Wednesday, May 30, 2007

Berubah !!!!!

Untuk kalian yang hidup di zaman saya, pasti tahu yang namanya Ksatria Baja Hitam. Berbagai macam jenis KBH, mulai dari KBH biasa, RX Robo, sampai RX Bio. Untuk beraksi dalam wujud ini, Kotaro Minami perlu berteriak "BERUBAH!!!!" sambil melakukan beberapa gerakan SKJ [Senam Kesegaran Jasmani, bukan Senam Kehamilan Janda]. Mulai dari mengangkat tangan membentuk huruf U dengan kedua lengan, membuat gerakan 270 drajad memutar, lalu gerakan horizontal ke arah berlawanan, lalu keluar sinar-sinar dan dia berubah menjadi stuntman yang jago silat Ksatria Baja Hitam yang siap membela kebenaran.

Begitu pula dengan kami. Mahasiswa Indonesia di Ninja Turtles University [MINTU]. Pada fase tertentu, saat dibutuhkan kami harus berubah. Sayangnya, proses perubahan ini tidak semudah proses Kotaro Minami menjadi KBH. Kami harus melakukan perubahan ini step by step dan memakan waktu cukup lama. Untuk mahasiswa Indo NTU yang baru lulus, berikut adalah step-step BERUBAH menjadi Singapore Permanent Resident.

1. Cari kerja.
Ini adalah langkah yang penting. Karena tujuan dapat PR adalah untuk dapat izin kerja di sini.

2. Secure a job.
Setelah seal a deal dengan sebuah company, kemungkinan besar bakal company itu yang bingung memaksa kamu agar dapat PR. Tapi kalau tidak, itu kewajibanmu untuk convert kalau kamu mau dapat jatah CPF. CPF itu ... uang lebih. Rumit, aku sendiri nggak ngerti. Dan gak minat untuk mengerti.

3. Bingung.
Meski kedengarannya mudah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bisa apply PR. Dan yang paling utama adalah dokumen-dokumen yang terlibat di antaranya. Tapi jangan khawatir, di tips kali ini ada deskripsi lengkap step-step yang diperlukan.

4. Akte lahir bahasa Inggris.
Buat kamu yang punya akte lahir bahasa Inggris, step ini sangat mudah. Sayang sekali, kebanyakan dari kita mahasiswa Indonesia, Pak RT setempat kurang mahir berbahasa inggris saat kita muncul di dunia ini. Satu-satu nya jalan untuk mendapat akte lahir bahasa Inggris adalah bunuh diri dan berharap dilahirkan kembali di Inggris membuat official translation di Supreme Court. Letaknya di daerah City Hall, keluar MRT Station jalan kaki 5 menit ke arah Funan, lalu naik lantai 3M, bayar 16$. Dalam tiga hari kerja, insyaAllah semuanya beres dan kamu sudah jadi warga negara inggris punya official translation.

5. Certification letter.
Karena kamu belum lulus, iya, lha result aja masih 8 juni. Certification letter ini menyatakan kalau semua berjalan lancar, dan tidak ada faktor-faktor yang dikehendaki, kamu akan lulus dari Ninja Turtles University dalam waktu dekat. Bisa didapat gratis dari Office of Academic Services, dan butuh waktu 3 hari kerja juga.

6. Fotokopi macam-macam.
Paspor, student pass, foto 4x6, dst. List nya bisa didapat di PR Invitation letter yang bisa diambil di International Relationship Office.

7. Apply PR.
Apply ke ICA.

Beres.

Sampai saat ini Suhu masih ada di step 5, dan menunggu translation dan certification letter.

Suhu,
BERUBAH!!!!

Monday, May 28, 2007

Last New Undergraduate Experience

Pemuda berbadan tegap itu berdialog pada kawannya, seorang pemuda yang tambun.

Hari ini, Hu?
Waktuku sudah dekat, Ndre.
Aku ada appointment nanti siang.
Menunggu sudah tidak lagi ada di pilihanku.
Kalau nanti sore setelah aku secure pekerjaanku?
Langsungan?
Oke.
That sounds like a plan.


Maka pada hari Senin sore, Suhu dan Andreas Lee pergi ke Geylang Fish Tank bertamasya. Karena Andreas Lee adalah bapak babtis Suhu, maka Andreas Lee mengajak Suhu ke gereja ke tempat wisata rohani. Yaitu.

Singapore Zoo.

Kegilaan ini bermula dari New Year Resolution Andreas Lee yang kebetulan coincide dengan Last Wish Suhu sebelum menghadap ke sisi-Nya masuk kerja dan kehilangan masa muda. Seperti yang pembaca tahu di posting yang ini, Andreas Lee akan pergi meninggalkan kita untuk selamanya berlibur di Alaska. Sebagai tindakan preventif kalau-kalau nantinya cewek eskimo menanyakan hewan apa yang ada di Singapura, Andreas Lee tidak hanya bisa tersipu malu sambil berkata "buruuuuung", tapi bisa menceritakan pengalamannya tentang beruang salju dan penguin yang hidup di khatulistiwa.

Andreas Lee punya keinginan untuk mengenali tempat wisata di Singapura sementara Suhu ingin mempunyai pengalaman tak terlupakan bersenggama dengan tapir sebelum tidak punya waktu lagi untuk bertamasya. Maka jadilah tujuan hari itu, Singapore Zoo.

Layaknya dua orang turis, kami pergi ke sana naik taxi, dan mengatakan destination kami kepada supir taxi tanpa menggunakan bahasa inggris.

Yao qu na li?
Ulu-ulu!
Go where, sir?
Daribugibugagigu. *niru gaya monyet*
Ulu-ulu! *niru gaya orangutan*
.... *berusaha memahami*
Hugeho-ho-hak! *niru gaya simpanse*
Ulu-ulu! *niru gaya munyuk*
.... *mengalami kesulitan*
Daribugibugagigu? *niru gaya lutung bingung*
Ulu-ulu! *niru gaya bersenggama dengan tapir*
Zoo ah? Okay, let's go.


Sampai di Singapore Zoo, bukannya kami menikmati tontonan, malah kami dijadikan tontonan berburu dengan waktu. Menonton pertunjukan gajah. Ada lima gajah berbelalai panjang. Menurut brosur, atraksi gajah ini termasuk salah satu yang dijagokan Singapore Zoo. Tapi setelah sampai di sana dan menyaksikan pertunjukannya, dua spektator ini merasa kecewa. Ternyata gajah di sini cuma bisa mengangkat kayu dan menyemprot air dengan belalainya. Padahal kami mengharapkan atraksi spektakuler seperti gajah bersenggama dengan tapir misalnya gajah bermain bola. Karena yang di waikambas bisa main sepakbola, kami pikir yang di sini bisa main bilyar atau pingpong.

Setelah bosan berputar-putar di kompleks kebun binatang yang terasa seperti rumah sendiri. Aku dan Andreas Lee bingung mau ngapain. Sudah berjam-jam kami nunggu di depan kandang tapir, dan tidak ada satu makhluk pun mendekatinya. Apalagi menggaulinya. "Bagus, ini kesempatan kita, Ndre!". Kebosanan ini berlanjut sampai kami memutuskan untuk meninggalkan kandang tapir.

Kami pergi ke tempat hewan-hewan lain. Kuda nil, tupai [sejenis tikus], simpanse [sejenis monyet], monyet [sejenis kalian], kura-kura [sejenis ninja], komodo [sejenis kadal], harimau [sejenis kucing], rajasinga singa [sejenis kucing], jaguar [sejenis kucing], leopard [sejenis kucing], dan kami tiba di kandang beruang kutub.

Yaitu kulkas.

Kandangnya seperti aquarium tertutup dan dipisah menjadi dua bagian. Yang satu daratan, dan yang satunya lagi perairan. Oke, ada udara, tapi kita tidak akan membahasnya karena beruang kutub tidak bisa terbang. Beruang kutub milik Singapore Zoo sedang ada di daratan waktu kami mengunjunginya. Kami berdua mendekat ke kaca tebal yang memisahkan kami dari sisi dalam kandang beruang kutub. Beberapa puluh orang ada di belakang kami dan mengamati beruang kutub yang memang jarang ada di daerah tropis.

Lalu Andreas Lee menunjuk ke daerah dalam air. "Noleh sana, Hu! Biar semua orang ketipu!". Aku mengikuti arah jari telunjuknya. Dan beberapa puluh orang di belakang kami serentak mengalihkan perhatian dari beruang kutub dan mulai mencari-cari objek yang ditunjuk Andreas Lee. Objek yang tidak pernah ada.

Sempat terdengar keluhan dari pengunjung zoo yang lain. "Don't have lah, they only got one lah, there you see up there got one oredi" Tapi belum sempat dia menyelesaikan kalimat kekecewaannya, Suhu berteriak "Look! Penguin!, Andreas Lee menyahut "Kyaaaaa, so cute" dengan suara bass sambil menunjuk-nunjuk ke dalam kandang beruang kutub.

Sekali lagi semua orang di belakang kami ketipu.

Suhu,
pingin nipu lagi ke Zoo lagi.

Sunday, May 27, 2007

Yang Itu

Tidak mengherankan kalau orang-orang yang tidak mengenal Suhu mempunyai bayangan yang berbeda tentang sosok seorang Suhu. Mereka membaca blog, tertawa akan kesalahan konyol Suhu, menertawakan nasib buruk yang menimpa Suhu, tersenyum melihat achievement, lutut lemas mengimajinasikan kawan-kawan Suhu. Dengan statistik 400 viewer di masa jayanya, Suhu sering bertanya-tanya, "Berapa orang dari kalian yang tahu Suhu in real life?".

Yang pasti kalau kenal Suhu dari blog saja, pasti kalian akan menganggap Suhu ini adalah seorang mahasiswa yang siap kerja, tiap malam main DotA, gak suka olahraga dan gak suka makan buah, suka tidur dan pemalas. Tentu saja itu tidak benar tidak sepenuhnya benar. Selain bermain DotA untuk melatih koordinasi otak, Suhu juga menulis blog, membaca blog, okay that sounds like no life to me.

Pengalaman bertemu dengan pembaca blog, selalu mengesankan. Meskipun sudah saling mengenal dan meninggalkan jejak di blog gadis desa yang lugu ini selama bertahun-tahun, tapi kami tidak pernah bertemu muka sekali pun. Saat dia berkunjung ke Malang, kami hanya sempat berkorespondensi melalui telepon. Kami hanya tahu sebatas suara dan aksen Jawa yang membuat kami nampaknya satu garis keturunan.

Hu, suaramu medok.


Bukan cuma dengan gadis desa dari belanda, tapi juga siaocie Taiwan yang bela-belain datang ke Singapore untuk minta tanda tangan dan foto bareng dan menyempatkan diri untuk ketemuan. Padahal cuma kenal lewat blog. Waktu itu dia bisa dengan jelas men-distinct para Makhluk Ajaib [kisah di balik hutan bambu, season 1], secara tepat meskipun belum diperkenalkan. Cukup mudah sebenarnya, yang gendut Suhu, yang senyum-senyum waktu lihat pisau Alfonso, yang waktu dilihat tiba-tiba lutut lemas dan tiba-tiba semuanya gelap, itu Andreas Lee.

Kamu nggak segendut yang aku kira.


Fenomena terakhir yang cukup menarik adalah di kantin A. Saat aku dan Alfonso mendiskusikan bagaimana cara mengatasi map hax Spectre dengan Slitherin Guard, ada seorang mahasiswi yang nampaknya overheard topik pembicaraan kami, dia lalu berkata.

"Gampang lah, abis di stun kamu kejar pake sprint, terus stun lagi, pasti mati spectre nya"

Eeehhh Indo juga ya?
Iya
He'eh.


Lalu kami pun berkenalan, mahasiswi ini memperkenalkan dirinya, nama dan jurusan serta tanggal lahir dan nomer hape angkatan. Kami pun menirunya, karena kami jarang berkenalan, kami mengikuti formatnya.

Alfonso, CE final year.
Suhu, Civil year 4, hopefully final year.
Ooooohhhhh Suhu yang itu ...

Kadang perasaan itu bisa bercampur aduk, tentang seseorang yang tahu sesuatu hal tentang dirimu, tapi kamu tidak tahu apa yang orang ketahui tentang dirimu. Anyway, this is my life, this is my style. Suhu menulis apa pun yang bisa nge-share happiness dengan kalian. Untuk para blogger yang aku baca, I'm happy to know you, dan untuk para pembaca blog, I'm happy to be known by you.

Suhu,
Suhu yang itu, whatever that means.

