Thursday, May 10, 2007

Acknowledgement

Ini adalah salah satu halaman yang ada di Final Year Project Report Suhu.

Thanks are due to the many people who have given the supports, advices and inputs so that this Final Year Project could be completed.

The author would like to give his special thanks to his project supervisor, Associate Professor Lee Sai Cheng, for her professional guidance, invaluable advices and inputs as well as her efforts in providing the very enriching project. Her willingness to help in the project is greatly appreciated.

The author would also like to thank his Final Year Project partner, Tang Woan Ling for her assistance during the project phase and together with other students in School of Civil & Enviromental Engineering, they have created a very positive atmosphere to provide an enjoyable place during the process.

The author would like to thank all of his friends for all the supports so that this Final Year Project could be completed. All the time spent in campus, from early in the morning, to the next morning would not be better without them.

Sincere gratitude is expressed to the author’s family for they have been his main motivation and drive to reach this far in pursuing university education.

Finally, the author thanks everyone who directly and indirectly supports the completion of this project.


Benar-benar nggak fair, sebuah project yang memakan banyak korban jiwa waktu dan tempat. Maksudnya pengorbanan waktu ya menghabiskan waktu untuk membaca trilyunan jurnal. Pengorbanan tempat, ya wilayah meja yang ditempati trilyunan kertas-kertas tadi. Kenapa nggak fair? Ya, masak skala besar seperti ini, lembar ekenoletsmen nya cuma 1 halaman?

Oleh karena itu, di kesempatan yang berbahagia ini, Panda Tambun akan mengucapkan banyak terima kasih pada masing-masing individual yang sangat berjasa dalam skripsi ini. [Karena di blog boleh nulis panjang.]

Pertama-pertama saya ingin berucap syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, karena ini adalah template ucapan terima kasih tiap tujuhbelasan karena tanpa adanya dukungan dari Tuhan saya tidak akan sanggup menjalani cobaan ini. Sempat berapa kali saya putus asa di tengah jalan, dan kadang tersesat. Tapi setelah tanya orang, jadi mendingan. Tetapi teringat kata-kata orang bijaksana dan bijaksini, "Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang terlalu berat untuk umatnya".

Yang tentu saja mengundang pertanyaan, "Cobaan seperti ini, jelas bukan cobaan Tuhan. Jangan-jangan ini sih kerjaan setan?"

Lalu juga untuk supervisor saya, karena sudah memberikan topik menarik untuk dipelajari. Walaupun topik-topik seperti Extension Firefox, dan Snap2Translate, jauh lebih menarik minat saya. Tetapi saya yakin, pasti ada orang-orang lain yang merasa eksperimen tentang Beton bertulang jauh lebih menarik.

Supervisor saya bukan supervisor yang kejam. Tapi keji bengis dan tidak berperasaan tegas. Banyak yang bilang dia adalah dosen yang demanding. Saya tidak setuju. Dia tidak banyak menuntut. Dia hanya meminta progress sedikit di atas kemampuan saya. Tapi jauh dalam lubuk hati saya yakin, semua yang dia lakukan itu karena dia menikmati penderitaan saya demi kebaikan saya.

Lalu untuk FYP partner saya, Wanling, yang senantiasa menguatkan saya. "The prof ask you to read three books? Why ask me to read fifteen?" This is so unfair. Membuat saya merasa tidak sendiri. Banyak hal kami lakukan bersama. Dia senang, aku turut gembira. Dia sedih, aku pun berduka. Dia tertawa, aku tertawa. Dia menangis, aku tertawai.

Terima kasih yang buesar, untuk tgwinmg yang bantuannya tidak bisa dianggap enteng. Mulai mengembalikan saya ke berat badan ideal di masa-masa sulit ini, sampai memuluskan kelancaran jalannya efwaipi. Membantu menyusun email yang sopan ke supervisor, sampai peta game theory untuk telepon supervisor, memeriksa grammar dari report saya yang kacau balau kerbau merantau, merombak report dan bersama-sama mengutuk Bill Gates yang mengacaukan page number report saya. This is exactly why you guys should switch to Adobe PageMaker and stop using the Microsoft Word.

