Tuesday, October 17, 2006

A Reason why I Need a Girlfriend

tgwinmg yang telah satu tahun menemani Panda Tambun berkelana di hutan beton, sekali lagi membuktikan bahwa dia lebih layak dimasukkan kolom aset daripada liabilitas. Untuk Suhu yang memiliki kemampuan berbahasa lebih rendah daripada anak-anak NBS [Ninja Business School], kehadiran tgwinmg bisa memberi warna lain dalam tulisan-tulisan, terutama surat resmi dengan kop Bamboo Forest Pte. Ltd..

Panda Tambun yang sudah tinggal sekian lama di Singapura, belum berganti nomer handphone ke berlangganan. Masih memakai kartu prabayar. Dan semester ini, Suhu berniat untuk menggantinya ke berlangganan. Tanya kenapa?

Karena menjadi student, selalu diberi berbagai macam kemudahan. Dan karena Suhu tidak berniat lama-lama menjadi student, maka hal-hal yang bersangkutan dengan pemindahan status, harus dilaksanakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Untuk berlangganan kartu pascabayar, seorang pemegang student pass harus punya "proof of billing address", sebuah surat sakti yang menyatakan bahwa aku tinggal di tempat itu dan ke mana tukang tagih dan tukang pukul harus datang saat aku lupa bayar tagihan.

Berikut adalah rikues tulisanku sebelum dikirim.

Dear Hall officer Uncle/Aunty

I need to subscribe starhub new one, can help giv mi prove of biling address anot? btw my name is adi prawira koesoemo widagdo [031898c03]. anything else not clear call me 924 11 634. thanks hor.

adi


Lalu difilter oleh tgwinmg. Menjadi begini.

16 October 2006

Dear Sir/Madam

I would like to request for a 'proof of billing address' for the purpose of new handphone line subscription, below are the details.

Name: Adi Prawira, Koesoemo Widagdo

Address
Nanyang Technological University
Hall of Residence 1
Block 12 Level 1 Unit 186
21 Nanyang Circle
Singapore 639778

Matric No.: 031898C03

Passport: AG050764

Thank you for your help.

yours sincerely,


Adi Prawira.


Intinya sama lah. Tapi lebih manis saja dilihatnya. Trims, tgwinmg.

Suhu,
pacarku jagoan. Ye.

Monday, October 16, 2006

Persahabatan yang Kembali

Tidak biasanya aku memberi rekomendasi pada suatu tempat. Tapi kali ini aku mau ngasih tahu buat pembaca, bahwa tempat ini asyik banget. Konsep yang berbeda. Cafe ini bukan tempat untuk makan, meskipun kalian bisa pesan makanan. Bukan tempat untuk minum, meskipun kalian bisa pesan minuman. Di kafe ini, kalian bisa meminta pegawainya untuk menemani kalian. Dan melakukan apa pun yang kalian minta.

Yang pikirannya jorok, ayo push-up sepuluh kali.

Tempat ini adalah The Mind Cafe.

Ulang tahun Andreas Lee, tertanggal 13 Oktober 2006. Toeeeetttt. Tetot. Tetot. Tapi, hari itu, kami tidak merayakan ulang tahun Andreas Lee, dikarenakan hari itu adalah Friday the Thirteen dan Andreas kembali ke wujud aslinya berupa manusia berkaki kambing Andreas Lee masih sibuk menjalani FYP . Jadi acara ini diundur ke tanggal 15 Oktober 2006 [Minggu].

Ada apa dengan Mind Cafe?

Tempat ini adalah sebuah kafe yang menyediakan berbagai macam permainan. Ratusan? Lebih! Permainan ini dibagi menjadi beberapa kategori yaitu Semua Usia, Bimbingan Orangtua, dan Dewasa No-Brain, Strategy, dan Total Brain.

Untuk merayakan ulang tahun Andreas, berenam kami pergi bersama. Tepat sekali tebakanmu. Suhu, tgwinmg. Apong, Andreas, Guntur, dan satu orang lagi kawan Guntur [bernama Ah Lim].

Mayoritas dari kami adalah mahasiswa yang terkungkung di jurusan Teknik, Ninja Turtles University. Jadi tentu saja, tanpa perlu ditanya, dengan kapasitas otak dan sumsum tulang belakang kami, kami memilih game-game dari kategori No-Brain.

Permainan pertama yang kami mainkan di sana adalah, Bagaimana Menjadi Mahasiswa Teknik Sipil yang Hebat. Setelah berhasil mengakhiri game ini dengan memberikan kuliah tentang Kesetimbangan Benda Tegar dalam Inersia Statis pada peserta lain, kami beranjak ke game berikutnya.

Game ini bernama Telepati. Bayangkan permainan ular tangga. Tapi langkahmu bukan ditentukan oleh dadu. Melainkan dengan kekuatan pikiranmu untuk menggerakkan orang-oranganmu ke kotak berikutnya telepati. Ini adalah permainan berpasangan. Dalam game ini, kamu dan pasanganmu akan mengambil sebuah kartu, di mana di kartu itu akan ada sebuah gambar atau kata. Kamu harus menulis kata apa yang terlintas di benakmu saat melihat kartu itu, begitu pula pasanganmu. Setelah waktu habis, jawaban dicocokkan. Berapa kata yang sama, itu adalah jumlah berapa kotak orang-oranganmu maju.

Kelucuan terjadi saat beberapa insan di sini tidak bisa mencerna dengan baik apa yang ingin ditulis pasangannya. Tapi tampaknya jam pasir yang berdurasi beberapa puluh detik itu bisa memacu adrenalin dan membuat peserta permainan mencerminkan jati diri sebenarnya. Contohnya.

Di kartu terlihat gambar sebilah pisau. Pasangan Apong-Suhu mencoba mencernanya.
Apong: Parang, Pisau, Golok, Potong, Darah, Bunuh, Cincang.
Suhu: Pisau, Potong, Iris, Masak, Makan, Kenyang, Daging.

Di kartu terlihat sebuah kata "Milk". Sebelumnya kami memutuskan untuk memakai bahasa Indonesia.
Guntur: Sexy, Gedhe, Wanita, Perempuan, Dada, Wedok.
Ah Lim: Bubuk, Kental, Botol, Sehat, Putih, Empuk.

Dan yang terbaik dari Birthday boy, Andreas Lee. Mencoba bertelepati dengan tgwinmg, tapi nampaknya gagal saat kartu menunjukkan kata Orphan [anak yatim piatu].
tgwinmg: rumah, anak, baju, papa, mama.
Andreas Lee: anak, gadis, misteri, sepi, sunyi.

Quote of the day: Misteri seorang anak yatim piatu.

Masih banyak lagi permainan yang tidak sempat kami mainkan, tapi kami cukup senang waktu dua jam ini bisa terisi penuh dengan keceriaan. Ini seperti masa kanak-kanak yang hilang. Kapan lagi bisa seperti ini lagi.

Suhu,
Happy [belated] Birthday Andreas Lee.