Saturday, May 26, 2007

Namaku Andreas Lee

Masih teringat jelas di ingatanku, semua kenangan masa-masa universitas yang gila. Malam tak berbintang menyelamatkan dunia dengan Berserker Fury, melintasi perbatasan berjalan kaki sampai tersesat di gang Dolly, tidur sekamar dengan seorang psikopat selama setahun [akhirnya bisa berpisah karena aku dan psikopat itu masing-masing dapat single room, lalu entah apa karmaku, aku sekamar lagi dengan psikopat itu sekarang], dan tak lupa gelas berlabel Heineken yang membuat kita fuckin' high, sebuah toast yang menandai persaudaraan kita yang tak pernah resmi disertai erangan desahan ratapan raungan "TO THE NEXT STEP".

Persahabatan dengan saudara yang kutemukan di sini.

yeaaah! (seperti di konser2) alright! (seperti di konser2)

my first memory was when i'm asking my mom for a brother. i finally got one, actually ones, when i was 18. They are suhu and spider_alf. and i want to thank them for everything.

thank you! (seperti di konser2) thank you tall oaks you are beautiful! (seperti di konser2) my name is Lee, Andreas Lee! thank you! and i have gigantic balls


Cerita ini akan berkisah tentang salah satu lembar perjalanan hidupku, di mana aku pergi bertualang dengan seorang temanku yang bernama Suhu. Aku memilih Suhu, karena dia adalah sahabat terdekatku blog ini punya Suhu.

Seperti yang telah kalian ketahui, I love to lift weights, get big, get a cool car adventure. Dan aku berencana untuk mengakhir masa university ku dengan kenangan yang tak terlupakan, dengan cara to lift weights, get big, get a cool car bertualang keliling dunia berjalan kaki. Petualangan ini akan dibuat seliar mungkin, lebih buas dari yang bisa kalian bayangkan, dan membuat Harold and Kumar terdengar seperti bedtime story. Dan untuk itu, kita perlu sebuah equipment untuk petualangan ini, bernama Backpack.

Perburuan backpack akan dimulai hari ini. Dan kita membicarakan backpack, 70 centimeter in height, bukan tas sekolahmu. Barang seperti ini, tidak murah. Tapi, mahasiswa yang baru saja lulus dan tunakarya, tidak punya dana. Seperti kata orang bijak, mencari sesuatu, kita harus tahu di mana tempatnya. Mencari barang murah, kita cari orang Cina.

But, hey, wait! Ada satu masalah di sini. I don't speak Chinese. Meskipun dikaruniai kemampuan berbahasa Cantonese bermodalkan otodidak dari iklan Hongkong, aku tidak bisa bahasa mandarin. Sebelum aku bisa mendapatkan barang murah, aku perlu seseorang yang bisa berbahasa mandarin. Dan untuk Cina, kita perlu sesuatu yang dari Cina, oleh Cina.

Maka kubawa Panda Tambun bersamaku ke Chinatown dan kami mulai berburu backpack.

Suasana perdagangan di Chinatown terasa sangat kental. Satu penjual menjajakan dagangannya dengan berteriak "Belly chip, belly chip", entah apa yang dijual. Lalu penjual di depannya berteriak lebih keras dengan nada marah sambil menuduh saingannya berbohong mengenai produknya dengan berteriak "Lie lie lie! Lie lie lie!".

Kami masuk sebuah toko di Kompleks Taman Manusia. Toko tas tentunya. Suhu, memanggil pegawai toko, dan mulai berdialog dengannya. Nampaknya pegawai toko ini kurang fasih berbahasa Inggris, maka mereka berdua melakukan dialog ini dalam bahasa alien. Anyway, aku akan berusaha menceritakan apa yang terjadi dari laporan pandangan mata Andreas Lee.

Hey, -bahasa alien- dengan nada cowok keren tanya nomer HP cewek.
-bahasa alien- dengan tersenyum lalu pergi.
Apa katanya?
Backpack size besar ada di sebelah sana, suruh ikut dia.
Oke.
-bahasa alien- sambil menunjuk-nunjuk backpack.
Bisa minta lihat yang itu?
-bahasa alien- sambil menunjuk backpack yang aku tunjuk tadi.
-bahasa alien- menunjukkan feature-feature backpack yang aku tunjuk.
Dia bilang ini bisa diexpand menjadi lebih besar, lalu bahannya bagus, dan baik untuk backpacking.
Harganya?
Tuoshao?
-bahasa alien-, nai nai.
Harganya?
Dia sudah bilang pakai inggris, ndre. Sembilan sembilan.
Oh itu tadi ngomong inggris?
-bahasa alien- sambil mengembalikan backpack ke tempatnya.
-bahasa alien- dengan gaya mau pergi.
-bahasa alien- seperti mengacuhkan pembeli tapi tetap berbicara.
-bahasa alien- tanpa memandang lawan bicara.
-bahasa alien- sedikit meninggi nadanya.
Apa yang terjadi?
Dia mau kasih diskon, aku tekan terus harganya.
-bahasa alien- sambil geleng-geleng kepala.
-bahasa alien- geleng-geleng lebih dahsyat.
-bahasa alien- nada meninggi, kecepatan bicara meningkat.
-bahasa alien- nada seperti menantang
Dia minta 75, tadi 99, sekarang didiskon katanya.
Bilang dia, kita putar-putar dulu, aku pikir-pikir.
-bahasa alien- ekspresi menyesal.
-bahasa alien- mendekati lawan bicara seperti menantang bertengkar.
-bahasa alien- tersenyum mengangguk hormat.
Ok lor, bye bye.


Setelah kami menjauh dari toko itu, aku bertanya pada Suhu.

Dia tadi marah?
Hah? Kenapa?
Nggak, dia tadi nadanya kayak marah, lalu kamu kayak cepat-cepat mau pergi.
Oh nggak.
Ngomong apa dia tadi waktu kita gak jadi beli?
Aku dikira tour-guide mu.
Ha?
Dia bilang 'kasih tahu bosmu ini bagus, promosi'in juga, bilang kamu pernah pakai sendiri dan terbukti, aku jual ke kamu 65. Suruh bayar ke kasir 75, nanti sore kalau sudah selesai kerja, kamu ke sini aku kasih komisimu 10 dolar'.


Aku terhenyak diam. Aku tidak pernah menyangka. Aku selalu mendengar orang Cina pandai berdagang. Tapi teknik ini beyond compare.

Andreas Lee,
mungkin saatnya belajar bahasa Cina.

NB: Post ini ditulis Suhu dengan sudut pandang Andreas Lee. Jenis penulisan seperti ini di-inspirasi oleh post ini.

Friday, May 25, 2007

Addictive

Permainan Temukan Bintang dari Yoshio Ishii.

Berbahaya.

Sangat addictive.

Anggap saja hadiah buat junior-junior yang sudah kelar report magang nya.

Bhro, kamu kerja report dulu aja.

Suhu,
sudah menamatkan.

Thursday, May 24, 2007

Rentetan Interview [Finale]

Berawal dengan petualangan I Sense Danger sequel di PT. OMFG, Suhu mulai serius mencari kerja. Mengirim ribuan lamaran kerja, daftar ratusan recruitment talk, menunggu puluhan hari, hingga akhirnya dipanggil untuk beberapa interview.

Interview DLLAJR babak satu.
Luar biasa. Interview yang menakutkan, membuat Suhu sadar bahwa banyak yang perlu dipelajari untuk bisa menanggulangi interview. Interview ini merupakan interview yang benar-benar interview. Ruangan yang dingin bikin otot kram, penanya yang kejam, pengamat yang tajam, nasib yang runyam. Semula Suhu mengira interview ini akan berakhir dengan kegagalan, tapi panggilan interview baabk dua datang juga.

Interview PT. Konstruksi Suci.
Singkat, padat dan jelas. Interviewer mengatakan aku tidak perlu menjawab pertanyaan apa pun karena prioritas utamaku bukan ada di DLLAJR, dan interviewer memintaku untuk datang lagi kalau interview DLLAJR berakhir buruk. Pada saat itu, aku belum tahu interview DLLAJR berakhir baik, bahkan aku belum pergi ke interview DLLAJR. Yang jelas, perusahaan ini menawarkan gaji yang cukup, pekerjaan yang aku suka, dan masa depan yang kurang cerah.

Interview PT. Jaya.
Perusahaan dengan gaji tinggi, pekerjaan berat, masa depan cerah, dan exposure ke dunia civil engineering. Satu yang membuatku enggan menerimanya adalah aku tidak suka pekerjaannya. Setelah menimbang-nimbang untung rugi masing-masing pekerjaan, bahkan sampai bertanya pada para pembaca blogger, aku menolak offer dari perusahaan ini. Tapi setelah satu dan lain hal, aku semakin mensyukuri aku menolak perusahaan ini.

Interview PT. Baik-Baik.
Sebuah interview di mana big boss langsung mewawancarai aku, dia tidak peduli dengan degree audit. Yang dia inginkan adalah dedikasi seorang engineer, dan nampaknya hanya itu yang bisa aku berikan. Natur pekerjaan nya sama dengan yang ada di Konstruksi Suci, hanya, nampaknya perusahaan ini lebih menghargai apa yang diinginkan karyawan ketimbang apa yang dibutuhkan perusahaan. Karena boss besar percaya akan perkataan dalam jiwa yang sehat, terdapat raga yang kuat jika karyawan senang, karyawan bisa contribute lebih baik pada perusahaan.

Interview DLLAJR babak dua.
Adalah interview terakhir dari banyak interview yang telah dilalui. Hasilnya memuaskan, Jane menelpon Suhu untuk yang terakhir kalinya untuk memberi tahu berapa first salary dan date of reporting. Terakhir kali Suhu mendengar suara Jane, adalah ketika Suhu meneleponnya untuk meminta maaf. "This relationship won't work, I've already got a girlfriend job." Employer-worker relationship maksudnya.

Thanks buat pembaca yang sudah mengikuti kisah Rentetan Interview, especially buat yang sudah ngasih usul tentang jalan hidup yang aku tempuh.

Suhu,
karyawan PT Baik-baik terhitung tanggal 1 Juni 2007.

Wednesday, May 23, 2007

Rentetan Interview [Part 7:Kamis]

Hari ini mungkin adalah hari yang akan tercatat dalam sejarah. Terpanggilnya Suhu ke interview babak dua DLLAJR merupakan suatu keajaiban. Pukul setengah tujuh pagi Suhu sudah berada di bus stop. Ke daerah Hampshire sempat lah satu setengah jam. Toh aku sudah tahu tempat interviewnya, sama dengan interview sesi pertama.

Semua rencana akan berjalan mulus kalau aku dapat bus sekarang, lalu naik MRT, oper di Outram, lalu ke arah Punggol, lalu bisa berjalan kaki dengan tenang, tiba sepuluh menit lebih awal, dapat impresi bagus, interviewer suka, dan aku digaji lebih tinggi dari seharusnya.

Dan semua impian itu musnah. Karena aku tidak dapat bus sekarang.

Pukul tujuh tepat tiga bus 179 datang bersamaan. Bus pertama bannya kugembosi karena datang terlambat. Bus kedua sopirnya kumakan, karena sudah tidak ada waktu buat beli sarapan. Lalu aku naik bus ketiga.

Di dalam bus aku bertemu dengan tgwinmg yang kebetulan sedang berangkat kerja. Dan itu artinya, aku sangat terlambat. Padahal kalau aku dapat bus dengan lancar, lalu naik MRT, oper di Outram, lalu ke arah Punggol, lalu bisa berjalan kaki dengan tenang, tiba sepuluh menit lebih awal, dapat impresi bagus, interviewer suka, dan aku digaji lebih tinggi dari seharusnya.

Menggunakan decision-making skill yang terasah sejak dini, aku memutuskan naik taxi. Meskipun taxi ongkosnya lebih mahal, mungkin nanti aku masih bisa tiba sepuluh menit lebih awal, dapat impresi bagus, interviewer suka, dan aku digaji lebih tinggi dari seharusnya.

Tapi janji tinggal janji, lain kenyataan beda dengan mimpi, taxi tidak kunjung tiba. Sampai akhirnya tiba seekor taxi, Suhu dan tgwinmg langsung melompat ke atas taxi dan menyuruh sopirnya tancap gas sembari kami berusaha masuk ke dalam. Sopir taxi itu pun mengerti bahwa keadaan sudah sangat darurat dan langsung tancap gas, meskipun kami belum memberi tahu tujuannya.

Pukul delapan lewat sepuluh menit, masih di dalam taxi dengan AC full, tapi masih berkeringat. Benar-benar olahraga mental, hati dag dig dug, berharap kalau taxi ini bisa melaju dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya, maka menurut teori relativitas, aku bisa tiba lebih awal meskipun sekarang sudah terlambat.

