk pas ngomong.
Kan dingin?
Kamu takut ketinggian ya?


Ketinggian sih Suhu nggak takut. Sekali lagi saya tekankan, Suhu tidak takut ketinggian. Suhu takut jatuh.

Kalau jatuh dari atap HDB itu, mending kremasi deh. Sebelum tutup peti, orang tua juga gak bakal mengenali. Mungkin kalau di forensik, bisa terjadi kejadian seperti ini.

Aku mengenali giginya, ini gingsulnya.
Tapi ini serpihan tulang selangkangan.


Setelah menjalani Tutorial How to Waterproof, kalau toilet bocor bisa manggil Suhu. Kalau darurat, sementara menunggu bisa memakai barang kebutuhan sehari-hari agar tidak terjadi kebanjiran di kamar mandi. Barang-barang penahan air seperti kondom tas kresek atau bahan-bahan yang mudah menyerap seperti pembalut wanita handuk sangat dianjurkan untuk keadaan darurat sampai Waterproof Engineer datang menyelamatkan anda.

Suhu,
Wa'pro adalah singkatan dari waterproof dan sama sekali tidak ada sangkut paut nya dengan orang medan yang sombong.

Posting ini ditulis tanggal 12 Juni 2007 dikarenakan keterbatasan waktu yang tersisa setelah 24 jam sehari dipotong waktu 10 jam kerja dan 4 jam di jalan 8 jam tidur dan 2 jam berfantasi di kamar mandi.

Saturday, June 02, 2007

Somewhere Far

Mandor adalah seorang pengawas di sebuah proyek pembangunan. Sudah selayaknya mandor diberi sebuah tanggung jawab di sebuah proyek. Nama saya Suhu, dan saya akan menjadi Mandor Struktur di Proyek Bukit Panjang. Proyeknya simpel. Lokasinya di sekolah. Benar-benar pekerjaan impian untuk orang-orang seperti Suhu, jenis pedophil sekolahan. Betapa tidak, sudah 16 tahun mengenyam dunia pendidikan, dan sekarang waktu bekerja, kembali ke sekolah. Nikmat.

Seperti yang saya bilang, proyeknya simpel. Bongkar lapangan rugby. Letakkan dua blok kelas sementara [temporary classroom] di tempat bekas lapangan rugby. Bongkar dua blok ruang kelas, sewaktu pembongkaran pindahkan murid-murid ke ruang kelas sementara. Bangun ruang kelas baru. Kembalikan murid-murid ke ruang kelas baru. Bongkar ruang kelas sementara. Bangun lapangan olahraga sementara di lapangan rugby. Bongkar lapangan olahraga lama. Bangun indoor sports Hall. Bongkar lapangan olahraga sementara. Bangun kembali lapangan rugby.

Proyek dengan struktur yang cukup mudah. Lurus dan tidak berbentuk lucu. Kesukaan engineer. The beauty of 90 degree. Tapi nampaknya ada satu masalah. Proses pembangunan akan dilaksanakan seiring dengan proses belajar mengajar.

Bayangkan.

Sebuah mesin excavator. Anak-anak berguguran berkeliaran di mana-mana. Pekerja-pekerja menurunkan cakar logam menghantam tanah. Anak-anak menjerit. Bola logam mengayun. Seorang anak tidak sempat lari. Tamat riwayatnya.


Kesulitan proyek ini adalah safety, dan kami harus memasang mata cermat agar supaya tidak ada anak yang terluka selama proses pembangunan. Jika ada siswa yang terluka karena kelalaian kami, kami pastikan akan kami musnahkan jejaknya dan kami kubur dengan kedalaman minimum 10 meter kami yang harus bertanggung jawab.

Lalu kami melihat liburan sekolah yang jatuh tepat pada periode ini, adalah saat yang tepat untuk menge-rush proyek ini. Liburan sekolah. Tidak ada anak-anak. Maka kami mengganti susunan normal pembangunan. Untuk pembangunan normal, kami akan masuk site, membuat pagar keamanan, membuat site office, lalu memulai pekerjaan pertama, yaitu temporary classroom sebagai tempat pengungsian. Karena kebijakan sekolah, kami diminta menyelesaikan temporary classroom lebih awal.

