Tuesday, April 24, 2007

Materi Ujian Airport Engineering

Di posting kali ini, Suhu akan menceritakan sedikit tentang pelajarannya. Jangan khawatir, penulisan akan dicoba diparafrasekan hingga bisa dimengerti manusia biasa. Jargon-jargon akan dikurangi, dan istilah-istilah yang terlalu spesifik ke anak-anak jurusan Agus, Doni, Olip, Bimo, akan dipakai dengan seksama agar tidak mengurangi pemahaman awam.

Suhu ingin berbagi materi ini, karena Suhu termasuk orang yang beruntung bisa mengambil mata kuliah ini. Sudah kudaki bukit tertinggi, hanya untuk mencari bertanya-tanya ke teman-teman jurusan Teknik Sipil di universitas lain, sejauh ini belum pernah ada yang punya mata kuliah ini. Memang ini adalah salah satu Prescribed Elective - Core [Pelajaran pilihan tapi harus memilih - Sulit]. Jadi, bahkan di antara teman seangkatan di Civil NTU, tidak semua orang berkesempatan mengambil mata kuliah ini.

Senior? Jangan salah. Senior juga tidak seberuntung ini, karena terakhir pelajaran ini ditawarkan secara bebas adalah enam tahun lalu. Enam tahun lalu itu waktu yang lama, mungkin saat itu kamu baru bisa membaca, atau baru pertama tahu jenis-jenis pembalut wanita, atau pertama kali jualan kondom, atau mungkin baru nge-blog. Dan kemungkinan besar, enam tahun lalu, cewek-cewek masih pakai ban serep sanggul ke sekolah hari-hari ini, gak cuma pakai kaos oblong dan piyama.

Oh, saya refer ke Hari Kartini. Udah lewat sih, tapi masih belum telat buat mengingat-ingat masa lalu. Sambil pake batik. Gak punya batik? Beli aja di Kratonindo.

Anyway, sebelum beralih ke pesan komersial lebih lanjut, mari kembali ke Airport Engineering. Ada beberapa materi penting yang diajarkan melalui kelas berbobot tiga SKS ini.

1. Forecast Future Demand
Meramal apa yang terjadi masa depan. Jika di 5 tahun lagi, lokasi ini berkembang, kita perlu booking lahan sebelah, karena biaya ekspansi lebih murah daripada bikin airport baru. Jika 10 tahun lagi, Olimpiade akan diadakan di sini, perlu disiapkan kapasitas besar untuk segala jalur transportasi, terutama udara, jalur utama transportasi internasional.

2. Runway Length [Panjang Landasan Pacu]
Panjang landasan pacu adalah salah satu ilmu terpenting yang perlu dikuasai seorang Airport Engineer. Waktu Takuya Kimura ngomong "V1, V2, VR" di felem Good Luck, itu semua ada artinya. Yang menentukan kapan dan di mana pesawat harus mencapai V [kecepatan] tertentu, adalah airport Engineer. Yang pasti, kecepatan ini dibatasi agar supaya jika ada hal-hal yang tidak diharapkan, pesawat masih bisa membatalkan take-off dan melakukan tindakan yang diperlukan.

3. Jenis-jenis Pesawat
Jangan dikira ini mengasyikkan. Oke, awalnya memang seru. Profesor membawa contoh miniatur-miniatur pesawat yang biasanya ada di counter check-in first class, dengan skala yang tepat tentunya. Kita jadi tahu kalau roda utama Boeing seri B747-100 ada 16. Ya, B727 cuma 4. A380 punya delapan menyamping. Dan jumlah jet DC-9 ada tiga, bukan dua seperti seri-seri sebelumnya. Dan itu masuk materi exam closed book.

Bukan hanya jumlah roda dan turbine jet, tapi juga data
lingkar dada - pinggang - pinggul pramugari ideal
lebar pesawat dari sayap ke sayap, tinggi pesawat dari roda ke ekor, jarak roda, dan maximum angle roda hidung. Kalau kamu pikir ini cuma angka-angka trigonometri biasa, coba hafalkan berat kosong pesawat-pesawat tersebut. Beserta kapasitas tangki bensin. Dan yang paling berguna, jumlah tempat duduk dalam pesawat.