Kepada beberapa insan yang berperan sebagai pedoman saya. Alfonso Hartanto adalah sosok yang menjadi Rally Point dalam hidup saya di tahun keempat. Saat dia sudah mendapat kerja, memacu saya untuk mencari kerja. Dan saat FYP nya sudah kelar, membuat saya merasa hampa dan tak berguna memacu saya untuk mengerjakan FYP lebih giat lagi agar sampai pada tujuan akhir manusia, penerangan sempurna. Maksud saya, report efwaipi.

Juga kepada Andreas Lee, yang selalu lembur di lab ditemani Marlboro merah nya. Terima kasih ini bukan karena dia selalu menawari "Rokok, Hu?". Tapi karena dia selalu menjadi sosok yang senantiasa mengingatkan saya untuk ke gereja menyadari bahwa usaha saya belum ada apa-apa nya. Saya tidak pernah menginap di lab, tidak pernah belajar sampai hujan-hujan tertawa dalam derita. Saya tidak pantas untuk mengeluh, tetapi datanglah kepadaku saja, dan aku akan sembuh karena saya masih belum ada apa-apanya.

Tidak lupa teman-teman benching, Arianto dan Meme. Arianto yang selalu membuat saya merasa project saya keren. Orang yang bisa membuat seolah-olah beton adalah teknologi tinggi, sampai saya merasa saya orang paling beruntung di kampus ini bisa dapat topik se-asyik ini. Meskipun saat sampai lab, melihat semen, mood kembali seperti semula. Lain Arianto lain pula Meme. Kalau Arianto melancarkan jalannya peredaran darah ke otak, Meme selalu mengganggu waktu saya bekerja.

"Sudahlah, Me! Saya sudah punya seorang kekasih yang saya cintai."

Adalah salah satu kalimat yang saya pakai kalau Meme mulai menggila dan mulai menarik perhatian pria dalam radius 5 nautical miles. Yang pasti dia membuat saya merasa bahwa saya punya daya tahan lebih tinggi terhadap tekanan mental. Terbukti, selalu dia yang gila duluan waktu mengerjakan efwaipi di bench.

Penyelenggara outing ke Sentosa. Saya tidak tahu siapa kalian satu persatu. Tapi yang saya tahu, kalian telah membuat hari itu menjadi the best day of my life. Buat Tim Jancuk-desu-ne, outing ini tidak akan berarti tanpa kegilaan kalian.

Teman-teman Indo Civil seangkatan. Sori, ndak punya.

Teman-teman civil, yang orang singapur, yang myanmar, yang laos, yang gak ngerti posting ini. Buat apa saya nulis panjang lebar, toh kalian nggak ngerti. Yang pasti, aku akan mengingat masa-masa kita jongkok bersama di depan lab beton, ngukur deflection 1.283 mm dari beton sepanjang 6 m. Satu-satu nya lab menggunakan teknologi rantai-dan-gembok untuk safety feature nya. Rokok yang kita bagi sebungkus bertujuh, saat semua mengambil, semua tidak bawa korek api. Kalian semua nggemesin deh.

Juga oleh orang-orang yang jauh secara lokasi, tapi dekat dalam dukungan.

Papa yang selalu otoriter dan tidak memberikan kesempatan membantah. Yang telah membuat saya lebih bersyukur lagi hidup jauh dari rumah. Setiap telepon selalu berlagak seolah tidak peduli saya liburan pulang atau tidak, tapi waktu detik-detik menjelang saat-saat penting selalu sms dengan bahasa yang lebih resmi daripada sms bapak presiden RI. "SELAMAT BERJUANG DAN JANGAN MUDAH MENYERAH KARENA MENYERAH SEBELUM BERPERANG ADALAH KEKALAHAN." Presiden kita mana mungkin nulis kayak gini pas anaknya mau sidang skripsi?

Mama yang selalu tidak peduli dengan nilai akademik saya dan menerima saya apa adanya. Membuat saya merasa menjadi anak paling beruntung sedunia. Kadang saya berpikir, apa teman-teman saya itu rajin belajar karena mama mereka sering tanya "Nilainya bagus-bagus?". Karena mama saya cuma bertanya, "Makannya cukup dan teratur?". Dan tugas seorang anak berbakti adalah tidak membuat mama cemas. Tujuh puluh enam setengah kilo.

