Thursday, April 05, 2007

Tahapan BCA Pengerjaan Efwaipi

Banyak yang sudah mendengar kata ini. Efwaipi. Meskipun mereka muncul dengan berbagai nama, Te-Ah, Fainel-disertesyen, dan populer nya, Skripsi. Banyak orang tidak tahu apa itu 'efwaipi'. Bukan salah mereka, karena tentu efwaipi tidak bisa dengan mudah didefinisikan sebagai Final Year Pain-in-the-ass. Tapi mereka, adik-adik kelas, tetap punya itikad baik dengan mengucapkan "Semangat ya efwaipi nya!" atau sekedar "Good luck buat presentasi nya!" Pada kesempatan kali ini, Panda Tambun akan menguak fakta di balik dunia gelap alam narkotika penderitaan efwaipi. Tahap demi tahap.

Disclaimer: Ini dijamin benar buat mahasiswa Teknik Sipil, tapi untuk jurusan lain, hampir-hampir sama.

1. Memilih Topik.
Fenomena ini terjadi pada saat satu semester sebelum the-real-thing dimulai. Mahasiswa akan diberi list yang panjang, dengan beberapa kata-kata yang sama sekali belum pernah dengar. Kebanyakan berupa Gerund form. Developing Artificial Neural Network for Upgrading Underlying Subbase adalah salah satu contoh. Mahasiswa tahun ketiga mulai mencari-cari informasi tentang apa yang akan dibahas dalam topik bersangkutan.

2. Memilih Supervisor.
Setelah bertanya-tanya pada berbagai narasumber, terutama pada yang berpengalaman. Mereka mendapat wanti-wanti dari sesepuh. Bahwasanya, sebagus-bagusnya topik, semenarik-menariknya project, kalau dosen nya adalah public enemy. Sama saja mengantar nyawa.

3. Mendapatkan topik sepaket dengan supervisornya.
Setelah tahun ketiga berakhir, akan ada pengumuman. Isinya kurang lebih pemberitahuan seperti surat dokter. Dalam jangka waktu satu tahun ke depan, pasien bernama suhu akan menderita trauma akut terhadap hal-hal yang berkaitan dengan defleksi beton. Oh iya, by the way, topik efwaipi ku adalah Defleksi Beton. Bagian ini juga penting, soalnya bagaikan harap-harap cemas. Nah! Serunya di sini, project yang kamu dapat belum tentu yang kamu pilih! Agak beda skenario sama anak-anak dari jurusan elektro yang membahas hal-hal kecil [miliAmpere dan nanometer]. Di jurusan mereka, katanya, sekali lagi, katanya, kalau sudah janjian sama supervisornya beforehand dijamin dapat project itu. Kalau di civil, tempat urusan-urusan besar [GigaPascal dan kiloNewton], janji ya tinggal janji, lain di bibir lain di hati dapat nggak urusan nanti.

4. Memutuskan untuk berhenti kuliah.

4. Memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan indah.

4. Menemui Supervisor untuk pertama kali.
Biasanya kenalan, kalau belum. Atau mungkin juga kenalan lagi, kalau udah tapi lupa. Akan dijelaskan tentang apa saja yang perlu dilakukan selama satu tahun ke depan. Jangan keburu keder! Kalau masih banyak yang nggak ngerti, jangan panik. Kamu punya waktu satu tahun untuk belajar. Masa' nggak cukup?

5. Project Plan
Setelah dikasih to-do-list sama beliau. Kamu buat lah jadwal kerja kamu. Jangan lupa kasih bolong untuk belajar exam. Ya optional sih, kalau kamu nggak perlu waktu belajar buat exam, ya ga usah. Terus liburan juga kamu isi kalau kamu mau pulang ke kampung halaman. Itu juga optional, kalau kamu takut naik pesawat pulang, ya di sini aja pas liburan. Sambil nunggu jalan tol Singapore-Tanjung Perak dibangun. Sudah direncanakan koq, akan selesai dalam waktu tiga ratus trilyun tahun ke depan. Kadang ada juga dosen pembimbing atawa supervisor yang sadis bengis perhatian. Sudah menyiapkan jadwal kerja kamu. Kalau dapat supervisor macam ini, ya mau gimana lagi. Ingat-ingat dulu pernah bikin karma buruk apa. Terus jangan diulangi. Kalau jadwal ga masuk akal, coba nego. Misalnya dikasih jadwal buat ngerjain efwaipi sampai tahun 2010 padahal mestinya lulus 2007. Mestinya bisa dinego.

