Hari ini Panda Tambun nampak rapi dengan kemeja dan
Masih bingung? Dua hari sebelumnya, paginya, ada telepon dari DLLAJR [Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya], Panda Tambun diminta menghadiri interview. Mereka terkesan dengan resume yang dikirimkan Suhu beberapa minggu lalu, dan ingin mengecek kebenarannya. Cara paling mudah, ya interview.
Buat yang belum lulus, atau belum mau lulus, maksudku belum akan lulus. Mungkin belum punya pengalaman cari kerja. Kalau mahasiswa final year sih, rata-rata sudah punya pengalaman ditolak
Sekarang giliran Suhu ketiban waktunya
Tempatnya di daerah Little India. Walking distance dari MRT Station. Katanya. Tapi walking distance buat orang-orang terlatih dan tahu jalan. Buat orang interview yang baru pertama kali ke sana, ketidaktahuan dapat menyebabkan waktu perjalanan tidak setara dengan yang diceritakan. Seperti kata pepatah,
Tapi, dengan arah mata angin dan lambaian pohon bambu, Panda Tambun berhasil sampai ke tempat interview lebih awal dari waktu yang dijanjikan. Kepagian dua jam.
Biar nggak kelihatan desperate, Panda Tambun jalan-jalan sampai dua puluh menit sebelum waktu interview. Baru masuk ke kantornya. Padahal sudah jongkok di depan ruang tunggu satu jam empat puluh menit. Resumeku diminta, lalu kuberikan resume yang masih anget baru nge-print di library tadi. Bukan anget karena baru di-print, tapi karena buat alas duduk satu jam empat puluh menit.
Lalu aku disuruh duduk di ruang tunggu. Rupanya itu ujian pertama. Setelah masuk ruang tunggu,
Tidak berapa lama kemudian, datang seorang engineer yang dulu pernah ketemu waktu Recruitment Talk di Ninja Turtles University. Kali ini, ujian memori. Siapa ya namanya bapak ini?. Dengan fotografik memori, Panda Tambun berhasil me-retrieve ingatannya. "Err... mister .... sudjatmiko ... eh no no no ... mister rius ... no no no ... mister wiliyem". Bapak itu tersenyum, benar ternyata namanya Pak Wiliyem. Setelah basa-basi dan berucap kata 'Semoga bisa bekerja sama kelak' yang penuh kepalsuan, Panda Tambun menjalani ujian yang ketiga setelah ujian fisik dan memori barusan.
Ketiga, uji kesabaran. Menunggu. Dan menunggu. Tapi tempat nunggunya enak. Dibanding di depan tadi. Paling ndak yang ditunggu tahu kalau aku lagi nunggu. Kalau tadi kan cuma duduk berkalang tanah bagai bunga kembang tak jadi. Uji kesabaran ini, dilalui dengan mudah oleh orang yang sudah datang kepagian dua jam.
Lalu dua orang datang, dengan tampang garang. Untuk ujian keempat. Uji kekuatan mental. Mereka
Satu jam kemudian.
Panda Tambun dalam perjalanan pulang ke hutan bambu blok 12. Masih gemetar tangannya, trauma atas kejadian barusan. Selama ini, Panda Tambun sudah menjalani ratusan interview, mulai dari interview
Interview tadi benar-benar menguliti satwa langka ini mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala. Mulai dari interpersonal skill, pressure handling ability, problem solving analysis, dan yang tak mungkin terlewatkan technical skill. Posisi apa yang diperjuangkan? Kalau diterima, akan menjadi satu dari sembilan orang yang mengatur jalan raya di Singapura. Serasa menjadi penguasa sepersembilan Singapura.Jadi jelas interview sadis tadi memang diperlukan. Karena DLLAJR tidak mau menerima sembarang orang untuk mengatur sepersembilan wilayah Singapura. Pekerjaan yang kedengarannya mengasyikkan, paling tidak, lebih menantang daripada kerja part time di KBS.
Panda Tambun,
pingin jadi orang penting.
4 comments:
kok tujuh kali exam??
bukannya delapan yah??
*dari yang tinggal satu exam lg buat 2nd year..heehehehe..*
IA ga diitung fan..
Oh, mksdnya SS diitung ya.. eh, emg pernah ikut SS hu? :p
Sip udah kelar,
Ntar malem 12.101?
*tujuh kali ditolak ndaftar magang*
#fanny:
IA ga dihitung exam.
#arri:
SS? Ya kalau lagi mau perseverance aja, kan ring of health sama void stone nya di SS.
#bhro:
12.101
Post a Comment