Monday, April 30, 2007

Penyelamatan Tak Terduga

Previously on Kisah di Balik Hutan Bambu:

Rencana Suhu untuk kabur dari kelas demi mengikuti presentasi yang diadakan Ninja Turtles University, benar-benar gatot. Gagal Total. Rencana mulia bolos pelajaran matematika Pak Har ini dihancurkan karena tertangkap basah oleh Pak Gatot di koridor sepanjang jalan menuju ruang pertemuan.


Reaksi Pak Gatot, tentu sudah dapat ditebak. Penuh gairah untuk mendisiplinkan muridnya. Terlihat dari gesture memelintir kumis tipis nya, dia memikirkan cara-cara sadis agar Suhu menyesal pernah dilahirkan bolos kelas dan tidak mengulanginya lagi. Pertama dia melihat Suhu dari ujung rambut sampai kaki, lalu kembali lagi sampai ubun-ubun. Begitu terus tiga kali.

Kemudian dia tertawa kecil.

Nampaknya dia menemukan cara penyiksaan model baru. Asal tahu saja, Pak Gatot suka menghukum murid dengan caranya sendiri. Dan cara itu tidak diketahui oleh siswa lainnya. Yang pasti, dia membuat siswa yang bersangkutan tutup mulut mengenai apa yang terjadi. Simtom-simtom yang bisa kita ketahui adalah tiba-tiba teman kita melakukan hal-hal di luar kewajaran.

Ambil contoh, Ndut. Waktu dia ketahuan makan di kelas, dia disuruh menemui Pak Gatot di kantor. Sejak hari itu, Ndut selalu menangis kalau melihat ayam goreng. Lain lagi dengan Rini, yang dipanggil Pak Gatot karena rambutnya disemir. Sekarang Rini selalu histeris kalau mendengar kata 'bulat'. Tapi peduli setan dengan Ndut dan Rini, sekarang yang berhadapan dengan Pak Gatot adalah Suhu.

Dan Suhu akan membuktikan sendiri seberapa dhasyat dashyat dasyhat dasyaht hebat hukuman Pak Gatot. Dan dia menyenandungkan lagu Peterpan.

"Apa yang terjadi ... terjadilah, yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa."


Nguawur, tahun 2002 lagu itu belum ada.

Senandung lagu untuk mengurangi rasa takut itu terhenti. Terdengar suara langkah kaki yang familiar. Suara langkah yang carefree dan tidak takut mati. Bukan karena punya nyali, tapi karena tidak tahu diri. Entah Suhu harus histeris memperingatkan bahaya di depan mata, atau gembira karena tidak akan dihukum sendirian. Karena pemilik sepasang kaki gembira itu tidak lain adalah.

Gepeng.

Lari peng, lari. *Setengah berbisik, berharap Gepeng bisa membaca bibir.
Apa Hu? *idiot*
Eh, Pak Gatot, selamat siang Pak. *bego atau berani?*
Ehem... selamat pagi, ini belum siang.
Selamat pagi.
Saya ndak ngomong sama kamu.
Maaf.
Ada apa nih Pak, koq mojok berduaan sama Suhu di sini. Pacaran ya?


Kalau Pak Gatot tidak membunuhnya, I will.

Mau pindah toilet sana ya?
.... *mlongo*
Emang kenapa kamu nggak pakai toilet sebelah kelas 5? *ngangkat alis*
Waduh Pak, ndak wis. Baunya minta ampun. Ada orang mencret ndak disiram, terus itu nyecer-nyecer di mana-mana lho Pak ... bayangkan coba ... mulai dari pintunya itu ... wah wis bapak lihat sendiri deh ...
Sudah sudah.
Nah itu pak, tadi saya ya mau ngomong itu, tapi ndak enak ngomongnya. Sungkan sama bapak. Di sana pokok e ndak karuan pak bau nya, bapak ke sana deh liat. Wis luwar biyasa pokoknya pak, percoyo toh ..
*Dua murid kelas tiga SMA menjelaskan tampilan fisik hasil akhir pencernaan manusia yang kurang sempurna secara mendetil*
Sudah sudah.


Ekspresi sadistis Pak Gatot kini berganti dengan ekspresi mau muntah. Mukanya pucat, kelihatannya mual parah. Sambil memegang mulut, dia berlari menjauh. Masalah teratasi, meskipun cara penyelesaian masalah kali ini agak inkonvensional. Suhu mengangguk kecil tanda terima kasih pada Gepeng. Lalu dengan bahasa isyarat mengepak-ngepakkan kedua tangannya menunjuk ke ujung lorong, menandakan mengajak beranjak pergi ke ruang pertemuan tempat presentasi Ninja Turtles University diadakan.

Kamu pegi o sek dah.
Lha kamu?
Aku pergi cuma buat bolos mat koq. Lagian aku gak mau masuk Ninja Turtles University.
Terus ke mana kamu sekarang? Kantin? Ntar taksusul ya abis presentasi e selesai.
Ya ke toilet lah. Nanti kalau Pak Gatot beneran ke sana ngecek gimana, bisa gawat kita.
Jadi kamu mau ...
Nyecer-nyecer ... hahaha


Saat itu, Suhu tidak tahu apakah tindakan yang dilakukan adalah terlalu jauh demi masuk sebuah perguruan tinggi. Tidak tahu apakah dusta dan nista yang dilalui itu worth it. Tidak pula dia tahu, bahwa kenangan indah njijiki ini, akan dia bagikan dengan teman-temannya beberapa tahun kemudian, di Ninja Turtles University.

Karena yang dia tahu, untuk masuk Ninja Turtles University. Kepandaian bukanlah hal yang mutlak. Kalau kamu tidak punya kepandaian, yang kamu perlukan adalah keberanian. Tapi keberanian sendiri tidak pernah berjalan jauh, kalau tidak ditemani seorang kawan, bernama Gepeng keberuntungan.

Suhu,
claims to be the luckiest man in the world.

-- End The -- [Enthek]

NB: Ada yang tahu gimana mengeja Dasyat yang benar?

Pengalaman adalah Guru yang Terbaik

Previously on Kisah di Balik Hutan Bambu:

Pak Gatot menangkap basah kelakuanku yang tidak wajar dan memanggilku dari ujung lorong. Apa yang harus kulakukan sekarang. Pura-pura tidak dengar, pura-pura tidak merasa dipanggil, atau balik dan menghadapi serbuan pertanyaan Pak Gatot?


Suhu bukanlah seorang anak yang pandai. Akan tetapi, dia tergolong anak yang tahu banyak hal. Dan kelebihan ini dia dapat dari seorang guru yang terbaik, namely pengalaman. Suhu bisa meng-handle segala macam permasalahan yang bersifat mendesak, menekan, dan membutuhkan decision-making skill yang akurat. Dan situasi saat ini adalah salah satunya.

Sayangnya, hari ini gurunya, Pengalaman, berhalangan hadir. Dan dia tahu, saat guru terbaiknya, Pengalaman, berhalangan hadir. Seringkali posisinya digantikan oleh guru pengganti yang kurang menyenangkan, Kenangan Pahit. Mereka sama-sama guru yang baik, hanya yang satu cara mengajarnya kurang bisa diterima kebanyakan orang.

Solusi generik untuk orang yang kepepet, antara lain adalah:

1. Pura-pura tuli
Bisa dengan berjalan lurus, anggap saja panggilan Pak Gatot adalah ilusi belaka. Kalau dipanggil lagi, ingat! Kamu tuli! Mana bisa dipanggil lagi?

2. Pura-pura gila
Ini salah satu langka ekstrim. Dengan membentur-benturkan kepala ke tembok, jelas pokok permasalahan akan berubah menjadi ke 'kesehatan mental siswa' daripada 'membolos kelas' saat orang tua dipanggil ke sekolah.

3. Pura-pura tidak terjadi apa-apa
Kembali ke kelas, mengikuti jadwal pelajaran seperti biasa. Tersenyum pada Pak Har dengan lugu.

Dan dari ketiga alternatif ini, yang tidak menorehkan lembaran merah jambu pada memori masa SMA adalah yang ketiga. Pura-pura tidak terjadi apa-apa. Dengan langkah percaya diri, balik kanan langkah tegap maju jalan dan menuju ke ruang kelas 3IPA5. Dan ketika melalui Pak Gatot yang ternganga melihat Suhu yang disangka gila, Suhu pun berkata.

"Saya ini pura-pura tidak terjadi apa-apa, bukan pura-pura gila."

"Ada apa pak?"


Maka percakapan pun berlanjut.

Ada apa Pak?
Mau ke mana kamu?
Kelas. *jujur*
Dari mana?
Toilet. *bohong dikit*
Tadi mau ke mana?
Hah? Ndak ke mana-mana koq pak. *bohong BUESAR*
Lho kamu kelas 5 kan? *refer to IPA5, soalnya ga ada IPS5*
Ah bapak bisa saja, SMA cuma ada sampai kelas tiga pak.
Iya. *kejujuran yang tak bisa disangkal*
Koq sampai sini, bukannya dekat kelas sana ada toilet?


Itu adalah sepenggal percakapan yang menunjukkan bahwa Suhu memang tidak pandai. Tetapi jawaban Suhu beberapa milisekon kemudian menunjukkan bahwa Suhu indeed tahu banyak hal. Dan, semua ini adalah hasil didikan gurunya, Pengalaman.

Toilet yang sana sedang dibersihkan pak. Jadi saya ke toilet yang dekat ruang guru.


Sebuah jawaban spektakuler yang keluar begitu saja dari mulut Suhu. Memang butuh bakat untuk hal-hal kayak gini. Tapi, yang ada hanya Pak Gatot melihat Suhu dari ujung rambut sampai ujung kaki, lalu tersenyum sinis. Dan saat itu pula, Suhu menyadari, Pengalaman bukan guru les privat. Dan nampaknya, Pak Gatot juga berguru pada Pengalaman.

Ndak mungkin.
Apanya ndak mungkin?
Ndak mungkin toilet lagi dibersihkan.
Koq bisa tahu kalau toilet nggak lagi dibersihkan? *Dan pertanyaan ini menunjukkan bahwa Suhu adalah seorang anggota kelas 3IPA5 yang sejati*
Lha wong saya ini mau ke sana mbersihkan koq.
Tuh kan, dari nadamu ketahuan kamu bohong.


Jancok Hwarakadah! [kata Yosafat gak boleh sering-sering bilang 'Jancok'].

Blunder, mestinya tadi sok yakin kalau toilet lagi dibersihin. Terus ngajak taruhan sama Pak Gatot, berdua ke sana, pasang tampang bego sambil bilang, "Cepet juga ya mereka bersihin toiletnya. Barusan masih ada koq, beneran."

Seisi tubuh Suhu tiba-tiba merasa bergejolak. Keringat dingin, badan gemetar, lutut kopong, perut pusing, dan kepala mual. [Namanya juga pusing, bingung mana yang mual mana yang pusing]. Kebohongannya terbongkar, kedoknya terungkap. Suhu tidak tahu apa yang harus dilakukan, yang pasti, ini adalah pelajaran yang diberikan Pengalaman agar di kemudian hari tidak terulang lagi.

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Dan karena itu, biaya pendidikannya pun biasanya mahal. Sangat mahal.

--Bersambung [lagi]

NB: Sampai yang nulis aja krasa ini kepanjangan. Padahal kejadian aslinya cuma beberapa menit.

Sunday, April 29, 2007

Tak Disangka Tak Dinyana

Previously on Kisah di Balik Hutan Bambu:

Aku berhasil merangkak sampai persis di depan meja guru. Tanpa disadari Pak Har tentunya. Gepeng melakukan tugasnya dengan baik, so far.

Tapi, sejenak kemudian.


Pak Har berdiri. Dengan suara sengau dia berkata.

"Adi Prawira ngapain kamu jongkok di sana"

"Teman-teman, ini ada pertanyaan menarik dari salah satu teman kalian. Coba kalian buka halaman seratus dua puluh satu."

Seisi kelas membuka halaman seratus dua puluh satu. Nyaris serentak. Terdengar suara halaman buku dibalik untuk menemukan halaman 121. Bukti nyata bahwa seisi kelas menaruh hormat dan mendengarkan perintah seorang guru matematika.

Dan ini adalah suatu hal yang terlalu mencurigakan. Karena delapan puluh persen dari kami, meluangkan delapan puluh persen waktunya merancang pesawat kertas. Dan tidak mendengarkan Pak Har mengajar. Dan Pak Har tahu benar hal itu. Dan sebagai seorang guru yang tingkat intelejensia nya jauh lebih tinggi daripada amuba, Pak Har sewajarnya curiga.

Dia terkejut melihat anak 3IPA5 menjadi patuh.

Dan dia lebih terkejut lagi ketika melihat segumpal Panda dengan tiba-tiba nyembul dari bawah meja. Tepat di depan dia.

Berbagai tatapan mata penuh makna. Dari berbagai insan.

Teman-teman sekelas: yah, ketahuan deh.

Gepeng: uda susa susa, koq mala muncul.

Pak Har: ZOMFGWTFBBQ.

Ngapain kamu?
Anu pak ... Suhu .. setip ... Setipnya suhu jatuh.
Hehehe... *senyum bego*
O. *tatapan mata tidak percaya*
Bukan ... bolpen, bolpennya saya bawa.


Seisi kelas konsentrasi ke meja guru. Peristiwa langka. Seisi kelas menatap mata penuh harap agar adegan filem laga bisa terjadi. Misalnya, Pak Har menampar Suhu dan Gepeng dengan buku matematika, sehingga bisa jadi alasan mereka untuk mengeroyok dia. Tatapan mata penuh perasaan yang mendalam. Demikian pula tatapan mata Pak Har yang penuh perasaan. Sayangnya rasa itu adalah, rasa tidak percaya.

Tidak ada pilihan lain bagi Suhu, dia harus membunuh Pak Har mengatakan yang sebenarnya.

Pak, saya mau ke ruang pertemuan.
O, ada apa?
Menghadiri presentasi Ninja Turtles University.
Ya, silakan.
He??? Koq boleh, Pak? Saya juga mau.


Itu yang diucapkan Gepeng dan kalimat itu yang menyebabkan dia tinggal di rumah sakit selama dua minggu berikutnya Pak Har bertanya kalimat selanjutnya.

Lha kamu sepuluh besar ndak?
Ndak, tapi Suhu ya ndak koq pak.

Dan sekali lagi, kita jadi tahu kenapa Gepeng masuk kelas 3IPA5, tingkat intelejensianya, menyaingi amuba. Suhu menatap teman sebangkunya, Gepeng, dengan tajam. Penuh makna. Bahwa Gepeng akan menjadi bagian dari langkah besar ilmu kedokteran dalam operasi sumsum tulang belakang tanpa bius.

Peng, kamu mau masuk Ninja Turtles University?
Ndak tahu pak. Liat liat dulu.
Kalau kamu, kamu mau masuk Ninja Turtles University?
Mau.
Tapi kamu ndak sepuluh besar.
Selisih dikit pak.
Ranking berapa?
Dua puluh satu.


Pak Har beranjak dari tempat duduk nya. Menuju ke papan tulis. Menulis "halaman 121" di papan, dan mulai menulis sebaris pertidaksamaan. Suhu dan Gepeng cuma berdiri bertatapan, dan melongo. Gesture Gepeng mengajakku untuk duduk.

Tapi niatku berjalan kembali ke tempat duduk urung setelah mendengar suara berdehem dari Pak Har. Terkena debu kapur mungkin. Ini kesempatanku, akan kusiramkan isi kotak kapur ke wajahnya, dan dia akan buta sesaat, dan aku bisa lari. Lalu Pak Har bilang.

Kalau saya lagi nulis di papan begini.
He? *ngomong apaan seh*
Saya nggak bisa lihat murid-murid saya.
He? *masih bingung*
Kalau ada yang menyelinap keluar, mungkin saya juga tidak sadar.


Direstui?

Terima kasih Pak.


Lalu aku berlari menuju ke ruang pertemuan. Tapi nampaknya mimpi buruk belum berakhir, saudara-saudara. Di koridor itu, dari arah berlawanan, nampak Pak Gatot, guru Fisika yang mengajar aku di kelas dua. Dan guru yang satu ini, taat pada peraturan, dan suka membuat murid taat pada peraturan.

Dan celakanya lagi, semua guru fisika di SMUK Belakambing tahu bahwa Suhu bukan sepuluh besar. Karena betapa susah payah usaha mereka memberi nilai sepuluh di rapot, tetap saja nilai-nilai pelajaran lain berhasil membuat Suhu terlempar jauh dari jajaran papan atas.

Berjalan ke arah berlawanan jelas bukan ide yang baik. Karena Suhu malas jalan jauh hal itu akan membuat Pak Gatot curiga. Koridor nya sangat panjang, Suhu sudah setengah jalan, dan Pak Gatot di ujung yang sedang dituju. Satu-satunya cara adalah, tampil percaya diri, maju dengan kecepatan konstan tanpa gugup. Sambil memikirkan alasan jika nanti ditanya kenapa ada di luar kelas saat PBM [proses-belajar-mengajar] berlangsung.

Suhu berjalan sambil berharap Pak Gatot akan melewatinya begitu saja. Suhu dan Pak Gatot berpapasan.

Selamat pagi pak


Pak Gatot tersenyum sopan sambil berlalu. Langkah kakinya terdengar menjauh, sementara aku maju terus ke ujung koridor. Tapi, nampaknya nasib malang selalu menimpa orang Malang. Derap langkah yang menjauh itu berhenti, dan aku percaya Pak Gatot sedang berbalik badan dengan gaya Michael Jackson sebelum dia berkata dengan keras.

Hei kamu! Sini!


Jancok. I know that was too easy, now what?

Pura-pura tidak dengar, pura-pura tidak merasa dipanggil, atau balik dan menghadapi serbuan pertanyaan Pak Gatot?

-- Bersambung --

NB: tuh kan kepanjangan.

Saturday, April 28, 2007

Awal Mula Cerita

Posting kali ini, akan jadi posting yang panjang. Sangat panjang. Buat yang mau baca post ini sebelum berangkat IA [magang], silakan ditunda. Jangan khawatir, tidak ada hadiah untuk tiga komen pertama. Kalau bersitegang bersikeras ingin terus membaca, siapkan alasan yang baik untuk telat/bolos.

Tips: ngemut CDR tiga biji sekaligus [jangan dilarutkan dalam air], bisa membuat petugas Medical Center NTU percaya kamu sakit kuning. Kalau gagal, ngaku aja kamu makan CDR tiga biji, lalu ngaku sakit jiwa.

Sudah siap? Sudah bikin minuman dan siapkan camilan? Kipas angin sudah nyala kecepatan sedang, tempat duduk sudah nyaman, dan tissue sudah ada di meja penerangan sudah diatur agar tidak merusak penglihatan?

Manis. Mari kita mulai ceritanya.

Suhu bukanlah seorang anak yang pandai. Akan tetapi, dia tergolong anak yang tahu banyak hal. Salah satu hal yang dia ketahui adalah ukuran ideal lingkar dada pramugari SQ keadaan dirinya, yaitu, tidak pandai. Tentu banyak yang berbeda pendapat, tapi memang orang selalu melihat dari penampilan. Karena Suhu kelihatannya pandai, orang berasumsi Suhu pandai.

Tentu banyak ucapan-ucapan orang, yang walaupun beraneka ragam, tapi intinya sama. Seperti ini kira-kira.

1. Bermulut manis.
"Kamu itu pinter."

2. Disusul kenyataan.
"Kamu itu pinter. Cuma kurang rajin aja."

3. Dan kutukan perintah tuntutan saran.
"Kamu itu pinter. Cuma kurang rajin aja. Kalau kamu rajin dikit aja, pasti bisa."

4a. Diiringi perbandingan.
"Kamu itu pinter. Cuma kurang rajin aja. Kalau kamu rajin dikit aja, pasti bisa. Coba lihat si Mahmud, kalau kamu serajin dia, pasti bisa."

4b. Diiringi fakta untuk memperkuat.
"Kamu itu pinter. Cuma kurang rajin aja. Kalau kamu rajin dikit aja, pasti bisa. Buktinya kamu bisa masuk Ninja Turtles University, kan gak semua orang bisa."

Entah sampai kapan, orang akan mengasosiasikan admission ke Ninja Turtles University, dengan kepandaian. Tapi yang pasti, Suhu tidak masuk ke Ninja Turtles University karena kepandaiannya melainkan karena koneksi ayahnya dengan Su Gua Ning melainkan karena keberuntungan. Sejarah telah mengatakan, bahwa pria lugu dengan nasib lucu ini, bukan seseorang yang dilahirkan untuk menjadi ilmuwan.

Empat tahun silam, dua orang utusan dari Ninja Turtles University, datang ke SMU Belakambing [Belakang-pasar-belimbing]. Dengan niat mulia mencari sapi perah menjemput foreign talent. Begitu niatnya. Presentasi yang mereka adakan dilakukan saat jam pelajaran sekolah. Saat di mana PBM [proses-belajar-mengajar, buat yang tidak mengenyam pendidikan tinggi di tanah air, mungkin tidak tahu singkatannya, betul?] sedang berlangsung. Dan tentu saja, saat itu kita sudah tahu, bahwa elitisme memberi kesempatan bagi pihak-pihak papan atas, dalam hal ini, sepuluh besar.

Bulan September 2002

Di kelas 3IPA5, sebuah kelas IPA dengan jiwa IPS. Dan dengan kapasitas otak yang tidak sebesar empat kelas IPA lainnya. Fakta memperjelas bahwa tiap tahun SMUK Belakambing mempunyai 4 kelas IPA dan 4 kelas IPS. Rumor berkata bahwa pada angkatan yang beruntung ini, ada 5 kelas IPA. Dan sistem appeal membuat kelas kelima ini lahir. Untuk lebih mudah dicerna, nilai rata-rata kelas kami, susah mencapai nilai rata-rata empat kelas IPA yang lain. Tepatnya, susah mencapai setengah nilai rata-rata kelas yang lain. Jangan khawatir, kami tidak separah kelas 3-D di felem Gokusen. We don't do drugs, we smoke ocassionally, we never fall in love with our teacher. We are normal, only ... stupid.

Ada tiga tipe anak di dalam kelas 3IPA5. Satu, yang masuk ke IPS, tapi appeal ke kepala sekolah, lalu dipindah. Dua, yang masuk ke IPA karena nilainya tidak cukup masuk IPS. Tiga, yang sial. Yaitu anak-anak pandai yang masuk IPA dengan normal, tapi sekarang mempunyai kewajiban untuk menaikkan rata-rata kelas. Tentu Suhu adalah tipe murid yang ketiga kedua. Lucu memang, tapi ini terjadi. Karena kelas IPS tidak menerima murid yang nilai Geografi dan Sejarah nya lima di rapot. O iya, saya bego. Tadi sudah disebut kan. Bukan bego, cuma agak sering berbeda pendapat dengan guru.

Misalnya, waktu ulangan, insist bahwa Inggris adalah bagian dari Amerika.

Tenang, saya bukan satu-satunya orang yang masuk IPA karena ditolak di IPS. Ada Guntur. Tapi kita tidak akan membicarakan Guntur di blog ini. Kenapa? Karena ini blog Suhu, bukan blog Guntur.

Lanjut.

Kelas 3IPA5, didominasi oleh pria-pria berkelakuan sopan berfikiran hewan, yang kurang bisa mencerna sistem pendidikan. Jelas suasana kelas sangatlah ramai, terutama di jam-jam pelajaran guru yang agak lunak pada muridnya. Guru seperti Vidy Pak Har misalnya. Pak Har menjelaskan dengan sabar cara menemukan solusi pertidaksamaan logaritma, sementara Suhu dan kroninya mempelajari teori fisika di balik misteri penciptaan pesawat kertas yang aerodinamis.

Terdengar suara dari langit speaker pengumuman.

Krosak-krosak. Bzzz.. Nguing.. Halo. Udah nyala itu pak. Oh udah ya. Langsung ngomong aja. Oya. Selamat siang anak-anak dan maaf mengganggu proses belajar mengajar bapak ibu guru. Saat ini akan dilangsungkan presentasi oleh Ninja Turtles University.

"Horeee", teriak salah satu pimpinan hewan-hewan buas di 3IPA5.

Dalam sekejap sejumlah besar semua penghuni kelas 3IPA5 langsung menutup buku matematika dan siap beranjak. Sambil menanti pengumuman selanjutnya mengenai lokasi presentasi.

Di ruang pertemuan sebelah Tata Usaha.

Kecil sekali ruangannya. Mana muat?

Anak-anak kelas tiga yang duduk di sepuluh besar diberi izin untuk meninggalkan kelas. Demikian pengumuman terima kasih dan mohon maaf pada bapak ibu guru atas gangguannya.

Elitisme.

Sulit bagi Suhu untuk bisa menerima kenyataan ini. Nama Ninja Turtles University terlalu menggiurkan untuk dilewatkan. Dan nampaknya, hari ini dia harus merelakan melihat teman-temannya, sepuluh orang, berjalan keluar setelah berpamitan dengan Pak Har.

Kamu gak pergi, Hu?
Aku ranking 21, kamu lupa?
Persetan lah, Pak Har mana inget rankingmu.
Mungkin mesti tahu diri, peng.
Kamu mau pergi.
Aku mau, tapi aku gak bisa.
Aku mengalihkan perhatian, kamu keluar lewat jendela.

Entah kenapa, saat itu ide Gepeng terdengar lebih brilian daripada rumus einstein. Aku tahu, Gepeng adalah seorang teman yang bisa diandalkan, terutama untuk mengalihkan perhatian. Aku berpikir keras, bagaimana caranya badan segedhe Panda ini keluar dari jendela belakang keluar tanpa ketahuan.

Tapi belum sempat aku berpikir panjang, Gepeng sudah ada di depan kelas, dengan buku matematika. Lagaknya menanyakan sesuatu pada Pak Har, tentang pelajaran tentunya. Sebuah pemandangan yang agak janggal. Murid 3IPA5 tanya pelajaran ke gurunya. Seisi kelas mencium sesuatu yang tak wajar, lalu menoleh ke teman sebangku Gepeng, namely aku.

Dengan anggukan teman-teman sekelas yang kira-kira artinya "Godspeed, ma'friend", aku merangkak perlahan ke pintu keluar. Setelah merasa bahwa yang dibilang 'jendela belakang' oleh Gepeng jelas-jelas cuma ventilasi.

Pelan tapi pasti, dari tempat duduk ku yang paling belakang, aku mencapai bangku terdepan. Tantangan berikutnya, bagaimana cara ke pintu keluar, melintasi meja guru, tanpa ketahuan. [Editor's note: saat ini hero kita belum mempelajari skill windwalk. Kalaupun sudah, Pak Har memegang Gem of True Sight yang bisa memantau invisible unit]

Aku berhasil merangkak sampai persis di depan meja guru. Tanpa disadari Pak Har tentunya. Gepeng melakukan tugasnya dengan baik, so far.

Tapi, sejenak kemudian.

--Bersambung--

NB: kepanjangan. sambung lain kali.

Thursday, April 26, 2007

Shopping

Setelah lama tidak melakukan aktivitas ini, Panda Tambun akhir nya kembali melakukan hobi nya. Shopping. Tentu bukan sembarang shopping. Bukan shopping yang biasa dilakukan cewek-cewek untuk menghilangkan stress.

Shopping yang satu ini bukan sembarang shopping.

Photo shopping.

Karya hari ini, berupa segumpal gambar, kalau kamu punya blog, dan mau link blog nya ke sini bisa nyomot gambar ini sekarang.



<a href="http://kisahdibalikhutanbambu.blogspot.com"><img src="http://ntu.edu.sg/home2003/adip0001/bambu.png"></a>

Tempelin aja ke template blog. Beres dah.

Terus buat yang mau blog nya di link balik, ninggal di komen ya [jangan di shoutbox]. Dulu gak sempat terus-terusan, sekarang baru ada waktu agak senggang. Tolong tinggalkan nama, nomer telepon, dan expected salary alamat blog nya, terus mau dicantumkan sebagai apa.

Contoh:

http://ontabanci.blogspot.com
Bhro

link ya, kk. makasi kk. okie =). tq yach =)


Singkat padat jelas. Kalau bisa tinggal di comment ya, kalau di shoutbox nanti ilang.

Bersama, kita wujudkan network blogger yang berjaya.

Jalesveva Jayamahe!

mensana in corporesano!

Panda Tambun,
shopping terus.

NB: Tiga komen pertama dapat hadiah.

Wednesday, April 25, 2007

Why Do Men Die First?

Why do men die first?
This is a question that has gone unanswered for centuries.
But, now we know.

If you put a woman on a pedestal and try to protect her from the rat race,
you're a male chauvinist.
If you stay home and do the housework,
you're a pansy.

If you work too hard,
there's never any time for her.
If you don't work enough,
you're a good-for-nothing bum.

If she has a boring repetitive job with low pay,
this is exploitation.
If you have a boring repetitive job with low pay,
you should get off your lazy behind and find something better.

If you get a promotion ahead of her,
that is favoritism.
If she gets a job ahead of you,
it's equal opportunity.

If you mention how nice she looks,
it's sexual harassment.
If you keep quiet,
it's male indifference.

If you cry,
re a wimp.
If you don't,
you're an insensitive bastard.

If you make a decision without consulting her,
you're a chauvinist.
If she makes a decision without consulting you,
she's a liberated woman.

If you ask her to do something she doesn't enjoy,
that's domination.
If SHE asks you,
it's a favor.

If you appreciate the female form and frilly underwear,
you're a pervert.
If you don't,
you're gay.

If you like a woman to shave her legs and keep in shape,
you're sexist.
If you don't,
you're unromantic.

If you try to keep yourself in shape,
you're vain.
If you don't,
you're a slob.

If you buy her flowers,
you're after something.
If you don't,
you're not thoughtful.

If you're proud of your achievements,
you're full of yourself.
If you don't,
you're not ambitious.

If she has a headache,
she's tired.
If you have a headache,
you don't love her anymore.

If you want it too often,
you're oversexed.
If you don't,
there must be someone else.


Men die first,
because they want to.


I got the post above from Muhammad Taureza.

On totally different. On totally unrelated note, tgwinmg ask me to watch this video clip, claiming it's the cutest thing in the world.



And my response was. Obviously before I know that she think it is the cutest thing on earth. I responded, "What are those things? Are they dead?". Dead body floats. Of course, dear, dead bodies are cute, if you say so.

Obese Panda,
Men die first, because dead body floats.

NB: And the girls think anything-that float is cute.

CV4453 Airport Engineering - [Live]

Pagi itu belajar bersama dengan teman-teman sejurusan, yang jelas nama-nama nya tidak pernah pembaca dengar. Karena semuanya OS. Buat yang belum tahu, Suhu adalah satu-satunya generasi penerus bangsa yang ada di angkatan final year ini. Demikian kisah belajar bersama ini berlanjut dengan diskusi-diskusi soal probability.

Berapakah peluang chapter ini akan keluar?

Itu adalah misteri yang harus kita pecahkan. Karena lebih baik memecahkan misteri peluang bab yang keluar daripada memecahkan kepala dengan mempelajari semuanya. Spekulasi. Bukan asal tebak, tapi berdasarkan pola-pola soal yang lalu. Masalahnya, subjek ini sudah tidak pernah ditawarkan sejak zaman baheula.

Tapi, kita tidak kehabisan akal. Kita melihat mata kuliah yang diajarkan oleh profesor bersangkutan. Untuk sekedar info, Airport Engineering ini lecturer nya tua dan sudah dekat waktunya cuma satu. Tidak seperti subject lain yang biasanya terdiri dari 2 atau 3 part dengan pergantian lecturer di tengah semester, profesor yang mengajar mata kuliah ini, adalah Single Fighter. Dia juga anggota ICAO [International Civil Aviation Organization], jadi kebanyakan chart-chart yang membingungkan di katalog airport engineer itu, dia ikut andil dalam pembuatannya.

Dari pengamatan beberapa subjek lain yang diajar oleh profesor ini, kita mendapat pola soal-soalnya. Dari empat soal, selalu ada dua yang tidak bisa dikerjakan dengan otak manusia biasa. Lalu dari dua soal yang tersisa [yang masuk akal dikerjakan dengan intelejensia setingkat di atas amuba] ada satu soal derivation atau penurunan rumus. Dan satu soal lainnya adalah soal yang diberikan agar murid tidak merasa salah ruang ujian dan tidak merasa menyesal pernah dilahirkan.

Seperti yang telah disebutkan di posting sebelumnya; separasi Pesawat, Kapasitas Airport, Mata Angin, dan Pavement adalah bab yang akan termasuk dua soal jenis pertama. Yang tidak bisa dikerjakan dengan otak manusia biasa. Jadi kita pastikan, dalam 4 soal ujian nanti, dua dari empat jahanam ini akan tampil.

Soal ketiga, penurunan rumus, tidak seberapa ditakuti oleh orang-orang yang tidak pernah menghafalkan rumus. Seperti kata Pak Gatot di SMA, "Yang penting itu konsepnya, cuk!". Dan soal keempat, bisa keluar dari chapter mana saja yang tersisa. Tapi yang pasti tidak akan seberapa bermasalah.

-- Beberapa jam kemudian

Panda Tambun sudah ada di dalam ruang ujian. Menghadapi kertas ujian nya yang terakhir. Tiga set kertas ada di depan mata. Satu adalah set pertanyaan. Satu lagi berwarna hijau adalah lembar jawaban. Dan satu lagi untuk menulis kesan pesan selama exam di NTU. Satu set lagi adalah appendix berisi tabel, grafik, chart, gambar yang mungkin diperlukan nanti. Kalau soalnya aja nggak ngerti, gimana mau pake tabelnya. Sebelum exam memang dikumandangkan Please do not start writing! dan Please do not turn over the examination question paper until you are told to do so!. Tapi sejauh ini. Belum ada Please do not take photo! Jadi buat kamu yang pingin masuk NTU, lalu ingin tahu situasi dalam exam, ini. Kamu dikasih meja kecil, lalu mengerjakannya sambil berdiri dengan satu kaki lalu dikasih banyak kertas. Kemudian temperatur ruangan dibuat lebih dingin daripada kulkas.

Separasi Pesawat, Kapasitas Airport, Mata Angin, dan Pavement.

"Moga gak ada di exam tahun ini", demikian ujarku dalam hati.

Soal pertama, Berdasarkan jenis-jenis pesawat ini, tentukanlah: disusul dengan berbagai spesifikasi pesawat. Wah! Mudah, tipe-tipe pesawat. Poin terakhir dari nomer 1, Berdasarkan jenis-jenis pesawat ini, tentukanlah: Separasi pesawat untuk situasi berikut. Diiringi tabel 2 halaman. Langsung mencari pisau plastik untuk ditusukkan ke ulu hati.

Soal kedua, Berdasarkan data mata angin berikut ini, tentukanlah kapasitas airport. Meninggal. Menatap soal dua menit, melihat langit [langit-langit] tiga menit dua puluh dua detik, mengheningkan cipta sekitar satu menit, lalu menuju soal berikutnya.

Soal ketiga, Derive the following expression. Tebakan benar. Penurunan rumus untuk Queue analysis. Langsung kerja. Putar otak, pecahkan konsentrasi lawan dengan tampil seolah-olah nomer satu dan dua sudah selesai, padahal langsung lompat nomer tiga.

Soal keempat, poin a. Tentukanlah fondasi yang cocok untuk airport dengan data sebagai berikut. Data 3 halaman. Poin b, tentukanlah pavement beton yang sesuai. Tiba-tiba merasa menyesal berspekulasi saat belajar, menyesal mengambil airport engineering, menyesal masuk jurusan teknik, menyesal kuliah ke singapura, menyesal mengikuti wajib belajar, menyesal bisa membaca, menyesal pernah dilahirkan.

Empat chapter yang paling ditakuti, keluar bersamaan dalam satu exam. Berbagai perasaan bercampur menjadi satu. Mulai dari pumped-up, challenged, terangsang, sedih, bingung, kecewa, panik, dan cemas. Seperti saat hero kamu di-ambush dari dalam hutan, lalu Rikimaru melempar bom asap biru dan kamu tidak bisa berbuat apa-apa.

-- Beberapa jam kemudian

Terlihat seonggok Panda di depan monitor, mengontrol gerak-gerik Pandaren Blogmaster yang berteriak "Another Round? That will be risky!" Panda Tambu ber-doa [Defense of Ancient] sampai pagi, ditemani Bhrosodaro yang Busodaro. Nampaknya dia sudah melupakan kepedihan hatinya.

Panda Tambun,
yang sudah kelar exam.

Tuesday, April 24, 2007

Materi Ujian Airport Engineering

Di posting kali ini, Suhu akan menceritakan sedikit tentang pelajarannya. Jangan khawatir, penulisan akan dicoba diparafrasekan hingga bisa dimengerti manusia biasa. Jargon-jargon akan dikurangi, dan istilah-istilah yang terlalu spesifik ke anak-anak jurusan Agus, Doni, Olip, Bimo, akan dipakai dengan seksama agar tidak mengurangi pemahaman awam.

Suhu ingin berbagi materi ini, karena Suhu termasuk orang yang beruntung bisa mengambil mata kuliah ini. Sudah kudaki bukit tertinggi, hanya untuk mencari bertanya-tanya ke teman-teman jurusan Teknik Sipil di universitas lain, sejauh ini belum pernah ada yang punya mata kuliah ini. Memang ini adalah salah satu Prescribed Elective - Core [Pelajaran pilihan tapi harus memilih - Sulit]. Jadi, bahkan di antara teman seangkatan di Civil NTU, tidak semua orang berkesempatan mengambil mata kuliah ini.

Senior? Jangan salah. Senior juga tidak seberuntung ini, karena terakhir pelajaran ini ditawarkan secara bebas adalah enam tahun lalu. Enam tahun lalu itu waktu yang lama, mungkin saat itu kamu baru bisa membaca, atau baru pertama tahu jenis-jenis pembalut wanita, atau pertama kali jualan kondom, atau mungkin baru nge-blog. Dan kemungkinan besar, enam tahun lalu, cewek-cewek masih pakai ban serep sanggul ke sekolah hari-hari ini, gak cuma pakai kaos oblong dan piyama.

Oh, saya refer ke Hari Kartini. Udah lewat sih, tapi masih belum telat buat mengingat-ingat masa lalu. Sambil pake batik. Gak punya batik? Beli aja di Kratonindo.

Anyway, sebelum beralih ke pesan komersial lebih lanjut, mari kembali ke Airport Engineering. Ada beberapa materi penting yang diajarkan melalui kelas berbobot tiga SKS ini.

1. Forecast Future Demand
Meramal apa yang terjadi masa depan. Jika di 5 tahun lagi, lokasi ini berkembang, kita perlu booking lahan sebelah, karena biaya ekspansi lebih murah daripada bikin airport baru. Jika 10 tahun lagi, Olimpiade akan diadakan di sini, perlu disiapkan kapasitas besar untuk segala jalur transportasi, terutama udara, jalur utama transportasi internasional.

2. Runway Length [Panjang Landasan Pacu]
Panjang landasan pacu adalah salah satu ilmu terpenting yang perlu dikuasai seorang Airport Engineer. Waktu Takuya Kimura ngomong "V1, V2, VR" di felem Good Luck, itu semua ada artinya. Yang menentukan kapan dan di mana pesawat harus mencapai V [kecepatan] tertentu, adalah airport Engineer. Yang pasti, kecepatan ini dibatasi agar supaya jika ada hal-hal yang tidak diharapkan, pesawat masih bisa membatalkan take-off dan melakukan tindakan yang diperlukan.

3. Jenis-jenis Pesawat
Jangan dikira ini mengasyikkan. Oke, awalnya memang seru. Profesor membawa contoh miniatur-miniatur pesawat yang biasanya ada di counter check-in first class, dengan skala yang tepat tentunya. Kita jadi tahu kalau roda utama Boeing seri B747-100 ada 16. Ya, B727 cuma 4. A380 punya delapan menyamping. Dan jumlah jet DC-9 ada tiga, bukan dua seperti seri-seri sebelumnya. Dan itu masuk materi exam closed book.

Bukan hanya jumlah roda dan turbine jet, tapi juga data
lingkar dada - pinggang - pinggul pramugari ideal
lebar pesawat dari sayap ke sayap, tinggi pesawat dari roda ke ekor, jarak roda, dan maximum angle roda hidung. Kalau kamu pikir ini cuma angka-angka trigonometri biasa, coba hafalkan berat kosong pesawat-pesawat tersebut. Beserta kapasitas tangki bensin. Dan yang paling berguna, jumlah tempat duduk dalam pesawat.

Informasi ini sangat berguna untuk airport planning, karena biasanya yang diketahui hanya raw data yang tidak seberapa nyambung seperti jumlah akses ke airport, usia rata-rata pramugari, jumlah orang yang bepergian, luas lahan.

4. Separasi antara pesawat
Pesawat tidak boleh terlalu dekat. Mulai dari arrival-arrival separation, itu sebabnya kenapa kita sering mengalami muter-muter di atas airport. Karena landasan pacu belum siap menerima pesawat kita. Biasanya dikarenakan wake turbulance, yaitu angin sisa pesawat di depan, yang bisa mengacaukan arah pesawat kita. Ingat, kemudi pesawat semuanya tergantung beda tekanan di antara badan pesawat. Dan angin tolonglah aku sedang jatuh cinta wa wa wa bisa mengacaukan semuanya. Karena. Angin. Tak dapat membaca.

5. Kapasitas Airport
Tergantung cuaca, airport punya beberapa landasan. Beberapa landasan ini saling malang-melintang satu sama lain, sehingga tidak bisa dipakai bersamaan. Meskipun physically tidak bersentuhan, tapi jalur invisible pesawat itu bisa saling bertubrukan di udara, menyebabkan pemakaian landasan pacu tidak sebebas yang kita bayangkan. Oleh sebab itu, katakanlah dengan satu landasan pacu, kita bisa mengoperasikan 50 keberangkatan dalam satu jam, dengan dua landasan pacu, bukan berarti kita bisa mengoperasikan 100 keberangkatan. Karena pesawatnya ga ada sebanyak itu dua landasan pacu ini sebenarnya mengganggu satu sama lain dan punya ketergantungan.

6. Queue analysis
Dengan prinsip First-In-First-Out [FIFO], seperti pembagian Goodie bag. Bagian ini sangat penting untuk proses internal terminal airport. Mulai dari imigrasi, baggage check, check-in, boarding, transfer, dan apa pun yang berhubungan dengan antri. Apa pun yang berhubungan dengan delay, queue, service capacity, semuanya masuk chapter ini. Tidak hanya internal, kadang eksternal pun juga memakai hal yang sama. Misalnya, antri keluar masuk pesawat ke hangar.

7. Mata Angin
Kompas yang ada di pesawat adalah kompas yang menunjukkan Magnetic North. Sedangkan arah mata angin hasil survei adalah True North. True North dan Magnetic North biasanya berjarak sekitar plus minus 10 derajat. Dan 20 derajat buffer ini lah yang membuat Airport Engineer tidak berumur panjang. Berubah menurut temperatur, musim, rotasi bumi, revolusi bumi, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan waktu. Delapan penjuru perlu diamati, lalu dibuat probability angin datang dari mana, dan landasan mana yang boleh dipakai untuk kondisi tertentu. Benar-bener merepotkan, karena. Angin. Tak dapat membaca.

8. Fondasi
Pesawat adalah sebuah kendaraan yang. Berat. Kita sudah meng-cover banyak tentang panjang landasan pacu di chapter 2. Tapi yang lebih mengerikan bukan panjangnya, tapi dalam nya lapisan tanah yang affected dengan operasi penerbangan. Pada dasarnya tidak ada tanah yang benar-benar siap untuk dilewati barang segedhe gaban. Mau tidak mau kita harus melakukan rekayasa tanah agar lapisan tanah tersebut siap dilindas unggas logam.

9. Pavement Beton
Dan untuk mencegah tanah lembek karena hujan dan perubahan struktur yang berarti, para Civil Engineer telah menciptakan teknologi anti tembus air. Kita namakan. Semen. Mengecor adalah hobi lulusan Teknik Sipil. Tapi nge-cor beton di Airport tidak seperti nge-cor beton di depan rumah. Harus dibuat kemiringan tertentu agar air hujan bisa mengalir ke arah yang diinginkan, harus bahan tertentu agar cukup empuk buat pesawat. Harus ini dan itu.

Overall, dari 9 topik yang berguna ini, tidak semuanya sulit. Beberapa saja yang sulit, sisanya, sangat sulit.

Separasi Pesawat, Kapasitas Airport, Mata Angin, dan Pavement adalah Chapter-chapter momok bagi Suhu. Karena pengerjaannya sangat tedious, bahkan kadang membutuhkan trial and error yang memakan waktu.

Suhu,
calon Airport Engineer.

Exam Terakhir

Panda Tambun melangkah ke medan perang.

Sunday, April 22, 2007

J-j-j-j-jancok

Nyanyi lagi.

Dan kali ini ga pakai winamp.

Panda Tambun has Declared a War, a Big One

Setelah kemarin pulang dini hari, Suhu masih menyempatkan berdoa bersama. Doa. Defense Of the Ancient. Suhu berdoa bersama Alfonso, Vidy, dan Arianto. Tentunya kalau mulai nya dini hari, selesai nya subuh. Karena menurut pepatah Malang, "Yen kalah dibaleni sampek menang" yang artinya kita bermain sampai matahari terbit.

Akhirnya Panda Tambun the Blogmaster tidur jam 5 lebih. Lebih 2 jam. Jam 7 mungkin, karena melihat lampu lorong blok 12 otomatis mati. Sekitar segituan. Menurut jam tidur yang standar, Panda Tambun yang biasanya tidur 16 jam sehari, akan bangun kira-kira .... bulan Desember.

Tetapi keajaiban terjadi.

Langit terbelah dan terdengar suara dari langit, "Inilah anakku"

Panda Tambun bangun jam 10. Jelas-jelas tidurnya kurang. Dan kurangnya jam tidur bisa memacu adrenalin ke efek emosional yang buruk. Misalnya, marah.

Masa hibernasi di-terminate secara paksa.

Kebanyakan spesies fauna mempunyai musuh natural, seperti tikus dan kucing, atau kucing dan anjing, atau sejenisnya. Yang pasti antara predator dan mangsanya. Yang satu lebih superior daripada yang satunya. Dan kali ini, Panda Tambun yang sudah menjadi vegetarian dengan makan bambu selama bertahun-tahun.

Memutuskan akan memangsa tetangga OV laknat keparat jahanam terkutuk sejuta topan badai mandul tujuh turunan.

Berikut adalah tindak kriminal yang dia lakukan.

1. Lahir sebagai OV.

1. Memutar lagu winamp keras-keras.
Ini sebenarnya termaafkan, karena memang ini bukan jam tengah malam atau bagaimana. Sebenarnya hal ini masih bisa ditolerir, mungkin kamu menganggap Panda Tambun berlebihan kalau marah karena hal ini.

2. Membiarkan pintu kamar terbuka.
Oke, mungkin kamu bilang masih Panda Tambun berlebihan dalam membesar-besarkan masalah. Pintu dia, hak dia. Tapi kalau dikombinasikan dengan poin 1, terbukanya pintu ini seperti amplifier dan seperti membunyikan genderang perang tanda tantangan terbuka.

3. Melakukan hal laknat ini di kala exam.
Sudah diketahui bahwa OV ini adalah mahasiswa master jurusan komputer enjiniring. Jadi kalau ada peristiwa berdarah di lab CE, kamu tidak usah bingung cari pelaku dan motif nya. Dia sudah selesai, atau tidak ada exam, atau entahlah. Tapi melakukan hal seperti ini di kala exam menunjukkan apatis pada lingkungan. Hukumannya, mati.

4. Tidak membiarkan Daniel Beddingfield menyanyi.
Bayangkan lagu If you're not the one, tanpa suara Daniel Beddingfield. Tentu tidak enak. Lalu bayangkan, suara itu digantikan oleh suara biola tak berdawai.

This is a war.

Pembalasan itu kejam. Langkah-langkah pembalasan akan dirinci sebagai berikut.

1. Menelepon pihak pihak layanan kesejahteraan umum.
Pertama mau telepon polisi, tapi tidak jadi, mungkin tidak perlu melibatkan polisi. Lalu mau telepon ambulance, biar waktu pihak rumah sakit sampai bisa menyaksikan proses bedah tanpa bius. Demi kemajuan ilmu kedokteran. Akhirnya diputuskan untuk telepon rumah jenazah. Apapun yang terjadi, salah satu di antara kami harus mati.

2. Menelepon Apong.

2. Membuka pintu kamar.

3. Menggeret speaker, hadapkan ke luar.

4. Nyalakan winamp.

5. Pasang tutup telinga.

6. Control panel master volume, max. Speaker volume, max. Winamp, max.

7. Puter lagu ini.



Terdengar lirik lagu yang menarik.

I don't wanna run away
Suck my butt semua band pop
My heart tell me that I am
kiss my butt semua band pop


Ternyata respon OV itu adalah, memutar winamp nya lebih keras, dan MENGGESEK biola lebih nyaring lagi. Suhu teringat sebuah lagu yang dulu sering dipakai buat nge-cek speaker baru beli. Sebuah lagu yang treble, bass, dan lainnya cukup balanced di posisi max.



Samar-samar Suhu melihat bendera putih keluar dari pintu kamar tetangga. Tapi mungkin cuma salah lihat.

Suhu,
mohon maaf untuk penghuni blok 12.

Friday, April 20, 2007

HP801 Mind Over Stress

Salah seekor anak beruang tadi menjumpai Panda tambun di depan exam Hall A. Sembari berkata.

Exam ini nanti di blog lagi?
Ya .. mungkin sih. Mestinya sih iya


Kata-katanya mengingatkan Suhu pada sebuah kalimat Kapan Kupunya Pacar yang ada di serial Jomblo yang ada di judul episode pertama sebuah anime, Ragnarok Online. For What Reasons Do You Wield That Sword? Kalau dalam kasus ini, For What Reasons Do You Write That Blog?

Ada banyak tujuan orang menulis blog. Ada yang menulis blog nya untuk senantiasa mengingatkan dia untuk bersyukur. Ada yang menulis blog untuk menuangkan bakat menulis cerpen. Ada yang menulis blog untuk berbagi pengalaman tragis mengejar wanita. Ada juga yang menulis blog karena menjadi blogger itu keren.

Anyway, sebelum lupa, mari kita cerita tentang exam hari ini HP801 Mind Over Stress. Subjek ini membahas bermacam-macam cara untuk mengatasi stress. Begitu mantapnya sampai subjek ini membuat Suhu tetap hidup imbang dalam kewarasan.


Menjaga keseimbangan alam itu penting. Di tengah-tengah tekanan yang berat, kita perlu relaksasi agar tidak mencapai titik breakdown. Konsep keseimbangan ini sudah dikenal sejak lama, mulai dari konsep Yin dan Yang, Good vs Evil, kelinci dan kura-kura ninja, sampai yang tak kalah pentingnya FYP dan DotA. Ajaran-ajaran kesetimbangan ini pun masih dipakai dalam ilmu fisika yang menjadi dasar jurusan teknik sipil, Kesetimbangan Benda Tegar. Saat semua forces saling menetralisir, di situ lah nampak the beauty of equilibrium [Hukum Newton II].

Dengan ilmu mengontrol kesetimbangan ini, Suhu berhasil membagi dua jam durasi pengerjaan soal exam HP801 menjadi sama panjang. 1 jam untuk mengerjakan soal, dan 1 jam sisanya untuk melakukan hal lain. Exam tadi 1 jam sudah kelar, langsung meninggalkan ruang ujian. Sayang sekali di Ninja Turtles University tidak diberikan tambahan nilai untuk kecepatan mengerjakan soal. Jadi tidak ada bonus meskipun kamu bisa selesai cepat. Jadi untuk meng-amplify kecemerlangan exam ini, Panda Tambun mencoba memanfaatkan daya tariknya.

Setelah selesai, mengetuk-ngetukkan kertas jawaban, soal, dan alat tulis ke meja. Untuk meratakan kertas, niatnya. Diketuk keras-keras agar semua menoleh, sambil senyum yang menandakan aku-udah-selesai. Lalu berdehem-dehem. Batuk-batuk. Muntah-muntah. Sembari berdiri, mencoba menderitkan kaki meja dan kursi. Sial, lantai dikarpet. Keluar berjalan pelan-pelan dengan berbagai gaya. Mulai dari jalan jongkok, jalan jinjit, lalu Moonwalk.

Yang pasti membuat fenomena yang menjatuhkan mental lawan, dengan harapan orang lain jawabnya salah-salah, arsirnya terlalu tipis, hapus jawaban terlalu keras sampai kertas sobek, atau kutukan jampi-jampi santet lainnya. Suhu keluar sambil tersenyum. Penuh kelicikan. Kata orang-orang kancil adalah binatang yang penuh kelicikan, kata Panda, "Nggak semua yang elo denger itu bener."

Begitulah kisah exam hari ini.

Oh tujuan blog Suhu? Kamu pasti sudah tahu.

Suhu,
ingin menghibur pembaca yang sedang stress [dan yang tidak sedang stress].

Thursday, April 19, 2007

Hujan

Terdengar suara teriakan dari dalam kamar.

Jangkrik!

Bukan, dalam konteks ini bukan membahas tentang kata ganti orang ketiga dalam bahasa Malang. Bukan pula membahas kata sapaan hormat pada rekan sejawat gaya Jawa Timur an. Kali ini benar benar jangkrik. Serangga yang memiliki sistem peredaran darah terbuka [dalam bahasa jawa: dipidek moncrot], dipompa oleh jantung di bagian dorsal. Entah bagaimana serangga laknat ini berhasil menyusup ke kamar Suhu dan melakukan manuver serangan udara ke layar laptop Suhu.

Disinyalir serangga tersebut berjenis kelamin jantan dan sedang dalam masa musim kawin. Terbukti karena naluri alamiahnya mencium layar laptop waktu Suhu sedang mengulas blog-blog menarik.

Tidak berapa lama kemudian, Alfonso seekor laba-laba nongol di pintu kamar yang sedang terbuka sedikit. Kubuka pintu kamar sedikit lebih lebar, cukup untuk kakiku menendang laba-laba makasar malang itu.

Baru aku sadar, di luar ada ribuan serangga lain dalam ukuran purba hujan badai. Tidak heran, sekarang semuanya jelas. Di blok 12 ini, setiap ada hujan yang cukup deras mengguyur, banyak serangga lari ke koridor. Mungkin rumahnya banjir.

Kasihan ya, rumahnya banjir.

Oke, untuk pembaca yang mengira Suhu akan melanjutkan post ini dengan rasa syukur pada Tuhan YME karena telah diberi atap yang melindungi dari terik matahari dan hujan, dst, dst, dst. Maaf mengecewakan. Suhu bersyukur. Tapi untuk ekspresi rasa syukur yang lebih mantap bisa dilihat di blog-blog lain. Mereka lebih ahli.

Lanjut ke hujan. Hujan membawa banyak arti kepada semua orang. Hujan-hujan dingin-dingin empuk bisa membuat pasangan mempelajari Heat Transfer dalam konteks Biologi. Misalnya, berhimpit sepayung berdua. Entah karena memang salah seorang dari pasangan ini tidak mempunyai payung, atau punya payung tapi tidak mau dipakai.

Yang pasti, kita semua punya pengalaman dengan hujan. Mulai dari hujan rintik yang disertai terik matahari, hingga kita bisa melihat spektrum warna yang disebabkan pembiasan berdasarkan gelombang cahaya pelangi. Ada pula yang berpengalaman dengan hujan yang ganas. Yang seperti dilempari puluhan es batu [Reza Ditya Bramahendra, 2007]. Ada pula yang mengenyam nikmatnya pendidikan bersama sebatang Marlboro merah yang selalu setia menemaninya dengan latar belakang hujan gerimis yang menyiram atap lab CICS. Hujan-hujan tertawa dalam derita [Andreas Lee, 2007].

Suhu,
mendambakan hujan uang.

Wednesday, April 18, 2007

HW 310 Professional Communication

Gaya siaran sepak bola radio

Laporan pandangan mata dari lapangan hijau saudara-saudara. Panda Tambun menggiring lecture notes dengan lincah. Dioper ke Andrew Puger yang menggocek dengan seksama, kembali ke Panda Tambun, umpan matang ke Bachol. Memasuki jantung pertahanan, beberapa invigilator menjaga gawang dengan seksama. Textbook disundul, dan .... Ahaaaiiii .... sayang sekali saudara-saudara kurang cermat .... bola liar masih melambung. Usaha menyelundupkan textbook ke dalam exam hall masih dijalankan. Umpan terobosan ... dan .... Gooooollllll. Tiga textbook berhasil diselundupkan ke dalam Exam Hall.

Invigilator memandang dengan tatapan raja singa singa raja hutan pada tiga satwa yang mencoba melakukan stunt berbahaya. Sayang sekali usaha penyelundupan tiga textbook ke dalam Exam Hall tidak lagi spektakuler setelah diberitakan bahwa exam HW310 adalah exam open-book. Dan kita mulai berusaha menyelundupkan laptop.

Gaya DotA

Game mode -ap telah diaktifkan. Suhu boleh memilih hero apa pun untuk menghadang tim lawan. Suhu memilih Pandatambun the Pandaren Blogmaster. Pertempuran telah dimulai. Pandatambun memilih item-item yang dapat meningkatkan stats nya.

Textbook.
A very powerful pile of junks. Deceptively hidden as an ordinary books. Grants the hero +17 Intelligence, and the ability to instantly to copy-paste the materials.


Highlighter
Found left in one tutorial room by another student, the Highlighter still retains much of its original potency. Gives +2 to all attributes, and 5% chance on hit to maim important passages.


Jacket.
A cloak made of cotton that works to dispel any magic cast on it, granting the wearer warmth.



Shoes.
Increases movement speed by 65% and 20% evasion.

Movements speed does not stack with Sandals, Socks, or Slippers


Pen.
The Pen was bought by the hero himself from Popular for the War of Education. Grants the bearer ability to write something on the examination answer paper, but drops if the user dies.


Iya, ini inspirasinya dari sini.


Gaya normal

Dari tiga soal dalam durasi dua jam, Panda Tambun berhasil menyelesaikan exam dengan baik. Satu jam untuk soal pertama. Satu jam lagi untuk soal ketiga. Dan soal kedua diselesaikan dalam waktu singkat. Dalam jarak waktu antara "Please stop writing!" dan "STOP WRITING!" dikumandangkan.

Panda Tambun,
wandaon tumor tugo.

Monday, April 16, 2007

Misteri Tutorial Solution

Panda Tambun duduk diam di meja belajar nya. Sori. Di kursi. Kalau di meja ndak sopan. Memegang selembar kertas. Dibacanya tulisan di kertas itu. Dalam-dalam. Tanpa sadar dia menggenggam kertas itu lebih erat. Meremat. Mencengkeram. Seolah hendak mencabik-cabik kertas itu dalam tapak Panda yang terkenal mematikan.

Kertas itu adalah lembar terakhir kitab Tapak Panda perguruan Butong tutorial solution CV4453 Airport Engineering.

Panda Tambun tahu, mesikpun ini sudah kesekian kali nya dia mengalami masa-masa terberat di perguruan tinggi, tapi dia tidak lah yakin bahwa dia bisa melaluinya sekali lagi. Tekanannya terlalu besar. Apalagi untuk orang yang jumlah skip nya lebih banyak daripada jumlah hadir. Tekanan kali dua. Godlike!

Koq bisa 5.68 feet ya? Dari mana angka ini, dibolak-balik juga ... 7.14. Lagian satuannya kayaknya salah, mestinya kan hasil hitungan ini dimensi panjang pangkat dua, entah squarefeet atau squaremeter. Ada yang salah.

Setelah 10 menit.

Mulai mengernyitkan dahi.

15 menit.

Mengumpulkan isi wajah [alis, mata, hidung, mulut, dkk] ke posisi hidung.

20 menit.

Mulai homesick. Homesick berat. Stadium empat. Stadium Senayan. Kangen mama papa dan tetangga-tetangga yang suka parkir di depan rumah. Lalu marah-marah karena bannya tiba-tiba kempes. Kangen masakan Indonesia. Kangen pramugarinya Air Asia.

25 menit.


Beres-beres koper lalu pergi ke Changi. Memecah keheningan dengan pekikan "Yatta!". Dan berhasil menge-solve satu permasalahan besar. Lembar solution sama tutorial question nya ternyata dari tadi nggak match. Baca soal tutorial #3, sama tutorial solution #4.

Panda Tambun,
masih tutorial #3, dari 9 set tutorial.

Sunday, April 15, 2007

Exam Terakhir







Exam DateExam TimeSubjectVenueSeat No.
17-APR-2007
0900-1100
HW310
HALL L-Lobby, School of Biological Sciences
83
19-APR-2007
1700-1900
HP801
HALL A-Foyer, B1, Nanyang Auditorium
289
23-APR-2007
1700-1930
CV4453
HALL D-Basketball Court, Sports & Recreation Centre
57



HW310 - Professional Communication

Adalah sebuah subject yang Panda Tambun pun masih tidak mengerti apa yang dibicarakan. Dilihat dari judulnya, nampaknya mata kuliah ini mengajarkan bagaimana berkomunikasi secara profesional. Berdasarkan pengalaman-pengalaman subject serupa di tahun-tahun sebelumnya [Technical Communication, Effective Communication, dan Communication Skills] pelajaran seperti ini bisa dengan mudah dilalui asalkan durasi 2 jam di dalam exam hall sebanyak mungkin dipakai untuk menyentuhkan ujung pena ke kertas jawaban. Mereka ingin kuantitas. Persiapan 20%. Target B.

HP801 - Mind Over Stress

Sama hal nya dengan negara Indonesia yang memastikan warga negara nya bebas memeluk agama dan kepercayaan. Tapi harus memilih. Demikian pula Ninja Turtles University dengan sistem boleh memilih tapi harus memilih. Berikut adalah mata kuliah pilihan tapi harus memilih dari cabang Humanities and Social Science, Mind Over Stress. Dari nama nya sudah terlihat jelas, ini adalah pelajaran yang tujuannya menghilangkan stress. Sangat dianjurkan untuk yang belum mengambil mata kuliah ini, untuk mengambil nya bersama dengan efwaipi untuk menjaga sanity balance. Persiapan 50%. Target min B+.

CV4453 - Airport Engineering
Satu-satu nya pelajaran Teknik Sipil yang diambil Panda Tambun semester ini. Untuk melengkapi koleksi nya di degree audit, selain mengambil Transport Engineering, Traffic Engineering, Panda Tambun menggaet Airport Engineering. Subject yang ini tidak bisa dipelajari dengan taktik refer-ke-Past-Year-Paper seperti biasanya. Kenapa eh kenapa, karena eh karena, subject ini terakhir di-offer 7 tahun lalu. Subject ini di-offer lagi untuk memenuhi demand Airport Engineer seiring dengan dibangunnya terminal 3 di Changi Airport.

Meskipun kami tidak diajari menerbangkan pesawat, tapi di akhir semester, kami diwajibkan untuk mengerti apa arti obrolan Takuya Kimura di filem Good Luck. Penentuan nilai V1, V2, dan Vr, sudah harus dikuasai untuk menjaring kelulusan. Tapi, dosen memberikan garansi 100% bahwa meskipun subject ini kita dapat A++, kita tetap tidak diizinkan menerbangkan pesawat. Kami, tukang insinyur sipil, berjanji, akan lekat dengan daratan. Membangun terminal dan landasan saja.

Persiapan 50$. Target pass.

Akhir kata, selamat belajar untuk yang exam. Dan terkutuk kau yang gak exam selamat mengerjakan logbook untuk yang tidak exam. Dan buat yang ngiri karena exam Panda Tambun cuma tiga subject, di mana kalian waktu aku ngambil 28 AU killing spree?



Mungkin video lama, tapi masih cocok dengan situasi terkini.

Panda Tambun,
panda kiasu.

Saturday, April 14, 2007

Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah dua kata yang terpisah.

Gabung, hu! Tanggungjawab gabung!

Entah.

Nilai Bahasa Indonesia Panda Tambun dulu kurang sempurna. mosok? Tidak sempurna. Oya? Oke. Jauh dari sempurna. Hahaha ngaku juga.

Dalam bahasa inggris, tanggung jawab adalah 'responsible'.

Responsibility.

Iyo wes karepmu. Itu pertanggungjawaban.

Bertanggung jawab itu banyak caranya. Dan tentunya banyak sekali situasi yang memerlukan tanggung jawab. Contohnya.

Di sekolah
Siapa yang memecahkan kaca jendela kelas? Ayo mengaku!
Saya, bu gulu. Perlu diingat bahwa 'tanggungjawab' terletak persis di tengah-tengah 'pemberani' dan 'bego'.

Di apotik Pak Mahfud Mahmud.
aku ... telat tiga bulan
aku akan bertanggung jawab. Juga terletak di antara 'jantan' dan 'kebohongan'.

Di rumah
Siapa yang memecahkan kaca jendela rumah? Ayo ngaku!
Saya mah! Kadang lebih cenderung ke arah 'bego' daripada 'pemberani'.


Hidup di asrama Ninja Turtles University, juga perlu tanggung jawab. Tapi patut disayangkan, di institusi pendidikan kelas wahid seperti ini, otak-otak cendekia kurang suplemen rasa tanggung jawab. Mungkin terlalu banyak belajar fisika kuantum, mereka pun lali bahwa hidup ini bukan sekedar akademi.

Mesin cuci. Cucian basah dibiarkan di laundry. Apa ini sikap tanggung jawab? Dan kadang ini bukan tanggung jawab orang yang punya baju. Tapi orang berikutnya, yang tidak sabar menunggu mesin cuci, baju masih belum selesai dicuci, dikeluarkan dan diletakkan di ember.

Pantry. Sebelum makan, berdoa. Sehabis makan, cuci piring. Tapi rupanya ibu guru lupa mengajarkan, sehabis masak, bersihkan pantry. Sering terlihat sampah-sampah berserakan di dapur umum asrama. Hal-hal seperti ini bisa membuat orang-orang seperti Arianto mengeluarkan sifat iblis yang lama terkurung.

Dan hari ini, aku dikuliahi tentang tanggung jawab.

Siang hari yang cerah, aku keluar ke water cooler untuk pipis dan meracuni tetangga mengisi botol minum. Melewati TV lounge, aku melihat sebentar acara apa di televisi. Kebetulan tv lagi nyala. Lalu aku berlalu. Sejenak kemudian, botol minum sudah terisi penuh. Kembali ke kamar, masih melewati TV Lounge dengan tv yang menyala, tapi tak kuhiraukan.

Lalu seorang wanita menghampiriku.

Aunty yang biasanya bersih-bersih.

Dian shi ni bu kan yao guan sia lai!
Ha?
Kan wan liao ya xi diao la!
He?
Ha? He? Ha? He? Bu yao ha he ha he wo. Wo kau su ni pa dian shi guan sia lai.
Siao char bor.


Bukan Panda Tambun tidak mengerti apa yang diucapkan aunty itu. Jelas orang yang sudah lulus LC mengerti kalau aunty itu lagi marah karena televisi tidak dimatikan. Dan dengan nada menuduh, Panda Tambun dinyatakan telah melakukan pemborosan fasilitas asrama.

Panda Tambun melontarkan jawaban spontan 'Jancok' tanpa basa-basi.

kan ni na beh chao chee bye kuan ni simi taiji? kong simi lanjiao?

"I'm sorry, I speak no chinese."

Panda Tambun,
lepas tanggung jawab.

Wednesday, April 11, 2007

Lagu Buat Belajar

Di tengah-tengah masa keparat jahanam terkutuk berat ini, masa persiapan exam, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi tekanan batin. Panda Tambun tidak akan membahas yang sudah-sudah. Karena itu dirasa sangat redundant. Buat yang ingin membaca tips-tips exam, bisa lihat di sini. Berguna buat exam yang menghadang 2 minggu lagi. Kalau exam nya besok, ya jangan baca, belajar aja.

Sementara Panda Tambun menapak tilas post-post yang berikut nya. Panda Tambun menemukan sebuah tips yang belum ditampilkan di exam tips ekstensif tersebut diatas. Memang tips ini sudah diulas Panda Tambun di posting Tips Menulis FYP Report. Tapi nampaknya, poin nomer tiga ini juga bagus untuk persiapan exam.

Mendengarkan Lagu.

Lagu yang kamu dengarkan itu, harus yang mencerminkan keadaan kamu. Kalau kamu lagi gembira, ya dengarkan lagu seperti Gebyar-gebyar. Tapi di masa-masa ini, lagu yang harusnya kamu puter itu lagu seperti Maju Tak Gentar, atau Bandung Lautan Asmara Bandung Lautan Api. Gitu. Itu baru semangat. Habis exam baru puter lagu Gugur Bunga.

Masih pendapat yang sama dari posting sebelumnya, jangan dengarkan lagu-lagu band pop. Seperti Sheila on 7, Sheila Madjid, dan Sheilamat malaaaaam~~~ duhai kekasih ...

Mendengarkan lagu negara violet masih tetap dianjurkan. Karena hanya lagu OV yang mencapai tingkat estetika musik tertingga hingga suara vokalis dan instrumen nge-blend jadi satu.

Nih dengerin lagu belajar ku.
wuzzz keren sekali efek gitar nya, tapping sama hammering ya ...
oh ndak, itu vokalisnya.


Tapi buat kamu yang kurang suka lagu OV, bisa dengerin juga lagu OI. Acha acha ...nehiii. Tapi jangan sembarang lagu didengerin, bisa merusak sendi tulang leher. Dengerin yang pilihan, Panda Tambun will save your time browsing, jadi ini link gratis untuk lagu OI pilihan Suhu, judulunya Girly Man. *disertai subtitle buat karaoke*



Kalau lagu Indonesia, bener-bener harus pilih yang baik. Lagu pilihan Suhu, jatuh pada band pop. Bukan, bukan milih band pop. Band hip hop. Nyanyi lagu judul nya band pop. Ya, selamat mendengarkan deh.



Suhu,
hidup Dewa.

Detik - detik Proklamasi [Finale]

Tuesday, April 10 2007. 1037

Sudah submit final report efwaipi.

Panda Tambun,
Euphoria.

Tuesday, April 10, 2007

Detik - detik Proklamasi [Part 2]

1400
Makan bersama Ombojoyo dan Meme. Sambil membahas topik yang selalu menarik diulas sepanjang masa. Cinta bagaikan sepotong roti. Mulai dari roti bolu coklat, roti tak beragi, dan roti mlempem dari Rockwell Amerika.

1430
Memutuskan skip tutorial comm skill, karena guru nya terkenal suka menikam anak-anak yang keluar saat pelajaran belum selesai. Daripada mati untuk submit efwaipi, mending skip. Ngikut Ombojoyo dan Meme ke SCR [Student Computer Room] untuk maen DotA belajar.

1500
Ngglundhung dari meja. Ketiduran sambil megang telpon.

Mikir-mikir, apa lebih baik pulang ya. Tapi kalau pulang, terus supervisor telpon, mesti balik ke kampus. Bisa bete nanti. Mau main games di HP, hp sudah low batt. Nanti kalau ga bisa ditelpon gimana. Mau belajar, gak bawa buku pelajaran [sengaja].

1600
Maenan 100 Men.

1730
Memutuskan untuk panik. Karena lupa bikin assignment HP801. Setelah mengetik rangkuman sepanjang 150 kata [pas!], langsung buru-buru nge-print di CITS dan berangkat ke ruang kuliah. Karena ini adalah minggu terahir kuliah, Suhu tidak mau skip.

1805

*Kriiiingggg*

Nah ini dia yang kutunggu-tunggu. Siapkan kertas dan bolpen, untuk mencatat semua perubahan yang perlu direvisi. Semua siap. Dengan pede ngangkat telepon di LT25. Padahal duduk paling depan.

Halo.
Halo, Suhu.
Yo, speaking.
Your report is ready for submission.
Do I need to make any changes or adjustment before submitting?
Nope, just print another copy and submit to your moderator.


Jancok. Bunuh semua orang dalam jarak pandang.

Ditunggu lama-lama gak diganti apa-apa.

1807

Tanpa membuang waktu sedikit pun, langsung meninggalkan ruang kuliah. Dosen pelajaran ini tidak suka menikam murid-murid. Jadi aman. Langsung ambil langkah seribu ke Lee Wee Nam Library, untuk membakar another 10S$ dari cashcard. Demi masa depan dunia pendidikan. Nge-print report.

1815
Ngantri. Kenapa banyak yang nge-print.

1820
Ngupil. Terus nyadar, ada station yang kosong, langsung potong antrian. Eh, ternyata itu station buat EZ Link. Ya udah deh, daripada gak sempat. Padahal sudah terlanjur isi ulang Cash Card.

1830
Membelalakkan mata pada pegawai printing shop yang menjilid FYP report dengan adem ayem tentrem, dengan harapan, makin besar pupil, makin cepat proses penjilidan.

1832
Mata kering. Log off computer. Langsung keluar perpustakaan setengah berlari menuju ke kantor Moderator.

1845
Yoko Geri Kekomi gaya onta banci melesak masuk ke pintu kantor moderator, setelah 73 ketukan pintu sopan tidak ada respon. Moderator sudah pulang. Berarti besok harus bangun pagi-pagi untuk submit report. Terkutuk.

1930
Makan malam sama tgwinmg, probably the only good thing happened today.

2030
Aku berjalan ke tepi pantai. Lalu kulihat sesosok makhluk yang .... aku tidak tahu itu apa. Seperti chewbaca di star wars. Tapi gelap, jadi aku tidak pasti. Suara nya menggeram. Aku mundur perlahan. Pura-pura tidak melihatnya. Takut dia menyadari ada keberadaanku, aku menahan nafas. Sambil memejamkan mata.

2100 [sekitar]
Aku menahan nafas sangat lama. Waktu aku membuka mata, aku ada di sebuah ruangan gelap. Pengap. Pusing. Mungkin karena kekurangan nafas. Lalu terlihat sebuah cahaya dari atas. Seperti sebuah ventilasi. Aku berusaha menggapai-gapainya. Tanganku menyentuh sesuatu yang lembek. Seperti agar-agar.

2200 [sekitar juga]
Akhirnya aku berhasil keluar. Aku ada di sebuah padang rumput yang sejuk. Aku melihat bunga krisantemum di mana-mana. Ada kupu-kupu berkejaran, dan wanita-wanita telanjang sinar matahari yang tidak terlalu panas. Angin semilir berhembus. Lalu datang seorang wanita, bersayap. Malaikat?

Dia membawa harpa. Tapi aneh, bukannya diletakkan di depannya. Tapi di pundak. Lalu dia mengeluarkan semacam tongkat bersenar. Dan mulai menggesekkannya ke harpa.

2359
*Nggiiiieekkkkk nguayaow*

ZOMFGWTFBBQ!

Pisau plastik western food kantin dua menancap di jari kelingking tetangga. Sedotan plastik tersangkut di daerah ginjal. Sumpit njrubut-njrubut dipaksa masuk ke saluran pencernaan dengan jalur reverse osmosis, melalui saluran akhir.

Tetangga tahu akibat mengganggu mimpi indah satwa langka.

Panda Tambun,
berlumuran darah.

Monday, April 09, 2007

Detik - detik Proklamasi [Updated sampai pukul 1300]

Terinspirasi dari sini, karena Panda Tambun tidak menonton 24.

0000
Masih nggliyeng dengan page number microsoft word yang menolak diajak kompromi. Untung dibantu tgwinmg bikin Table of Content yang bisa auto-update. Hore. Manual update untuk beberapa part yang tidak bisa di auto-update.

0100
Abstrak beres. Referens beres. Eknoletsmen beres. Lis of figur beres. Lis of tebel beres. Takitung-itung beres semua. Berarti ..... *eng ing eng* ... efwaipi kelar. Tak terasa air liur air mata menetes dari sisi, mengalir ke pipi, diiringi lagu It Ends Tonight di winamp yang diputar shuffle.

0103
Setelah melepaskan diri dari hal-hal duniawi, saatnya Panda Tambun kembali dari pertapaannya. Kini dia kembali bertualang dalam pengembaraannya untuk meraih tiga hal yang diidam-idamkan pria sedunia. Harta, dota, dan wanita. Ok, harta ... loan masih menggunung, wanita ... checked ..., sekarang dota.

Rede kaka?
yoyo server?
Dota vid?
bole2
sek ngemedan? dota yok
sopo ae?

0137
pandaseksi has pawned labahlabahimut (+250 gold).
Ezalor the Keeper of the Light has fallen.
medanmania has pawned pandaseksi (+250 gold).
Nessaj the Chaos Night has fallen.
medanmania has pawned ombojoyo (+250 gold).
Jah'rakal the Troll Warlord has fallen.

0200
Memang kalah. Tapi jadi hero dengan kill paling banyak. Lumayan. Yang pasti tiap Pandatambun the Chaos Knight keluar dari kandang nya, hero-hero lawan pipis di celana. Cuci tangan dan kaki. Sikat gigi. Terus bobo. Rencananya.

0235
Mata masih kriyip-kriyip [ini bahasa belanda]. Lampu kamar sudah pecah gelap. Mata sudah terpejam. Sprei sudah lepas dari ranjang dengan sukses. Tapi ada satu yang belum selesai. Latihan biola anak-anak violet di sebelah kamar.

Lalu aku ke kamar mereka. Berteriak aku. "Heh! Cari mati ya" Rupanya mereka tidak mengerti bahasa Indonesia tidak takut. Sampai aku menghunuskan pisau plastik western food kantin 2 ke jari kelingking kaki kiri salah satu di antara mereka. Terdengar lengkingan biola tak berdawai. Kupastikan mereka tahu aku tidak main-main.


Paragraf barusan bo'ong.

0259
Masih berusaha tidur. Dan masih berusaha memaafkan dosa-dosa mereka.

0321
Guling-guling.

0401
Tidak tahan. Kubunuh semua.

Iya. Bo'ong lagi.

0421
Ngiler-ngiler di bantal. Mimpi basah indah. O iya, sudah beberapa kali aku mimpi ketabrak mobil. Tapi mimpi tabrakan kemarin paling mantap. Soalnya yang ketabrak tetangga. Ketabrak truk sampah.

0721
Terbangun karena suara-suara tidak jelas. Entah kucing bertengkar. Atau musim kawin. Keluar kamar untuk ambil air minum sekalian ngentas jemuran. Sekaligus gak sengaja nginjek kucing. Keluar kamar toleh kiri-kanan, e nggak ada kucing. Adanya tetangga lagi telpon.

0800
Di depan Library Lee Wee Nam. Ketemu Tegar. Dan Dika [bukan yang dari belanda]. Mereka nampaknya masih enjoy kehidupan sebagai mahasiswa. Sambil menunggu library buka untuk menge-print final year report terkutuk, aku ke kantin A untuk makan. Aku bertemu seorang wanita setengah baya yang tersenyum tulus padaku. Kubalas senyumnya sepenuh hati, lalu dia berkata ...

"One dollar fifty cent"

Kubayar, lalu kuambil sarapanku.

0830
Seperti hungry ghost festival, aku berjalan masuk ke library. Terlihat beberapa OC-OC yang mulai menebar buku nya di meja-meja belajar. Nge-hog buat kawannya. Dua orang masuk, sepuluh meja penuh buku. Kiasu. Pandatambun hanya menempati satu saja. Lalu nge-print. Klik print.

0832
Tempat printing belum buka. Bagus.

0835
Satu printer yang di luar printing room sudah nyala. Antrian sudah kayak sumbangan tsunami. Ngantri dengan khidmat, begitu sampai komputer.

Wrong card inserted.

Padahal jelas-jelas masukin cash card, bukan kartu Dragon Ball. Rupanya kartu yang setia menemani empat tahun ini sampai juga pada ajalnya. Terlalu sering digesek. Bukan, bukan kredit kad. Cuma kartu buat ngeprint.

0842
Setelah keluar masuk sekitar 8x, kartu sudah mau dibaca. Tapi. Uangnya ga cukup.

0900
Singkat cerita, cashcard sudah ada isinya. Setelah perjuangan keras top-up, udah mau ngasih duit tapi kartu masih dibilang invalid. Tapi antrian printer sudah seperti antri dukun santet di Situbondo. Yang ngantri, ya wajah-wajah familiar. Teman sekelas di Teknik Sipil, yang deadline nya juga hari ini.

0940
Selesai nge-print. Dan sudah dijilid. Manis.

0958
Submit ke supervisor. Jadi yang pertama submit hari ini. Murid yang lain submit nya sore. Tapi minggu lalu. Supervisor menginstruksikan agar supaya Panda Tambun menunggu telepon dari nya. Untuk mengambil report yang sudah di-approve kemudian membuat minor adjustment lalu print dan submit ke moderator setelah semua beres.

1015
Bengong. Nunggu telpon.

1030
Masih bengong. Ngeblog.

1045
Bengong.

1100
Tetep.

1200
Lapar. Tapi malas antri di kantin A.

1300
Ngupdate blog.

Selamat Hari Paskah

derived from the Hebrew Pesach (פסח) Passover


  • Latin Pascha or Festa Paschalia


  • Greek Πάσχα (Paskha)

  • Afrikaans Paasfees

  • Albanian Pashkët

  • Amharic (Fasika)


  • Arabic عيد الفصح (ʿAīd ul-Fiṣḥ)

  • Azeri Pasxa, Fish (pron: fis`h)

  • Berber tafaska (nowadays it is the name of the muslim "Festival of sacrifice")


  • Catalan Pasqua

  • Danish Påske

  • Dutch Pasen or paasfeest

  • Esperanto Pasko


  • Faroese Páskir (plural, no singular exists)

  • Finnish Pääsiäinen

  • French Pâques

  • Hebrew פסחא (Pascha)


  • Icelandic Páskar

  • Indonesian Paskah

  • Irish Cáisc

  • Italian Pasqua

  • Japanese 聖大パスハ (Seitai Pasuha, "Holy and Great Pascha")


  • Lower Rhine German Paisken

  • Malayalam: പെശഹ (Pæsacha/Pæsaha)

  • Norwegian Påske


  • Persian Pas`h

  • Polish Pascha

  • Portuguese Páscoa

  • Romanian Paşte

  • Russian Пасха (Paskha)


  • Scottish Gaelic Casca

  • Spanish Pascua

  • Swedish Påsk

  • Tagalog (Philippines) Pasko ng Muling Pagkabuhay (literally "the Pasch of the Resurrection")


  • Turkish Paskalya

  • Welsh Pasg



  • In another language

  • Armenian Զատիկ (Zatik or Zadik, literally "separation") or Սուրբ Հարություն (Sourb Haroutiwn, literally "holy resurrection")


  • Belarusian Вялікдзень or (Vialikdzen’, literally "the Great Day")

  • Bosnian Uskrs or Vaskrs (literally "resurrection")


  • Bulgarian Великден (Velikden, literally "the Great Day") or Възкресение Христово (Vazkresenie Hristovo, literally "Resurrection of Christ")

  • Simplified Chinese: 复活节; Traditional Chinese: 復活節; pinyin: Fùhuó Jié (literally "Resurrection Festival")


  • Croatian Uskrs (literally "resurrection")

  • Czech Velikonoce (literally "Great Nights" [plural, no singular exists])

  • English Easter

  • Estonian Lihavõtted (literally "meat taking") or ülestõusmispühad.


  • Georgian აღდგომა (Aĝdgoma, literally "rising")

  • German Ostern

  • Hungarian Húsvét (literally "taking, or buying meat")


  • Japanese イースター (Iisutaa, pronunciation of Easter in Japanese katakana) or 復活祭 (Fukkatsusai, literally "Resurrection Festival")

  • Korean 부활절 (Puhwalchol, literally "Resurrection season")

  • Latvian Lieldienas (literally "the Great Days," no singular exists)


  • Lithuanian Velykos (derived from Slavic languages, no singular exists)

  • Macedonian Велигден (Veligden, literally "the Great Day") or, rarely Воскрес (Voskres, literally "resurrection")


  • Maltese L-Għid

  • Ossetic куадзæн, from комуадзæн "end of fasting"

  • Persian عيد پاك (literally "Chaste Feast")


  • Polish Wielkanoc (literally "the Great Night")

  • Serbian Ускрс (Uskrs) or Васкрс (Vaskrs, literally "resurrection")


  • Slovak Veľká Noc (literally "the Great Night")

  • Slovenian Velika noč (literally "the Great Night")

  • Tongan (South-pacific) Pekia (literally "death (of a lord)")


  • Ukrainian Великдень (Velykden’, literally "the Great Day") or Паска (Paska)

  • Vietnamese Lễ Phục Sinh


  • stolen from Wikipedia

    Suhu,
    Happy Lễ Phục Sinh.