Monday, April 30, 2007

Penyelamatan Tak Terduga

Previously on Kisah di Balik Hutan Bambu:

Rencana Suhu untuk kabur dari kelas demi mengikuti presentasi yang diadakan Ninja Turtles University, benar-benar gatot. Gagal Total. Rencana mulia bolos pelajaran matematika Pak Har ini dihancurkan karena tertangkap basah oleh Pak Gatot di koridor sepanjang jalan menuju ruang pertemuan.


Reaksi Pak Gatot, tentu sudah dapat ditebak. Penuh gairah untuk mendisiplinkan muridnya. Terlihat dari gesture memelintir kumis tipis nya, dia memikirkan cara-cara sadis agar Suhu menyesal pernah dilahirkan bolos kelas dan tidak mengulanginya lagi. Pertama dia melihat Suhu dari ujung rambut sampai kaki, lalu kembali lagi sampai ubun-ubun. Begitu terus tiga kali.

Kemudian dia tertawa kecil.

Nampaknya dia menemukan cara penyiksaan model baru. Asal tahu saja, Pak Gatot suka menghukum murid dengan caranya sendiri. Dan cara itu tidak diketahui oleh siswa lainnya. Yang pasti, dia membuat siswa yang bersangkutan tutup mulut mengenai apa yang terjadi. Simtom-simtom yang bisa kita ketahui adalah tiba-tiba teman kita melakukan hal-hal di luar kewajaran.

Ambil contoh, Ndut. Waktu dia ketahuan makan di kelas, dia disuruh menemui Pak Gatot di kantor. Sejak hari itu, Ndut selalu menangis kalau melihat ayam goreng. Lain lagi dengan Rini, yang dipanggil Pak Gatot karena rambutnya disemir. Sekarang Rini selalu histeris kalau mendengar kata 'bulat'. Tapi peduli setan dengan Ndut dan Rini, sekarang yang berhadapan dengan Pak Gatot adalah Suhu.

Dan Suhu akan membuktikan sendiri seberapa dhasyat dashyat dasyhat dasyaht hebat hukuman Pak Gatot. Dan dia menyenandungkan lagu Peterpan.

"Apa yang terjadi ... terjadilah, yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa."


Nguawur, tahun 2002 lagu itu belum ada.

Senandung lagu untuk mengurangi rasa takut itu terhenti. Terdengar suara langkah kaki yang familiar. Suara langkah yang carefree dan tidak takut mati. Bukan karena punya nyali, tapi karena tidak tahu diri. Entah Suhu harus histeris memperingatkan bahaya di depan mata, atau gembira karena tidak akan dihukum sendirian. Karena pemilik sepasang kaki gembira itu tidak lain adalah.

Gepeng.

Lari peng, lari. *Setengah berbisik, berharap Gepeng bisa membaca bibir.
Apa Hu? *idiot*
Eh, Pak Gatot, selamat siang Pak. *bego atau berani?*
Ehem... selamat pagi, ini belum siang.
Selamat pagi.
Saya ndak ngomong sama kamu.
Maaf.
Ada apa nih Pak, koq mojok berduaan sama Suhu di sini. Pacaran ya?


Kalau Pak Gatot tidak membunuhnya, I will.

Mau pindah toilet sana ya?
.... *mlongo*
Emang kenapa kamu nggak pakai toilet sebelah kelas 5? *ngangkat alis*
Waduh Pak, ndak wis. Baunya minta ampun. Ada orang mencret ndak disiram, terus itu nyecer-nyecer di mana-mana lho Pak ... bayangkan coba ... mulai dari pintunya itu ... wah wis bapak lihat sendiri deh ...
Sudah sudah.
Nah itu pak, tadi saya ya mau ngomong itu, tapi ndak enak ngomongnya. Sungkan sama bapak. Di sana pokok e ndak karuan pak bau nya, bapak ke sana deh liat. Wis luwar biyasa pokoknya pak, percoyo toh ..
*Dua murid kelas tiga SMA menjelaskan tampilan fisik hasil akhir pencernaan manusia yang kurang sempurna secara mendetil*
Sudah sudah.


