Sunday, December 30, 2007

Masalah yang Tak Kunjung Berakhir

Sekitar jam tujuh lebih lima menit, handphone Suhu berbunyi.

Suhu melihat display nya.

Nomer telepon kantor.

Perasaan Suhu, dan setiap insani mandor di seluruh penjuru dunia, tentu sama ketika melihat display handphone menunjukkan telepon kantor. Perasaan yang campur aduk antara jengkel, khawatir, marah, cemas, bingung, horny, cuek, ingin tahu, ingin boker, dan moral serta tanggung jawab.

Memang secara resmi jam kerja sudah berakhir ya sudah, tidak seharusnya kamu mengganggu karyawan yang sudah pulang dan beristirahat dengan tenang setelah sekian panjang hari bekerja. Tapi justru di sana letak kontradiksinya. Despite mengetahui bahwa tidak seharusnya menelepon tapi masih menelepon, pasti ini adalah hal yang sangat penting, urgent, dan important, sehingga perlu immediate action.

Tentu sebagai mandor yang baik, akhirnya Suhu mengangkat telepon itu. Tapi tetap sebagai manusia yang jengkel karena ditelpon setelah jam kerja, Suhu menjawab dengan berserk.

"HEH? OPO COK?"

Meskipun Suhu yakin pembicara di sebelah sana tidak mengerti artinya.

Hati kecil Suhu tetap dag dig dug, berharap tidak ada kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti worker tertimpa muatan batu bata, worker ketubruk truk semen, worker nyemplung sumuran, worker hamil, ataupun informasi gaji bakal datang telat.

Ternyata yang menelepon adalah Arumugam Paramashivikam Rajalingam Damdidamdidamlalala. Salah satu dari empat worker yang bertugas untuk shifting material tadi. Berusaha untuk terdengar tenang dan mengontrol emosi, Suhu bertanya.

"What the fuck?"
"Mister adi, the dorrr lock orrredi."
"What door?"
"Dorrrr materiyal room."
"Your shifting finish oredi?"
"No finish."
"Then why you lock the door?"
"No. I no lock the dorr. School man lock."

Nggak tahu mau marah atau nangis ketawa. Suhu cuma bisa bilang beberapa patah kata.

"Okay. Leave it."
"Working? No working?"

Tentu untuk para foreign worker, sumber pemasukan mudah untuk mereka adalah Over Time works. OT works ini biasanya diberikan untuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak perlu pengawasan mandor. Misalnya, shifting material. Tentu mereka merasa kecewa kalau pekerjaan mereka dibatalkan, karena mereka tidak dapat upah lembur. Maka Suhu tidak kehabisan akal.

"Okay, two man clean office, two man clean store room until nine o clock."
"Thank you mister adi."

Lalu Suhu pulang ke rumah dengan tenang. Probably the best part of this story.

Setelah makan malam, mandi bebek dengan ritual as usual, Suhu melanjutkan petualangannya di alam lain. Di mana di alam itu Suhu adalah raja negeri antah berantah. Untuk beberapa jam saja, sampai alarm keparat memanggil raja negeri antah berantah untuk kembali bekerja. Menjadi mandor.

Esoknya, sesampainya di lapangan, rentetan unfortunate events ini masih belum berakhir. Manager memanggil. I will skip the gory details. Tapi yang pasti manager kurang gembira Suhu memberikan upah lembur untuk pekerjaan yang sepele seperti membersihkan kantor dan gudang.

"Actually they are supposed to shift materials yesterday."
"Then why cleaning office and store?"
"The school locked the material room's door."
"Then you should ask for the key!"

Ujung-ujungnya aku lagi yang salah.

Hari terus berlalu seperti biasa. Tentunya sedikit lebih parah karena Mandor lagi bad mood. Tentu saja, datangnya masalah tidak pernah tanya mood Mandor lagi bagus atau nggak. The guy with attitude problem datang menghampiri.

"Eh where is your workers?"
"Working la"
"My shifting haven't finished how come you let them do another work?"
"Shifting night time I do, day time can't shift for you."

Dia pergi dengan menggerutu tapi Suhu tidak peduli. Pekerjaan ngingingongo tetap berlanjut sampai pukul lima sore. Suhu kembali ke wilayah sekolah dengan tujuan menemui the guy with attitude problem untuk meminta kunci ruang material.

"I can't give you the key wad?"
"What?"
"I can't give you the key."
"Okay, so don't lock the door."
"Aiyaa... can not lah ... use your brain la .. "
"You don't give me the key, you lock the door, you want me to shift the material. How you want me to do?"
"You can do it during the daytime when we're around wad."
"No, we scheduled it for night time works."
"If we're not around, we must lock the room."
"Stop the fuckin' nonsense. Are you giving me the key or not?"
"No."

Maka malam itu Suhu tidak meng-assign workers untuk memindah barang-barang. Karena night time works tidak diizinkan. Suhu pulang dengan tenang. Tidak ada telepon dari Arumugam Paramashivikam Rajalingam Damdidamdidamlalala ataupun Govindara Magarana Syalalalala.

Senang sekali kalau bisa menuliskan label -Tamat- di sini. Tapi sayangnya, penderitaan Suhu masih berlanjut ke keesokan harinya.

-bersambung-

Tuesday, December 25, 2007

Merry Christmas


Merry Christmas 2007. This year Santa is on leave.
Suhu,
ho ho ho.

Sunday, December 23, 2007

The Guy with Attitude Problem, Me or Him?

Lanjutan dari episode lalu.

Mandor serasa tak percaya apa yang dilihatnya.

Bapak tua pengurus D&T itu membuka sebuah ruangan. Yang isinya.

MESIN.

Satu set peralatan yang tak beda dengan yang barusan kita pindahkan. Menimbulkan kecurigaan apakah mungkin bapak ini memanggil jin botol untuk mengembalikan mesin-mesin ini ke tempat semula sewaktu kita lagi menikmati makan siang?

Ternyata memang sekolah ini punya dua set peralatan prakarya. Yang pada saat itu tidak pernah ditunjukkan pada pihak kontraktor. Ini benar-benar tidak manusiawi. Yang pasti, untuk kejahanaman semacam ini, salah seseorang harus mati. Aku atau dia.

Pemuda dua puluh dua tahun yang masih perjaka dan menikmati lezat duniawi, atau tua bangka yang sudah makan garam lima puluh tahun lebih?

Tapi dengan akal sehat, Mandor berhasil menghalau tiga puluh orang dengan berbagai fitur mulai botak, gondrong, berkumis, bertato, bekas jahitan, yang tiap diajak ngomong sedikit-sedikit noleh langsung *Jhuh* ngidu ngidu sembarangan. Mereka berusaha mencekik bapak tua yang sekarang buru-buru lari menghilang entah ke mana.

Akhirnya kami berhasil memindahkan dua set mesin. Seperti biasa, Mandor membuat laporan pekerjaan yang diselesaikan hari ini dengan berbagai remarks. Tentunya berbagai caci maki hanya bisa diumpat tanpa pernah diabadikan dalam laporan kerja. Lalu datang bapak-bapak lain, yang tidak lain adalah sub-koordinator D&T. Ya, seperti guru Kerajinan Tangan dan Kesenian gitu lah kalau di Indo.

Di sini lah mulai berubahnya rasa simpati pada guru para pahlawan tanpa tanda jasa perlahan menjadi benci dendam kesumat angkara durja.


You move the machine but you don't move the materials.
Ya, all machine are shifted already.
Aiyaa... you arh ... use your brain lah. You move all the machine but the materials you still leave it there.
Yes, I was instructed to move the machine ONLY.
No, who instruct you? Now I instruct you to move the materials.
Fuck off, man. Who are you to instruct me?


Oke. Mungkin kalimat terakhir terdengar kasar untuk seorang anak muda yang yang berbicara pada seorang guru. Tapi sekarang bayangkan kamu ada di posisi ku. Pagi hari kamu diberi tiga puluh orang untuk memindahkan dua ruangan penuh mesin. Dua RUANGAN, wokay? Bukan dua MESIN. Padahal waktu dibicarakan pada perjanjian awal adalah PERALATAN kerajinan tangan, yang SEMESTINYA ringan dan mudah dipindahkan.

Kamu bisa bilang bahwa ini adalah salahku karena tidak melihat dengan jelas tentang mesin-mesinnya. Okeh. Kamu boleh bilang begitu kalau kamu mau dikubur hidup-hidup oleh tiga puluh orang kekar. Tapi kamu diminta memindahkan material. Material yang kita bicarakan di sini adalah triplek utuh, kayu lonjoran, batangan logam mentah, dan beberapa barang yang cukup untuk membuat tiga ratus set baju zirah.

Jelas sudah bagaimana kelanjutan dari cerita ini. Manager memanggil, menanyakan secara baik-baik. "Mengapa kamu berkata kasar pada guru?" sampai "Semoga kamu ingat bahwa mereka adalah klien kita." Lalu aku menjelaskan duduk perkaranya. Managerku cuma bisa geleng-geleng. Lalu mengatakan bahwa kita ada di pihak yang dirugikan. Manager mempertimbangkan daripada ada korban jiwa di pihak sekolah karena Suhu selalu tersenyum saat memegang benda tumpul seperti pipa ledeng, maka manager memutuskan untuk membantu sekolah memindahkan material-material tersebut.

Dan tentu saja, person in-charge, adalah Suhu. Dengan pipa ledeng di genggaman.

Aku mengambil empat orang idle worker dari worker quarter. Percayalah ini tidak semudah menekan F8 dan menge-set Rally Point. Saat aku sampai di gudang tempat material yang perlu dipindah, guru yang tadi sudah di sana.


See, you tell me, I was right or not?
So where should we shift these stuffs?
Aiyaa... you arh ... use your brain lah. You move the material to the room next to the new machine room lah.

Tanpa berusaha memperpanjang pembicaraan agar tidak menyulut emosi, Suhu diam. Dan merencanakan hukuman apa yang layak diberikan pada orang ini. Lalu menyumpahinya dalam hati. Dan pergi meninggalkan dia setelah memberikan instruksi pada empat worker tadi. Bukan pergi karena pengecut, tapi karena tempat lain juga perlu mandor. Untungnya blok lain sedang sedikit senggang, jadi ada waktu untuk mengurusi orang-orang bermasalah seperti guru-guru berkepribadian bermasalah [terjemahan bebas dari attitude problem].

Tentu saja meskipun meninggalkan tempat itu, Suhu masih sesekali datang untuk menge-cek progress pindahan. Melihat empat worker yang wajahnya sudah kiamat, membuat Suhu teringat saat memindahkan barang-barang tgwinmg dulu waktu masih kuliah. Cuma bedanya, barang tgwinmg sedikit lebih bervariasi dan tidak ada worker yang membantu saat itu. Kenangan manis tentang pindahan bersama tgwinmg hilang saat guru itu muncul tiba-tiba seperti pocong.