Handphone berdering, suara di ujung sana memanggil.
Good morning, Mr. Adi?
Yes, speaking.
This is Jane calling from DLLAJR, you are reaching here soon, right?
I'm on my way.
You'd better be hurry because your interview is scheduled ten minutes ago, and we have another session after yours.
Like I care.
I'll be there in a minute.
Thank you, I'll be waiting in the main lobby.
Alright. Yeah. Alright. Thanks, babe. *Gaya Andreas Lee* See you.


Beberapa menit kemudian, aku sudah di lobby bertemu dengan Jane. Sudah banyak wanita yang menelepon aku sejak aku apply ke DLLAJR, mulai dari Amy, Jane, Nancy, dan tak lupa juga Bambang Monica. Mulai dari minta softcopy resume, minta ijazah SMA, nilai DANEM SMP, sampai rapot eSDe untuk kelengkapan portfolio aplikasi lamaran kerja. Tapi dari wanita-wanita tersebut, selalu Jane yang dapat impresi buruk.

Ini bukan pertama kali Jane telepon. Telepon pertama Jane, Suhu sedang meeting dengan dosen pembimbing skripsi, jadi dengan ganas langsung tekan tombol reject. Telepon kedua, Suhu sedang nonton anime genre tertentu, jadi di balik pembicaraan kami ada background suara "Yasashiku shite kudasaii... aaa... aaa... kimochii..." sibuk melakukan kegiatan lain. Telepon ketiga Suhu masih tidur, jadi dijawab dengan suara baru bangun dan kesadaran seadanya. Dan telepon terakhir, dijawab dari dalam taxi karena telat interview. First impression lasts. Lasts until she can make second, third, forth, and fifth impression.

Jane tersenyum, dan menunjukkan jalan ke Meeting room 116. Sepanjang jalan ruangan itu mirip semua, seperti ruang dosen di Spine kampus Ninja Turtles University. Dia menyuruh aku masuk salah satu ruangan, dan mengunciku dari luar, lalu gas beracun keluar dari sela-sela daun jendela mempersilahkan Suhu duduk dengan sopan. Mempersilakan nya yang dengan sopan, bukan duduk nya.

Masih Suhu mencoba mengembalikan pola nafas nya menjadi teratur, dia mengeluarkan tiga lembar kertas. Yang pertama sebuah kertas A4 70 gram dengan dua baris teks font Times New Roman. Lembar kedua adalah lembar bergaris, yang kosong. Tidak begitu kosong karena sudah ada garisnya. Yang ketiga, mirip seperti yang kedua. Jane menjelaskan bahwa test pertama adalah test tertulis, dan waktu ku tidak banyak karena aku terlambat.

Suhu sudah terlatih di Ninja Turtles University yang mempunyai policy serupa, datang terlambat waktu tambahan tidak diberikan. Tanpa membuang waktu, segera Suhu melakukan hal yang akan dilakukan orang pada umumnya, memohon pada Jane agar diberikan waktu tambahan mulai mengerjakan sebisanya dalam waktu yang tersisa.

Karena ini interview DLLAJR [Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya], maka pertanyaannya berkisar tentang ilmu santet dan ilmu pelet lalu lintas dan jalan raya. Posisi yang diincar Suhu adalah Engineer bagian Road Maintenance. Tugas daripada Engineer road maintenance adalah me-maintain road. Ada lubang tak dikehendaki maupun galian telpon, pipa air, dan lain sebagainya, adalah tugas Engineer Road Maintenance untuk memastikan jalan akan bisa dipakai secara semestinya. Sebenarnya tidak hanya road, tapi juga road related facilities. Seperti lampu lalu lintas, peringatan, dan juga rambu-rambu lalu lintas.

Dan test tertulis ini, berupa Express your views in standard in maintenance of roads and road related facilities.

Disertai dua lembar jawaban kosong.

Dan lima belas menit.

Setelah menorehkan beberapa kalimat tentang pentingnya road maintenance dan bagaimana rambu lalu lintas harus dibuat menarik [seperti ilustrasi yang ditampilkan di post ini]. Jane mengantarku ke ruangan lain di mana telah menunggu tiga orang yang akan melakukan interview.

Di sisi kiri, seonggok gadis cantik. Di sisi kanan, seorang pria cina. Dan di tengah, seorang pria lain yang lebih cina. Mereka benar-benar team yang baik. Pria yang di tengah menanyaiku berbagai pertanyaan. Pria di kanan terus mencatat jawabanku kata per kata, menunggu aku akan mengatakan suatu kesalahan kecil. Dan tiap aku mengajukan pertanyaan, selalu gadis manis itu yang menjawab. Mungkin karena pertanyaan yang kuajukan adalah berapa nomer hapenya yang berhubungan dengan divisi nya. Kontrak pegawai. Gaji. Masa jabatan. Jatah cuti. Tunjangan.

Detil interview tidak akan diceritakan di sini. Tapi yang pasti yang terjadi adalah tragedi berdarah di mana tiga interviewer itu menghujani Suhu dengan ribuan pertanyaan dari berbagai sisi. Dari sisi religius sampai sisi gelap, dari sisi baik sampai sisi buruk, dari sisi manjuntak sampai sisi mangaraja.

Hasil interview nya?

Berhasil?

Gagal?

Pekerjaan apakah yang akan diambil Suhu pada akhirnya setelah rentetan interview. Nantikan jawabannya di episode berikutnya. Rentetan Interview: Finale.

Suhu,
belajar rambu-rambu lalu lintas.

Tuesday, May 22, 2007

Rentetan Interview [Part 6:Rabu]

PT Jaya. Dan PT Konstruksi Suci.

Mandor.

Profesional Engineer.

There are 2 reasons why you want to choose a job.
1. You like the job.
2. You won't forgive yourself in the future for not trying.

Suhu memandang layar monitor. Sebuah file spreadsheet yang isinya pro dan kontra masing-masing pekerjaan. Alt + Tab lalu melihat komen-komen di blog. Membaca sms-sms. Membaca email lama. Apa motivasiku dulu masuk Civil Engineering selain karena ingin mengikuti jejak Bung Karno?

2 Reasons why I choose a job. Konsultan. Do I like the job? No. Will I forgive myself for not trying this? I've tried it, and it is not more than pain in the ass. Mandor. Do you like the job? Yes. No. I dunno. Maybe. But, I will live unhappily if I never give it a chance.

Kuangkat, dan kususuri address book, kutemukan nama Lupin, dan kupencet tombol hijau.

Yow Lupin, Suhu's speaking.
Hey boy, you don't need to call already lah, can come over and start working now. Don't waste time.
Lupin, I have considered the offer.


Hening. Lalu dengan nada seperti Phil di Amazing Race Pit Stop, Suhu mengatakan.

Your company has been eliminated.
I think the answer is negative.
*snort* Huh? Negative arh? Then okay lor. Dowan means dowan lor. Why arh, why why you want to reject. Opportunity not coming twice, okay? You know that the next time won't be this easy, okay?
Yes, I have considered.
Why you don't want to join us?
I think it's because of the job nature, I don't really enjoy working in the office all the time.
So you want go site arh?
Ya, I will join construction company instead.
Good lor, see you can tahan or not, then you come back to me you later say you want air con.
Thank you, sir. Numbnuts
Hey boy, you know construction site, life very tough one you know.
Dunno.
I don't think you are not suitable for construction site.
Well, why?
Tell you the truth, the construction will be very chinese culture. It's difficult for non-chinese to blend you know, some more they will use dialect in daily practice. Difficult lar for you, boy.
Sibeh kanasai, nabeh chaocheebye, my dad chinese my mom chinese whole kampong call me chinese u still want say i not chinese arh, bloody bastard.
Yes, I have considered.
Tell me, you can play mahjong?
Can.
Wah! You play mahjong arh? *kecewa nadanya, kayaknya mau bilang kalau ga bisa mahjong ga bisa jadi mandor.
Yes, a bit.
I see you so academical, very good student. Construction environment very harsh, talk rough language, deal with people with characteristics, do you think you can be one of them?
Yes, I am full of surprise. SUPPLIES!
Then you know already which company you want to join?
Yes, I have considered.
Which construction company?
Maybe PT Konstruksi Suci, sir.
Don't bluff me, don't anyhow say. They offer you a job?
Yes, sort of. The same day you offer me.
Who interview you? Ruhad issit?
Yes.
Can not be, he's the one forward your resume to me, means he dowan you liao.
I see.
I think you misunderstood lah.
I see.
So you think Ruhad offer you a job?
Yes.
I must scold him you know, he give your resume to me already. Means he reject, he can not snatch back when he wanted it. Unethical, you know.
Yes.
Ok lah ok lah, you know what, I call Ruhad now. I will talk to him. See later if got any change maybe you need me you call me.
Yes.


Siang hari itu ditutup dengan perasaan lega sudah bisa memutuskan. Bahwa ingin hidup menjadi mandor. Suhu mengingat semua perjalanan hidup yang telah dilaluinya. Saat semua orang mau masuk Petra dan Ubaya, atau kuliah di Ostrali, Suhu nekad melarikan diri dari kelas dan mencoba kuliah di Singapore. Saat teman-teman Common Engineering mau masuk jurusan EEE [dibaca tripe i, bukan dibaca seperti kotoran manusia], teknik elektro yang terkenal jurusan sejuta umat. Suhu memilih jalannya sendiri di Civil Engineering. Saat yang lain memilih mata kuliah Construction Management dengan kapasitas 120 seats, Suhu memilih Beton Prategang yang sekelas kurang dari 50 orang. Saat hewan lain berkembang biak dengan rajin, aku hampir punah.

Afterall, aku sudah terbiasa memilih yang tidak umum.

Saat semua orang ingin hidup dalam kantor ber-AC. Mungkin aku harus menyapa matahari. To be consistent. Tampil beda, sering dicerca. Tanya kenapa?

Sore hari aku merenungi keputusanku, di depan layar komputer. Tidak lagi menatap file spreadsheet pro dan kontra yang sudah aku delete. Tapi aku terus berpikir keras.

Bagaimana cara menghancurkan barak kanan ya? Ada lima hero di sana dan pertahananku sendiri di ambang batas.

Belum sempat barak lawan hancur, telepon berdering. Wah, ini benar-benar bukan saat yang tepat untuk menerima telepon. Aku teleport hero ku ke fountain of health dan menekan tombol hijau.

Can you call me later, I'm still busy at the moment.


Tapi teleportku di-cancel entangle beruang, dan ular-ular Rhasta mulai meludahiku. Setan hijau Death Prophet juga menghantuiku, dan aku mati.

Okay, who is this? *Masih kesal sambil nunggu countdown revival*
Boy, this is Lupin.
Yes? I thought I have rejected you like 6 hours ago?
I called Ruhad already.
I see.
He said he never promise you any job. You want go DLLAJR interview and inform him later, he said. So nothing is confirm lah.
Yes, I will go to DLLAJR interview, if they accept me then i take, if not then I call Ruhad to join PT.Konstruksi Suci.
By then if you don't have slot in PT Konstruksi Suci you will be jobless you know.
Yes, I have considered.
Then maybe you come back to me I also have found another applicant.
I will be happy to hear that.
I told you already last time, DLLAJR is government, statutory board is never good for you, because..


Belum sempat Lupin menyelesaikan kalimatnya, kulihat barakku mulai terbakar dan countdown revival sudah mencapai 1 digit.

9.

8.

7.

6.

5.

4.

Soli ah, veli veli busy. Bye


3.

2.

1.

Revived. 5 hero lawan ada di base ku. Aku teleport dan menghancurkan markas lawan. Ladies and gentleman, Furion is back, with the refresher orb. 2x duration tree, 2x teleport, 2x bringing trees to life.

Suhu,
DotA, anyone?

Monday, May 21, 2007

Rentetan Interview [Part 5:Selasa]

Hari ini waktunya untuk interview PT Apem, perusahaan minyak terkenal kaliber dunia. Suhu cukup enggan pergi, karena sebenarnya prerequisite nya saja nggak tembus. PT Apem minta anak-anak jurusan teknik sipil yang masih jomblo sudah mengambil mata kuliah Offshore dan Advance Steel [Baja Lanjutan], tapi sayang sekali. Dua mata kuliah itu tidak Suhu ambil. Itu adalah mata kuliah pilihan, anyway. Jadi, seperti petuah Suhu, "Kalau bisa tidak diambil, kenapa harus?"

Itu adalah alasan pertama Suhu enggan. Tapi yang menjadi alasan utama Suhu tidak pergi ke interview PT Apem adalah.

Telat bangun.