Menurut pihak sekolah, kurang baik untuk perkembangan mental siswa jika di tengah-tengah periode belajar mereka diminta meninggalkan kelas mereka untuk dihancurkan. Maka sebaiknya sejak hari pertama masuk setelah liburan, sudah ditempatkan di rumah baru mereka, temporary classroom.

Kami mengerahkan seluruh tenaga kerja untuk menggarap temporary classroom. Semua orang mengerjakan semua hal. Tukang kayu turut mengangkat batu. Tukang batu turut menghitung. Tukang hitung turut memacul. Tukang pacul turut menyetir. Tukang setir turut menyapu. Tukang sapu turut mengecat. Tukang cat turut mencuci. Dan Mandor turut berduka cita.

Dan pembalikan urutan pengerjaan ini membuat site office sampai sekarang belum ada. Meeting diadakan numpang ruang guru. Dan karena ketidakefektifan seorang engineer di bawah sinar matahari, Suhu dipindah tugaskan ke proyek lain untuk sementara. Paling tidak sampai site office jadi.

Tempat baru itu adalah Bedok. Untuk HDB Upgrading. HDB yang dulunya jelek dibuat sedikit lebih bagus. Tapi masih jelek. Lalu lift yang asalnya berhenti di lantai tertentu dibuat berhenti di setiap lantai. Untuk sementara Suhu ditempatkan di proyek Bedok, dan Suhu diperkenalkan dengan beberapa staff di sana.

Susah untuk mengingat siapa nama mereka satu persatu. Tapi dari aksen bicara mereka Suhu tahu pasti, orang pertama yang dikenalkan ke Suhu adalah orang Filipina. Lalu Suhu juga mengenali logat myanmar yang kental dari dua orang di seberang mejanya. Singlish yang kental membuat ragu apakah dia adalah orang malaysia atau orang singapura. Suhu bukan orang yang cerdas dalam fotografik memori. Tapi Suhu adalah orang yang mempunyai ingatan yang cukup spektakuler terhadap angka.

Maka pada hari itu, Suhu mengingat posisi dan jabatan mereka, tanpa nama mereka, dan meng-assign informasi itu dengan nama variabel. Filipino1 adalah supervisor mechanical, Myanmar1 adalah Quantity surveyor, Malaysia1 adalah Project Manager, Singapore1 adalah General Manager, Singapore2 adalah murid internship, Myanmar2 adalah Mechanical/Electrical Coordinator, Singaporean2 adalah Project Engineer, China1 adalah Site Engineer, Singaporean3 adalah Waterproofing Engineer, Singaporean4 adalah Project Manager lain, Singaporean5 adalah Deputy Project Engineer, Malaysian2 adalah Engineer-in-charge Bedok, China2 adalah Architectural Foreman, dan Bangla1, Bangla2, Bangla3, Bangla4, Bangla5, Bangla6, Bangla7, Bangla8, Bangla9, Bangla10, Bangla11, Bangla12, Bangla13, Bangla14, Bangla15, Bangla16, Bangla17, Bangla18, Bangla19, Bangla20, Bangla21, Bangla22, Bangla23, Bangla24, Bangla25, Bangla26, Bangla27, Bangla28, Bangla29, Bangla30, Bangla31, Bangla32, Bangla33, Bangla34, Bangla35, Bangla36, Bangla37, Bangla38, Bangla39, Bangla40, Bangla41, Bangla42, Bangla43, Bangla44, Bangla45, Bangla46, Bangla47, Bangla48, Bangla49, Bangla50, Bangla51, Bangla52, Bangla53, Bangla54, Bangla55, Bangla56, Bangla57, Bangla58, Bangla59, Bangla60, Bangla61, Bangla62, Bangla63, Bangla64, Bangla65, Bangla66, Bangla67, Bangla68, Bangla69, Bangla70, Bangla71, Bangla72, Bangla73, Bangla74, Bangla75, Bangla76, Bangla77, Bangla78, Bangla79, Bangla80, Bangla81, Bangla82, Bangla83, Bangla84, Bangla85, Bangla86, Bangla87, Bangla88, Bangla89, Bangla90, Bangla91, Bangla92, Bangla93, Bangla94, Bangla95, Bangla96, Bangla97, Bangla98, Bangla99, angla100, Bangla102, Bangla103 adalah pekerja konstruksi. Sementara Bangla101 adalah pekerja yang sudah ikut company ini selama delapan tahun.

