Sunday, April 22, 2007

Panda Tambun has Declared a War, a Big One

Setelah kemarin pulang dini hari, Suhu masih menyempatkan berdoa bersama. Doa. Defense Of the Ancient. Suhu berdoa bersama Alfonso, Vidy, dan Arianto. Tentunya kalau mulai nya dini hari, selesai nya subuh. Karena menurut pepatah Malang, "Yen kalah dibaleni sampek menang" yang artinya kita bermain sampai matahari terbit.

Akhirnya Panda Tambun the Blogmaster tidur jam 5 lebih. Lebih 2 jam. Jam 7 mungkin, karena melihat lampu lorong blok 12 otomatis mati. Sekitar segituan. Menurut jam tidur yang standar, Panda Tambun yang biasanya tidur 16 jam sehari, akan bangun kira-kira .... bulan Desember.

Tetapi keajaiban terjadi.

Langit terbelah dan terdengar suara dari langit, "Inilah anakku"

Panda Tambun bangun jam 10. Jelas-jelas tidurnya kurang. Dan kurangnya jam tidur bisa memacu adrenalin ke efek emosional yang buruk. Misalnya, marah.

Masa hibernasi di-terminate secara paksa.

Kebanyakan spesies fauna mempunyai musuh natural, seperti tikus dan kucing, atau kucing dan anjing, atau sejenisnya. Yang pasti antara predator dan mangsanya. Yang satu lebih superior daripada yang satunya. Dan kali ini, Panda Tambun yang sudah menjadi vegetarian dengan makan bambu selama bertahun-tahun.

Memutuskan akan memangsa tetangga OV laknat keparat jahanam terkutuk sejuta topan badai mandul tujuh turunan.

Berikut adalah tindak kriminal yang dia lakukan.

1. Lahir sebagai OV.

1. Memutar lagu winamp keras-keras.
Ini sebenarnya termaafkan, karena memang ini bukan jam tengah malam atau bagaimana. Sebenarnya hal ini masih bisa ditolerir, mungkin kamu menganggap Panda Tambun berlebihan kalau marah karena hal ini.

2. Membiarkan pintu kamar terbuka.
Oke, mungkin kamu bilang masih Panda Tambun berlebihan dalam membesar-besarkan masalah. Pintu dia, hak dia. Tapi kalau dikombinasikan dengan poin 1, terbukanya pintu ini seperti amplifier dan seperti membunyikan genderang perang tanda tantangan terbuka.

3. Melakukan hal laknat ini di kala exam.
Sudah diketahui bahwa OV ini adalah mahasiswa master jurusan komputer enjiniring. Jadi kalau ada peristiwa berdarah di lab CE, kamu tidak usah bingung cari pelaku dan motif nya. Dia sudah selesai, atau tidak ada exam, atau entahlah. Tapi melakukan hal seperti ini di kala exam menunjukkan apatis pada lingkungan. Hukumannya, mati.

4. Tidak membiarkan Daniel Beddingfield menyanyi.
Bayangkan lagu If you're not the one, tanpa suara Daniel Beddingfield. Tentu tidak enak. Lalu bayangkan, suara itu digantikan oleh suara biola tak berdawai.

This is a war.

Pembalasan itu kejam. Langkah-langkah pembalasan akan dirinci sebagai berikut.

1. Menelepon pihak pihak layanan kesejahteraan umum.
Pertama mau telepon polisi, tapi tidak jadi, mungkin tidak perlu melibatkan polisi. Lalu mau telepon ambulance, biar waktu pihak rumah sakit sampai bisa menyaksikan proses bedah tanpa bius. Demi kemajuan ilmu kedokteran. Akhirnya diputuskan untuk telepon rumah jenazah. Apapun yang terjadi, salah satu di antara kami harus mati.

2. Menelepon Apong.

2. Membuka pintu kamar.

3. Menggeret speaker, hadapkan ke luar.

4. Nyalakan winamp.

5. Pasang tutup telinga.

6. Control panel master volume, max. Speaker volume, max. Winamp, max.

7. Puter lagu ini.



Terdengar lirik lagu yang menarik.

I don't wanna run away
Suck my butt semua band pop
My heart tell me that I am
kiss my butt semua band pop


Ternyata respon OV itu adalah, memutar winamp nya lebih keras, dan MENGGESEK biola lebih nyaring lagi. Suhu teringat sebuah lagu yang dulu sering dipakai buat nge-cek speaker baru beli. Sebuah lagu yang treble, bass, dan lainnya cukup balanced di posisi max.



Samar-samar Suhu melihat bendera putih keluar dari pintu kamar tetangga. Tapi mungkin cuma salah lihat.

Suhu,
mohon maaf untuk penghuni blok 12.

3 comments:

Herry Gunadi Sudibya said...

Lagu disimulasikan dan....
.
.
.
terdengar complain dari penduduk blok 34... :s :s

Agung said...

Pengen nyoba ngetes speakerku ah...

suhu said...

#herry:
Speaker baik-baik?

#agung:
treble, ok?
sip!
bass, ok?
mantap coy!
surround, ok?
sip
telinga, masih?
apa?
telinga ...
APA
TELINGA!
APA??