Informasi ini sangat berguna untuk airport planning, karena biasanya yang diketahui hanya raw data yang tidak seberapa nyambung seperti jumlah akses ke airport, usia rata-rata pramugari, jumlah orang yang bepergian, luas lahan.

4. Separasi antara pesawat
Pesawat tidak boleh terlalu dekat. Mulai dari arrival-arrival separation, itu sebabnya kenapa kita sering mengalami muter-muter di atas airport. Karena landasan pacu belum siap menerima pesawat kita. Biasanya dikarenakan wake turbulance, yaitu angin sisa pesawat di depan, yang bisa mengacaukan arah pesawat kita. Ingat, kemudi pesawat semuanya tergantung beda tekanan di antara badan pesawat. Dan angin tolonglah aku sedang jatuh cinta wa wa wa bisa mengacaukan semuanya. Karena. Angin. Tak dapat membaca.

5. Kapasitas Airport
Tergantung cuaca, airport punya beberapa landasan. Beberapa landasan ini saling malang-melintang satu sama lain, sehingga tidak bisa dipakai bersamaan. Meskipun physically tidak bersentuhan, tapi jalur invisible pesawat itu bisa saling bertubrukan di udara, menyebabkan pemakaian landasan pacu tidak sebebas yang kita bayangkan. Oleh sebab itu, katakanlah dengan satu landasan pacu, kita bisa mengoperasikan 50 keberangkatan dalam satu jam, dengan dua landasan pacu, bukan berarti kita bisa mengoperasikan 100 keberangkatan. Karena pesawatnya ga ada sebanyak itu dua landasan pacu ini sebenarnya mengganggu satu sama lain dan punya ketergantungan.

6. Queue analysis
Dengan prinsip First-In-First-Out [FIFO], seperti pembagian Goodie bag. Bagian ini sangat penting untuk proses internal terminal airport. Mulai dari imigrasi, baggage check, check-in, boarding, transfer, dan apa pun yang berhubungan dengan antri. Apa pun yang berhubungan dengan delay, queue, service capacity, semuanya masuk chapter ini. Tidak hanya internal, kadang eksternal pun juga memakai hal yang sama. Misalnya, antri keluar masuk pesawat ke hangar.

7. Mata Angin
Kompas yang ada di pesawat adalah kompas yang menunjukkan Magnetic North. Sedangkan arah mata angin hasil survei adalah True North. True North dan Magnetic North biasanya berjarak sekitar plus minus 10 derajat. Dan 20 derajat buffer ini lah yang membuat Airport Engineer tidak berumur panjang. Berubah menurut temperatur, musim, rotasi bumi, revolusi bumi, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan waktu. Delapan penjuru perlu diamati, lalu dibuat probability angin datang dari mana, dan landasan mana yang boleh dipakai untuk kondisi tertentu. Benar-bener merepotkan, karena. Angin. Tak dapat membaca.

8. Fondasi
Pesawat adalah sebuah kendaraan yang. Berat. Kita sudah meng-cover banyak tentang panjang landasan pacu di chapter 2. Tapi yang lebih mengerikan bukan panjangnya, tapi dalam nya lapisan tanah yang affected dengan operasi penerbangan. Pada dasarnya tidak ada tanah yang benar-benar siap untuk dilewati barang segedhe gaban. Mau tidak mau kita harus melakukan rekayasa tanah agar lapisan tanah tersebut siap dilindas unggas logam.

9. Pavement Beton
Dan untuk mencegah tanah lembek karena hujan dan perubahan struktur yang berarti, para Civil Engineer telah menciptakan teknologi anti tembus air. Kita namakan. Semen. Mengecor adalah hobi lulusan Teknik Sipil. Tapi nge-cor beton di Airport tidak seperti nge-cor beton di depan rumah. Harus dibuat kemiringan tertentu agar air hujan bisa mengalir ke arah yang diinginkan, harus bahan tertentu agar cukup empuk buat pesawat. Harus ini dan itu.

Overall, dari 9 topik yang berguna ini, tidak semuanya sulit. Beberapa saja yang sulit, sisanya, sangat sulit.

Separasi Pesawat, Kapasitas Airport, Mata Angin, dan Pavement adalah Chapter-chapter momok bagi Suhu. Karena pengerjaannya sangat tedious, bahkan kadang membutuhkan trial and error yang memakan waktu.

Suhu,
calon Airport Engineer.

No comments: