Saturday, May 26, 2007

Namaku Andreas Lee

Masih teringat jelas di ingatanku, semua kenangan masa-masa universitas yang gila. Malam tak berbintang menyelamatkan dunia dengan Berserker Fury, melintasi perbatasan berjalan kaki sampai tersesat di gang Dolly, tidur sekamar dengan seorang psikopat selama setahun [akhirnya bisa berpisah karena aku dan psikopat itu masing-masing dapat single room, lalu entah apa karmaku, aku sekamar lagi dengan psikopat itu sekarang], dan tak lupa gelas berlabel Heineken yang membuat kita fuckin' high, sebuah toast yang menandai persaudaraan kita yang tak pernah resmi disertai erangan desahan ratapan raungan "TO THE NEXT STEP".

Persahabatan dengan saudara yang kutemukan di sini.

yeaaah! (seperti di konser2) alright! (seperti di konser2)

my first memory was when i'm asking my mom for a brother. i finally got one, actually ones, when i was 18. They are suhu and spider_alf. and i want to thank them for everything.

thank you! (seperti di konser2) thank you tall oaks you are beautiful! (seperti di konser2) my name is Lee, Andreas Lee! thank you! and i have gigantic balls


Cerita ini akan berkisah tentang salah satu lembar perjalanan hidupku, di mana aku pergi bertualang dengan seorang temanku yang bernama Suhu. Aku memilih Suhu, karena dia adalah sahabat terdekatku blog ini punya Suhu.

Seperti yang telah kalian ketahui, I love to lift weights, get big, get a cool car adventure. Dan aku berencana untuk mengakhir masa university ku dengan kenangan yang tak terlupakan, dengan cara to lift weights, get big, get a cool car bertualang keliling dunia berjalan kaki. Petualangan ini akan dibuat seliar mungkin, lebih buas dari yang bisa kalian bayangkan, dan membuat Harold and Kumar terdengar seperti bedtime story. Dan untuk itu, kita perlu sebuah equipment untuk petualangan ini, bernama Backpack.

Perburuan backpack akan dimulai hari ini. Dan kita membicarakan backpack, 70 centimeter in height, bukan tas sekolahmu. Barang seperti ini, tidak murah. Tapi, mahasiswa yang baru saja lulus dan tunakarya, tidak punya dana. Seperti kata orang bijak, mencari sesuatu, kita harus tahu di mana tempatnya. Mencari barang murah, kita cari orang Cina.

But, hey, wait! Ada satu masalah di sini. I don't speak Chinese. Meskipun dikaruniai kemampuan berbahasa Cantonese bermodalkan otodidak dari iklan Hongkong, aku tidak bisa bahasa mandarin. Sebelum aku bisa mendapatkan barang murah, aku perlu seseorang yang bisa berbahasa mandarin. Dan untuk Cina, kita perlu sesuatu yang dari Cina, oleh Cina.

Maka kubawa Panda Tambun bersamaku ke Chinatown dan kami mulai berburu backpack.

Suasana perdagangan di Chinatown terasa sangat kental. Satu penjual menjajakan dagangannya dengan berteriak "Belly chip, belly chip", entah apa yang dijual. Lalu penjual di depannya berteriak lebih keras dengan nada marah sambil menuduh saingannya berbohong mengenai produknya dengan berteriak "Lie lie lie! Lie lie lie!".

Kami masuk sebuah toko di Kompleks Taman Manusia. Toko tas tentunya. Suhu, memanggil pegawai toko, dan mulai berdialog dengannya. Nampaknya pegawai toko ini kurang fasih berbahasa Inggris, maka mereka berdua melakukan dialog ini dalam bahasa alien. Anyway, aku akan berusaha menceritakan apa yang terjadi dari laporan pandangan mata Andreas Lee.