Cece yang cerewet. Yang mendapat lebih banyak cinta dari orang tua karena selama masa dua tahun itu saya belum lahir. Tapi mengembalikan cinta yang hilang itu dengan selalu tanya "Dek, yapa efwaipi e?". Selain menambah stress dan rasa ingin bunuh diri, pertanyaan itu bisa mengingatkan saya untuk kembali ke jalan yang benar saat saya ingin mengakhiri penderitaan saya dengan jalan pintas.

Terima kasih juga saya berikan untuk orang-orang yang nggak saya kenal, misalnya.

Michael Scofield, yang sudah mengangkat derajat teknik sipil.

Agus, Olip, Bimo, dan Doni. Yang mengembalikannya ke posisi semula.

Orang yang nulis deskripsi School of Civil and Environmental Engineering di yearbook Indo NTU. Membuat saya membacanya berulang-ulang dan merasa bahwa sekolah saya tidak semenyedihkan yang saya kira. Walau kadang agak aneh kalau membaca kata "kita" atau "kami" karena di Final Year Civil Engineer, yang ada cuma "aku" atau "saya".

Pembaca Blog, yang ndak pernah meninggalkan jejak. Meskipun kalian tidak meninggalkan komen, 400 page view per day cukup membuat saya merasa ada yang peduli dengan saya. Jeritan hati di komen shoutbox waktu saya menghilang, merasa saya memiliki arti hidup.

Tidak hanya pembaca yang tidak pernah meninggalkan jejak, I would also like to extend my gratitude to semua pembaca. Yang membuka blog ini religiously sebelum turun mesin, yang membuat saya ngeblog lagi, yang meski lugu masih mikirin tanah air, yang pakai kruk, yang busodaro, yang doyan kopi jumbo, yang suka kucing hidup, yang suka kucing mati, yang pegang kucing aja takut, yang mimpi gak jelas bangun-bangun nangis, yang nge-gombal, yang nulis cerpen, yang masih utang oreo, dan tak lupa, yang baru kenal di blog tapi ga pernah ketemu.

I am not what I am now without you all.

I am,

Suhu the Obese Panda, B. Eng.

8 comments:

konnyaku said...

dengan air mata yang bertengger di jendela, eh maksudnya pelupuk mata setelah aku selesai membaca post ini, i just wanna say..

congratulation, hu!!!

Fanny said...

selamat Suhu!

btw, aku sing mana, hu?

"yang nulis cerpen" <-- yang ini tho? :D :D

*detik2 menjelang kebebasan dari project...*

Herry -- HgS said...

Congratz hu... Keep blogging meski uda lulus kelak

-HgS-
pembaca setia

ramdaffe said...

congrats :D

ditunggu kisah2 selanjutnya ya, suhu! ^^

sylv said...

wahhh udah lulus :D udah sarjana :D

selamat yaaa.. saya masih... 3 taon lagi.. ihik..

Gita Arimanda said...

huwaaaa...jadi ikut terharu....panda akhirnya lulus juga (hahahaha)

jangan berhenti ngeblog....aku tunggu posting di suatu hari nanti, tentang detik-detik melamar tgwinmg :P

andreas lee said...

yeaaah! (seperti di konser2) alright! (seperti di konser2)

my first memory was when i'm asking my mom for a brother. i finally got one, actually ones, when i was 18. They are suhu and spider_alf. and i want to thank them for everything.

thank you! (seperti di konser2) thank you tall oaks you are beautiful! (seperti di konser2) my name is petey! thank you! and i have gigantic balls

suhu said...

#konnyaku:
makasih, kruk.

#fanny:
kau boleh pilih mana pun yang kau suka, fan. asal pembaca gembira, apa sih yang tidak bagi seorang blogger?

#HgS:
iya, aku juga berharap mampu, Her. Aku yakin aku akan terus nge-blog selama ada pembaca.

#ramdaffe:
sip, ffe.

#sylv:
orang-orang umum bakal bilang, "Tiga tahun itu cepat, sylv!". Tapi orang-orang jujur seperti saya bakal bilang, "Tiga tahun itu SANGAT LAMA, rasain loe!"

#gita:
maaf salah blog. cerita cerita kayak gitu ada di blog onta banci.

#andreas lee:
*di balik teriakan fans*
yeeeaaahhhh! [seperti di konser2]
Girls of the world
*nguuuiinngggg* [feedback dari sound system, bukan OV]
We love you! [seperti di konser2]
*banyak gadis2 pingsan*