Saturday, May 19, 2007

Rentetan Interview [Part 3: Minggu]

Hari ini kosong. Tidak ada interview. Tapi tetap perlu mempersiapkan diri untuk interview hari Senin di perusahaan magang Joni, teman sekelas Suhu. Nama perusahaannya PT Baik-baik. Bergerak di bidang konstruksi juga. Tapi persiapan untuk interview besok benar-benar terganggu karena konsentrasi selalu terpecah dengan tawaran-tawaran pekerjaan kemarin. Dari PT Konstruksi Suci sudah memberikan aba-aba ingin menerima, dari PT Jaya sudah jelas ingin mulai kerja secepatnya.

Apa yang aku mau?

Di PT Konstruksi Suci, aku bakal jadi mandor. Kerjaku akan senantiasa di bawah sinar matahari jadi aku bisa tumbuh sehat dan hijau dan tentunya bakal capek. Tapi tidak akan lagi berhadapan dengan kalkulator, design software, dan tingkat stress yang tinggi. Tugas menjadi mandor adalah memastikan apa yang ada di gambar sesuai dengan yang di lapangan. Caranya mudah, ada dua alternatif. Yang pertama, pelajari gambar lalu bangun strukturnya sesuai yang diminta. Yang kedua, buat strukturnya sembarangan, lalu ganti gambarnya.

Oke, yang kedua bohong.

Pekerjaan ini bakal mengasyikkan, menurut Suhu. Meskipun tidak pernah punya pengalaman di construction site, I think I will like the job. Pekerjaan ini menuntut masuk kerja Senin sampai Sabtu, dan jam kerja yang sangat panjang. Pasti kalian juga tahu kalau mesin-mesin berat konstruksi itu bikin keributan sampai malam. Tentu, konsekuensinya, gaji lebih besar.

Berbeda dengan mandor, designer mempunyai jalur hidup yang totally berbeda meskipun sekelas di jurusan sipil. Berdasarkan pengalaman sewaktu magang dulu menjadi seorang designer, Suhu mengambil kesimpulan bahwa orang-orang di design firm atawa consultant itu adalah orang-orang yang dulunya mahasiwa papan atas. Mahasiswa yang dekat dengan Tuhan, dekat dengan dosen, didekati teman untuk dimintai contekan, dan banyak wanita yang mengantri untuk bisa mendapatkan keturunan lebih baik dan mendapat nilai yang bagus di sekolah.

Pekerjaannya simple untuk didefinisikan, tapi mematikan untuk dilakukan. Seperti exam dari jam delapan sampai jam enam. Senin sampai Jumat. Boleh open book, boleh pake kalkulator, boleh tanya teman, tapi TIDAK BOLEH SALAH. Kesalahan dalam men-design struktur, bisa berakibat fatal. Yang kami kerjakan berbeda dengan arsitek yang mirip kursus kecantikan, kami tidak peduli nanti dinding mau dicat warna apa. Design dalam artian kami adalah suatu proses di mana kita menentukan berapa banyak korban yang dibutuhkan untuk membangun suatu struktur komposisi semen, tanah, baja, pada suatu struktur.

Kalau kamu masih nggak ngerti, nggak apa. Suhu jamin 80% lulusan sipil tahun ini juga tidak bisa design. Ketajaman design bukan diperoleh di bangku sekolah. Tapi diperoleh karena pengalaman, kebiasaan, dan kemampuan mengatasi tekanan. Tiga hal ini yang dicari perusahaan konsultan seperti PT Jaya. Dan kebetulan Suhu dibentuk menjadi gendut tangguh selama magang di design firm.

Tapi, masalahnya. Suhu tidak menikmati hidupnya selama magang. Setiap pulang, selalu ada rasa tidak tenang. Waktu mau tidur, "Tadi yang di-fax itu benar nggak ya?" atau "Tadi aku kasih tiga meter koq di gambar cuma dua meter ya, apa drafter salah gambar ya?". Karena kesalahan kecil bisa berakibat vital fatal. Suhu tidak menikmati jenis pekerjaan seperti ini.

Apalagi PT Jaya. Di perusahaan itu karyawan cuma dua orang. Dengan bos yang merangkap konsultan utama, cuma tiga orang. Aku akan jadi orang keempat. Pekerjaanku bakal lebih banyak daripada waktu magang dulu. Berarti stress lebih. Berarti pusing lebih. Berarti lebih ingin mati. Berarti lebih menyesal pernah dilahirkan. Berarti lebih baik tidak diambil.