Hey, you! You want to work until what time?
We work until eleven.
Aiyaa... you arh ... use your brain lah. I can't work until eleven. Five o'clock I go back already.
Then we carry on without you lor.
You think you can continue without me?
I think so. I don't think your presence matter, anyway.
You. You. How can you talk to me like that? You still owe me an apology.
Me? For what?
You! You still don't know you are wrong. I know your manager scold you after you talk rudely earlier. I believe the school report to your manager already, that's why now you change your mind. Just now you say you don't want to shift, but now you shift. I know, your manager must have scold you.
Fuck off.
I'm going to report this to your manager.

Hariku memang tidak seberapa bagus. Tapi setelah memberi pekerjaan kepada para worker yang over-time, termasuk empat orang yang memindah material tadi. Suhu pulang lebih awal. Jangan membayangkan pulang lebih awal itu jam 3 sore. Untuk Mandor, pulang jam enam, itu sudah termasuk pulang lebih awal.

Sekitar jam tujuh lebih lima menit, handphone Suhu berbunyi.

Suhu melihat display nya.

Nomer telepon kantor.

-bersambung-

NB:
Terima kasih pada pembaca yang telah mengingatkan bahwa pemakaian kata Jancok secara excessive bisa mengurangi kenyamanan pembaca.

Terima kasih pada Arianto yang sudah mengingatkan untuk meng-update blog dan memfasilitasi dengan meminjamkan 160GB portable hard drive agar komputer Suhu bisa diformat dan bisa cepat nge blog lagi.
Untuk pembaca yang mengingatkan bahwa pemakaian kata Jancok terlalu excessive, bisa menanyakan langsung pada Arianto dan memastikan bahwa frekuensi kata Jancok di blog tidak mencapai sepuluh persen frekuensi pemakaian di rumah.

Wednesday, December 19, 2007

Unfortunate Events

These past few days is definitely not the best days of my life.

Tanggal 4 Desember adalah awal di mana semua perkara ini dimulai. Pindahan. Setelah PT Bangun Subangkit berhasil menyiapkan temporary D&T Block, langkah berikutnya adalah memindahkan mesin-mesin dari Block D&T yang lama menuju ke temporary D&T Block. Tentunya ada sedikit masalah dari memindahkan barang-barang ini.

Dan tentunya masalah itu selalu muncul tiba-tiba, dan di sini lah letak peran pelaku utama blog ini menjadi bersinar. Menyelesaikan masalah mendadak di lapangan. Waktu mereka bilang memindahkan mesin-mesin yang berhubungan dengan kayu, semua orang membayangkan gergaji triplek, serutan, dan mesin-mesin imut yang berhubungan dengan prakarya siswa.

Tetapi sayangnya, saudara-saudara sobat muda di mana pun anda berada, kita semua SALAH!

Saat pindahan tanggal 4 Desember, mesin-mesin prakarya anak sekolah di sini ternyata berwujud mesin bubut, gergaji listrik, circular rip saw, machette, dan peralatan metalwork satu set yang bisa direkomendasikan untuk membuat baju zirah berukuran XL. Dan kalau tidak salah, yang paling ringan beratnya 800 kilo. Dan yang paling berat 2.3 ton.

Iya, yang di lantai dua itu.

Dengan kekuatan bulan, kami akhirnya berhasil memindahkan semua nya. Untuk pindahan ini, PT Bangun Subangkit terpaksa menyewa jasa Professional Movers. Perusahaan yang kami bayar untuk mindahin barang-barang ini, mengandalkan ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa [baca: dengkul dan sikut]. Orang-orang yang bekerja di perusahaan tersebut, rata-rata adalah bekas narapidana dan pecandu obat-obatan yang sudah insaf. Karena tidak punya ketrampilan khusus, maka mereka bekerja menjadi tukang angkat-angkat, nama kerennya Professional Movers.

Okeh, bayangkan menjadi seorang laki-laki dari lingkungan dan keluarga baik-baik, memimpin tiga puluh orang dengan berbagai fitur mulai botak, gondrong, berkumis, bertato, bekas jahitan, yang tiap diajak ngomong sedikit-sedikit noleh langsung *Jhuh* ngidu ngidu sembarangan. Bayangkan dulu. Sudah? Sudah. Rasanya lebih parah sepuluh kali daripada yang kamu bayangkan.

Tetapi sebagai warga negara Indonesia sepenuhnya, Suhu mampu berbicara dan berkomunikasi dengan sempurna. Terutama jika lawan bicaranya adalah budak melayu. Cakap malay pun jadi. Dengan kosakata terbatas mulai dari daftar hewan di kebun binatang sampai tumbuh-tumbuhan, Suhu berhasil menunjukkan wibawanya. Meskipun kata kunci yang memegang peranan tetaplah "Jancok".

Setelah barang-barang terkutuk tersebut selesai dipindahkan, mulai episode baru hal-hal ajaib yang membuat hidup mandor menjadi lebih sengsara.

Seseorang dari pihak sekolah, konon posisinya adalah Head of Department. Tugasnya menentukan letak mesin-mesin di ruangan yang baru. Wajar, setelah pindahan, kamu mesti ngasi tau tukang angkat-angkatnya, barang ini taruh di mana, barang ini taruh di mana, tul gak?
Yang jadi masalah, kalau orang ini punya kepribadian ganda seperti Niki dan Jessica di felem Heroes. Sekarang Niki mau taruh di sini, nanti Jessica mau taruh di sana. Nah! Bapak yang satu ini, punya kepribadian ganda. Setelah barang-barang diletakkan di satu tempat di pagi hari, setelah makan siang dia marah-marah. "Woi, ini kenapa ditaruh di sini, kan malah orang gak bisa ngambil kalau perlu."

Sekali dua kali, aku kira aku yang lupa dan salah letak. Tapi setelah kejadian terulang lebih dari lima kali, kusalib dia di bukit Gombak Suhu mulai naik pitam dan berseru "Wahai pak tua, jikalau dikau tak berkenan dengan hasil kerja kami, kerjakanlah sendiri." Lalu terjadi perdebatan yang cukup sengit, perang mulut antara Mandor dengan Pengurus D&T. Dan perdebatan terhenti karena setiap kalimat yang dia ucapkan selalu dibalas dengan senyum manis diiringi "Jancok" dari hati suci mulia.

Pengurus D&T pun berlalu sambil mengira "Jancok" artinya "Iya". Apalagi mandor selalu mengucapkannya sambil manggut-manggut. Benar-benar the beauty of multinationality country.

Setelah mengikuti semua pengaturan bapak berkepribadian ganda tadi, kami menghela nafas lega. Akhirnya selesai.

Belum sempat lima menit kami duduk di lantai sambil selonjor, bapak tua tadi memanggil. Mandor, selaku kepala pemimpin tiga puluh mantan narapidana dan pecandu obat-obatan [wah jancok, serasa bos preman], langsung menghampiri bapak tua Pengurus D&T tersebut. Pengurus D&T tersebut memanggil Mandor, yang mengikuti melangkah lebih cepat seperti main kejar-kejaran. Tak lama kemudian.

Pengurus D&T menarik sebuah gagang pintu. Mandor serasa tak percaya apa yang dilihatnya.

"Omaigat. Wadefak."

-bersambung-

Monday, December 17, 2007

12 Days of Christmas by Boymongoose

Just found this wonderful video played on YouTube
12 Days of Christmas video clip re-worked Indian style. Performed by animated popstar, Boymongoose and Indian boyband.

Wonderful remake of the song 12 days of christmas originally by Lee Greenwood.

That's very well composed, fantastic animation, hillarious video.
And waat a waanderfull accent eda. Veaary Nice...

Here goes the lyrics:

On the first day of Christmas,
my true love gave to me
A totally insufficient dowry

On the second day of Christmas,
my true love gave to me
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the third day of Christmas,
my true love gave to me
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the fourth day of Christmas,
my true love gave to me
Four Hari Krishnas..... (Is that Indian)
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the fifth day of Christmas,
my true love gave to me
Five Indian games..... (I want to be the cowboy)
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the sixth day of Christmas,
my true love gave to me
Six IT graduates
Five Indian games
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the seventh day of Christmas,
my true love gave to me
Seven-11 workers
Six IT graduates
Five Indian games
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the eighth day of Christmas,
my true love gave to me
Eight Bollywood films
Seven-11 workers
Six IT graduates
Five Indian games
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the ninth day of Christmas,
my true love gave to me
Nine telemarketers..... (Good Evenin.. This is Kaalin jones. Are you waanting greater kaalrits)
Eight Bollywood films
Seven-11 workers
Six IT graduates
Five Indian games
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the tenth day of Christmas,
my true love gave to me
Ten-minute yoga..... (Think the lotus, feel the lotus, drive the lotus)
Nine telemarketers
Eight Bollywood films
Seven-11 workers
Six IT graduates
Five Indian games
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the eleventh day of Christmas,
my true love gave to me
Eleven syllable name..... (PEESARAVANMUTHUDBLEEKVAAS)
Ten-minute yoga
Nine telemarketers
Eight Bollywood films
Seven-11 workers
Six IT graduates
Five Indian games
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

On the twelfth day of Christmas,
my true love gave to me...
Twelve cricket ball tamperers..... (I was simply correcting the stitching)
Eleven syllable name
Ten-minute yoga
Nine telemarketers
Eight Bollywood films
Seven-11 workers
Six IT graduates
Five minutes of fame
Four Hari Krishnas
Three butter chickens
Two nosy in-laws
And a totally insufficient dowry

Tuesday, December 11, 2007

It's Complicated

Tidak jarang kita dihadapkan dalam masalah yang kita tidak tahu jawabannya. Dan untuk memperbesar masalah, kita diharuskan menjawab. Meskipun, sekali lagi, kita tidak tahu jawabannya. Meskipun tidak mempelajari ilmu kemanusiaan secara mendalam, Suhu yakin seyak'in-yak'innya. Bahwa. Setiap orang pasti pernah mengalami situasi ini, setidaknya sekali dalam hidupnya.

Mendapat pertanyaan yang tidak tahu jawabannya.

Kadang kita tahu di mana ada jawabnya, tapi kita malas mencari. Sering juga kita tahu jawabannya, tapi tidak yakin apakah jawaban kita benar dan memilih untuk main aman dengan pretend kita tidak tahu. Main aman. Acapkali, kita tahu jawabannya dengan pasti dan tepat, tapi kita tidak bisa mengucapkan jawabannya.

Seorang lelaki yang tahu bahaya nikotin terhadap kesehatannya. Resiko menghisap rokok sudah ditanamkan melalui sistem edukasi yang menjamin tingkat intelejensia nya mampu menghitung untung rugi merokok. Meskipun dia sudah jelas tahu bahwa merokok itu tidak sehat, tetap saja dia menghisap rokok itu perlahan, memindahkan semua kadar rokok itu ke dalam paru-paru nya.

Seorang lelaki yang pernah membandingkan Nutrition Fact dari berbagai jenis fast food. Dan menemukan bahwa yang tersehat adalah Subway. Dengan harga yang sama dengan Whopper Meal, tetap saja dia menjauhi outlet Subway dan memilih fast food saingan yang, tentu saja, tidak sesehat Subway. Dan dia melahap Mushroom Swiss Chicken Burger tanpa berpikir untuk kedua kalinya.