Perlu diketahui, PT Apem ini mengadakan campus walk-in interview di NTU. Jadi untuk orang-orang yang malas ke Little India karena takut gelap, boleh tetap tinggal di kampus. Tentu campus walk-in interview ini ada beberapa kelebihan dan kelemahan.

Kelebihan:
1. Dekat, terutama bagi anak asrama.
2. .....

Sudah, itu saja kelebihannya.

Kekurangan:
1. Dekat, jadi banyak yang datang, saingan bertambah.
2. Dekat, jadi malas, kurang tantangan.
3. Harus jalan, karena namanya walk-in interview. Kalau naik mobil mungkin namanya Drive-thru interview.
4. Mesti pakai baju rapi ke kampus, dan terlihat seperti salah kostum.
5. Banyak yang datang, sesuai poin #1, berarti antri.
6. Kata antri dengan kata Singapore kalau didekatkan selalu menimbulkan pengalaman buruk.
7. Meskipun namanya campus walk-in interview, ternyata tidak bisa asal walk-in. Harus register seminggu sebelumnya.

Sudah bangun telat, belum register pula. Komplit dah.

Lagian, sapa juga butuh interview? Uda ada banyak. [Self-denying mode]

Suhu,
sudah pernah skip lecture, tutorial, lab, quiz, dan sekarang interview.

NB: Belum pernah skip exam.

Sunday, May 20, 2007

Rentetan Interview [Part 4: Senin]

Peduli setan dengan dua pekerjaan tersebut, hari ini aku ada interview lain yang perlu aku hadapi. Hari adalah waktu nya interview dengan perusahaan konstruksi PT Baik-baik. Interview nya akan berlangsung di Little India MRT, tepatnya di rel kereta api entah di mana, Joni akan menemuiku karena ini kebetulan hari pertama dia magang di sana. Kami akan berangkat bersama dari Little India MRT. Setelah sampai di Little India MRT jam setengah delapan [Interviewnya jam 8 pagi, benul, keparat], Joni me-sms aku.

Change of plans, we meet in Farrerpark MRT.


Kenapa ya? Kantornya pindah? Susah nemunya di Little India mungkin, jam segini masih gelap di Little India. Hwarakadah, di Little India jam 12 siang juga masih gelap. I can't help it, I'm a racist. And I bet you are, too.

Ke Farrerpark MRT, menemui Joni, lalu jalan sedikit, terlihat sebuah bangunan sederhana, kecil, bersih, seperti bayi yang baru dilahirkan bayi yang baru dimandikan. Belum sempat kami berdua terpesona pada bangunan ini, kenyataan menyadarkan kami kembali bahwa kami belum mandi dan gosok gigi kantornya belum buka. Hwarakadah blah gerabah horasbah. Kepagian.

Menengok kiri dan kanan, mencari gadis perawan tempat makan. Tapi nampaknya nasib baik tidak di sisi kami. Untung tak lama kemudian seseorang datang dan membukakan pintu besi kantor itu dengan linggis dan peralatan berat kunci manual bukan magnetik.

Kami dipersilahkan masuk dan diminta menunggu datangnya esok hari datang nya bos besar yang akan menginterview langsung. Sekitar setengah jam kemudian, ada bapak-bapak gendut masuk, dan menyapa Joni. Joni menendang tulang keringku, kira-kira maksudnya "He's the boss, stop picking your nose". Aku menjabat tangannya dengan erat, dan dia langsung pamit mau cuci tangan.

Singkat kata, aku diinterview.

You also want to have internship here ah?
No, sir
Oh? I thought you were here for job?
Yes, but I'm more interested in permanent one.
Oh okay, that will be very good.
This is my resume. *Ngasi resume*
I see, do you have any experience on site before? *ngambil resume lalu diletakkan ke samping*
No, sir. But I have experience in design firm before.
Sadly, those experience won't be used much in our company.
I am well aware of it.
You sure you want site job? This job can be physically demanding, and drain your energy.
Ya.
And you also can not dream about being a PE anytime soon.
I see.
So why you don't want to be a designer? I heard from Joni your result okay, and you are experienced. Why?
The job sucks, sir. Big time.
You prefer physical task?
Yes. With physical tasks, I can get big, get a cool car, and fuck chicks. *refer to this post*


Yang akhir-akhir itu sudah fiktif. Intinya, Interview nya berlangsung sangat lancar dan dia tidak minta transcript karena job ini tidak memerlukan nilai akademik yang bagus. Asalkan bisa berkomunikasi dengan baik, dia merasa itu cukup. Apalagi Suhu yang bisa tiga bahasa [manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan], jelas itu bisa menjadi nilai tambah.

Hasil interview di-pending. Tapi dalam hati kecil Suhu, berharap semoga dia menerima. Bos nya kelihatan lebih baik daripada interview-interview sebelumnya. Orangnya positive, selalu melihat bahwa bekerja adalah learning opportunity. Dan yang aku suka darinya, dia mempedulikan saya. Dia menanyakan "Apa kamu benar-benar yakin kamu mau masuk company saya?", tidak seperti bos perusahaan lain yang "Apa kamu benar-benar yakin mau masuk company dia?"

Meskipun nanti Suhu tidak diterima karena tidak memenuhi kualifikasi, Suhu akan tetap menaruh hormat pada Boss besar PT Baik-baik. Orang yang bersahaja, tidak neko-neko, dan tidak sok superior waktu meng-interview orang.

Dari sekian banyak interviewer yang Suhu hadiri, akhirnya Suhu tahu interviewer yang baik itu yang bagaimana.

Bukan yang bisa mengamati resume dan mempelajari propagasi nilai di Degree Audit. Bukan juga yang bisa menekan lawan bicara hingga berkeringat dan tak bisa berkata-kata. Tapi yang bisa membuat orang yang diinterview merasa nyaman, dan menampilkan dirinya seperti apa adanya. Karena bisa saja orang jago interview, tapi lututnya kopong otaknya kosong.

Suhu,
mulai menyukai interview.

Saturday, May 19, 2007

Rentetan Interview [Part 3: Minggu]

Hari ini kosong. Tidak ada interview. Tapi tetap perlu mempersiapkan diri untuk interview hari Senin di perusahaan magang Joni, teman sekelas Suhu. Nama perusahaannya PT Baik-baik. Bergerak di bidang konstruksi juga. Tapi persiapan untuk interview besok benar-benar terganggu karena konsentrasi selalu terpecah dengan tawaran-tawaran pekerjaan kemarin. Dari PT Konstruksi Suci sudah memberikan aba-aba ingin menerima, dari PT Jaya sudah jelas ingin mulai kerja secepatnya.

Apa yang aku mau?

Di PT Konstruksi Suci, aku bakal jadi mandor. Kerjaku akan senantiasa di bawah sinar matahari jadi aku bisa tumbuh sehat dan hijau dan tentunya bakal capek. Tapi tidak akan lagi berhadapan dengan kalkulator, design software, dan tingkat stress yang tinggi. Tugas menjadi mandor adalah memastikan apa yang ada di gambar sesuai dengan yang di lapangan. Caranya mudah, ada dua alternatif. Yang pertama, pelajari gambar lalu bangun strukturnya sesuai yang diminta. Yang kedua, buat strukturnya sembarangan, lalu ganti gambarnya.

Oke, yang kedua bohong.

Pekerjaan ini bakal mengasyikkan, menurut Suhu. Meskipun tidak pernah punya pengalaman di construction site, I think I will like the job. Pekerjaan ini menuntut masuk kerja Senin sampai Sabtu, dan jam kerja yang sangat panjang. Pasti kalian juga tahu kalau mesin-mesin berat konstruksi itu bikin keributan sampai malam. Tentu, konsekuensinya, gaji lebih besar.

Berbeda dengan mandor, designer mempunyai jalur hidup yang totally berbeda meskipun sekelas di jurusan sipil. Berdasarkan pengalaman sewaktu magang dulu menjadi seorang designer, Suhu mengambil kesimpulan bahwa orang-orang di design firm atawa consultant itu adalah orang-orang yang dulunya mahasiwa papan atas. Mahasiswa yang dekat dengan Tuhan, dekat dengan dosen, didekati teman untuk dimintai contekan, dan banyak wanita yang mengantri untuk bisa mendapatkan keturunan lebih baik dan mendapat nilai yang bagus di sekolah.

Pekerjaannya simple untuk didefinisikan, tapi mematikan untuk dilakukan. Seperti exam dari jam delapan sampai jam enam. Senin sampai Jumat. Boleh open book, boleh pake kalkulator, boleh tanya teman, tapi TIDAK BOLEH SALAH. Kesalahan dalam men-design struktur, bisa berakibat fatal. Yang kami kerjakan berbeda dengan arsitek yang mirip kursus kecantikan, kami tidak peduli nanti dinding mau dicat warna apa. Design dalam artian kami adalah suatu proses di mana kita menentukan berapa banyak korban yang dibutuhkan untuk membangun suatu struktur komposisi semen, tanah, baja, pada suatu struktur.

Kalau kamu masih nggak ngerti, nggak apa. Suhu jamin 80% lulusan sipil tahun ini juga tidak bisa design. Ketajaman design bukan diperoleh di bangku sekolah. Tapi diperoleh karena pengalaman, kebiasaan, dan kemampuan mengatasi tekanan. Tiga hal ini yang dicari perusahaan konsultan seperti PT Jaya. Dan kebetulan Suhu dibentuk menjadi gendut tangguh selama magang di design firm.

Tapi, masalahnya. Suhu tidak menikmati hidupnya selama magang. Setiap pulang, selalu ada rasa tidak tenang. Waktu mau tidur, "Tadi yang di-fax itu benar nggak ya?" atau "Tadi aku kasih tiga meter koq di gambar cuma dua meter ya, apa drafter salah gambar ya?". Karena kesalahan kecil bisa berakibat vital fatal. Suhu tidak menikmati jenis pekerjaan seperti ini.

Apalagi PT Jaya. Di perusahaan itu karyawan cuma dua orang. Dengan bos yang merangkap konsultan utama, cuma tiga orang. Aku akan jadi orang keempat. Pekerjaanku bakal lebih banyak daripada waktu magang dulu. Berarti stress lebih. Berarti pusing lebih. Berarti lebih ingin mati. Berarti lebih menyesal pernah dilahirkan. Berarti lebih baik tidak diambil.

Tapi gajinya besar. Kerjanya di kantor ber-AC. Senin sampai Jumat. Rapi dan berdasi. Dipandang tinggi orang. Lima tahun lagi hampir pasti jadi Professional Engineer. Dihormati dan dipercaya tanggung jawab lebih tinggi. Daripada seorang mandor, lima tahun lagi, ya jadi mandor senior.

Hu, apa tujuan hidupmu?

Cari uang yang berlimpah?

Cari kerja yang gembira?

Kalau mau tersiksa sedikit, gaji besar, loan lebih cepat lunas, ya ambil kerja yang stressful. Kalau mau kerja santai-santai, asal senang, ya ambil yang gembira biarpun mesti berpanas-panas ria.

Suhu,
kalau bingung ngeblog.

NB: Ini adalah latar belakang ditulisnya posting ini.

Friday, May 18, 2007

Rentetan Interview [Part 2: Sabtu]

Hari yang sangat menentukan masa depan. Suhu berangkat pagi-pagi ke headquarter PT Konstruksi Suci, interview dijadwalkan jam sepuluh. Pukul setengah sepuluh, Suhu sudah ada di warung kopi sebelah kantor, ngopi sambil makan pagi. Cuma sedikit, dua bakul nasi dan lauk secukupnya sekedar biar bisa menambah energi. Jam sebelas tepat tet aku masuk ke kantor PT Konstruksi Suci. Yang mewawancarai aku adalah seorang Engineer bernama Ruhad.

Pertanyaan interviewnya tidak sulit. Berapa 1 + 1? Ruhad menanyakan seberapa berminat aku dengan pekerjaan ini. Dengan penuh kejujuran aku bilang, aku akan pergi ke interview DLLAJR hari kamis nanti. Dan DLLAJR ada di top of my priority list. Ruhad tampak tenang, ekspresi muka tidak berubah, lalu Ruhad menjabat tanganku. [Iya pong, jabat tangan.]

"Kamu pergi ke interview DLLAJR babak dua saja terlebih dahulu, setelah hasilnya keluar, dan mungkin tidak sesuai yang kamu harapkan, kamu telpon aku, kita lihat apa masih ada slot kosong untuk kamu. Tapi sama-sama tidak terikat ya."