6. Progress Report/ Interim Report/ Development/ Log Book

Macam-macam istilahnya tapi artinya satu jua. Selama ini kamu ngapain? Jangan diisi jujur. Karena tidak sopan ngumpulkan kertas kosong dikasih nama. Untuk report ini, refer ke project plan [poin 5 tadi], lalu buatlah seolah-olah kamu mengikuti jadwal yang telah kamu buat. Jangan terlalu dibuat-buat. Seperti 'I have already finished 80% of the project at present'. Berkhayal juga ada batasnya.

7. Liburan semester.
Iya, ini bagian paling menarik dari efwaipi. Saat adik-adik kelas liburan dan membantu orangtua nya bekerja di tanah air. Kita malah membantu orangtua orang lain. Misalnya orangtua daripada anak penjaga lab. Saking seringnya datang lebih pagi dari lab technician, dan pulang lebih malam tentunya, lab technician memasrahkan kunci lab beton. Tidak seperti anak-anak jurusan kecil yang masuk lab pakai kartu *cetit* akses granted, lab beton kuncinya berupa mastercard dan visa rantai dan gembok. Tujuan dari sesi ini adalah membuat bullshit yang ada di jadwal menjadi kenyataan. Mengejar ketinggalan.

8. Progress Report/Interim Report
Lagi? Kalau udah, ya lagi. Kalau yang pertama aja belum kumpul, ya gawad. Tiap jurusan beda, buat civil ada 2x progress report. Yang kedua ini yang beneran. Yang mesti diisi dengan jujur. Yah tambah bumbu dikit boleh lah. Tapi ingat, berkhayal ada batasnya.

9. First Blood Draft.
Ini terjadi pada awal permainan ketika ada seorang hero membunuh hero lain untuk pertama kali nya, pelaku akan mendapat bonus gold dan korban akan mendapat bonus rasa malu. Jangan tertipu dengan nama nya. First draft bukanlah draft report pertama seperti arti leksikal nya. Kalau dimaknakan secara lugas ya benar. Tapi dalam efwaipi, first draft adalah draft keberapapun sebelum final draft. Sehingga, acapkali terdengar di kantin ada yang bilang "Edan, udah submit first draft empat kali belum gol juga." Mestinya yang betul fourth draft dong?

10. Feedback (Burns 36 mana).
Ngguuiinngg.... terdengar kalau ada OV mic terletak terlalu dekat dengan speaker. Arti lain, fenomena yang dialami Matt Parkman saat mencoba membaca pikiran Peter Petrelli pada episode Fallout di serial Heroes. Di sini, berarti penantian sebuah jawaban. Beserta cacian dan makian saran dan kritik dari dosen pembimbing, agar first draft tadi diabsahkan menjadi final draft.

11. Final Draft.
Seperti ujung sebuah jalan .... yang tak berujung. Report yang telah selesai diberikan pada dua pihak. Kehakiman dan kepolisian. Supervisor dan Moderator/Examiner. Untuk Examiner, karena di tangan dia nilai mu bergantung. Kalau yang buat supervisor sebenarnya cuma formalitas, toh dia tahu semua isinya dari proses yang ada. Beberapa supervisor malah bilang gak perlu, dan yang bilang perlu ujung-ujungnya dipakai jadi ganjel pintu. Beneran. Sumpah pernah lihat report senior di belakang pintu kantor.

12. Demo.
Setelah final draft disubmit ke supervisor dan examiner, mahasiswa perlu memakai jaket almamater dan langsung proceed ke bundaran HI untuk demo ke gedung DPR. Senangnya. Di sini berani coba bisa dideportasi. Demo diartikan untuk sesi one on one dengan examiner [atau threesome kalau supervisor mau ikut], menunjukkan hasil kerja secara nyata. Kalau simulasi ya tunjukkan, kalau riset ya tampilkan.

13. Presentasi.
Masih ingat poin nomer 4 tadi, jangan panik? Nah, sekarang mulai panik. Soalnya di sini ada sesi tanya jawab. Kencing di celana? Percayalah, kamu pasti bukan yang pertama.

14. Submit ke iGem.
Belum berakhir. Biar report kita bisa di-copy-paste-edit dijadikan reference adik kelas, kita perlu submit ke library lewat sebuah sistem bernama iGem. Demi langgengnya persahabatan antar tingkat lah, gitu kira-kira.

Suhu,
masih di step 9-10-9-10-9-10-9-nunggu10.

3 comments:

Reza d'Bhro said...

Kok beli Gem segala panda? apa musuhe bone clinkz? Ato anubseran?

spider_alf said...

hm... mgkn musuhnya bounty hunter, atau rikimaru, atau rooftrellen, atau goblin techies, atau broodmother dgn web nya, atau musuh e beli lothar.. huahauhauahuahua

suhu said...

#reza d'bhro: Musuh Pandaren Brewmaster. Panda elemen nya ada yang bisa windwalk.

#spider_alf: atau di team lawan ada PoM?

koq maleh ngomongin dota ...