Ekspresi sadistis Pak Gatot kini berganti dengan ekspresi mau muntah. Mukanya pucat, kelihatannya mual parah. Sambil memegang mulut, dia berlari menjauh. Masalah teratasi, meskipun cara penyelesaian masalah kali ini agak inkonvensional. Suhu mengangguk kecil tanda terima kasih pada Gepeng. Lalu dengan bahasa isyarat mengepak-ngepakkan kedua tangannya menunjuk ke ujung lorong, menandakan mengajak beranjak pergi ke ruang pertemuan tempat presentasi Ninja Turtles University diadakan.

Kamu pegi o sek dah.
Lha kamu?
Aku pergi cuma buat bolos mat koq. Lagian aku gak mau masuk Ninja Turtles University.
Terus ke mana kamu sekarang? Kantin? Ntar taksusul ya abis presentasi e selesai.
Ya ke toilet lah. Nanti kalau Pak Gatot beneran ke sana ngecek gimana, bisa gawat kita.
Jadi kamu mau ...
Nyecer-nyecer ... hahaha


Saat itu, Suhu tidak tahu apakah tindakan yang dilakukan adalah terlalu jauh demi masuk sebuah perguruan tinggi. Tidak tahu apakah dusta dan nista yang dilalui itu worth it. Tidak pula dia tahu, bahwa kenangan indah njijiki ini, akan dia bagikan dengan teman-temannya beberapa tahun kemudian, di Ninja Turtles University.

Karena yang dia tahu, untuk masuk Ninja Turtles University. Kepandaian bukanlah hal yang mutlak. Kalau kamu tidak punya kepandaian, yang kamu perlukan adalah keberanian. Tapi keberanian sendiri tidak pernah berjalan jauh, kalau tidak ditemani seorang kawan, bernama Gepeng keberuntungan.

Suhu,
claims to be the luckiest man in the world.

-- End The -- [Enthek]

NB: Ada yang tahu gimana mengeja Dasyat yang benar?

10 comments:

Gita Arimanda said...

horeeeeee !!!!!!

komen pertama!!!

eh dilanjut cerita perjuangan pas nyiapin tes NTU dong! mau tau nih, sampe bener2 masuk ke NTUnya gitu

*cara ngejanya : dahsyat :D

sylv said...

i concur.

lanjutin hu, biar nanti pas lulus masih ada kenangan dulu gimana masuknya... =D

Reza d'Bhro said...

Huahuahua.... ngakak tenan aku.

Emang master rek.... Gaya penulisannya buso tenan....

Aku kelas 3 IPA 5 juga lho....

yosafat said...

huahahaha...ngakak tenan aku mocone...


teringat masa sma yg juga sering membohongi guru....

konnyaku said...

hooooo...
abis...

serasa nungguin heroes..

spider_alf said...

hooo.. lagu peterpan yg kupu2 malam itu y... aku kira km nyanyiin lagu peterpan yg "aku menunggumu mati di dpn ku" (di belakang pak guru mu, udah nancap 10 kayu tusuk bakso di titik2 vital, yg membuatnya ketawa sambil nangis, sesak napas, jantung berdetak makin cepat dan akhirnya meledak dlm waktu kira2..... .yap! sekarang! :D)

suhu said...

#gita:
ndak deh git, masuknya nyogok koq dicritain. Malu lah.

#sylv:
haha kadang ada kenangan ya lebih baik tetap menjadi kenangan.

#reza d'bhro:
kamu tipe yang mana, bhro?

#yosafat:
berbohong ndak baik yos. dosa. masuk neraka. panas.

#konnyaku:
hahaha heroes apanya la? Hiros Nakamuras?

#spider_alf:
meskipun ga perlu login pake blogger identity, nama spider_alf ini jelas-jelas bukan palsu dari komennya.

#konnyaku lagi:
komen apong yang bikin kayak heroes. Apong dan Spider_alf itu udah kayak alter ego Niki dan jesika di heroes. Beda dikit. Spider_alf psikopat, apong lebih psikopat.

spider_alf said...

woi.. jgn merendahkan gitu.. masa spt nikki di heroes.. aku ga spt dia yg cm punya 2 kepribadian, aku ini.. LEGION.. karena kami BANYAK mwahahahahahahahha


*** ok cut.. itu cm akting.. psikopatnya pun hanya buat menghibur tmn2 sekitar yg kadang bosan hidup di ntu .. LOL.. apong itu penyayang kok orgnya..

suhu said...

#alf:
apong itu penyayang.

Agus@ kayu jabon said...

mampir nich...
menarik sekali blog anda dan saya menyukainya..
salam....