Lelaki yang telah menjalani pendidikan bangku sekolah selama bloody 16 years, tapi masih harus mempersiapkan diri untuk ujian minggu depan karena ikut sekolah malam. Meskipun benci sekolah, dan bisa menolak saat didaftarkan kelas malam yang dibiayai kantor, bisa saja menolak. Tapi masih tetap saja diam tunduk dan membuang waktu tidur selama tiga jam non-stop in the midst of storm lecture.

Lelaki yang sama dengan lelaki di paragraf pertama tadi, tiba-tiba membuang kebiasaan merokoknya secara drastis. Meskipun dia tahu, tanpa suplai nikotin yang konstan, refleksnya menurun, bawaannya ngantuk melulu, lemot, belekan, loyo, kurang produktif, dan pasif. Tapi, akhirnya dia berhenti.

Kenapa?

Kenapa kamu merokok?

Kenapa kamu tidak mau makan Subway?

Kenapa kamu mendadak berhenti merokok?

Pertanyaan yang bagi semua orang dianggap sulit untuk dijawab. Dan kebanyakan umat manusia menjawabnya dengan senyuman sejuta arti. Semuanya bisa dijawab dengan satu kalimat pamungkas.


It's Complicated.

Suhu,
beri beri kompliketet.

Saturday, December 01, 2007

Assesment Mandor

Masih ingat dengan kisah tentang Hari yang Menakjubkan? Tidak jauh berbeda larinya dari penyesuaian gaji pegawai, posting kali ini akan membahas tentang continual assesmen. CA [Continual Assesment], atau di NTU lebih dikenal dengan sebutan kematian-berbobot-40%, adalah cara untuk menentukan kualitas seseorang dari masa ke masa. Atau lebih tepatnya, cara untuk memastikan bahwa seseorang berusaha mencapai kualitas maksimal secara diskrit. Iya, diskrit, karena hanya berusaha saat Assesment sudah dekat.

Lain Ninja Turtles University, lain pula PT Bangun Subangkit. Di tempat Suhu bekerja, ada sebuah sistem Continual Assesment, berupa Internal Meeting. Dalam sebuah internal meeting ini, banyak hal yang dibahas. Tentunya hal utama yang dibahas adalah progress. Setelah itu akan membahas kecelakaan yang terjadi akhir-akhir ini, kalau ada selalu ada. Lalu membahas tentang usulan-usulan dari para karyawan untuk di-feedback-kan ke Headquarter.

Nah, sesi yang menarik yang akan diulas dari sini ini, adalah sesi yang selama ini belum pernah dibahas. Yaitu sesi buka-bukaan.

Dalam sesi ini, semua peserta meeting harus membuka pakaiannya sampai tersisa sebilah kain untuk menutupi aurat. Lalu saling kejar mengejar untuk mencoba menarik kain milik lawan.


Maaf atas imajinasi berlebihan barusan.

Dalam sesi buka-bukaan, semua staff boleh memberikan opini tentang kolega nya. Mau ngomong yang baik-baik boleh, mau ngomong yang buruk-buruk, pertimbangkan lagi. Tapi karena meeting ini diduduki [terjemahan bebas dari chair the meeting] oleh Project Manager, acapkali yang diucapkan yang baik-baik saja, dan yang buruk disimpan untuk sesi gulat lumpur dwimingguan.

Karena pembaca blog tidak mengenal orang-orang lain di PT Bangun Subangkit, ada baiknya posting kali ini menceritakan tentang satu-satunya orang yang dekat di hati kalian yang bekerja di PT bersangkutan. Feedback untuk Pak Mandor dalam meeting tersebut adalah. Demikian opini orang-orang.

Project Manager:
Adi orangnya bisa menghandle situasi-situasi mendesak. Seringkali saya melihat Adi bisa membuat keputusan di detik-detik terakhir. Hahaha itu mah karena Suhu sering nunda-nunda kerjaan. Meskipun keputusannya tidak selalu tepat, tapi Adi berani mengambil keputusan. Haha kesannya brutal ya. Meskipun kadang keputusannya kontroversial. Yang pasti, saya merasa decision-making skill Adi patut diacungi jempol. Masalahnya jempol ane ngadep mana bang, langit apa bumi.

Deputy Project Manager:
Adi bisa menimbang mana yang berakibat buruk dan biasanya Adi memutuskan untuk melakukan hal-hal berakibat buruk untuk mencegah hal-hal lebih buruk terjadi. Kadang orang tidak memikirkan bahwa jika jalan ini buruk, jalan lain bisa lebih buruk. Adi berpikir dua langkah lebih maju dengan mempertimbangkan akibat dari alternatif lain.

Asisten Mandor Struktur:
Fleksibel. Seringkali tidak mengikuti aturan. Adi kadang punya aturan sendiri di lapangan yang berbeda dengan aturan PT Bangun Subangkit. Pagi sering telat tapi pulang selalu paling terakhir. Wah, sial. Ada yang buka rahasia. Punya jam kerja sendiri.

Asisten Mandor Arsitektural:
Adi sepertinya anti arsitek. Ada kenangan buruk sama Arsitek? Haha minta disembelih orang ini.

Safety Supervisor:
Adi selalu meyakinkan lapangannya aman untuk bekerja sebelum memulai tugasnya. Terbukti dengan mengecek semua sudut lapangan setiap pagi dan setiap sore.

Ya, seperti yang aku bilang tadi. Isinya kebanyakan yang baik-baik. Akhirnya disimpan dalam arsip internal meeting minutes, dengan catatan sebagai berikut.

Mandor: Adi.
Ahli mengatasi situasi mendesak, Fleksibel, Rutin Keliling Lapangan.


Contoh mengatasi situasi mendadak, fleksibel, di lapangan.

Suhu,
lebih baik pipis sembarangan daripada pipis di celana.
Adalah contoh lebih baik berakibat buruk daripada lebih buruk.

Monday, November 19, 2007

Tips Menghadapi Exam

Ujian semesteran memang adalah salah satu ruthlessly efficient torturing device yang sengaja diciptakan oleh sindikat kejahatan berkedok lembaga pendidikan. Tapi jangan khawatir, Suhu akan menyelamatkan pembaca dari kegilaan dan tekanan yang mendalam diakibatkan suasana exam yang menyelimuti atmosfer.

Disclaimer:
Suhu menulis post ini bukan karena pingin 30 dolar. Suhu menulis post ini karena atas dasar niatan mulia ingin membantu teman-teman yang kesulitan dan membutuhkan uluran tangan. Ceileee....

Setelah debut Suhu di kancah per-blogging-an untuk menyelamatkan mahasiswa tahun terakhir dalam menggarap skripsi dalam artikel yang terdahulu. Kini Suhu akan menyelamatkan jutaan umat manusia dari sindikat kejahatan berkedok lembaga pendidikan. Dengan cara membagikan tips-tips menghadapi exam.

Disclaimer lagi:
Suhu bukan top student. Suhu bukan lulus first class. Who cares, tetep B.Eng Hons. Suhu bukan Dean List-ers. Suhu bukan straight-A student. Suhu bukan asdos. Suhu bukan pembuat exam question. Singkatnya, Suhu useless Suhu not technically sound. Tapi, Suhu berpengalaman menghadapi tujuh semester exam. Suhu tidak tahu bagaimana cara menjawab. Tapi Suhu tahu bagaimana cara menghadapi Exam.

Yaitu.


Belajar.



Wokay sebelum ditimpuk para pembaca karena tips sampah, langsung saja ke pokok bahasan masalah dalam berita acara hari ini. Tips menghadapi tekanan emosional saat exam. Kita perlu mencari sumber daripada masalah yang menyebabkan kita tertekan.

Sebenarnya masalah utama nya bukanlah exam. Melainkan ekspektasi kita sendiri. Karena kita ingin lulus, maka kita harus belajar untuk exam. Karena sudah belajar sampai mata mau lepas tapi masih belum yakin bisa lulus. Tekanan muncul.

Paragraf di atas bisa dimodifikasi untuk beberapa orang, kata lulus bisa diganti menjadi dapat A.

Logis bukan? Kalau kamu pergi ke exam hall dengan mindset lulus-hore-ga-lulus-ya-ngulang tentu kamu tidak stress. Dan tentu kamu don't bother untuk meneruskan membaca tips ini. Karena kamu sama sekali tidak perlu tips menghadapi exam. Tapi karena kamu tipe yang cemas tidak dapat A lulus, maka kamu melanjutkan baca tips ini. Padahal sudah tahu hampir setengah skrol side bar blog post ini masih ga ada isinya.

Pokok permasalahan pelajar di pulau kecil ini sebenarnya simpel. So little time so much to do. Kita cuma punya masa persiapan beberapa hari untuk maen dota, AoE, General, dan Maple mempersiapkan exam. Sedangkan materi yang harus kita pelajari, menggunung dan melembah. Bagaimana mungkin Suhu sanggup bertahan tujuh semester ini menghadapi exam dan sekarang masih waras? Sekarang Suhu akan berbagi rahasia.

Kata kuncinya adalah evektifitas evektivitas efektifitas efektivitas epektipitas. Ambil contoh gambar remaja yang belajar di bench tersebut. Remaja tersebut belajar hingga larut malam. Terlihat dari background yang diterangi lampu North Spine. Dia belajar begitu keras untuk menyelesaikan materinya. Sampai malam-malam pun mengadakan belajar bersama dengan kawan-kawannya.

Itu harus kalian nilai sendiri dan timbang untung ruginya. Keuntungannya, kalau ada yang gak ngerti, kamu bisa langsung tanya teman. Lebih cepat daripada kamu problem-solving sendiri yang mungkin nggak efektif karena prosesor kamu belum pentium untuk mata kuliah tertentu. Hey, itu sah untuk diakui. Kita selalu gemilang di mata pelajaran tertentu dibanding mata pelajaran lain. There's nothing wrong with that. Saat semua subjek Suhu dapat D, ada satu yang dapat C+. It proves itself.

Tapi belajar bersama sampai larut malam ada kerugiannya. Saat ada yang melawak, kamu tertawa lalu gak konsen. Kamu gak tertawa pun, sebelahmu tertawa, kamu jadi gak konsen. Terus kawan belajar semeja ditelpon papa mama dari Indo, lalu kamu ikutan merasa homesick, lalu kamu ikutan telpon rumah, padahal waktu itu awalnya dialokasikan untuk belajar. Lalu setelah telepon, temanmu yang lain ikut telpon rumah, dan kamu gak konsen. Sepanjang malam kamu belajar. Lalu keesokan harinya, kamu cuma garuk-garuk sambil mikir "Semalem dapat cuma segini?"

Lebih parahnya lagi.


Mungkin esoknya kamu sudah tidak bertenaga buat bench-ing lagi.


Di sini epektipitas itu berperan penting. Study smart instead of study hard. Percuma kan kalau kamu tepar keesokan harinya. Seorang teman pernah berkata kepada Suhu. "Kamu kalau bergadang semalaman, besoknya malah capek ga karuan, terus tidurnya malah lama. Akhirnya waktu yang terbuang buat tidur lebih banyak".

Somehow itu benar.

Maka dari itu, Suhu menekankan hal ini dalam menghadapi exam. Istirahat secukupnya. Istirahat secukupnya. Istriahat secukupnya.

Kalau kamu tidak menyadari ada typo di kata istirahat terakhir, kamu perlu istirahat.


Istirahat secukupnya.

Setelah tips istirahat secukupnya diterapkan, tentu kalian sudah tahu tahap selanjutnya. Yaitu. Belajar. Tingkatkan epektipitas dengan menggunakan segala kemampuan kalian yang ada. Semua sumber daya yang ada harus digunakan untuk meningkatkan daya serap dalam tempo yang sesingkat-singkatnja. Eksploitasi anggota badan untuk mencapai pose ideal belajar, tentu salah satu ilmu menarik yang merupakan cabang ilmu yoga. Usahakan posisi belajarmu senyaman mungkin agar kamu bisa bertahan lama dan besoknya gak pegal-pegal.


Pose belajar ideal. Tangan kanan pegang bolpen, kaki kiri pegang tutorial question, tangan kiri pegang rokok [censored], kaki kanan pegang asbak [censored].


Setelah menerapkan hal-hal tersebut di atas, kerapkali kita sering masih merasa stress. It's okay. Tak mengapa. Mbiau khin. Rapopo. I know. Aku tau. Wa cai. Aku ruh. Ini wajar. Saat kita bekerja keras, belajar berat, atau melakukan apapun yang penuh perjuangan. Kita perlu sebuah reward. Reward system benar-benar manjur untuk melatih keluarga besar primata. Maka jelas, kita bisa memakai sistem serupa.

Setelah berjuang sekuat tenaga. Lakukan hal apa yang benar-benar kalian inginkan saat itu. Jangan pikirkan apa kata orang. Lakukan. Do it. Buat dirimu lega. Jangan hiraukan pandangan roommate saat kamu nonton Anime. Jangan hiraukan cemoohan teman saat kamu maen WE. Afterall, ini reward kamu atas kerja keras. Tapi, pastikan kamu benar-benar kerja keras. Misalkan satu subject kelar maen satu game WE. Jangan tiap satu halaman maen satu turnamen. Maen WE itu cuma salah satu contoh. Reward bisa berupa apa saja. Untuk keluarga besar primata, reward kita cukup universal.


Reward: Makan.

Meningkatkan epektipitas, istirahat yang cukup, pose belajar ideal, dan reward system. Adalah tips-tips yang sementara ini diberikan oleh Suhu untuk khalayak ramai. Semestinya ini sudah cukup untuk mengurangi stress level para pembaca. Mengenai tips-tips lebih lanjut, akan di-post jika waktunya telah tiba kelak. Kalau kalian sudah menguasai tips-tips tersebut di atas.

Suhu,
all the best for your exams.

This post is dedicated to tgwinmg who is facing an AA306 exam in the near future.

NB: I got D for my Consolidation quiz, but as far as I can recall, that subject discussed about soil settlement in foundation engineering.

Sunday, November 18, 2007

Semesteran

Jumlah pembaca blog yang berkunjung hampir sama.

Frekuensi meningkat. Padahal unique ip masih sama.

Berarti seorang pembaca rata-rata mengecek blog minimal dua kali lebih sering dari biasanya.

Blog-blog yang ada di Links di sidebar frekuensi update nya berkurang.

Ini pasti sebuah pertanda.
















NTU friends, keep your sanity

Suhu,
I've been going through your sorrow and misery. I survived. And now I can laugh. At you.

Saturday, November 17, 2007

Panggung Sandiwara

Dunia ini panggung sandiwara. Dan oleh karena itu, di dalam dunia ini, kita harus menjadi aktor-aktor yang baik dalam melakonkannya. Tapi sayangnya drama kita seringkali tidak dipersiapkan terlebih dahulu, membuat kita harus hidup dalam ketidaknyamanan spontanitas yang acapkali menjerumuskan kita ke jurang yang lebih dalam.



Dalam panggung sandiwara dunia ini, kita tidak bisa mempelajari script skenario terlebih dahulu, karena kita tidak tahu jawaban apa yang akan dilontarkan oleh lakon lain. Lebih seriusnya lagi, sang Sutradara di atas sana, merangkap narator, bisa saja memberikan narasi deskriptif kapan saja.

Misalnya menyisipkan bacaan berbunyi : Lalu Suhu meninggal tanpa sebab yang jelas.

Ya sah-sah saja, lha wong yang ngasih kehidupan Sutradara nya. Mau kapan aja dipanggil lak ya sakkarep'e yang bikin crita. Ya yang di atas sana itu. Tuhan, tuhan baca blog ga?

Yah kalau kamu seagama dengan Guntur tidak beragama, mungkin kamu kurang memahami paragraf di atas. Lha terang, lha wong eksistensi tuhan aja masih dipertanyakan oleh sebagian umat manusia koq. Anyway, aku gak ngurusin kepercayaan kalian. Mau percaya tuhan ada ya silakan, mau bilang tuhan ga ada ya kasian silakan.

Sebelum melenceng terlalu jauh, kita kembali lagi ke alur cerita yang benar. Okeh menggok mbalek jalan sing tadi ngieeengg brem brem breeem. Lanjut lagi. Panggung sandiwara. Kenapa koq aku tiba-tiba bilang panggung sandiwara.

Ya masih gak jauh-jauh larinya dari cerita tentang dunia kiamat karena bencana sekolah lagi. Pagi'e abis kelas itu, aku bangun mbek mata kriyip kriyip. Setengah bersyukur ya tuhan untung aku masih hidup hari ini semoga besok dikasi hidup lebih panjang satu hari lagi dan dikaruniai lima istri rezeki.

Lalu ya per normal aku liat jam. Sebelas. Ah edan tenan susah banget tidur. Kayak'e udah guling-guling koq ga bisa tidur-tidur. Tutup lampu kira-kira jam sebelas kurang seprapat. Baru lima belas menit udah kebangun. Ah siyal. Sapa juga yang nyalain lampu. Ah pasti roommate.

Setelah menutup mata lima menit, aku tersadar lho bangke' ini kan single room aku kan bobo sendirian, terus sapa yang nyalain lampu? Setengah ketakutan kalau ada cewek cantik berpunggung bolong di sebelah sakelar lampu, aku nengok ke arah cethekan lampu sambil pipis di celana lalu doa salam maria dalam hati.

Amin.

Buka mata buka telinga buka celana aku lihat sinar terang sekali. Sejak kapan lampu kamar ganti 100 watt. Tiga perempat ketakutan kalau kalau ada cewek cantik berpunggung bolong ngganti bola lampu, aku nengok ke arah lampu. Gak ada cewek cantik berpunggung bolong di mana-mana. Ternyata tirai jendela kemaren lupa kututup. Jadi sinar matahari menembus. Truing truing sunshine!

Sinar matahari?

Srengenge?

Ujubule kiwil kiwil srengenge mlethek hwarakadah!

Ternyata takhta dewi bulan sudah diluluhlantakkan oleh sepak terjang putra matahari dan jam sebelas yang nampak di jam dinding itu adalah jam sebelas siang saudara saudara. Tepuk tangan.

Langsung aku ngglondhong-golong-komeng-glodhak-krompyang lari ke kamar mandi, mandi bebek sambil memikirkan alasan datang telat. Mau alasan antri mandi, jelas ga diterima, lha dateng kerja ga perlu mandi. Mau alasan sakit perut, jelas ga diterima, lha sakit perut koq sampe jam sebelas. Mau alasan baru lolos dari kejaran singa, jelas ga diterima, lha alasan itu sudah dipakai buat telat minggu lalu.

Alhasil, ide brilian pun muncul.

Pura-pura sakit.

Suhu,
panggung sandiwara.

Friday, November 16, 2007

The After-Effect

Wokay sobat muda di mana pun anda berada. Seperti yang telah kita ketahui, Suhu kemarin telah menjalani sebuah eksperimen menarik berjudul "Durability-of-Site-Engineer-Under-Three-Hour-Torture Lecture". Eksperimen ini sangat menarik untuk diteliti, dan tentunya lebih menarik lagi, kalau jabatanku di eksperimen ini bukan kelinci percobaan.

Buat beberapa orang yang sempat berkorespondensi melalui MSN dan Yahoo kemaren malam, Suhu hendak meralat. "Dude, yesterday was not nightmare."

'Disaster' describes it better.

Tenang, kawan=kawan. Suhu masih hidup. Sekolah lagi memang tidak enak. Tapi memang kesedihan yang menimpa Suhu tidaklah separah korban-korban bencana alam yang serius seperti gempa bumi, Tsunami, banjir, dan jumpa calon mertua.



Sekolah itu nggak selamanya buruk. Jadi buat adek-adek yang masih sekolah, jangan putus asa, tuntaskan wajib belajar sembilan [belas] tahun. Sekedar berbagi pengalaman, Suhu juga pernah punya saat-saat bahagia bersekolah. Tapi bukan di Singapura. Saat-saat berbahagia di mana Suhu bersekolah adalah saat Suhu masih menimba ilmu di bumi pertiwi nusantara Indonesia pusaka bhineka tunggal ika swasembada tunakarya. Saat-saat sekolah memiliki kenangan-kenangan indah seperti libur puasa dan libur natal dan tahun baru. Benar, saudara-saudara, Suhu benar-benar tidak suka sekolah.

Menurut diagnosis dokter, Suhu mempunyai kelainan anomali dibanding manusia pada umumnya. Selain mempunyai ruas ibu jari yang bergabung dengan telapak tangan, Panda mempunyai kesulitan untuk duduk di tempat yang sama dalam waktu yang cukup lama. Inilah salah satu pelaku penyebab bencinya Suhu pada bangku sekolah. Karena dipandang tidak layak jika jongkok di kursi saat bu guru menerangkan di papan.

Keputusan perusahaan Bangun Subangkit untuk mengirimkan Suhu ke sekolah lagi bukannya membuat Suhu gembira. Lain beberapa oknum yang berpendapat "lho.. dibayarin company kan, enak donk sekolah dibayarin... ". Suhu lebih memilih untuk dibayarin makan atau dibayarin jalan-jalan ke Azerbaijan.

Maka jelas tingkat antusias Suhu untuk sekolah itu hampir mendekati enol.

Hingga hari-H, Mandor berhasil untuk pura-pura lupa bahwa ada kelas hari itu. Lalu asisten Mandor yang berkewarganegaraan Myanmar itu memanggil Mandor di hadapan Manajer Proyek.

"Mister Adi, no go school?"


Setelah membuat mental note untuk memecat asisten Mandor besok pagi, Mandor tersenyum pada Manajer Proyek yang menyuruh Mandor pulang pagian agar tidak telat masuk kelas. Maka Mandor pulang relatif pagi pada hari tersebut. Relatif pagi dibandingkan hari-hari sebelumnya, tapi masih relatif sangat malam dibandingkan umat manusia pada umumnya.

Tidak banyak yang dapat diceritakan dalam perjalanan selain perjalanan dengan BMW ke tempat tujuan. [BMW = Bus, MRT, Walk]. Menuju ke tutorial room 9. Lecturer memanggil satu persatu, tandatangan di attendance sheet, berkenalan dengan teman sebangku lalu mengajarinya cara tandatangan Suhu untuk keperluan mendadak di masa mendatang, Lecturer memperkenalkan diri, mempersiapkan power point slides, mematikan lampu kelas agar projector screen nampak lebih terang dan tajam, dan anda akan tertidur jauh lebih dalam .... jauh lebih dalam ... jauh lebih dalam ...

Pelajaran berakhir pukul sepuluh malam. Perjuangan membuka mata selama tiga jam non-stop berujung kemenangan di pihak rasa malas dan kekalahan yang telak dan luka yang mendalam menghancurkan kubu semangat belajar. Skenario tipikal.

Ada yang bilang bahwa tubuh kita kadang bergerak sesuai dengan kebiasaan kita. Dan hari ini, tubuh Suhu mengontrol diri sendiri tanpa perintah otak, sesuai dengan kebiasaan itu. Kapan pun ada kelas malam di NTU, tanpa perlawanan bioritmus Suhu akan menyesuaikan diri.

Suhu,
hari ini bangun jam sebelas.
NB: Iya, hari ini MC bo'ongan.

Thursday, November 15, 2007

First Lecture

Di mana pun

Kapan pun

Bagaimana pun

Minumnya pasti teh botol Sosro

Lecture tiga jam
non-stop

tidak baik untuk kesehatan.

Suhu,
terlalu tua buat beginian.

Tuesday, November 13, 2007

Sekolah Lagi

Mandor menerima sebuah pesan melalui faksimil. Buat yang gak tahu, faksimili itu sejenis persilangan telepon sama printer. Dia membacanya.

PT Bangun Subangkit
162 Jalan Balapan

Dear Sir/Madam

Building Construction Supervisor Safety Course

We are pleased to confirm your application for your employee/s to attend the above mentioned course.

Details of the course are as follows:

Participant's Name : Adi Prawira Koesoemo Widagdo
Course Code : CES1-BCSS2-07-X058
Dates : 15/11/2007 to 13/12/2007 (Every Tuesday and Thursday)
Time : 7.00 to 10.00 PM
Training Venue : B208B-C9 (CES9)
Balai Latihan Kerja (BLK)
141 Jalan Gunungmerah
Block B level 2
Singapore
The location map is enclosed.

Examination Date : 18/12/2007
Examination Time : 7.00 PM - 9.00 PM
Examination Venue : B208B-C9

Important Notes to the participant(s) :
1) Be punctual. Latecomers will not be entertained and will be barred from the examination, where applicable.
2) Bring along the receipt or this confirmation letter and an ID (NRIC/Work permit/passport (photocopied), NTUC membership card) for verification purposes on the first day of class.
3) A recent coloured passport-sized photograph (Applicable to WSH courses only)
4) Attend at least 75% attendance to be eligible for the examination.

Once again, we thank you for choosing NTUC LearningHub Pte Ltd and entrusting your employees' training with us.

Thank you,
Programme Executive
NTUC LearningHub Pte Ltd

This is a computer printout that requres no signature.


Dan mengumpat.

Suhu,
sekolah lagi.

Sunday, November 11, 2007

Sekolah Lagi?

Banyak yang bertanya kepada Suhu, terutama teman-teman yang sekarang berdomisili di Indonesia. Meskipun pertanyaannya berbeda, tapi tidak jauh-jauh juga lari topiknya selalu itu-itu saja. Tentang bagaimana nasib Suhu sekarang. Dan pertanyaan itu, ujung-ujungnya menjurus ke sebuah jalan hidup yang kebetulan bukan pilihan Suhu.

"Kamu nggak nerusin S2, Hu?"


Pertanyaan menarik, saudara-saudara.

Pertanyaan ini sangat rumit untuk ditilik. Mulai dari kendala finansial yang tentunya bisa diselesaikan dengan loan ataupun scholarship. Ngimpi. Juga melibatkan kemampuan diri sendiri, sekali lagi, di sisi selain finansial, ada sisi intelektual di mana diri sendiri seharusnya mempertanyakan "Apa mampu?". Tapi tentu saja tingkat intelejensia Suhu membuktikan bahwa bisa mencapai gelar eS tiga. [Iya, eSde, eSempe, eSemah.] Kalau dua masalah kunci tersebut bisa diselesaikan dengan mudah, maka pertanyaannya tinggal "Mau apa tidak?"

Karena eh karena, seperti yang telah kita ketahui, tindakan dosa adalah tindakan salah yang dilakukan atas dasar Mau, Tahu, dan Sengaja.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket Apa hubungannya....

Sekarang, Suhu sudah menyandang predikat Bujang Teknik [Bachelor of Engineering], maka secara ostosmastis otomatis, ada beberapa path yang terbuka bagi Suhu. Bisa menjadi seorang Design Engineer yang menghitung kekuatan struktur dan merancang komposisi rancang bangun sebuah proyek, bekerja di bawah bendera perusahaan Konsultansi Struktural yang hidupnya akan berkecimpung dalam cubicle. Pilihan satunya, adalah join perusahaan Kontraktor, bekerja di lapangan, making magic di bawah bendera Pembangunan, bergelimang kekayaan hasil dari korupsi uang jatah rokok dan menindas para pekerja.

Pilihan mana yang dipilih, sudah jelas dari posting-posting sebelumnya.

Mengibarkan bendera kemenangan atas penindasan yang tak manusiawi.

Itu kalau Suhu tetap menjadi Bujang Teknik seumur hidupnya. Bagaimana kalau Suhu melanjutkan pendidikannya ke tingkat Master. Mengambil gelar S2 di bidang bisnis dan administrasi jelas menertawakan keputusan Suhu yang seumur hidupnya membenci pelajaran Entrepreneurship. Entrepreneurship adalah sesuatu yang tidak bisa dipelajari di dalam kelas. Cari uang itu tidak seperti belajar buat exam, bung. Maka, pilihan S2 pun tidak jauh-jauh dari jurusan teknik, dan gelarnya tidak lain adalah MSc. yang adalah singkatan dari Master of Science, cukz.

Ironisnya, dari yang saya denger-denger dan saya lihat-lihat. Keuntungan menjadi Master of Science ini tidaklah banyak. Menang gelar, itu pasti. Tapi, tentunya pria dewasa yang sudah matang pikirannya, mempertimbangkan jauh lebih dari sekedar gelar. Kita tentu mempertimbangkan karir, masa depan, dan peluang sukses GAJI.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket Ternyata pikirannya masih dangkal....

Sedangkan gaji gelar Master dan gaji gelar Bujang [Bachelor], nggak jauh berbeda untuk jurusan yang namanya Teknik Sipil. Lagian, untuk posisi yang ini, Mandor. Gelar Bachelor of Engineering sudah overkill. Satu-satunya keuntungan meneruskan menimba ilmu ke jenjang S2 adalah ..... untuk meneruskan ke gelar S3.

Dan untuk mendapatkan gelar Profesor di tingkat S3, itu denger-denger harus belajar lebih banyak, dan lebih sakti dari manusia biasa, dan setelah lulus, ujung-ujungnya jadi researcher atau jadi dosen. Menjadi researcher, terdengar boring dan seperti kerjaan tipe cubicle. Maka satu-satunya yang bisa menarik Suhu untuk sekolah lagi adalah pekerjaan menjadi Dosen.

Selain bertugas untuk belajar memperkaya diri dengan ilmu-ilmu yang tak kunjung habis, mem-publish paper dan jurnal, dan menyiapkan silabus untuk pelajaran yang bersangkutan. Pekerjaan dosen adalah menyampaikan materi di dalam Notebook menuju Student's notes tanpa melalui otak mereka. Seni ini sering disebut dengan nama Lecture. Dosen-dosen Ninja Turtles University sangat mahir melakukan hal ini, terbukti dengan banyaknya catatan di buku tulis Suhu, yang Suhu sendiri tidak mengerti artinya, meskipun jelas itu tulisan tangan Suhu.

Tugas lain dosen adalah membuat hidup mahasiswa menjadi sengsara dengan menolak ide-ide skripsi dan menekan mahasiswa dengan memberi tugas yang tidak masuk akal agar bisa memacu adrenalin dalam otak melebihi kadar nikotin Marlboro merah. Lalu sesekali juga mengawasi murid-murd yang duduk di Exam Hall. Kadang juga dengan lantang berkata "Please Stop Writing!" dengan senyum bengis licik penuh kemenangan.

Belajar ilmu-ilmu baru, menyiapkan silabus/planning untuk pekerjaan ke depan, membuat hidup orang jadi lebih sengsara, menjadi pengawas, bersuara lantang dengan senyum licik bengis.


Ternyata kerjaan kita gak jauh beda ya, Prof.

Suhu,
jadi Mandor aja.

Friday, November 09, 2007

Changes

When I was young, I

Almost never smoke, drink ocassionally, sleep a lot.



When I was studying in Ninja Turtles University, I

Almost never drink, sleep ocassionally, smoke a lot.



But now, I

Almost never sleep, smoke ocassionally, drink a lot.




Suhu,
the greater the gaji power, the greater the responsibility.

Thursday, November 08, 2007

Rating: Parental Guidance

Silahkan klik link di bawah ini. Content daripada posting tersebut membutuhkan Bimbingan Orangtua agar anak-anak tidak salah kaprah. Terutama saat monyet bilang "Yang bujangan pingin berpasangan, yang berpasangan ingin sendiri". Harap orangtua membimbing anak-anaknya agar tidak berkata demikian di depan pasangannya untuk mengurangi resiko cacat permanen.

http://cuapcuap.blogspot.com/2007/11/tahu-salah-satu-mahkluk-dari-smu-3.html

Mendekati ending content video klip dalam posting tersebut akan menjadi R21. Contain some sexual content and brief nudity.

Suhu,
btw, met ultah Joy.

NB: suhuuu... suhu... giliran ada gambar monyetnya aja terus ditiru,.. huh dasar panda... dulu gambar monyet, sekarang monyet dividio.

Tuesday, November 06, 2007

Teknologi Driji

Kisah ini dimulai dengan perbincangan lima oknum yang melangsungkan coffee breaknya dengan jongkok di ujung beton yang baru dicor kemaren sore. Satu mandor, satu asisten mandor, dan tiga worker dengan kewarganegaraan india. Meskipun mereka berlima terpisah dalam tiga kasta yang berbeda, tapi mereka tetaplah sama. Sama-sama warga negara asing di bumi Singapura ini. Oleh sebab itu, mereka rukun bagaikan saudara, lalu mereka MENARI BERSAMA!

Maaf atas imajinasi berlebihan barusan.

Setiap hari, selalu ada jadwal coffee break untuk para pekerja. Intinya sama. Meskipun namanya coffee break, tapi tidak ada aturan yang mengharuskan minum kopi. Tapi yang pasti, jedah lima belas menit itu sangat berarti untuk para pekerja yang notabene adalah manusia. Kan manusia itu adalah makhluk sok sial sosial, maka perlu waktu untuk ber sok sial ih aksi bersosialisasi.

Mandor berjalan ke arah mereka berempat, sambil mengamati hasil pekerjaan mereka untuk persiapan ngecor beton dua hari lagi. Sambil berjalan-jalan di atas rangka struktur yang kokoh itu, Mandor bersiul-siul mendendangkan lagu Kopi nDangdut sambil mencatat hal-hal yang perlu direktifikasi. Catatan ini nantinya akan diberikan pada asisten mandor untuk diterjemahkan ke para worker dalam bahasa universal. Bahasa Tarzan.

Setengah bersiul, Mandor menangkap pembicaraan mereka berempat [seorang asisten mandor dan tiga worker]. Tanpa perlu menoleh, Mandor tahu itu adalah suara Tantan, asisten Mandornya. Bukan karena Suhu adalah mandor sakti mandraguna, tapi karena logat Myanmar nya yang kental itu tidak bisa disembunyikan.

N73 also Driji have ma?


Lalu dijawab dengan sahutan salah seorang dari tiga worker berkewarganegaraan India itu.

Ya, Driji. *geleng*


Yang kali ini Suhu tidak bisa mengenali suara siapa. Karena memang aksen tiga orang sisanya sama. Sama dengan 1.120.000.000 orang lain di tanah kelahirannya. Ya, aku nyontek populasi India dari sini.

Lalu Mandor menoleh untuk mengetahui, suara siapa yang menyambut pertanyaan Tantan tadi. Dan Suhu masih gagal mengenali suara siapa, karena tiga orang tersebut berwajah sama. Ternyata itu adalah suara Chinna. Oke, memang aneh. Tapi ini nyata. Chinna adalah orang India. Belum sempat Suhu menelusuri ciri-ciri wajah Chinna agar bisa dibedakan dari yang lain, Rahul sudah menimpali.

Actually Driji will rule the world. I can see in future all people using Driji phone. *geleng*


Merasa percuma mencoba membedakan Rahul dan Chinna, Suhu memutuskan untuk mengidentifikasi mereka berdasarkan name tag mereka yang manakala ditukar tidak akan ada yang tahu. Lalu Suhu ikut nimbrung dalam percakapan tersebut. Karena memang benar-benar tertarik dengan teknologi yang, kata Rahul, akan menguasai dunia di masa mendatang.

What is Driji different with no Driji?


Tantan, si asisten mandor. Dengan tiga worker itu. Menari bersama. Memandang Suhu serentak. Dengan tatapan mata tidak percaya. Dan Suhu merasa tidak seharusnya bertanya. Suhu mendadak merasa ingin kembali ke rumah, seraya memegang balon bertanya pada mama "Apa itu Driji?". Mereka semua memandangku dengan tatapan mata tak percaya. Seolah mereka berhadapan dengan seorang idiot yang lulus dari NTU nyogok.

Seorang mandor yang jabatannya jauh lebih tinggi dariku tidak mengerti teknologi Hape Driji ?


Mungkin itu yang ada di pikiran mereka masing-masing. Tapi tidak ada yang mengucapkannya. Apalagi didukung dengan fakta bahwa HP ku bosok. Tak hanya memiliki hape bosok ketinggalan zaman, mister adi ternyata juga tidak mengerti teknologi Driji. Hanya sekian yang dapat diartikan dari tatapan mata mereka, sementara Suhu mencoba berpura-pura tenggelam dalam beton cair.

Sementara Suhu tenggelam perlahan dalam beton cair yang mengiringi panas dunia, mereka berempat ngobrol tentang handphone yang kelak akan menguasai dunia. Lalu Suhu gembira karena dengan cepat mereka sudah melupakan akan kehadiran Suhu, mandor yang tak mengerti teknologi Driji. Setiap kali salah satu dari mereka menoleh ke arah Suhu, tiga yang lain akan menepuk pundaknya untuk menandakan Don't mind him, he doesn't know anything..

Suhu diam. Tenggelam dalam beton cair. Menenggelamkan diri tepatnya. Sambil membuat mental note untuk menge-search wikipedia mengenai Driji. Teknologi Driji adalah sebuah teknologi high-tech yang tidak mungkin diketahui oleh seorang mandor yang tak pernah membaca majalah komputer dan telepon seluler. Memang Suhu tak lagi membaca majalah-majalah yang membahas kemajuan teknologi. Handphone Suhu sendiri cuma dipakai untuk telepon dan sms. Dan melempar kucing tetangga.

Handphone Suhu sangatlah mengenaskan, baik dari segi model maupun dari kondisinya. Kalau suatu hari handphone Suhu jatuh di jalan. Pasti orang-orang akan mengabaikannya karena dikira pecahan batu bata. Meskipun pernah terjadi handphone itu jatuh, dan ada orang yang mengambilnya. Lalu memanggil Suhu, "Woi, jangan buang sampah sembarangan dong!"

Hanyut dalam adonan semen cair lamunan, Suhu sayup-sayup mendengar percakapan mereka.

My handphone now not using Driji, I want to change my handphone to one using Driji. Mister Tantan you sell your N73 la.
No lah! dis one Driji very good lah!
*setengah tenggelam berbisik dalam hati* Jancooookkk aku ga ngerti apa-apa.
I think mister adi money many many have, handphone expensive one.
*pura-pura gak dengar, dalam aer susah dengar, apalagi beton*


Tidak mendengar jawaban sepatah kata pun dari Suhu sang Mandor, mereka memandang ke arah Suhu. Yang sekarang semestinya sudah kaku dan kokoh. Suara Tantan memecah keheningan.

No lah, mister adi handphone no better N73, mister adi handphone old old"
*pingin gebug pake beton*
Mister adi handphone driji have?
*aku denger ae ga perna, gimana mau punya*


Suhu memutar otak untuk menjawab dengan bijak. Ide cemerlang, langsung beranjak dari posisi jongkok, bertepuk tangan seperti manager klub sepak bola setelah peluit panjang dibunyikan tanda pertandingan berakhir. Langung mentas dari beton imajiner dan berteriak.

OK OK OK, break is over! All working working! Faster faster go go go!


Malam itu, masih terpuruk kesedihan. Suhu pergi makan malam bersama Calvin, seorang koleganya yang posisinya nyaris sama dengannya. Bedanya, Calvin mengurusi elektrikal dan mekanikal, sedangkan Suhu mengurusi sisanya hal-hal yang berhubungan dengan struktural. Hal itu yang melatarbelakangi dua lelaki ini sering makan malam bersama. Karena di tengah-tengah perjamuan ini, mereka bisa dengan gamblang mendiskusikan koordinasi pekerjaan yang akan dilakukan besok pagi.

"Jadi besok pagi aku akan memasang kabel sepanjang gridline F7."
"Sayang sekali. Di Gridline F7 telah berdiri dengan kokoh sebongkah dinding batu bata.


atau.

"Esok aku berniat memotong kanopi blok F yang kemarin kucor, nampaknya ada yang salah."
"Sayang sekali. Besok aku akan mematikan listrik blok F karena aku akan memasang kabel."


Di tengah perbincangan itu, Suhu merasa makanan yang ada di piring Calvin terlihat sangat lezat. Penasaran dengan rasanya, maka Suhu membunuh Calvin dan merampas makanannya ingin membeli yang sama. Tapi melihat dompet yang cekak tunai, Suhu bertanya lebih dahulu.

"Eh this one just now you buy how much arh?"
"Dri Daler."


Dri Daler? Oh, mungkin maksudnya Three Dollar. Ngomong Three koq bunyi Dri. Ndesooo ndeso.

Perlahan turun sinar lembayung temaram dari langit berbentuk lingkaran sempurna menyentrong Suhu dari atas. Suhu diberi pencerahan remang-remang. Pikirannya mengulas beberapa momen yang lalu. Dri Daler. Seperti Dejavu. Dia teringat akan sesuatu yang pernah dialaminya. Dri Daler? Dri?

Driji!

3G!

ZOMFG!

Suhu,
Teknologi Driji akan menguasai dunia.

Saturday, November 03, 2007

Mister Chan oh Mister Chan

Masih mengacu ke posting sebelumnya, Suhu bekerja di sebuah proyek renovasi sekolah yang diborong oleh kontraktor besar PT Bangun Subangkit. Sebagai seorang Mandor jagoan, semua orang di lapangan, ratusan bahkan jutaan umat manusia, mengikuti perintahnya, menjalankan aturannya, dan seringkali melakukannya dengan penuh keterpaksaan kesadaran.

Maka sebenarnya, tidaklah berlebihan jika Suhu selalu memasang kalimat demikian pada nick MSN nya.

suhu- Construction Site, there is God, and after God, me.

Kekuasaan yang terlalu besar diberikan kepada seorang anak ingusan, kadang bisa menjerumuskan yang bersangkutan ke jurang dalam yang memisahkan pegunungan Himalaya dengan Nusantara Indonesia. Beginilah kisahnya.

Ini kisah sebelum Suhu naik jabatan, dan tentunya pada saat itu Suhu gajinya belum setinggi sekarang belum punya tempat di dalam kantor yang ber-AC. Maka sehari-harinya, Mandor ini menghabiskan waktu di lapangan. Dan tentunya tidak tahu apa yang terjadi di dalam kantor.

Beberapa meter di balik dinding kantor yang memisahkan terik panas dunia dan sejuk hawa surgawi. Terdengar suara mister Liong menelepon dengan setengah berbisik. Manajer yang satu ini adalah salah satu orang yang jabatannya lebih tinggi dari Suhu. Tapi mister Liong selalu duduk di kantor dan menyelesaikan urusan-urusan manajerial yang tidak membutuhkan keringat pelik dan menyangkut tanggung jawab lebih tinggi.

Mister Liong setengah membungkuk sambil bercakap-cakap di telepon dengan lawan bicaranya. "Oh iya mister Chan, iya. Harap disertakan dokumennya kalau ada waktu ya. Yes, we will appreciate if you can send it to us as soon as possible..... Oh tentu, selagi ada senggang saja, jangan merepotkan. At your convenience...."

Tapi tentu saja Mandor tidak bisa mendengarkan betapa sopannya mister Liong dalam pembicaraan itu. Karena pada saat bersamaan Mandor sedang mengkoordinasi pekerjaan yang harus ditangani dengan seksama. "SATU DUA TIGA TARRIIIIKKKK...." Sampai suatu hari Mandor dipanggil masuk ke ruang manajer untuk mendiskusikan progress di lapangan.

Perbincangan yang cukup seru di mana Mandor menjelaskan bahwa karena kelalaian pekerja terjadi sedikit kesalahan urutan di pembangunan toilet. Jamban sudah terpasang tapi tidak terlihat pipa menuju septic tank. Tapi masalah itu teratasi dengan mudah setelah Mandor memberi jalan keluar dengan cara menyambungkan saluran pembuangan jamban tersebut ke selokan terdekat septic tank blok lain.

Setelah menjelaskan kemajuan dan kendala lapangan, mandor pun mohon diri untuk kembali melakukan pekerjaan koordinasi lagi. SATU DUA TIGA DOROOOOONGGG!!!!111satusatu. Eh eh eh belum sempat keluar Mister Liong sudah memanggil.

"Eh eh eh, you help me arh. You call this guy arh. His name is Chan. I need to get this document from him. I've tried so many times to call him but fail. You help me get this document arh."

Nada mister Liong benar-benar berbeda dengan tatakrama nya di telepon saat bersopan santun dengan mister Chan. Tentu saja nada penuh susila budaya itu di luar pengetahuan Mandor yang selama ini di luar melakukan pekerjaan koordinasi. SATU DUA TIGA LEMPAAARR!!!. Sementara nada yang digunakan mister Liong pada Suhu, si Mandor, adalah nada orang yang jengkel karena Mister Chan dari dulu tidak pernah melakukan hal yang diminta.

Dan bagi seorang mandor.

Membantah perintah.

Adalah.

Dosa.

Jelas saja Mandor langsung memandang masalah ini sangat serius. Tanpa pikir panjang, Mandor langsung mencoba menegakkan keadilan. Mengangkat telepon yang ada di meja mister Liong. Dan dia mulai menekan tuts telepon sesuai nomer yang diberikan mister Liong tadi.

Tatitut tut tut tit tut tit.

Tersambung ke suara seseorang yang tua.

Halo?
Eh, Chan arh. You arh ... *nada membentak*
Yes, speaking.
HEH! You still owe me something hor, you know hor.
Sorry arh, this is from where?
K*nn*n* still ask from where arh? N*b*h L*nj*ao still never put my number on your phonebook arh?
Sorrie... sorry...
Suhu here arh ... remember me anot? *ajaib kalau inget, ketemu aja gak pernah*
Eee....
Bangun subangkit, from company Bangun Subangkit.
O ya ya. Bangun subangkit.
Now you know me arh, you know already lah.
Hahaha ya mister Suhu, what's the matter.
LAUGHING AH? Nothing's funny! You owe me this document for so long liao when you want to submit? When? When? All men here waiting for you arh? You so special one arh?
Tomorrow tomorrow.
CHAN!
Yes yes yes...
Everytime tomorrow tomorrow. Yesterday tomorrow. Today tomorrow. Tomorrow tomorrow. Tok tok tok tok tok like this how people want to trust you?
....
You tell me, how to trust you?
Ya ya, really tomorrow.
No! You sleep too long already. I want it today on my table. Understand?
Okay okay. I will ask my man to prepare.
No no no, later you push your duty to your man, I don't care. You come here personally. I want to see you. Okay? OKAY! Good!

Setelah gagang telepon diletakkan. Seisi ruangan memandang Suhu dengan tatapan mata menelanjangi. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mereka tampak tidak percaya dengan apa yang mereka lihat barusan. Tapi semua sudah tahu bagaimana style seorang mandor membuat apa yang dia mau dituruti. By force.

Maka Mandor pun tersenyum kecil pada mister Liong yang masih kaku melihat Mandor barusan beraksi. Dan Mandor keluar kembali ke alam dunia nyata angkara satwa murka bencana lagi. Keluar dari kantor yang ber-ac. Mulai berjemur lagi.

Beberapa jam kemudian. Terdengar suara mister Liong, si manajer, dari walkie talkie.

"Suhu please come to the office"

Setelah menyelesaikan tugas koordinasinya SATU DUA TIGA LEPAAAASSSS, Mandor berjalan ke kantor. Lalu dia melihat ke dalam ruangan. Terlihat seorang lelaki berpakaian rapi. Berlengan panjang dan berdasi. Cukup berumur, yang pasti lebih tua dari ayah seorang Suhu. Sudah layak kalau Suhu manggil Mbah.

Mister adi arh?
Ya? Is there anything I can help you?

Terlihat ada petir menyambar di atas kepala lelaki tua itu.

I'm Chan arh.

Terlihat ada petir menyambar di atas kepala lelaki muda itu [Mandor].

Oh, hi Mister Chan.
This is the document you require, sorry for taking so long.

Lalu mister Liong menyela.

Oh it's okay. Sorry to trouble you until you come personally here.

Nada mister Liong benar-benar sopan dan penuh tutur tata krama susila bahasa bhineka tunggal ika swasembada tunakarya. Membuat Suhu benar-benar merasa penuh rasa bersalah. Tak sanggup dirinya memandang tatapan mata mister Chan yang mendalam. Sosok lelaki yang kepalanya setengah botak ditutupi rambut berwarna perak. Tubuh yang renta dimakan usia, dengan kerutan di wajah yang diukir sang waktu. Wibawanya yang berkharisma karena semua orang hormat kepadanya yang lebih tua.

Wibawanya yang hancur lebur karena dimaki-maki di telepon oleh seorang anak ingusan yang usianya belum sepertiga usia nya.

Suhu,
bocah kurang ajar.

Friday, November 02, 2007

Second Best Job in the World

Tentang harta, takhta, dan wanita.

Pro:
Pertama masuk jabatan langsung tinggi dan diberi bawahan yang boleh disuruh-suruh. Gaji juga relatif tinggi dibandingkan teman sejawat yang kurang beruntung meskipun bisa dibilang rendah dibanding teman yang Bejo [beruntung, red].

Cons:
Tidak ada wanita.


Tentang kesehatan

Pro:
Dengan rutin berjalan dan naik turun tangga setiap hari, metabolisme tubuh menjadi semakin lancar secara alami. Berat badan turun, entah pastinya berapa. Tapi dengan tolok ukur pergeseran dua lobang sabuk, pasti perubahan massa sangatlah signifikan. Mungkin ini adalah hal buruk bagi beberapa orang, tapi yang jelas ini adalah hal yang menguntungkan bagi Suhu yang sudah kelebihan berat badan.

Kontra:
Tidak sehat.

Pulang kerja dengkul kopong kaki lembek, tidur seperti mati, sendi susah digerakkan. Kondisi setiap pulang kerja layaknya sebuah peribahasa Hidup segan mati tak mau perlahan.


Tentang Keselamatan Kerja

Pro:
-.

Kontra:
Hidup selangkah dari maut. Bisa saja suatu hari terdengar "Ups, maaf, ketusuk paku saya ya?", sementara mengerang kesakitan yang lain hanya melihat dan berbincang-bincang santai "Nggak ada apa-apa koq, cuma ketusuk paku". Tapi tidak separah "Eh, ngapain dia baring di sana? terus dijawab "Lho, kamu nggak tau? Dia kan kemarin mati ketabrak truk semen?"


Tentang kebersihan

Pro:
Dengan kerja di tempat seperti ini, ke mana pun kamu pergi, kamu akan merasa tempat apa pun bersih.

Kontra:
Kecipratan semen, itu sudah biasa. Ketumpahan semen, pengalaman tak terlupakan. Ketabrak truk semen, silakan liat kategori sebelumnya.


Tentang Karir

Pro:
Karir dimulai di posisi yang cukup tinggi, sehingga memudahkan diri dengan cara melompati jajaran portfolio rendah. Urutan karir di organisasi adalah fondasi, sloof, plat, kolom, atap worker, operator, foreman, supervisor, site engineer [mandor], manager.

Kontra:
Selangkah lagi tamat karirku. Maksudnya, setelah jadi manager, ya sudah. Menejer proyek, cuma bisa jadi menejer proyek lebih besar.


Tentang Jam Kerja

Pro:
Jam kerja flexibel. Meskipun di perjanjian antara aku dan mister faifai, jam kerja adalah delapan sampai lima. Tapi sebenarnya jam kerja ini sangat flexibel. Mister faifai mengizinkan aku untuk datang sebelum jam delapan dan pulang setelah jam lima. Sangat flexibel, apalagi jika kunci pagar diberikan ke aku, aku diizinkan untuk datang paling pagi dan pulang paling telat.

Kontra:
Bangsat, salah kolom. Itu tadi kontra.


Tentang Gajian [Kontra dulu]

Kontra:
Gaji, seperti yang sudah disebut di atas, relatif kecil untuk orang-orang yang beruntung. Yah, gajiku pas-pas an untuk hidup, bayar loan, dan sedikit untuk ditabung disesali karena dipakai foya-foya. Tapi, dengan job nature yang sama, seorang lulusan Ninja Turtles University yang lain, digaji dengan selisih cukup besar. Padahal kami sama-sama Sipilis Insinyur Sipil. Nilai kami sama-sama ancur tidak sempurna, tapi kenapa gajinya lebih tinggi padahal kerjaan sama. Jelas tidak mungkin karena nama perusahaannya lebih keren daripada PT Bangun Subangkit, kan? Di manakah keadilan? Di mana? Mana?

Pro:
Besok Gajian.





Suhu,
Mandor, probably 2nd best job in the world.

Tuesday, October 30, 2007

Tentang Cinta, dan lain-lain

Posting kali ini akan berbicara tentang cinta. Heh!?! Belum apa-apa koq sudah senyum-senyum. Ini posting serius. Pengumuman sebelumnya. Posting ini bersifat serius. Jadi yang mau menertawakan aku untuk kejadian yang lalu, maaf mengecewakan. Putaran final Calon Menantu Idola diselesaikan dengan finalis yang telat datang ke Changi Airport sehingga membuat papah dan mamah nyaris ketinggalan pesawat. Lihat sisi baiknya, calon menantu yang satu ini pasti unforgettable. Apalagi kalau beneran ketinggalan pesawat.

Anyway, sebelum aku lanjut bercerita tentang kisah perjumpaan dengan calon mertua yang membuat kalian tertawa dan membuat aku menangis memegang balon jongkok di pojokan ruangan. Aku akan sekali lagi menegaskan bahwa papah dan mamah sudah kembali ke bumi pertiwi. Situasi sudah aman dan terkendali.

Di atas semua itu, Suhu bersyukur semua ini terjadi. Atas segala yang pernah terjadi. Kemarin malam, sambil terpejam, semua peristiwa lalu yang berhubungan dengan cintrong serasa terkenang satu persatu adegan demi adegan, cuplikan demi cuplikan dengan background musik lagu instrumental.



Mulai dari hari hancurnya hati Suhu dikoyak kenyataan bahwa kadang tidak semuanya berjalan seperti yang kita mau. Tak seorang pun di dunia ini sanggup meyakinkan Suhu bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dan saat itu, Suhu pernah mengalami sindrom takut-jatuh-cinta. Padahal waktu itu lagi aktif jadi hall IC buat freshie-freshie cakep, wasted!!#$#^!

Sindrom takut-jatuh-cinta itu berlanjut berlarut-larut hingga tahun berikutnya. Yang untungnya tidak berlarut-larut lebih lama, keburu tua. Yang pasti, rasa takut jatuh cinta, rasa kapok pacaran, dan rasa takut disakiti itu mendadak pergi. Dasar kebo. Mendadak pergi begitu saja, ketika aku bertemu dengan dia.

Karena tanpa suatu sebab yang jelas, aku tahu bahwa dia tidak akan menyakitiku lagi. Dan ternyata aku salah, dia jago kickboxing. Yang pasti, sejak hari itu, proses PeDeKaTe dimulai. Singkat kata singkat cerita, akhirnya Suhu memberanikan diri untuk menambah sampel statistik sembilan kali nembak tujuh belas kali ditolak.


Maukah kamu menjadikanku sansak pribadimu?


Sejak saat itu, sudah banyak yang kami lalui. Masalah, jelas ada. Berbagai masalah yang membuat dia menangis, dan membuat aku babak belur. Padahal sebenarnya masalahnya nggak besar, cuma lupa 1st anniversary. Terus juga nggak ngerti kalo hari Valentine itu segitu pentingnya. Karena memang Suhu belum terlatih dan pacarnya belum dijinakkan, kejadian seperti lupa-lihat-kalender itu bisa berakibat fatal.

Tapi sejauh ini kami masih menjadi pasangan yang saling melengkapi. Dia selalu ada saat aku stress efwaipi. Dan aku selalu hadir ketika makanannya nggak bisa habis. Dia senantiasa mengingatkan aku untuk mandi, aku mengingatkan dia untuk masak. Dia menjelaskan kalau buah-buahan itu sehat, aku pura-pura tidur.


Dia yang mengajariku, kalau flirt bisa berakibat patah tulang. Seperti halnya dengan mengenang hatsu koi bisa berakibat cacat permanen. Dan di atas semua itu, melupakan tanggal anniversary bisa berakibat sesak nafas dikarenakan tersedak sendok. Dan beberapa hari terakhir ini, dia mengajariku hal lain.

To love someone, you need to love her family. Love do not come in pieces.

Suhu,
masih terus belajar.

Saturday, October 27, 2007

Ujian, Cobaan, atau Siksaan?

Seperti yang telah kita ketahui, setelah Suhu selesai mengisi form Calon Menantu Idola, pihak juri akan mengadakan seleksi ketat. Setelah diseleksi secara pribadi oleh tgwinmg dengan cara yang saksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Suhu berhasil melaju ke babak selanjutnya.

Pada putaran berikutnya, Suhu akan diuji oleh sang Waktu. Anyway, kami baru saja melalui 2nd anniversary kami. Somehow sang Waktu memberikan passing grade yang cukup baik untuk hubungan kami. Dan nampaknya Tuhan sedang butuh hiburan, dan akan sangat terhibur melihat lutut Mandor gemetar ketika tahu bahwa.

Orang tua daripada tgwinmg datang ke Singapura.

Okeh, sekedar background tentang calon mertua, biodata bisa dicari di kantor kelurahan terdekat. Yang pasti, calon mertua terdiri dari dua pihak. Ayah dan bunda daripada tgwinmg. Yang mulai saat ini akan disebut papah dan mamah.

Setelah perundingan yang matang antara papah dan mamah, mereka memutuskan untuk menguji nyali Suhu dengan cara menyuruh Suhu untuk pulang pagian dari kantor. Little do they know, bahwa sebagai seorang Mandor, jam pulang adalah terserah orang yang paling berkuasa di lapangan. Yang tidak lain adalah Mandor itu sendiri. Maka dengan mudah Suhu melewati rintangan menjadi calon Menantu Idola putaran tersebut.

Ujian selanjutnya berhubungan dengan pulang pagian tadi. Pulang pagian sebenarnya dengan tujuan diajak dinner. Iya, saudara saudara. Aku diajak makan malam oleh orang tua daripada pacar saya.

D-I-N-N-E-R. That's how you spell torment dinner.

Mungkin bagi sebagian besar orang, ajakan makan malam oleh pihak keluarga pacar adalah sebuah lompatan besar untuk masa penjajakan. Tapi percayalah, sebagian besar orang tersebut, dijamin belum pernah menjalaninya. Yah, bagi yang sudah mengalaminya, tentu kalian sudah tahu bagaimana akhir cerita ini. Heh, kamu ngapain jongkok sambil ketawa-ketawa di pojokan?!!?

Sebagai preliminary daripada ujian Dinner ini, papah memberikan sebuah clue berupa nama restoran untuk dinner ini. Rintangan ini pun dilalui dengan sukses setelah mengecek streetdirectory mengenai lintang bujur tempat tersebut. Dengan doa segenap karyawan PT Bangun Subangkit, Suhu pun berangkat diantar kurang lebih lima puluh tiga bangla yang melambaikan tangan seraya berkata "Good luck mister adi".

Merasa bahwa terlambat adalah sesuatu yang tidak baik, Suhu tiba ke tanah terjanji tempat yang dijanjikan lebih awal. Lebih awal dua jam. Lalu berusaha untuk tidak kelihatan seperti anak hilang, Suhu pergi ke pojokan. Lalu jongkok dan menangis sambil bertanya pada semua orang lewat "Mama mana?"

Singkat kata singkat cerita setelah ujian-ujian tersebut, tibalah saat kita ke saat yang berbahagia, dihantarkan ke pintu gerbang kemerdekaan. Yaitu saatnya makan malam. Berusaha untuk tampil sopan dan bertatakrama, Suhu menyembunyikan identitas aslinya. Kata tips-tips di internet, be yourself. Kata orang-orang yang dekat dengan Suhu, "Don't. Be someone else. Maka dalam durasi beberapa jam cobaan hidup tersebut, karakter Suhu yang cengengesan itu berubah menjadi tegas, berwibawa dan berkharisma. Mudah bagi Suhu, karena memang mode ini sudah di-set untuk setiap hari kerja.

Okeh. Nampaknya kalian sudah menanti-nantikan malapetaka apa yang terjadi di meja makan. Ya, kamu jangan ketawa. Nampaknya banyak sekali pembaca yang enjoy atas segala bencana yang menimpa saya. Tenang saja, sobat muda di mana pun anda berada, masih di sini Suhu setia menemani anda. Selamat tertawa mendengarkan kemalangan saya.

Meskipun sudah dilatih oleh tgwinmg untuk menghadapi siksaan semacam ini dengan berbagai simulasi beberapa minggu lalu, tetap saja Suhu melakukan beberapa blunder fatal yang dapat mengakibatkan piala Calon Menantu Idaman bergulir ke tangan lain.

Wokay, sudah pingin ketawa ya. Blunder pertama terjadi di meja makan.

Pelayan datang memberikan peralatan makan, berupa empat buah sendok, dan empat buah garpu. Dan meletakkan segumpal peralatan makan tersebut di depan Suhu. Sebagai calon menantu idaman yang mencoba mengimpress pihak juri, Suhu berniat untuk membagikan empat pasang peralatan makan tersebut pada papah, mamah, tgwinmg, dan Suhu sendiri.

Tentu saja, saking tegangnya, ada sedikit kesalahan teknis. Tapi sebenarnya bukan masalah yang terlalu besar. Memangnya apa susahnya sih buat papah untuk makan pakai dua sendok. Lagian kan gak sendirian, tuh mamah dapat dua garpu.

Blunder kedua lebih serius daripada pertukaran alat makan yang berujung mempertanyakan tingkat intelejensia. Awalnya sih cuma mamah bertanya pada Suhu tentang hal yang insignifikan. Entah kenapa, jawabannya memancing papah untuk ikut terlibat.

"Suhu suka kulit ayam?"
"Ooo suka, a'i. Kulit ayam enaakkk" *garpu menusuk kulit ayam di tengah meja.*
"Kulit ayam itu tidak sehat."
"...." *bingung antara mengembalikan kulit ayam ke tengah meja, atau melahapnya.*


Mungkin kalau kalian membaca cuplikan tersebut, kalian bilang "Ah biasa aja lah Hu, cuma gitu aja. Tapi karena kalian tidak merasakan duduk di kursi itu. Duduk di depan yang bersangkutan. Her father is an elemental force personifying the nightmares and fear of this world. Manifesting his daughter's boyfriend's fears, he greatly enfeebles his ability to talk. Her father is, in one word, Fear. And I'm not exaggerating.

Dan tentu saja ada saat-saat berpamitan di mana sudah saatnya matahari terbenam hari mulai malam terdengar burung hantu suaranya merdu Suhu Suhu suaranya merdu. Lalu Suhu berpamitan pada mereka.

Pulang dulu ya a'i. Pulang dulu suk. Yok ya.
O iya, ati-ati di jalan.
O iya, mari.
Eh yang, ini turun terus kanan jalan sampai tikungan ke arah itu langsung kan ya?
Iya, ntik belok pas keliatan tanda e itu ae.
Lho, Suhu ndak tahu jalan? Bisa pulang? Nanti ndak tersesat?


Dalam sepersekian milidetik, terlintas bayangan Suhu kecil memegang seikat balon, duduk di pojokan, umbelen, sambil menangis, bertanya pada setiap orang yang lewat "mama mana?"

Masih banyak lagi blunder yang dilakukan Suhu untuk melalui ujian Calon Menantu Idaman. Tapi satu yang pasti, Suhu belum menyerah. Buat yang melihat Suhu akhir-akhir ini depresi. Percayalah. Itu bukan sandiwara.

Suhu,
tertekan.

Friday, October 26, 2007

Pengorbanan Seorang Blogger

Posting ini diinspirasi oleh salah seorang blogger yang namanya dirahasiakan. Yang sedang memasuki masa-masa sulit dalam hidupnya.

"Mengheningkan cipta. Mulai."


Blogger yang namanya dirahasiakan tadi sempat berbincang-bincang dengan Suhu. Tentu saja pembicaraan kita seputar saingan page view per hari, banyak-banyakan komen dan shoutbox, dan sejenisnya tentang kuliah, cari kerja, dan tentu saja komedi cinta.

Perbincangan kami di hari itu berkesimpulan sederhana. Tapi mungkin kesimpulan dari diskusi ini akan dibahas turun-temurun hingga anak cucu kami. Setelah berbincang-bincang cukup lama, tibalah kami pada sebuah kesimpulan.

Cinta itu butuh pengorbanan.


Oke. Mungkin memang nggak original, tapi suka suka dong, kan ini blog ku! memang itu kesimpulan yang didapat dari berbagai kalimat yang bersliweran antara Onta dengan Panda. Kadang cukup mengharukan juga melihat apa yang pernah kita korbankan untuk yang namanya Cinta. kata benda, bukan Dian Sastro.

Kami berdua menilik ke belakang, apa yang pernah kami korbankan demi cinta. Sungguh besar pengorbanan kami. Aku mengorbankan kambing. Karena tipe-tipe pengorbanan kami itu sebenarnya sangatlah mulia. Kalau cowok-cowok biasa mungkin akan meluangkan waktu yang biasanya dibuat main basket untuk nemenin jalan-jalan. Atau mungkin tidak nonton Liga Inggris karena sudah janjian nonton midnight di twentiwan.

Tapi bagaimana dengan orang-orang yang tidak main basket, tidak pula nonton bola, dan kelihatannya tidak punya suatu kegiatan yang bisa dikorbankan. Singkat kata, bagaimana kalau cowok ini adalah BLOGGER?

Mungkin pengorbanan terbesar yang pernah dilakukan seorang blogger demi cinta. Adalah sebagai berikut.

Tapi blogger yang namanya dirahasiakan itu tadi yang menyadarkan Suhu, bahwa sebenarnya, ada pengorbanan yang lebih besar. Yaitu mengorbankan kambing.

"Kadang kita harus berkorban dengan cara tidak ngeblog."


Tidak nge-blog tentang hal-hal yang sensitif, misalnya Hatsu Koi. Don't bother to click, seri Katakan Sekarang, Bram is deleted already. Atau bahkan. Tidak nge-blog sama sekali.

Mungkin kita memang harus berkorban.

Mungkin.




Suhu,
belajar menjadi laki-laki yang bisa menjaga perasaan.


PS. Buat blogger tersebut, aku mungkin tidak tahu apa yang terjadi sampai kamu menghapus semuanya. Yang aku tahu, itu pengorbanan yang cukup besar. Walaupun kambing tetap lebih mantap.