Secara semua sudah diselesaikan model gentleman agreement, aku telepon Lupin. Memberi tahu bahwa aku siap interview kapan saja untuk interview PT Jaya. Tapi Lupin tidak bisa memperpagi jadwal interview ku, karena dia mau bobok siang ada kegiatan lain. Jadi jadwal interview tetap jam dua siang. Timbul masalah baru.

Interview pertama tadi sangat singkat, lima menit aja nggak sampai. Berarti ini masih sekitar pukul sepuluh lewat lima. Interview berikutnya jam dua. Pertanyaannya, aku ngapain sekarang?

Setelah mubeng-mubeng Bugis sampai pukul satu siang, aku memutuskan untuk naik bus ke jalan Pendapur, letak kantor PT Jaya. Letaknya di 800 Jalan Pendapur. Turun dari bus, aku lihat Jalan Pendapur 32. Berarti masih harus jalan beberapa blok dari sini. Kalau satu blok itu kira-kira sepelemparan batu, beberapa blok itu kira-kira sampai kaki patah lah. Kira-kira.

Dari jalan Pendapur 32, aku berjalan menyusuri jauhhhhhh sekali. Sampai jalan pendapur nomer 183. Sampai ketemu Farrer Park MRT. Benul saudara-saudara, sampai nemu stasiun MRT lain. Lalu aku lihat lagi jalan ini. Jalannya nyambung, tapi koq sudah ganti nama jadi Jalan Rakun? Nomer terbesar di jalan Pendapur ini cuma nomer 183. Jam dua kurang dua puluh menit.

Keringat mulai bercucuran, air liur mulai bertetesan. Aku berlari mengambil jalan balik, berharap Jalan Pendapur nomer nya tidak urut. Lalu aku menemukan sebuah hotel. Karena di Amazing Race biasanya hotel-hotel selalu membantu, aku masuk dan bertanya pada mereka tentang tiket tercepat ke Zaire lokasi Jalan Pendapur 800. Dan mereka bilang, nomer terbesar cuma seratusan.

Panik.

Aku coba mencari-cari, dengan harapan hotel itu menipu aku. Barangkali sudah disuap oleh para applicant PT Jaya yang lain. Di Amazing Race semua bisa terjadi, apalagi Amazing Interview. Aku berlari sampai menemukan jalan Pendapur nomer 1. Dan tidak melihat adanya tanda-tanda kehidupan manusia nomer yang tidak urut. Nomernya urut, masalahnya, cuma urut sampai nomer 183.

Jam 2 tepat. Cemas. Celana mulai masuk silit.

Betharia Sonata bernyanyi. Kuangkat telepon. Lalu kupencet tombol hijau.

Are you here already?
Sorry wrong number.
Ha?
Are you here already? This is Lupin.
I'm having difficulty in finding your place.
Sorry arh, I give you the wrong address.
Thanks, I'm going to fuck you upside down inside out.
No wonder I can't find the place.


Setelah Lupin memberitahu aku alamat yang benar, aku mencapainya dalam waktu sepuluh menit. Kompleks pendapur kavling 800, bukan jalan Pendapur. Dasar guoblok. Udah tahu ngasih alamat salah, masih berani tanya "are you here already". Aku ketuk pintu dengan keras tapi sopan. Keras maksudnya biar terdengar, sopan itu maksudnya tidak berulang-ulang. Jadi bukan tok.tok.toroktoktok. tapi GEDEBAM.GEDEBAM.kriyeeet.GUBRAK. Dari balik pintu, tampak seorang dengan wajah picik mengintip.

Adi arh?
Ya, you Lupin?
Ya, please come in.


Waktu aku masuk, aku merasa .... kamarku adalah kamar yang rapi. Dibandingkan kantor ini. Kertas di mana-mana. Semuanya gambar teknik. Beberapa gambar yang bisa dikenali adalah struktur beton standar dan beberapa footing untuk proyek skala besar. Mudah dikenali, terutama untuk orang yang sudah enam tahun mengalami siksaan batin cuci otak berpengalaman selama magang.

Lupin mengajakku masuk kantornya. Aku tidak duduk, karena secara sopan aku menunggu dipersilakan. Dan tentunya menunggu diberitahu di mana tempat duduknya. Karena semua tempat duduk disinggahi kertas. Tumpukan kertas. Lalu Lupin membawa sebuah kursi kecil tinggi beroda, dan mempersilahkan aku duduk seperti murid yang dihukum di depan kelas.

Aku menyerahkan selembar resume, berisi tentang rangkuman diriku mulai dari pengalaman teknis sampai kualifikasi akademis. Dia memandang sebelah mata, dan mulai merendah-rendahkan martabat dengan mengungkit-ungkit nilai.

Your Geotech got D arh
Yes.
Why?
Difficult, sir.
Geotech where got difficult?
Mbuh cuk karepmu, ga penak gelem gelut saiki tah?
Yes, sir.
Stucture onli got C? And you want to be Civil Engineer?
I think you look wrongly, sir.
Here, see your structure got ... oh sorry it's another subject. Eh! It's your Reinforced Concrete, got C arh?
Yes, sir.
Why got so low one?
Because the one who set the question is a jerk, sir.
Difficult, sir.
Ruhad told me your result fantastic, you know?
I don't know, sir.
He said you are very bright student.
Thank you, sir.
But your result not so bright to me.
Fuck you, sir.
Yes, sir. I believe academic result is not a good way to measure my value, sir.
So what you want me to do? Test you arh?
I'm all prepared, sir.


Lupin tersenyum sinis. Mungkin yang dia harapkan adalah seorang Dean list student yang nilainya bertebaran dengan A dan distingsyen. Sayang sekali, yang dia temui cuma seorang mahasiswa siap kerja yang akan membuat rahang bawahnya jatuh melebihi batas normal.

Lupin menorehkan pena nya di atas kertas HVS putih yang baliknya jelas-jelas dokumen lumayan penting. Dengan pendidikan enam bulan di perusahaan magang yang cukup kejam, Suhu cukup bisa mengerti apa yang ditulis Lupin. Bagaikan apoteker mengerti tulisan dosen, gitu analoginya. Dia menunjuk satu bagian dari gambarnya.

Here?
Five tee sixteen.
Yes, how about here?
Half of it will be enough. Give three tee sixteen to be conservative.
Why not two?
In practical, the usage of two will not efficient as the perimeter of the steel can maintain the bond between the reinforcement and the concrete.


Mulutnya menganga. Lupin tidak tahu, yang di hadapannya adalah seekor satwa langka yang pernah digembleng kontraktor-konsultan-arsitek kelas wahid selama magang. Pertanyaan semacam itu tidak akan membuatnya mengernyitkan dahi sedikitpun. Merasa sedikit tidak terima, atau ingin menguji kemampuan Suhu lebih jauh, Lupin mencoret-coret kertas lain dengan gambar persepektif teknik.

You do 3-D structure?
Any type.
Good, give me recommendations for maximum loading for this structure.
50 kN.
Wow, no need calculator arh?
Simple one no need, more complex one maybe need.


Lupin tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Suhu benar-benar OWNAGE saat itu. Berusaha untuk tetap sopan dengan tidak tertawa muahahahaha dan berteriak "Kamu kalah!" merupakan salah satu tantangan tersendiri. Lalu Lupin membaca-baca resumeku. Dan melontarkan pertanyaan.

You learn al this in university?
Nope, I learned it from my previous company.
What you did in your last company?
I lift weights, get big, get a cool car, and fuck chicks.
Consultancy, design firm, standard stuffs. But I mostly do prestressed concrete design.


Kalimat terakhir seperti menyambarnya. Teknologi prestressed concrete bukan sesuatu yang dikuasai orang banyak. Beton prategang hanya dipakai di mega-structure, dan hanya sedikit orang yang berkesempatan menjadi tangan pertama yang merancang struktur demikian. Dan Suhu adalah salah satu orang yang merancang struktur jembatan beton prategang pada saat dia masih mahasiswa.

I see you also familiar with many softwares
Yes, sir.
What software you use during your internship?
Solitaire, Strip Poker, Blackjack Fantasy, Hardwood Heart.
Prokon, Staad, ADapt, RAPT, AutoCad, Pro/E, Microstation.
So you can read output from computer?
To a certain extent.


Lupin tidak seberapa mempedulikan jawabanku, dia memberikan setumpuk kertas ke hadapanku. Dengan gesturnya seolah menantang apa aku bisa mengerti output komputer yang ada di depan ku. Untuk pertama kalinya aku buka suara saat mengerjakan tugasnya.

Can I have ruler and red pen?


Setelah sekitar lima menit menggaris bawahi angka-angka yang tidak ada artinya bagi orang awam, aku menggambar grafik. Dengan pulpen merah yang diberikan Lupin, aku membuat diagram gaya dan momen. Lalu aku menjelaskan arti dari angka-angka basis delapan itu, dan menerjemahkannya dalam hitungan finite element yang lebih mudah dimengerti kalau kita sarapan ikan setiap hari.

Lupin menghempaskan dirinya ke kursinya. Aku menirukan nya. Lalu terdengar suara gedubrak krompyang, ternyata kursiku tidak ada sandarannya. Hampir aku jatuh, untung aku tambun, sisi-sisi perutku tertahan tumpukan kertas, menjaga stabilitas tubuh. Lupin menarik nafas panjang, lalu buka suara.

How much you want? *suara lirih*
Ha? *bego*
How much you want? *suara agak keras tapi masih pelan*
Ha? Pardon?
How much you want me to pay you? *suara meninggi dan kelihatan marah karena barusan kalah.
I don't know. What is your offer?


Lalu Lupin menyebutkan angka-angka yang tidak bisa dipercaya untuk seorang mahasiswa baru lulus dari teknik Sipil. Hampir saja Suhu tergiur dan mengatakan "yayaya", Lupin menyela.

You can start working next monday.


Suhu cuma bisa melongo, dan mengucapkan selamat tinggal pada sesi berDoA bersama kalau pekerjaan ini dia ambil. Tapi apakah dia akan mengambil pekerjaan ini karena gajinya luar biasa? Nantikan di posting selanjutnya.

Suhu,
bukan mahasiswa biasa.

Wednesday, May 16, 2007

Rentetan Interview [Part 1: Jumat]

Mempersiapkan interview DLLAJR [Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya]. Setelah lolos interview babak satu, beberapa hari yang lalu, Suhu diberitahu bahwa di babak berikutnya akan ada beberapa test teknikal yang perlu dihadapi. Jadi mulai membuka lecture note dan textbook transport dan traffic engineering. Interview nya sendiri akan diadakan kamis pagi minggu depan. Masih ada waktu satu minggu.

Tengah-tengah belajar, ada suara handphone berbunyi. Ringtone lagu Hati yang Luka dinyanyikan Betharia Sonata. Ringtone yang dipasang untuk caller yang tidak tercatat di phonebook. Kuangkat, ternyata seorang kawan yang bekerja di sebuah kontraktor terkenal, PT. Konstruksi Suci. Dia mengatakan bahwa, secara PT. Konstruksi Suci tidak lagi berminat pada Suhu, apa Suhu mau dikenalkan ke perusahaan konsultansi sipil, karena nilai Suhu memadai. Suhu oke-oke saja.

Sejenak kemudian dia bilang, daripada Suhu yang repot, biar orang dari perusahaan konsultansi itu yang telpon. Dari PT. Jaya katanya. Tak lama, Betharia Sonata kembali bernyanyi, dan Suhu mengangkat teleponnya. Tapi tidak terdengar suara apa-apa dari pihak sana.

Ya jelas, telpon nya cuma diangkat, tombol hijau nya belum dipencet. Pencet tombol hijau. Ceklek.

Halo, halo. Adi arh there?
Sibei siaokia, kong simi?
Yes, Adi's speaking. May I help you?
I heard you are interested in my consultant firm.
Eerrr.... yeah huh ... sort of ... wadever


Lalu orang ini, bernama Lupin, seorang konsultan sipil merangkap bos, memberikan alamat lengkap PT Jaya untuk interview besok. Hari Sabtu interview, hari Jumat dikasihtahu.

Suhu meletakkan textbook Transport Engineering, dan mulai me-review pelajaran Struktur Beton nya. Pengalamannya di proyek besar selama setengah tahun telah mengasahnya menjadi seekor Panda insinyur yang kritis pada desain struktur beton. Setelah membuka halaman-halaman penting yang ditandai dengan kucelnya ujung buku dan kotoran tanah di sisi [dulu dibawa ke tempat magang], Suhu mulai berusaha menghafal rumus-rumus penting. Tapi konsentrasi itu buyar ketika.

Betharia Sonata bernyanyi lagi.

Kali ini dari PT. Konstruksi Suci. Sebuah panggilan interview. Hari Sabtu. Besok. Hari yang sama dengan interview PT Jaya. Pusing. Padahal barusan PT Konstruksi Suci yang bilang kalau Suhu ditolak, lalu lamaran nya di-forward ke PT Jaya. Sekarang manggil interview. Ya bukannya mau gimana, ya disyukurilah. Tapi tetap saja membingungkan. Untunglah jam interviewnya cukup berjauhan.

Karena natur pekerjaan di PT Konstruksi Suci tidak seberapa membutuhkan otak, Suhu memilih untuk belajar untuk interview PT Jaya. Lagipula, kita harus melakukan yang terbaik untuk keduanya. Belum lama Suhu melanjutkan belajar, lagi-lagi konsentrasinya terganggu. Bukan Betharia Sonata. Kali ini suara Inul Daratista, menyanyikan ringtone nomer-nomer yang tercatat di phonebook.

Yow, Joni. Ada apa?
Elo masih ingat perusahaan magang gue?
O iya, kenapa Jon?
Waktu itu gue ingat elo tertarik ya kerja di sini?
Iya, kayaknya seru tuh, mbangun sekolah.
Mantap dah, senin elo ikut gue ke kantor ya.
Sip sip, langsung kerja?
Nggak, bos gue mau ketemu elo, wawancara.


Hwarakadah. Sabtu dua interview. Senin satu interview. Kamis satu interview babak dua. Modar. Stress level meningkat secara eksponensial, lalu Suhu mencari jalan keluar untuk menjaga kewarasannya. Membunuh teman sendiri, berulang-ulang. Sampai terdengar suara Godlike! Godlike! Godlike! dari speaker dengan volume maximum.

Setelah ber-DoA dengan Alfonso dan Bhro, Suhu siap-siap beristirahat. Ritual sebelum bobok, ke kamar mandi dan berfantasi mengecek e-mail. Terlihat sebuah email, dari Career eMall, NTU menyelenggarakan walk-in campus interview PT Apem, perusahaan minyak terkenal kaliber dunia. Hari Selasa.

Mantap. Dua interview sabtu. Minggu istirahat. Satu interview senin. Satu interview selasa. Rabu ambil nafas. Kamis interview DLLAJR babak dua.

Nama saya Suhu,
pekerjaan saya full-time interviewee

Tutorial Ditolak Cewek

Tutorial ini ditulis sebagai kelanjutan atas tanggapan yang menggelora dari pihak pembaca daripada postingan yang lalu. Meskipun ada yang mengusulkan Tutorial Menolak Cewek, Suhu tidak akan menulis tutorial tersebut karena tidak berpengalaman tidak bisa. Jelas-jelas itu akan merendahkan martabat wanita serendah-rendahnya sampai sama dengan martabat pria. Instead, Suhu sekarang akan mengulas, bagaimana menghadapi masa-masa setelah ditolak.

Berbeda dengan model tutorial sebelumnya yang merupakan beberapa tips yang harus dipenuhi, tutorial kali ini berupa alternatif. Alternatif sikap setelah ditolak:

1. Tetap Bersemangat
Kalau cewek yang kamu kejar menolakmu karena sesuatu hal yang jelas, dan dia menyatakannya. Ada kemungkinan dia suka sama kamu, tapi kurang cocok untuk satu dan lain hal. Bereskan kekurangan ini, lalu coba lagi, dan tingkatkan prestasimu. Misalnya, "Aku sebenarnya juga suka sama kamu, tapi aku sudah punya pacar." Ambil pisau plastik western food kantin dua, menyelinap ke tempat tinggal pacarnya di malam hari, I'll leave the rest to your imagination. Esoknya, coba tembak lagi.

2. Bersahabat
Salah satu alasan kamu mau jadi pacarnya pasti karena kamu merasa dia punya oversized boobs nyambung kalau diajak omong, bisa diajak tukar pendapat, dan memenuhi syarat menjadi seorang sahabat. Adalah bodoh kalau setelah ditolak, lalu kamu kehilangan orang seperti ini. Coba pertahankan hubungan sebagai sahabat, jaga jangan sampai melewati batas-batas, beri dia sedikit ruang, dan mungkin waktu untuk mengembalikan hubungan seperti dulu.

3. Berteman
Sebagian besar bakal bilang "Lebih baik kita berteman saja". Cewek adalah tipe yang sangat percaya diri. Pacaran belum dicoba sudah bilang lebih baik berteman. Tapi karena kita ada di pihak cowok, pihak yang selalu dirugikan [kecuali kasus hamil di luar nikah], maka kita tidak punya pilihan lain selain mengikuti permintaan dia. Berteman, fine.

4. Jauhi.
Meskipun sangat sedih untuk diakui, Suhu tetap mengusulkan ini alternatif yang kadang harus dipilih. Misalnya kamu nembak cewek Batak lalu ditolak, bapaknya [lebih Batak dari cewek yang kamu tembak, tentunya] adalah Kepala Polisi. Lalu cewek ini nampaknya kalau terus didekati bakal melakukan tindakan-tindakan tidak terduga yang berkaitan dengan benda tumpul dan saluran pencernaan, lebih baik menjauh.

Saya sudah mulai mendengar keluhan dari beberapa cowok yang sedang membaca. "Lu ngomong gampang, depresi tauk!". Saya tidak bisa berkata apa-apa selain mengutip peribahasa "Semua bisa karena biasa". Setelah ditolak sekitar sepuluh kali berturut-turut, yang kesebelas sudah tidak seberapa sakit. Kadang lebih sakit meratapi kekalahan Brazil di final piala dunia.

Lagipula ini tutorial ditolak cewek, bukan tutorial mengatasi depresi. Kalau mengatasi depresi, I guess you guys should lift weight.



Suhu,
bukan dokter jomblo.

Tuesday, May 15, 2007

Tutorial Menolak Cowok

Siklus yang sering dilalui cowok adalah:
1. tertarik
2. suka
3. pedekate
4. nembak
5. ditolak


Siklus di atas relatif lebih sering daripada siklus ideal [teoritis]:
1. tertarik
2. suka
3. pedekate
4. baru tahu ternyata suka sama suka
5. nembak
6. jadian
7. hidup bahagia selamanya


Statistik itu sejauh ini masih cocok dengan pengalaman Suhu sembilan kali nembak tujuh belas kali ditolak. Dan berdasarkan pengalaman, tampaknya cewek, pada umumnya, kurang pandai menyelesaikan siklus utama. Proses ditolak seringkali menyakitkan. Pada tutorial hari ini, Suhu akan mengedukasi cewek dalam menolak cowok. Tanpa basa-basi, mari kita mulai tutorial hari ini.

1. Fast and Hard
Buat sangat menyakitkan, tapi cepat. "Aku nggak mau jadi pacarmu". Titik. Jangan ada embel-embel. "Sebenarnya kamu itu baik, pengertian, tapi ...". Gak perlu. Itu nggak akan mengembalikan rasa percaya diri. Itu cuma menambah rasa diri seolah tak punya arti. Seperti anak-anak yang kalau sedih harus dihibur. Kami laki-laki. Hit me fast and hard, aku akan nyengir kesakitan, lalu berjalan dengan gagah sambil menahan rasa sakit.

2. Nggak Layak
Kalau kamu menolak, itu berarti kamu merasa kami tidak layak jadi pacarmu. Jadi jangan ngomong yang tidak masuk akal. "Kamu itu baik banget sama aku, aku nggak pantes punya pacar kayak kamu". Sampah. That's not even funny anymore. Bilang saja aku tidak berguna, kekanak-kanakan, tidak romantis, tidak kaya, berbeda keyakinan, tidak mapan tidak berpenghasilan, dan ratusan kejelekanku. Sakiti! Hancurkan hatiku, kami sudah siap waktu kami nembak.

3. Tahu Batas
Kalau kamu menolak karena ada better offer, jangan dielaborasi. Nggak usah bilang bahwa kamu sekarang pacaran sama orang yang jago beladiri, romantis, lebih tampan, dan lebih perhatian. Kalau kamu menolak aku, that's it, aku nggak tertarik dengar tentang pujaan hatimu yang baru. Kalau kamu mau cerita, berbohonglah, bilang aja "Dia benernya jelek, tapi anak tunggal, bapaknya kaya, dan hampir mati". Paling nggak itu salah satu hal yang kita gak bisa berbuat apa-apa.

4. Bukan Keluarga
Nggak mau jadi pacar ya sudah. Nggak usah nyari istilah baru, seperti HTS [Hubungan Tanpa Status], TTM [Teman Tapi Mesra], atau TTS [Teka Teki Silang] [Teman Tapi Sayang]. Sudah nggak zaman. Apalagi "Aku cuma bisa menganggapmu sebagai abang, aku jadi adikmu saja, boleh?". Aku nggak perlu adik, aku perlu pacar. Kalau aku perlu adik aku minta ibu bapakku. Aku mau jadi pacarmu, bukan kakakmu, jelas?

5. Konsisten
Habis nolak, jangan berbuat seperti memberi harapan. Nggak mau jadi pacar, tapi pulang minta dianter dan tangan minta digandeng. Sadar diri! Bukan cuma ngerusak hati orang, tapi juga ngerusak pasaran. Sisi ekstrim lainnya, tepati omongan. "Lebih baik kita temenan aja". Ngomong mau berteman, ya berteman. Jangan kalau ketemu buang muka, lalu ditelpon selalu lagi mandi. Kalau emang mau musuhan bilang terus terang.

6. Keputusan Tetap
Hari ini nolak, jangan besok bilang "Aku mau deh jadi pacarmu". Yang mau jadi pacar juga takut lah. Jangan-jangan besok minta putus. Sebelum nolak any offer, pikir dulu. Pakai otak. Jangan pakai perasaan saja. Rasio dipakai. Nembak cewek itu perlu mengumpulkan keberanian. Jangan dijawab asal-asalan.

7. Hargai Rahasia
Meskipun dengan ditembak itu artinya ada orang yang mau sama kamu, bukan berarti orang yang nembak itu akan gembira dipermalukan oleh kamu. Malam ini nembak, besok pagi satu sekolah sudah tahu kamu ditolak, itu cukup menyakitkan. Kalau mau nolak, simpan saja antara berdua. Nggak usah dipublish di majalah dinding sekolah. Cowok juga punya kemaluan rasa malu.

8. Prioritas
Ini sebenarnya mengulang poin satu dan poin tujuh. Kalau mau menolak cowok, lakukanlah fast and hard dan hargai rahasia keputusan ini. Jangan sampai cowok ini tahu kalau bakal ditolak dari teman-teman kamu. Sangat menyakitkan. Seluruh sekolah tahu kamu ditolak, sebelum cewek ngasih jawaban sendiri ke kamu. Dan jawabannya tidak pernah datang, waktu yang nembak tanya, dijawab "Aku kira kamu sudah dengar jawabannya dari teman-teman. Mereka belum bilang?"

So, teman-teman. Ini adalah tutorial menolak cowok versi Suhu. Kalau ada yang kurang cocok, mohon maaf. Ini cuma pengalaman orang yang sembilan kali nembak tujuh belas kali ditolak. Buat yang cowok, ditolak cewek itu adalah hal biasa, diterima itu Godlike!. Sori juga kalau cewek yang menolak kamu memakai tips-tips di sini dan kamu kurang berkenan. Cewek-cewek, tips ini berlaku secara general. Sudah di-proofread beberapa cowok, dan cukup akurat.

Panda Tambun,
bukan dokter jomblo.

Monday, May 14, 2007

Tempat Berteduh

Ladies and Gentleman, masih di kisah di balik hutan bambu. Seperti yang telah kita semua ketahui, Panda Tambun berhasil melalui siksaan sepanjang 4 tahun, oleh penjahat laknat berkedok pendidikan. Semua SKS sudah di-clear begitu pula sidang skripsi sudah gol.

Dan nampaknya keberuntungan masih berlanjut di pihak Panda Tambun. Rentetan interview di pertengahan bulan Mei menghadapkannya pada kebingungan memilih yang terbaik, bukan kebingungan tidak dapat semuanya. Bukan berlebihan kalau Panda Tambun mendapat lima panggilan interview, karena surat lamaran kerja yang dikirim jelas jauh melampaui angka tiga puluh.

Apa sih yang nggak kita lakukan demi sesuap nasi?

Interview-interview tersebut terasa sudah cukup berhasil. Berarti, sesuap nasi, pangan, sudah tercukupi. Tapi bagaimana dengan tempat tinggal, tempat berteduh di saat panas, dan tempat ngiyub di saat hujan?