Tapi gajinya besar. Kerjanya di kantor ber-AC. Senin sampai Jumat. Rapi dan berdasi. Dipandang tinggi orang. Lima tahun lagi hampir pasti jadi Professional Engineer. Dihormati dan dipercaya tanggung jawab lebih tinggi. Daripada seorang mandor, lima tahun lagi, ya jadi mandor senior.

Hu, apa tujuan hidupmu?

Cari uang yang berlimpah?

Cari kerja yang gembira?

Kalau mau tersiksa sedikit, gaji besar, loan lebih cepat lunas, ya ambil kerja yang stressful. Kalau mau kerja santai-santai, asal senang, ya ambil yang gembira biarpun mesti berpanas-panas ria.

Suhu,
kalau bingung ngeblog.

NB: Ini adalah latar belakang ditulisnya posting ini.

10 comments:

Reza de Bhro said...

HORE KEDUA!!!




(bikin bingung orang)

Btw Hu, dulu kayak e ente pernah ngepost kerja di Tanjong Pagar sama tante2. Itu kayake juga oke.... Loan cepet lunas. Gimana?

Gita Arimanda said...

Hmm...kalo aku jadi Suhu, still, aku pilih yang kedua. Professional Engineer, I'm coming...getooo

Fanny said...

setelah tahu latar belakangnya...yah..kalo aku sih, Hu, bakal milih yang kedua..

abis loan lunas, aku ciao dari perusahaan itu, baru cari kerjaan yang enak...hehehehehe...

spider_alf said...

1 cowo comment kerja dgn tante2
2 cewe comment ambil kerja stressful asal loan cpt lunas
1 cowo lagi mau comment ambil kerjaan yg kamu suka aja, hidup cuma sekali, ngapain harus hidup tersiksa batin jasmanti. Memang dlm hidup butuh pengorbanan, tp perlu dipikirkan jg apakah pengorbanan itu pantas :)

anyway, yg mau aku tanyakan, apakah cewe2 lbh tahan banting, lbh tahan tekanan, lebih tegar, lebih goal-oriented, lebih keras hati dibanding cowo?

dina.. said...

loan lunasss...

indahnya impian ini...


>.<

suhu said...

#bhro:
jadi inget komen-komen gak jelas kayak:

"pertama ... crot dulu ah"

#gita:
perlu diingat Professional Engineering sini gak menambah harga di Indonesia, karena PE bersifat lokal.

#fanny:
perlu dicatat, fan. Kalau masih bertahan hidup sampai loan lunas.

#spider_alf:
nampaknya demikian, sejak usia remaja mereka sudah dihadapkan pada excruciating pain setiap bulan. Aku pernah baca artikel bahwa cewek sembilan kali lebih bisa menahan rasa sakit daripada cowok. Gimana nge-test nya ya?

#dina:
impian itu harus diwujudkan dalam waktu sekurang-kurangnya 20 tahun. Impian kalau dikasih deadline jadi gak indah lagi.

Gita Arimanda said...

@Apong : Suhu bener tuh, excruciating pain setiap bulan, masing2 rata2 selama tujuh hari. Berarti 84 hari dalam satu tahun. Lalu dikali umur hidupnya.

Belum kalo melahirkan, yang bisa dibilang berkali2 lipatnya. %#^# dikali &*%7 dikali &%$% = BANYAK

Satu lagi: sakit hati. Sejauh yg aku tau, perempuan lebih sering menahan sakit dalam hati. BErbeda dengan laki2 yang mempunyai tendensi untuk menyelesaikan masalah secepatnya (dengan beragam cara), jadi sakit hatinya berkurang deh.

@Suhu : Kalo ngliat cara kamu merespon comment2 yg ada ya Panda, aku menyimpulkan kalo kamu prefer pekerjaan pertama. So....mungkin ikuti kata hati aja....sisanya serahkan ama yang Di Atas :)

My two cents

Fanny said...

@Suhu :
Waaaa..jangan ngomong gitu, Hu. positive thinking dong. :D

@Gita :
Berarti 84 hari dalam satu tahun. Lalu dikali umur hidupnya.
Git, jadi kamu dah dapet that excruciating pain dari umur setahun? :D

suhu said...

#gita@apong:
menyelesaikan masalah dengan pisau plastik, git.

#gita@suhu:
yow trims masukannya, semua dipertimbangkan dengan masak-masak dan makan-makan kok.

#fanny@suh:
iya deh, ga jadi ngomong de.

#fanny@gita:
saya sungguh mengasihani mereka yang puber sejak lahir.

Gita Arimanda said...

@fanny dan suhu : Bener juga yah wakakakaka