Monday, May 14, 2007

Tempat Berteduh

Ladies and Gentleman, masih di kisah di balik hutan bambu. Seperti yang telah kita semua ketahui, Panda Tambun berhasil melalui siksaan sepanjang 4 tahun, oleh penjahat laknat berkedok pendidikan. Semua SKS sudah di-clear begitu pula sidang skripsi sudah gol.

Dan nampaknya keberuntungan masih berlanjut di pihak Panda Tambun. Rentetan interview di pertengahan bulan Mei menghadapkannya pada kebingungan memilih yang terbaik, bukan kebingungan tidak dapat semuanya. Bukan berlebihan kalau Panda Tambun mendapat lima panggilan interview, karena surat lamaran kerja yang dikirim jelas jauh melampaui angka tiga puluh.

Apa sih yang nggak kita lakukan demi sesuap nasi?

Interview-interview tersebut terasa sudah cukup berhasil. Berarti, sesuap nasi, pangan, sudah tercukupi. Tapi bagaimana dengan tempat tinggal, tempat berteduh di saat panas, dan tempat ngiyub di saat hujan?

Panda Tambun, cepat atau lambat sangat cepat, harus keluar dari asrama. Dan harus menemukan tempat tinggal yang layak sebelum digusur dari hutan bambu. Tempat yang ideal menurut Panda Tambun itu:

1. yang tinggalnya sama orang kenal saja.
Di SMA sudah banyak mendengar tentang bagaimana susahnya hidup seatap dengan orang-orang dengan kepribadian ganda berbeda-beda. Dan tiap kepribadian ini biasanya aneh unik, dan selalu ada orang yang berbeda. Seperti kata orang bijak, "We can not choose our family, thanks God we can choose our friends". Jadi, tempat yang ideal itu, menurut Panda Tambun, tempat di mana orang-orang yang tinggal seatap dengan kita adalah orang-orang pilihan kita.

2. yang menjunjung tinggi kebebasan.
Untuk orang yang tinggal di asrama atau kos-kos an, kriminalitas utama adalah mengungkung kebebasan. Anak asrama Hwa Ind selalu tersiksa menjadi perokok aktif sekaligus pasif di toilet belakang yang tidak ada ventilasi nya. Anak kos daerah borobudur selalu terikat jam malam, dan cowok-cowok yang bertanggung jawab selalu ngebut saat memulangkan cewek-cewek ini. Jadi, tempat yang ideal itu yang, menurut Panda Tambun, sebuah tempat yang you make your own rules.

Dua yang di atas itu syarat mutlak. Ada juga kualifikasi yang lebih detail, untuk mendeskripsikan tempat tinggal ideal. Kualifikasi tambahan yang preferred, misalnya:

3. Aksesibiliti mudah.
Misalkan di sebuah gedung residential 11 lantai, lift hanya berhenti di lantai 1, 6, dan 11. Alangkah indahnya kalau bisa mendapat tempat di lantai 6 atau 11. Pulang kerja, capek, huff huff, masih harus mendaki untuk sampai ke rumah, lumayan menyiksa. Selain aksesibliliti internal, juga eksternal. Lebih baik dekat MRT, atau sekurang-kurangnya dekat bus stop. Atau dekat pangkalan ojek.

4. Fasilitasnya banyak
Ya bukan fasilitas seperti kolam renang, taman buah-buahan, kebun binatang, dan landasan helikopter. Nggak usah muluk-muluk. Asalkan tempatnya ada penerangan listrik furniture dan fasilitas dapur standar, Panda Tambun sudah puas. Televisi tidak mutlak, lagipula siaran Singapore nggak ada filem porno Panda Tambun jarang nonton TV.

5. Letak strategis
Berbeda dengan aksesibiliti. Kalau aksesibiliti bagus, tapi letak tidak strategis, ya percuma. Misalnya, dekat dengan stasiun kereta api Johor Bahru, ya mudah diakses, tapi letaknya di luar jangkauan peradaban, ya percuma. Letak strategis itu misalnya, dapat kerja mbangun School of PMS [Physics and Math Science], punya pacar di Hall 2, terus dapat rumah di Jurong West. Terbaik dah.

Ya itu sih ciri-ciri tempat ideal menurut Panda Tambun. Buat teman-teman yang punya berita info tentang hutan bambu yang baru untuk ditinggali kami. Panda Tambun sudah bersekongkol dengan Kelinci Putih dan Musang Madura untuk tinggal bersama. Jadi kalau ada info suaka marga satwa baru yang kedengarannya cocok untuk kami bertiga, kasih tahu ya.

Keuntungan mendapat Panda Tambun, Kelinci Putih, dan Musang Madura:

Musang Madura adalah seekor pendoa yang kuat dan dekat dengan kuasa divine being. Dengan adanya Musang Madura di dekat kamu, dijamin radius 5 mil tidak akan mengalami bencana-bencana seperti hujan sewaktu baru mau njemur, AC mati setelah hujan berhenti, dan kejadian-kejadian tidak beruntung. Karena Musang Madura adalah penolak bala terkuat yang Panda Tambun tahu.

Kelinci Putih selalu mempertahankan agar kondisi keputihan warna putih terjaga. Dengan kata lain, kelinci putih adalah clean freak seseekor yang sangat peduli kebersihan. Keuntungannya, misalnya dia melihat tetangganya rumahnya kotor, bakal dia bersihkan, dan selanjutnya tergantung imajinasi pembaca.

Panda Tambun bukanlah hewan yang istimewa dan mempunyai kekuatan seperti dua ekor temannya tersebut di atas. Tapi kehadiran Panda Tambun senantiasa membawa bahagia dan kehangatan di antara penghuni hutan bambu. Lagipula penduduk setempat pasti akan sering datang dan membawa bambu muda. Bisa jadi objek wisata dan generate cash, kapan lagi bisa lihat Panda di Singapore. Sudah langka, ngeblog pula.

2 comments:

Fanny said...

Sudah langka, ngeblog pula.

makanya Hu, cari yg ada internet nya yah. Biar ttp bisa nge blog :D

suhu said...

#fanny:
aku nyari sih, kerja konstruksi yang ada akses internet. Biar bisa ngeblog. Tapi bagaimana mungkin, sinyal hape aja susah.