Monday, March 26, 2007

Biola Tak Berdawai

Hidup bersama dengan orang lain itu mudah. Hidup harmonis, itu yang susah. Di rumah, kalau kalian punya saudara, tentu pernah bertengkar. Kalau tidak punya saudara, silakan minta mama masing-masing. Di kantor, semua tentu menyadari bahwa bekerja bersama itu mudah. Yang susah itu bekerja sama. Di sekolah, apalagi. Dalam menyelesaikan masalah, pepatah "Menang gelut kalah tawur" sudah umum didengar. Di lingkungan mana pun, di rumah, di kantor, atau pun di sekolah. Dan tanpa terkecuali, di asrama.

Pasti ada konflik di asrama.

Tapi tidak di asramaku. Tidak ada konflik di asrama Ninja Turtles University.

Memang kami berbeda. Ada OC yang sering telpon di waktu-waktu yang tidak jelas. Lho koq tahu jadwal telepon dia? Bukan Panda Tambun punya pendengaran sakti dan suka ngupil nguping. Tapi ringtone OC ini bisa membangunkan penghuni asrama yang sedang tidur. Dan asrama-asrama lain dalam radius 5.783 kilometer.

Ada juga tetangga dari negara lain, OV. Tetangga yang ini akhir-akhir ini sedang getol-getolnya belajar main biola. Dan, karena jadwal kuliah yang padat di Ninja Turtles University, jadwal dia belajar latihan biola hanya malam hari. Ya, namanya latihan, ya tentu kurang bagus. Tapi semua dari kita pernah mengalaminya. Jadi ya kita maklumi.

Toh bukan cuma dia yang suka musik. Panda Tambun juga suka musik. Ingin belajar alat musik apa saja selain seruling bambu. Mama bilang makanan gak boleh dibuat main.

Tentang alat musik, tetanggaku satu lagi, adalah orang lokal. Orang singapura. Seperti OV tadi, dia juga suka membuat bunyi-bunyian tidak terkontrol. Bedanya. Orang singapura ini suka main sex. Sexopon. Suara-suara yang berbunyi dari kamarnya jelas membuktikan bahwa Kenny G tahan menderita berlatih sampai sehebat itu. Dan bukti kuat bahwa tetangga Kenny G tuli.

Ada juga OM yang suka berbincang-bincang dengan dialek daerahnya. Dialek yang ... hanya terdiri dari dua kata.

chap choy?
chap choy
chap choy!
chap choy chap. hahahaha.
chooooooy....
chap.


Tapi meskipun mereka semua suka menyiksa tetangganya. Panda Tambun tidak pernah komplain pada mereka. Karena deep in our heart, kita semua tahu, mungkin kita pernah menyiksa tetangga kita. Baik secara sengaja maupun direncanakan. Entah waktu Panda Tambun menyalakan api unggun di TV lounge ataupun saat pipis di wastafel dapur umum asrama.

Malam ini, tetangga OV mengajak teman-temannya berlatih biola bersama. Ngiyekkkk... nguwooooq... weeoookk... . Memang kurang sedap didengar. Panda Tambun memutuskan untuk mengungsi ke tempat tgwinmg. Paling tidak sampai mereka lelah berlatih biola.

Kukunci kamar, lalu aku berjalan ke tempat tgwinmg. Jalur terpendek harus melalui kamar OV itu. Biarlah aku lewat, tersiksa sebentar tak mengapa. Sejenak kemudian, aku sudah berjalan melalui depan pintu kamarnya yang terbuka. Tak ingin mengganggu latihan mereka, Panda Tambun memutuskan hanya tersenyum saat bertatap muka dengan tetangga.

Menoleh ke dalam kamar penuh petaka itu, Panda Tambun tak sanggup memenuhi rencananya untuk tersenyum. Getir senyumnya dipaksakan. Hanya untuk sopan santun adat asia. Karena tetangga OV dan teman-temannya yang berlatih main biola. Tidak punya biola. Mereka sedang latihan paduan suara.

Panda Tambun,
tetangga biola tak berdawai.

5 comments:

!peH said...

Emang chap choy artinya apa?

Gita Arimanda said...

gubrak hahahahaha....parah banget asli OVnya!

suhu said...

!peh: ndak tau. ada yang tau?
gita_arimanda: takbilangno tetanggaku lho kamu.... koq ngetawain.

Reza d'Bhro said...

itu latihan paduan suara atau lagi belajar bersama?

suhu said...

#bhro:
kedengarannya berdebat. tapi sinkron.