Panda Tambun, cepat atau lambat sangat cepat, harus keluar dari asrama. Dan harus menemukan tempat tinggal yang layak sebelum digusur dari hutan bambu. Tempat yang ideal menurut Panda Tambun itu:

1. yang tinggalnya sama orang kenal saja.
Di SMA sudah banyak mendengar tentang bagaimana susahnya hidup seatap dengan orang-orang dengan kepribadian ganda berbeda-beda. Dan tiap kepribadian ini biasanya aneh unik, dan selalu ada orang yang berbeda. Seperti kata orang bijak, "We can not choose our family, thanks God we can choose our friends". Jadi, tempat yang ideal itu, menurut Panda Tambun, tempat di mana orang-orang yang tinggal seatap dengan kita adalah orang-orang pilihan kita.

2. yang menjunjung tinggi kebebasan.
Untuk orang yang tinggal di asrama atau kos-kos an, kriminalitas utama adalah mengungkung kebebasan. Anak asrama Hwa Ind selalu tersiksa menjadi perokok aktif sekaligus pasif di toilet belakang yang tidak ada ventilasi nya. Anak kos daerah borobudur selalu terikat jam malam, dan cowok-cowok yang bertanggung jawab selalu ngebut saat memulangkan cewek-cewek ini. Jadi, tempat yang ideal itu yang, menurut Panda Tambun, sebuah tempat yang you make your own rules.

Dua yang di atas itu syarat mutlak. Ada juga kualifikasi yang lebih detail, untuk mendeskripsikan tempat tinggal ideal. Kualifikasi tambahan yang preferred, misalnya:

3. Aksesibiliti mudah.
Misalkan di sebuah gedung residential 11 lantai, lift hanya berhenti di lantai 1, 6, dan 11. Alangkah indahnya kalau bisa mendapat tempat di lantai 6 atau 11. Pulang kerja, capek, huff huff, masih harus mendaki untuk sampai ke rumah, lumayan menyiksa. Selain aksesibliliti internal, juga eksternal. Lebih baik dekat MRT, atau sekurang-kurangnya dekat bus stop. Atau dekat pangkalan ojek.

4. Fasilitasnya banyak
Ya bukan fasilitas seperti kolam renang, taman buah-buahan, kebun binatang, dan landasan helikopter. Nggak usah muluk-muluk. Asalkan tempatnya ada penerangan listrik furniture dan fasilitas dapur standar, Panda Tambun sudah puas. Televisi tidak mutlak, lagipula siaran Singapore nggak ada filem porno Panda Tambun jarang nonton TV.

5. Letak strategis
Berbeda dengan aksesibiliti. Kalau aksesibiliti bagus, tapi letak tidak strategis, ya percuma. Misalnya, dekat dengan stasiun kereta api Johor Bahru, ya mudah diakses, tapi letaknya di luar jangkauan peradaban, ya percuma. Letak strategis itu misalnya, dapat kerja mbangun School of PMS [Physics and Math Science], punya pacar di Hall 2, terus dapat rumah di Jurong West. Terbaik dah.

Ya itu sih ciri-ciri tempat ideal menurut Panda Tambun. Buat teman-teman yang punya berita info tentang hutan bambu yang baru untuk ditinggali kami. Panda Tambun sudah bersekongkol dengan Kelinci Putih dan Musang Madura untuk tinggal bersama. Jadi kalau ada info suaka marga satwa baru yang kedengarannya cocok untuk kami bertiga, kasih tahu ya.

Keuntungan mendapat Panda Tambun, Kelinci Putih, dan Musang Madura:

Musang Madura adalah seekor pendoa yang kuat dan dekat dengan kuasa divine being. Dengan adanya Musang Madura di dekat kamu, dijamin radius 5 mil tidak akan mengalami bencana-bencana seperti hujan sewaktu baru mau njemur, AC mati setelah hujan berhenti, dan kejadian-kejadian tidak beruntung. Karena Musang Madura adalah penolak bala terkuat yang Panda Tambun tahu.

Kelinci Putih selalu mempertahankan agar kondisi keputihan warna putih terjaga. Dengan kata lain, kelinci putih adalah clean freak seseekor yang sangat peduli kebersihan. Keuntungannya, misalnya dia melihat tetangganya rumahnya kotor, bakal dia bersihkan, dan selanjutnya tergantung imajinasi pembaca.

Panda Tambun bukanlah hewan yang istimewa dan mempunyai kekuatan seperti dua ekor temannya tersebut di atas. Tapi kehadiran Panda Tambun senantiasa membawa bahagia dan kehangatan di antara penghuni hutan bambu. Lagipula penduduk setempat pasti akan sering datang dan membawa bambu muda. Bisa jadi objek wisata dan generate cash, kapan lagi bisa lihat Panda di Singapore. Sudah langka, ngeblog pula.

Sunday, May 13, 2007

Pilih yang Mana?

Kalau dimisalkan kamu dihadapkan ke dua buah pilihan pekerjaan:

Pekerjaan pertama.

Adalah pekerjaan yang kamu suka. Gajinya standar dan biasa-biasa. Working hour nya paaaaanjang dan laaaaama .... itulah coki-coki dari senin sampai sabtu dan kadang-kadang minggu mesti masuk. Tapi kerjanya santai, tidak padat dan tidak stressful. Dan, sekali lagi, ini adalah pekerjaan yang kamu suka.

Karir? Kalau kamu ambil pekerjaan ini, kamu nggak bisa berkembang secara akademik. Kamu gak bakal jadi dosen, atau pun guru besar. Tapi kamu bakal menjadi orang yang mencintai pekerjaanmu, dan stick to it meskipun kadang-kadang orang-orang [yang picik dan suka berasumsi] akan memandang rendah kamu.

Pekerjaan kedua.

Adalah pekerjaan yang sudah pernah kamu lakukan sebelumnya. Dan di hari terakhir kamu keluar dari pekerjaan itu, kamu pernah bersumpah serapah tidak akan menginjakkan kaki ke pekerjaan semacam itu lagi. Intinya, kamu sudah mencoba untuk menyukai, dan kadang percobaan itu gagal. Kamu tidak suka tipe pekerjaan ini.

Tapi job yang di-offer ini berbeda dengan yang dulu. Dibanding waktu magang dulu, yang ini dua kali lipat lebih stressful, tiga kali lipat lebih sulit, empat kali lipat lebih meng-overclock otak, tapi dengan konsekuensi gaji lima kali lipat. Dengan job scope persis seperti waktu magang. Jam kerja relatif pendek dibanding pekerjaan pertama, tapi semua waktu kamu bakal terisi dengan kerja, kerja, dan kerja. Karena kamu tahu, tertawa dan tersenyum itu membuang waktu.

Kalau kamu harus memilih:


pekerjaan yang kamu suka, gaji standar, jam kerja panjang tapi santai, tanpa masa depan.

pekerjaan yang kamu tidak suka, gaji bombastis, jam kerja pendek tapi padat, masa depan cerah [kalau bertahan hidup].

Pilih mana?


Panda Tambun,
baru selesai 2 [dua] interview.
diterima dua-duanya.

Saturday, May 12, 2007

Badder Worse Luck

Only in Kisah di Balik Hutan Bambu

He call himself is Bad Luck. And this is his story. His tragedy.

But my girlfriend said that he is a lucky bastard.

Cerita ini bermula dengan penciptaan manusia. Tuhan menciptakan Adam, Adam meminta kawan, Tuhan kasihan, Hawa diciptakan, ular mengacaukan, buah terlarang dimakan, adam dan hawa dikeluarkan dari taman, dan sejak saat itu, ular mulai menjadi sarapan Adam dan Hawa.

Tapi cerita ini tidak berhubungan dengan paragraf di atas.

Ini adalah sebuah cerita, mengenai nasib buruk, kecelakaan, malapetaka, dan kesialan.

Kalau kamu merasa bahwa kesialan menular, berhenti membaca post ini.

Oke, saya assume yang terus membaca tidak takut mati ketularan apes. Kita mulai saja ceritanya.

Seperti yang kebanyakan dari kalian tahu, mahasiswa perlu menjalani sebuah periode dalam hidup yang dinamakan magang. Atau kerja praktek. Atau Industrial Attachment. Atau, untuk jurusan akuntansi Ninja Turtles University disebut PA alias Pekerjaan Asal-asalan Professional Attachment.

Dan tgwinmg adalah seekor segumpal seonggok sesosok seorang mahasiswa jurusan akuntansi di Ninja Turtles University. Yang akan menjalani magang minggu depan. Di sebuah company terkemuka. Company ABC. Singkatan dari A Bintang Cukz. Termasuk murid yang sangat bisa mendapat magang di company yang terkenal seperti itu. Sangat beruntung, kalau boleh kutambahkan.

Sampai hari itu.

Pagi hari yang cerah itu, saat Panda Tambun sedang menari poco-poco untuk menjaga kesehatan sambil mengusir serangga. Terlihat tgwinmg sedang nangis darah sambil garuk-garuk tanah. Kutanya, "Kenapa?"

Lalu aku menyesal telah menanyakannya.

Dan guys, untuk kalian yang masih jomblo. Ingat! Saat kalian mengatakan Maukah kamu menjadi pacarku? itu artinya Aku siap menanggung resiko. Dan saat gadis-gadis yang menarik itu mengatakan dengan tersipu malu "Iya" itu artinya "HORE AKU DAPAT SANSAK HIDUP!"


Dan itu yang terjadi saat itu. Untuk sekitar seperempat jam, Panda Tambun merasa jam berputar lebih lambat. Dan untuk ketujuh kalinya dunia menahan nafas, mengira satu spesies lagi akan punah.

Company ABC, A Bintang Cukz, dengan sangat lucu, mengirim email. Bahwa mereka baru saja menyadari bahwa tgwinmg adalah orang Indonesia. Dan tidak bisa dimengerti, mereka mengatakan bahwa mereka tidak bisa hire non-Singaporean. Padahal, jelas-jelas company lain menyatakan pada babak pemilihan tentang requirement dan prerequisite. Tapi company ABC tidak.

Aku cuma punya satu kata untuk perusahaan ABC. Kata itu adalah "Jancok!" "Hwarakadah!".

Benar-benar tidak masuk akal.

Panda Tambun,
benjut.

Friday, May 11, 2007

DotA

Di Indonesia, dinamakan sidang skripsi. Karena jalannya seperti sidang. Terdakwa akan ditanyai beberapa pertanyaan yang kadang menjebak, kadang sudah jelas jawabannya, dan kadang-kadang tidak nyambung sama sekali.

Di Singapura, namanya FYP presentation. Karena sifatnya seperti presentasi. Seperti salesman showroom yang mempromosikan mobil. Calon pembeli boleh bertanya, tapi yang tahu tentang mobil ya salesman nya. Kita ngomong benar atau nggak, asal meyakinkan, gak bakal ada masalah. Tapi ya harus logis. Masalahnya, di FYP Presentation, calon pembelinya semuanya montir mobil yang jago. Jadi tanya nya mesti macem-macem.

Di Belanda, dinamakan defense. Suhu sendiri tidak tahu seperti apa ini di Belanda. Apakah dosen pembimbing akan melemparkan alat tulis dari kejauhan, dan kita dibekali report untuk menangkis projectile itu sebanyak mungkin? Tapi dari kata 'defense' itu sendiri, nampaknya ini adalah sesi mempertahankan pendapat dari serangan opini profesor-profesor.

Dan ini adalah sebuah kisah tentang DotA. Bukan Defense of the Ancient. Tapi.

Defense of the Adiprawira.

Hari H-3.

23:58
pandatambun: piye?
dombaterbang: la yo mbuh, piye?
pandatambun: belum mulai.
pandatambun: kmu?
dombaterbang: wes seh, tapi sek durung mari.


23:59
pandatambun: kau udah siap?
labahlabahimut: lumayan sih. tinggal ngomongnya.
pandatambun: bisa minta filenya?
labahlabahimut: bentar


H-2

00:28
dombaterbang: aku tidur sek ya
pandatambun: jagoan, masih ada waktu buat tidur?
dombaterbang: besok ke bejo
pandatambun: jam?
dombaterbang: siang, melok a?
pandatambun: boleh.


00:32
busodaro: siap dipanggil kapan saja
pandatambun: bentar menggalang massa


00:33
labahlabahimut: anytime
pandatambun: 12.101


00:34
busodaro just send you a Nudge!
pandatambun: 12.101


01:42
labahlabahimut: gg
pandatambun: gg
pandatambun: tidur
The following message could not be delivered to all recipients:
tidur


09:05
dombaterbang: jadi melok gak? TR52 jam 230
pandatambun: Auto-message: I'm in my bed.