Hey, -bahasa alien- dengan nada cowok keren tanya nomer HP cewek.
-bahasa alien- dengan tersenyum lalu pergi.
Apa katanya?
Backpack size besar ada di sebelah sana, suruh ikut dia.
Oke.
-bahasa alien- sambil menunjuk-nunjuk backpack.
Bisa minta lihat yang itu?
-bahasa alien- sambil menunjuk backpack yang aku tunjuk tadi.
-bahasa alien- menunjukkan feature-feature backpack yang aku tunjuk.
Dia bilang ini bisa diexpand menjadi lebih besar, lalu bahannya bagus, dan baik untuk backpacking.
Harganya?
Tuoshao?
-bahasa alien-, nai nai.
Harganya?
Dia sudah bilang pakai inggris, ndre. Sembilan sembilan.
Oh itu tadi ngomong inggris?
-bahasa alien- sambil mengembalikan backpack ke tempatnya.
-bahasa alien- dengan gaya mau pergi.
-bahasa alien- seperti mengacuhkan pembeli tapi tetap berbicara.
-bahasa alien- tanpa memandang lawan bicara.
-bahasa alien- sedikit meninggi nadanya.
Apa yang terjadi?
Dia mau kasih diskon, aku tekan terus harganya.
-bahasa alien- sambil geleng-geleng kepala.
-bahasa alien- geleng-geleng lebih dahsyat.
-bahasa alien- nada meninggi, kecepatan bicara meningkat.
-bahasa alien- nada seperti menantang
Dia minta 75, tadi 99, sekarang didiskon katanya.
Bilang dia, kita putar-putar dulu, aku pikir-pikir.
-bahasa alien- ekspresi menyesal.
-bahasa alien- mendekati lawan bicara seperti menantang bertengkar.
-bahasa alien- tersenyum mengangguk hormat.
Ok lor, bye bye.


Setelah kami menjauh dari toko itu, aku bertanya pada Suhu.

Dia tadi marah?
Hah? Kenapa?
Nggak, dia tadi nadanya kayak marah, lalu kamu kayak cepat-cepat mau pergi.
Oh nggak.
Ngomong apa dia tadi waktu kita gak jadi beli?
Aku dikira tour-guide mu.
Ha?
Dia bilang 'kasih tahu bosmu ini bagus, promosi'in juga, bilang kamu pernah pakai sendiri dan terbukti, aku jual ke kamu 65. Suruh bayar ke kasir 75, nanti sore kalau sudah selesai kerja, kamu ke sini aku kasih komisimu 10 dolar'.


Aku terhenyak diam. Aku tidak pernah menyangka. Aku selalu mendengar orang Cina pandai berdagang. Tapi teknik ini beyond compare.

Andreas Lee,
mungkin saatnya belajar bahasa Cina.

NB: Post ini ditulis Suhu dengan sudut pandang Andreas Lee. Jenis penulisan seperti ini di-inspirasi oleh post ini.

9 comments:

dika said...

nyakakakakkak, mbanyooooollll, mbanyol pooooooolllll *ketawa guling2 :D

haha, sayang komen pertama ga dapet hadiah ya? :p

Gita Arimanda said...

Ya ampun...pertama tadi aku kira salah masuk blognya Andre hahahaha

Edun juga ya taktiknya. Saya ingin berguru kepada anda Suhu Panda. Terimalah saya sebagai muridmu..
*kneeling*

konnyaku said...

hahahahahaha....
ketawa sampai lutut lemas...

dina said...

hahah..

andreas lee komennya apa nie?

andreas lee said...

name : lee, andreas lee
age : 22
occupation : student, graduated
sex : yes, please

suhu said...

#dika:
sebenarnya aku mau kasih "komen pertama dapat andreas lee", tapi tanpa itu pun wanita-wanita sudah berdatangan dan ninggal komen, jadi ... kayaknya gak perlu ya.

#gita:
bisa ke website fans club andreas lee langsung, git.

#konnyaku:
hahahahaha bukannya lutut lemas sampai ketawa?

#dina:
tanya langsung aja, din. Kan andreas lee the boy next door.

#andreaslee:
Go get'em, tiger.
*seperti kata Jim pada Sherman di pesta Stiffler*

Anonymous said...

#Andreas Lee:

kenapa anda tidak memilih karir di dunia modelling saja? malah nyasar di ICD...

hehehe piss2

sylv said...

komplek taman manusia... people's park complex maksudnya?? XD


kenalin dong ama andreas lee. penasaran. sumpah.

suhu said...

#ano@andreaslee:
bukannya sudah ya?

#sylv:
benul. Bukannya sudah nemu personal website nya?