Wednesday, April 25, 2007

CV4453 Airport Engineering - [Live]

Pagi itu belajar bersama dengan teman-teman sejurusan, yang jelas nama-nama nya tidak pernah pembaca dengar. Karena semuanya OS. Buat yang belum tahu, Suhu adalah satu-satunya generasi penerus bangsa yang ada di angkatan final year ini. Demikian kisah belajar bersama ini berlanjut dengan diskusi-diskusi soal probability.

Berapakah peluang chapter ini akan keluar?

Itu adalah misteri yang harus kita pecahkan. Karena lebih baik memecahkan misteri peluang bab yang keluar daripada memecahkan kepala dengan mempelajari semuanya. Spekulasi. Bukan asal tebak, tapi berdasarkan pola-pola soal yang lalu. Masalahnya, subjek ini sudah tidak pernah ditawarkan sejak zaman baheula.

Tapi, kita tidak kehabisan akal. Kita melihat mata kuliah yang diajarkan oleh profesor bersangkutan. Untuk sekedar info, Airport Engineering ini lecturer nya tua dan sudah dekat waktunya cuma satu. Tidak seperti subject lain yang biasanya terdiri dari 2 atau 3 part dengan pergantian lecturer di tengah semester, profesor yang mengajar mata kuliah ini, adalah Single Fighter. Dia juga anggota ICAO [International Civil Aviation Organization], jadi kebanyakan chart-chart yang membingungkan di katalog airport engineer itu, dia ikut andil dalam pembuatannya.

Dari pengamatan beberapa subjek lain yang diajar oleh profesor ini, kita mendapat pola soal-soalnya. Dari empat soal, selalu ada dua yang tidak bisa dikerjakan dengan otak manusia biasa. Lalu dari dua soal yang tersisa [yang masuk akal dikerjakan dengan intelejensia setingkat di atas amuba] ada satu soal derivation atau penurunan rumus. Dan satu soal lainnya adalah soal yang diberikan agar murid tidak merasa salah ruang ujian dan tidak merasa menyesal pernah dilahirkan.

Seperti yang telah disebutkan di posting sebelumnya; separasi Pesawat, Kapasitas Airport, Mata Angin, dan Pavement adalah bab yang akan termasuk dua soal jenis pertama. Yang tidak bisa dikerjakan dengan otak manusia biasa. Jadi kita pastikan, dalam 4 soal ujian nanti, dua dari empat jahanam ini akan tampil.

Soal ketiga, penurunan rumus, tidak seberapa ditakuti oleh orang-orang yang tidak pernah menghafalkan rumus. Seperti kata Pak Gatot di SMA, "Yang penting itu konsepnya, cuk!". Dan soal keempat, bisa keluar dari chapter mana saja yang tersisa. Tapi yang pasti tidak akan seberapa bermasalah.

-- Beberapa jam kemudian

Panda Tambun sudah ada di dalam ruang ujian. Menghadapi kertas ujian nya yang terakhir. Tiga set kertas ada di depan mata. Satu adalah set pertanyaan. Satu lagi berwarna hijau adalah lembar jawaban. Dan satu lagi untuk menulis kesan pesan selama exam di NTU. Satu set lagi adalah appendix berisi tabel, grafik, chart, gambar yang mungkin diperlukan nanti. Kalau soalnya aja nggak ngerti, gimana mau pake tabelnya. Sebelum exam memang dikumandangkan Please do not start writing! dan Please do not turn over the examination question paper until you are told to do so!. Tapi sejauh ini. Belum ada Please do not take photo! Jadi buat kamu yang pingin masuk NTU, lalu ingin tahu situasi dalam exam, ini. Kamu dikasih meja kecil, lalu mengerjakannya sambil berdiri dengan satu kaki lalu dikasih banyak kertas. Kemudian temperatur ruangan dibuat lebih dingin daripada kulkas.

Separasi Pesawat, Kapasitas Airport, Mata Angin, dan Pavement.

"Moga gak ada di exam tahun ini", demikian ujarku dalam hati.

Soal pertama, Berdasarkan jenis-jenis pesawat ini, tentukanlah: disusul dengan berbagai spesifikasi pesawat. Wah! Mudah, tipe-tipe pesawat. Poin terakhir dari nomer 1, Berdasarkan jenis-jenis pesawat ini, tentukanlah: Separasi pesawat untuk situasi berikut. Diiringi tabel 2 halaman. Langsung mencari pisau plastik untuk ditusukkan ke ulu hati.

Soal kedua, Berdasarkan data mata angin berikut ini, tentukanlah kapasitas airport. Meninggal. Menatap soal dua menit, melihat langit [langit-langit] tiga menit dua puluh dua detik, mengheningkan cipta sekitar satu menit, lalu menuju soal berikutnya.

Soal ketiga, Derive the following expression. Tebakan benar. Penurunan rumus untuk Queue analysis. Langsung kerja. Putar otak, pecahkan konsentrasi lawan dengan tampil seolah-olah nomer satu dan dua sudah selesai, padahal langsung lompat nomer tiga.

Soal keempat, poin a. Tentukanlah fondasi yang cocok untuk airport dengan data sebagai berikut. Data 3 halaman. Poin b, tentukanlah pavement beton yang sesuai. Tiba-tiba merasa menyesal berspekulasi saat belajar, menyesal mengambil airport engineering, menyesal masuk jurusan teknik, menyesal kuliah ke singapura, menyesal mengikuti wajib belajar, menyesal bisa membaca, menyesal pernah dilahirkan.

Empat chapter yang paling ditakuti, keluar bersamaan dalam satu exam. Berbagai perasaan bercampur menjadi satu. Mulai dari pumped-up, challenged, terangsang, sedih, bingung, kecewa, panik, dan cemas. Seperti saat hero kamu di-ambush dari dalam hutan, lalu Rikimaru melempar bom asap biru dan kamu tidak bisa berbuat apa-apa.

-- Beberapa jam kemudian

Terlihat seonggok Panda di depan monitor, mengontrol gerak-gerik Pandaren Blogmaster yang berteriak "Another Round? That will be risky!" Panda Tambu ber-doa [Defense of Ancient] sampai pagi, ditemani Bhrosodaro yang Busodaro. Nampaknya dia sudah melupakan kepedihan hatinya.

Panda Tambun,
yang sudah kelar exam.

2 comments:

Gita Arimanda said...

wah selamat panda!! dah kelar ujian terakhir nih yee. Mudah2an hasilnya bagus :)

suhu said...

#gita: makasih.