Wednesday, March 28, 2007

Addictive

- suatu hari di tahun 2004 -

Siang hari. Panas terik matahari menyengat. Panda Tambun terlihat bersama seorang teman di balik semak-semak. Bukan bambu. Semak tidak terurus. Belakang asrama. Warnanya yang hitam putih terlihat tidak bisa nge-blend dengan lingkungan. Dia bersama seseorang. Terdengar mereka bercakap-cakap.

ko kas jaga di beta, be mopi maroko sabentar.
ngomong opo koe, cuk?
ah bego ni. lu jaga. liatin guru.
guru ndi cuk? cuma ada rumput.
kau bantu aku lihat kalau ada guru kau beritahu di beta.
oh patroli.
betul. patroli.
ngomong kek dari tadi.
mamae be su bilang dari tadi puki ni.
e jangan sembarangan ngomong ya, biar ga ngerti basa kupang aku ngerti barusan kamu misuhi aku.
oke oke. sori. ko jaga yah.
mau ke mana kau?
maroko
edan. ngapain?


Lalu langkah lincah sahabat karib Panda Tambun melompat ke atas. Tangannya menggapai ranting. Setelah melakukan gerakan pull-up dengan sebelah tangan, dia menghilang di balik dedaunan pohon. Eh, ini ngomongin sahabat Panda Tambun. There is no way Panda Tambun can do stupid stunt mentioned above. Panda Tambun melaksanakan tugas nya. Sementara teman nya pergi Maroko.

Beberapa saat kemudian. Ada meteor turun dari langit. *tuing*. Panda Tambun mengamati benda membara itu. Yang kemudian dikenali sebagai.

jancok. rokoknya masih nyala cuk.
iya itu buat kau.
kau mau bakar ini lapangan bola?


Itu adalah sepenggal kisah nostalgia SMA. Banyak yang kita pelajari di bangku sekolah. Misalnya, Merokok dalam bahasa Kupang adalah Maroko, sementara Anjing dalam bahasa Kupang adalah mamae cuki besu momati sondadoi sondamakan pukimai lu semuapi matisa. Dan selain pelajaran bahasa, siswa SMA belajar banyak hal lain.

Ada yang bilang kebanyakan siswa SMA [terutama laki-laki] mulai mensuplai tambahan nikotin pada otak [baca: merokok], di bangku SMA. Tentu berbeda hal nya dengan Panda Tambun. Panda Tambun tidak menghisap rokok pertama nya di bangku SMA. Melainkan di lapangan belakang sekolah. Tempat yang paling aman karena ada semak-semak yang mudah terbakar, jadi kalau ketahuan tinggal bunuh diri tinggi dan tidak terurus.



Rokok bisa membuat kita kecanduan. Katanya [Agus Gurniwa, 2006]. Rokok juga tidak baik untuk kesehatan. Katanya. Rokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan janin dan juga impotensi. Katanya.

Teringat perkataan Suhu 3 tahun lalu. Pada seorang sahabat.

Menghisap rokok itu sama saja kau bakar uang. Kalau uang kau berlebih, barulah kau bakar. Linting lah itu kau punya gopek. Lalu sulut, nikmat?


Tentu tidak menyangka, orang yang berkata demikian 3 tahun kemudian bersahabat dengan asap dan asbak. Layaknya seorang napi berkata pada orang yang bebas, bahwa penjara itu tidak enak. Panda Tambun menghimbau para pembaca untuk hidup bebas nikotin. Karena asap dan asbak tidak lebih enak dari asparagus. Dengan bambu muda tentunya.

Kalau ingin tahu rasanya kecanduan, jangan coba rokok.

Coba ini. Atau ini.

Panda Tambun,
siapa bilang merokok bikin kurus?

4 comments:

yosafat said...

quote "Rokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan janin dan juga impotensi. Katanya."


itu kalo rokok dapat....(jowo= entuk rokok gratisan..dapat...)

nah kalo rokok beli kan ga pa2...(jowo= tuku rokok...ora gur entuk thok...)

suhu said...

wah. lucu koe yos. lucu tenan.

aku lagek ngakak ki, ngakak karo ngudhut.

Reza d'Bhro said...

Wah bahasa kupange asu dowo tenan ya....

Nek asu uelek kaya kethek ra tau adus mambu tembelek apa ya???

suhu said...

#bhro:
kau.