13:30
dombaterbang: aku mlaku sek
dombaterbang: mesti dateng pagian
dombaterbang: setup laptop
pandatambun: yo ketemu di sana


17:01
pandatambun: selamet yo wes B.Eng
mileniumpau: hahahahahaha


20:08
dombaterbang: matiiiiiii
pandatambun: melok?
dombaterbang: gak gak wes emoh
pandatambun: yo maen sek
dombaterbang: met maen


22:00
labahlabahimut: masih gak bisa tidur
pandatambun: satu game
labahlabahimut: yang lain ada?
pandatambun: cuma busodaro
labahlabahimut: mending aku tidur aja d
labahlabahimut: takut gak bangun besok


H-1


08:11
tgwinmg: udah siap?
pandatambun: masih besok
tgwinmg: hari ini latihan?
pandatambun: nanti
pandatambun: sekarang mau ke labahlabahimut
pandatambun: siang ke dombaterbang
tgwinmg: la persiapanmu dhewe?
pandatambun: it doesnt realli matter


17:18
kawanlama: halooooooooooooooooooooo
pandatambun: halo!
pandatambun: tumben online
kawanlama: yapa kabar e
pandatambun: sidang besok
kawanlama: waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
pandatambun: kapan kapan ngobrol lagi ya
pandatambun: aku siap siap buat besok dulu


22:10
pandatambun: sapa server?
pandatambun: cepetan woi
pandatambun: kemaleman gak ikut
pandatambun: besok mau presentasi woi
pandatambun: aku server deh
pandatambun: 12.101
You have just sent a Nudge!


Hari H

17:00
labahlabahimut: aku sih terserah
pandatambun: kayaknya semua orang sibuk
labahlabahimut: berdua lawan AI?
pandatambun: 5 insane?
labahlabahimut: terserah
pandatambun: 12.101


Dan sepertinya, mahasiswa atau sarjana, tetap tidak merubah diri kami. Apakah defense itu berhasil, kami tetap sama. Ada yang selalu siap dipanggil kapan saja, ada yang selalu mencari lawan tanding di dunia maya, ada yang menikmati membantai kecerdasan buatan manusia. Dan selalu ada yang lupa cara membuat diri sendiri bahagia dan memilih untuk merenung fana.

20:00
dombaterbang: kamu gak menyesal kalau kamu dapat jelek?


Suhu,
12.101.

Urgent

Ada yang punya info company yang lagi nyari accountancy student buat internship?

Anyone?

Thursday, May 10, 2007

Acknowledgement

Ini adalah salah satu halaman yang ada di Final Year Project Report Suhu.

Thanks are due to the many people who have given the supports, advices and inputs so that this Final Year Project could be completed.

The author would like to give his special thanks to his project supervisor, Associate Professor Lee Sai Cheng, for her professional guidance, invaluable advices and inputs as well as her efforts in providing the very enriching project. Her willingness to help in the project is greatly appreciated.

The author would also like to thank his Final Year Project partner, Tang Woan Ling for her assistance during the project phase and together with other students in School of Civil & Enviromental Engineering, they have created a very positive atmosphere to provide an enjoyable place during the process.

The author would like to thank all of his friends for all the supports so that this Final Year Project could be completed. All the time spent in campus, from early in the morning, to the next morning would not be better without them.

Sincere gratitude is expressed to the author’s family for they have been his main motivation and drive to reach this far in pursuing university education.

Finally, the author thanks everyone who directly and indirectly supports the completion of this project.


Benar-benar nggak fair, sebuah project yang memakan banyak korban jiwa waktu dan tempat. Maksudnya pengorbanan waktu ya menghabiskan waktu untuk membaca trilyunan jurnal. Pengorbanan tempat, ya wilayah meja yang ditempati trilyunan kertas-kertas tadi. Kenapa nggak fair? Ya, masak skala besar seperti ini, lembar ekenoletsmen nya cuma 1 halaman?

Oleh karena itu, di kesempatan yang berbahagia ini, Panda Tambun akan mengucapkan banyak terima kasih pada masing-masing individual yang sangat berjasa dalam skripsi ini. [Karena di blog boleh nulis panjang.]

Pertama-pertama saya ingin berucap syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, karena ini adalah template ucapan terima kasih tiap tujuhbelasan karena tanpa adanya dukungan dari Tuhan saya tidak akan sanggup menjalani cobaan ini. Sempat berapa kali saya putus asa di tengah jalan, dan kadang tersesat. Tapi setelah tanya orang, jadi mendingan. Tetapi teringat kata-kata orang bijaksana dan bijaksini, "Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang terlalu berat untuk umatnya".

Yang tentu saja mengundang pertanyaan, "Cobaan seperti ini, jelas bukan cobaan Tuhan. Jangan-jangan ini sih kerjaan setan?"

Lalu juga untuk supervisor saya, karena sudah memberikan topik menarik untuk dipelajari. Walaupun topik-topik seperti Extension Firefox, dan Snap2Translate, jauh lebih menarik minat saya. Tetapi saya yakin, pasti ada orang-orang lain yang merasa eksperimen tentang Beton bertulang jauh lebih menarik.

Supervisor saya bukan supervisor yang kejam. Tapi keji bengis dan tidak berperasaan tegas. Banyak yang bilang dia adalah dosen yang demanding. Saya tidak setuju. Dia tidak banyak menuntut. Dia hanya meminta progress sedikit di atas kemampuan saya. Tapi jauh dalam lubuk hati saya yakin, semua yang dia lakukan itu karena dia menikmati penderitaan saya demi kebaikan saya.

Lalu untuk FYP partner saya, Wanling, yang senantiasa menguatkan saya. "The prof ask you to read three books? Why ask me to read fifteen?" This is so unfair. Membuat saya merasa tidak sendiri. Banyak hal kami lakukan bersama. Dia senang, aku turut gembira. Dia sedih, aku pun berduka. Dia tertawa, aku tertawa. Dia menangis, aku tertawai.

Terima kasih yang buesar, untuk tgwinmg yang bantuannya tidak bisa dianggap enteng. Mulai mengembalikan saya ke berat badan ideal di masa-masa sulit ini, sampai memuluskan kelancaran jalannya efwaipi. Membantu menyusun email yang sopan ke supervisor, sampai peta game theory untuk telepon supervisor, memeriksa grammar dari report saya yang kacau balau kerbau merantau, merombak report dan bersama-sama mengutuk Bill Gates yang mengacaukan page number report saya. This is exactly why you guys should switch to Adobe PageMaker and stop using the Microsoft Word.

Kepada beberapa insan yang berperan sebagai pedoman saya. Alfonso Hartanto adalah sosok yang menjadi Rally Point dalam hidup saya di tahun keempat. Saat dia sudah mendapat kerja, memacu saya untuk mencari kerja. Dan saat FYP nya sudah kelar, membuat saya merasa hampa dan tak berguna memacu saya untuk mengerjakan FYP lebih giat lagi agar sampai pada tujuan akhir manusia, penerangan sempurna. Maksud saya, report efwaipi.

Juga kepada Andreas Lee, yang selalu lembur di lab ditemani Marlboro merah nya. Terima kasih ini bukan karena dia selalu menawari "Rokok, Hu?". Tapi karena dia selalu menjadi sosok yang senantiasa mengingatkan saya untuk ke gereja menyadari bahwa usaha saya belum ada apa-apa nya. Saya tidak pernah menginap di lab, tidak pernah belajar sampai hujan-hujan tertawa dalam derita. Saya tidak pantas untuk mengeluh, tetapi datanglah kepadaku saja, dan aku akan sembuh karena saya masih belum ada apa-apanya.

Tidak lupa teman-teman benching, Arianto dan Meme. Arianto yang selalu membuat saya merasa project saya keren. Orang yang bisa membuat seolah-olah beton adalah teknologi tinggi, sampai saya merasa saya orang paling beruntung di kampus ini bisa dapat topik se-asyik ini. Meskipun saat sampai lab, melihat semen, mood kembali seperti semula. Lain Arianto lain pula Meme. Kalau Arianto melancarkan jalannya peredaran darah ke otak, Meme selalu mengganggu waktu saya bekerja.

"Sudahlah, Me! Saya sudah punya seorang kekasih yang saya cintai."

Adalah salah satu kalimat yang saya pakai kalau Meme mulai menggila dan mulai menarik perhatian pria dalam radius 5 nautical miles. Yang pasti dia membuat saya merasa bahwa saya punya daya tahan lebih tinggi terhadap tekanan mental. Terbukti, selalu dia yang gila duluan waktu mengerjakan efwaipi di bench.

Penyelenggara outing ke Sentosa. Saya tidak tahu siapa kalian satu persatu. Tapi yang saya tahu, kalian telah membuat hari itu menjadi the best day of my life. Buat Tim Jancuk-desu-ne, outing ini tidak akan berarti tanpa kegilaan kalian.

Teman-teman Indo Civil seangkatan. Sori, ndak punya.

Teman-teman civil, yang orang singapur, yang myanmar, yang laos, yang gak ngerti posting ini. Buat apa saya nulis panjang lebar, toh kalian nggak ngerti. Yang pasti, aku akan mengingat masa-masa kita jongkok bersama di depan lab beton, ngukur deflection 1.283 mm dari beton sepanjang 6 m. Satu-satu nya lab menggunakan teknologi rantai-dan-gembok untuk safety feature nya. Rokok yang kita bagi sebungkus bertujuh, saat semua mengambil, semua tidak bawa korek api. Kalian semua nggemesin deh.

Juga oleh orang-orang yang jauh secara lokasi, tapi dekat dalam dukungan.

Papa yang selalu otoriter dan tidak memberikan kesempatan membantah. Yang telah membuat saya lebih bersyukur lagi hidup jauh dari rumah. Setiap telepon selalu berlagak seolah tidak peduli saya liburan pulang atau tidak, tapi waktu detik-detik menjelang saat-saat penting selalu sms dengan bahasa yang lebih resmi daripada sms bapak presiden RI. "SELAMAT BERJUANG DAN JANGAN MUDAH MENYERAH KARENA MENYERAH SEBELUM BERPERANG ADALAH KEKALAHAN." Presiden kita mana mungkin nulis kayak gini pas anaknya mau sidang skripsi?

Mama yang selalu tidak peduli dengan nilai akademik saya dan menerima saya apa adanya. Membuat saya merasa menjadi anak paling beruntung sedunia. Kadang saya berpikir, apa teman-teman saya itu rajin belajar karena mama mereka sering tanya "Nilainya bagus-bagus?". Karena mama saya cuma bertanya, "Makannya cukup dan teratur?". Dan tugas seorang anak berbakti adalah tidak membuat mama cemas. Tujuh puluh enam setengah kilo.

Cece yang cerewet. Yang mendapat lebih banyak cinta dari orang tua karena selama masa dua tahun itu saya belum lahir. Tapi mengembalikan cinta yang hilang itu dengan selalu tanya "Dek, yapa efwaipi e?". Selain menambah stress dan rasa ingin bunuh diri, pertanyaan itu bisa mengingatkan saya untuk kembali ke jalan yang benar saat saya ingin mengakhiri penderitaan saya dengan jalan pintas.

Terima kasih juga saya berikan untuk orang-orang yang nggak saya kenal, misalnya.

Michael Scofield, yang sudah mengangkat derajat teknik sipil.

Agus, Olip, Bimo, dan Doni. Yang mengembalikannya ke posisi semula.

Orang yang nulis deskripsi School of Civil and Environmental Engineering di yearbook Indo NTU. Membuat saya membacanya berulang-ulang dan merasa bahwa sekolah saya tidak semenyedihkan yang saya kira. Walau kadang agak aneh kalau membaca kata "kita" atau "kami" karena di Final Year Civil Engineer, yang ada cuma "aku" atau "saya".

Pembaca Blog, yang ndak pernah meninggalkan jejak. Meskipun kalian tidak meninggalkan komen, 400 page view per day cukup membuat saya merasa ada yang peduli dengan saya. Jeritan hati di komen shoutbox waktu saya menghilang, merasa saya memiliki arti hidup.

Tidak hanya pembaca yang tidak pernah meninggalkan jejak, I would also like to extend my gratitude to semua pembaca. Yang membuka blog ini religiously sebelum turun mesin, yang membuat saya ngeblog lagi, yang meski lugu masih mikirin tanah air, yang pakai kruk, yang busodaro, yang doyan kopi jumbo, yang suka kucing hidup, yang suka kucing mati, yang pegang kucing aja takut, yang mimpi gak jelas bangun-bangun nangis, yang nge-gombal, yang nulis cerpen, yang masih utang oreo, dan tak lupa, yang baru kenal di blog tapi ga pernah ketemu.

I am not what I am now without you all.

I am,

Suhu the Obese Panda, B. Eng.