Hari itu Suhu mengenal banyak orang. Dengan feature yang berbeda. Yang bisa menghitung lebih cepat dari bayangannya. Yang bisa berbicara lebih cepat dari bayangannya. Dan yang paling mempesona, yang lebih gelap dari bayangannya. Saat itu juga Suhu tahu, bahwa Suhu masih bisa banyak belajar.

Suhu,
Indonesia1.

Posting ini ditulis tanggal 10 Juni 2007 dikarenakan keterbatasan waktu yang tersisa setelah 24 jam sehari dipotong waktu 10 jam kerja dan 4 jam di jalan 8 jam tidur dan 2 jam berfantasi di kamar mandi.

Hari Pertama Kerja

Hari ini adalah hari pertama kerja. Kata orang-orang first impression lasts, maka pada hari pertama harus tampil prima, cerdas berwawasan, rapi tapi tidak berlebihan, cermat bersahaja, tapi yang paling penting tidak boleh telat.

Seperti yang sudah diinformasikan sebelumnya, Suhu akan bekerja menjadi seorang engineer tangguh yang diletakkan di lapangan. Tugas detail nya belum dipahami, dan akan dijelaskan saat hari pertama kerja. Yaitu hari ini. Yang diketahui, proyek akan berletak di Bukit Panjang.

Nggak tahu Bukit Panjang?

Gimana ya jelasinnya. Choa Chu Kang tahu?

Wah kalau gak tahu CCK ya susah. Kalau Yew Tee tahu nggak?

O ga tau juga. Kalau Puncak tahu nggak?

Iya, yang dekat Jakarta itu. He'eh Puncak. Nah, dari Puncak, ke Jakarta. Terus naik pesawat, cari yang turunnya di Changi, terus naik taxi bilang yang nyetir mau ke Bukit Panjang gitu.


Dari tempat tinggal sekarang, asrama NTU, untuk sampai ke Bukit Panjang bisa dicapai dalam waktu kurang dari 1 jam. Mungkin sekitar 40 menit maximal. Tapi, ada masalah. Sebagai seorang mandor berdedikasi, pekerjaan Suhu adalah mengawasi pembangunan. Masalahnya, proyek Bukit Panjang masih dalam tahap planning di mana engineer-engineer tangguh seperti Suhu tidak diperlukan. Mereka memerlukan engineer-engineer rapuh yang duduk di dalam kantor dan berdiskusi sambil minum kopi.

Maka, bos besar PT Baik-baik, Mr. Iyus, meng-assign Suhu untuk membantu proyek yang sedang berjalan dan membutuhkan engineer-engineer tangguh [baca: mandor], di daerah perumahan Bedok.

Nggak tahu Bedok? Tahu Puncak? Dari Puncak, ke Jakarta, terus naek pesawat jurusan Changi.

Dari Changi jalan kaki nyampe.


Pagi ini, Suhu bangun jam lima pagi. Menyetrika baju sampai licin, merapikan celana sampai lipatannya bisa dibuat membelah semangka, dan menyemir sepatu sampai bisa dibuat berkaca. Lalu mandi dan gosok gigi. Dan langsung berangkat kerja. Buka pintu kamar terasa dingin sekali.

Oh pantas.

Baju dan celana habis disetrika belum dipakai.

Pukul enam lebih sedikit Suhu turun ke bus stop Hall 4. Sambil melihat cahaya bulan [di Singapore jam enam pagi masih bisa melihat bulan purnama], aku menunggu bus 179. Sepertinya memang terlalu pagi. Tapi pengorbanan ini tidak akan sia-sia, karena hari pertama tidak boleh telat.

Kenapa berangkat begitu pagi? Tentu saja karena Suhu rajin tempat kerja di Bedok dan jam masuk kantor pukul delapan pagi. Diramalkan, mendapat first bus 179 masih ada kemungkinan masuk kerja telat. Dan sebagai orang yang bertanggung jawab, kita harus memproyeksikan sikap bertanggung jawab kita. Salah satu caranya adalah tidak boleh telat.

Dengan ramalan jam kedatangan bus yang tepat, di bawah sinar bulan purnama Suhu pun naik delman ke kota bus kota. Pergi ke Boon Lay MRT. Hampir tidak bisa dipercaya, Singapore seperti kota mati di pagi hari. Bus stop yang selalu penuh orang hanya ada satu dua sosok bayangan. Lho yang satu lagi koq ga ada bayangannya? Biar agak angker gitu tetep harus naik bus 179, karena tidak boleh telat.

Sambil takut-takut, aku ngobrol sama supir bus nya, biar gak terlalu sepi.

Wah dingin ya uncle kalau pagi gini.
Iya, dulu waktu uncle masih muda lebih dingin lagi.
Ngeri ya sepi sepi gini.
Ha ha ha ada aja kamu ini.
Di singapore ndak ada setan tapi ya, uncle?
Ndak ada, uncle udah nyetir bus 300 tahun gak pernah ketemu yang namanya setan.


Aku langsung turun.

Perjalanan dilanjutkan dengan naik MRT dari Boonlay ke Bedok. Untuk teman-teman yang berdomisili tidak di singapura, bisa melihat peta perjalanannya di sini. Lalu ikut berbelasungkawa.

Setelah perjalanan yang memakan tiga abad, akhirnya Suhu sampai ke Bedok. Di Bedok, sesuai instruksi Joni, Suhu langsung meneleponnya.

Joni, aku udah di Bedok.
Mantap nian kau, aku baru bangun.
Terus sekarang aku ke mana?
Kamu naik bus nomer 222.
Oke. Terus turun di mana?
Kamu nanti keliatan kantor polisi, suruh bus berhenti.
Bus stop sesudah kantor polisi, aku turun?
Nah, terus kamu jalan berlawanan arah dengan bus nya.
Terus?
Sampai ketemu bus stop.
Lha ada apa aku jauh-jauh kalau akhirnya balik?
Susah ngasi tahu bus stop yang mana, pokok nya bus stop sebelum kantor polisi, kalau sudah lihat kantor polisi, berarti kelewatan satu halte.
Oke.


Dari kejauhan Suhu melihat bus 222 sudah memuat penumpang dan pintunya sudah mau menutup. Suhu mengejar sekuat tenaga, sprint seperti yang biasa dilakukannya di masa muda, dan berhasil menjadi penumpang terakhir yang masuk, dan seluruh penumpang di dalam bertepuk tangan. Biasanya kalau ada bus yang mau pergi, kurelakan. Kali ini kukejar, karena hari pertama tidak boleh telat.

Setelah naik bus 222 sesuai instruksi dan berjalan mundur beberapa ratus meter, aku menemukan kantor polisi. Dan kulanjutkan jalan mundur, aku menemukan bus stop. Dan aku berhenti, dan menelepon Joni lagi.

Sudah di bus stop nih.
Sip, kamu tunggu ya.
Oke.
Aku jemput kamu di sana.


Suhu menunggu dan menunggu. Akhirnya setelah setengah jam menunggu. Joni datang, dan mengantarku masuk kantor.

Tempat ini, yang akan menjadi persinggahan hidupku selama seribu hari depan.


Suhu,
hari pertama, telat.

Posting ini ditulis tanggal 10 Juni 2007 dikarenakan keterbatasan waktu yang tersisa setelah 24 jam sehari dipotong waktu 10 jam kerja dan 4 jam di jalan 8 jam tidur dan 2 jam berfantasi di kamar mandi.


Capek.
Huff.
Baru pulang.
Ngeblog nya besok aja.
Tapi besok masuk kerja jam 8 lagi.
Minggu aja deh.
Bye.

Panda Tambun,
menunaikan ibadah ngupdate.


NB. Yang ini dipost 1 juni beneran.