Saturday, September 16, 2006

Indokustik, Kompetisi Band Open Source

Dimulai dengan percakapan dengan Mbah Chan beberapa hari lalu. Akan diadakan sebuah lomba band akustik di Singapura. Untuk yang tidak tahu band akustik itu seperti apa, belilah CD The Corrs Unplugged. Untuk yang tidak punya uang untuk membeli CD The Corrs Unplugged, biarlah kamu tidak tahu band akustik itu seperti apa. Jangan membajak, karena piracy is a crime.

Sebenarnya Suhu sendiri juga tidak jelas apa definisi dari band akustik. Dan untuk lebih memperkeruh suasana, Rules and Regulation juga tidak membantu. Mengkontak panitia, juga bukan ide yang bagus. Karena kepanitiaan ini nampak sebagai sesuatu yang sangan dadakan, maka kebanyakan jawabannya adalah pending. Yang pasti, lomba ini akan jadi sangat lucu. Let's see.

Peserta harus warga negara Indonesia.
Tapi peraturan ditulis dengan bahasa Inggris.

A Band is any number of musicians (between 1 to 7) with at least 1 person playing an acoustic instrument
Sempat terpikir membentuk sebuah band metal dengan lagu-lagu keras dengan asumsi drum adalah acoustic instrument. Band Ska kelihatannya asyik.

Alatnya kita bawa sendiri atau disediakan?
Disediakan oleh panitia.

Lomba band akustik gini kan biasanya alat musiknya aneh-aneh, alat musik apa yang disediakan panitia?
Wah kurang tahu.

Berapa lagu?
Terserah.

Beberapa pertanyaan tidak krusial.
Wah ntar deh aku tanyain.

Band pun terbentuk dengan cepat. Dan sudah mendaftar di hari terakhir pendaftaran. Dan sudah latihan sekali. Dan akan menjalani proses audisi tanggal 20 September nanti. Band kami belum punya nama. Dan kalau pun perlu nama, kami sudah dikenal dengan nama Anything.

Menghadirkan,

Leroy, di gitar. Entah berkat apa yang dia bawa saat dia turun ke dunia, dewa gitar ini bisa membuat suara gitar akustik menjadi suara gitar listrik. Mungkin karena dia adalah mahasiswa Teknik Elektro. Gitar akustik, yang juga dikenal sebagai gitar kopong, ternyata tidak membuat performa permainannya menurun, bahkan cenderung menggarang.

Farid, di pojok ruangan. Selalu dikucilkan dari teman-teman sepermainan dan mojok menghilang di balik instrumennya sendiri. Mungkin dia dijauhi karena selalu menggunakan kekerasan dan main pukul. Memukul drum.

Nino, adalah the multi-tasking man. Siapa bilang cowok tidak bisa multi tasking? Sambil bermain biola, dia mengisi lead piano di beberapa part dan kaki kanannya bersabuk tamburin dan kaki kirinya mengetuk kastanyet. Tulang punggung bangsa dan negara.

Suhu, tersembunyi di balik Double-bass, masih menikmati hidup sebagai pemain instrumen supportive. That's bass. When the bass is not exist, you don't know what's wrong. But you know something's missing. I'm too cute to be left out.

Prasetyo, yang memperkenalkan diri dengan nama Prazt. Somehow meyakinkan karena memang wujudnya tidak menunjukkan tanda-tanda dia dari bumi. Suara emas nya akan memperkuat line-up kami untuk Indokustik. Peran terbesar dari Prazt adalah mbayarin biaya pendaftaran Indokustik menjadi target sorotan lampu. Vokalis gitu loch.

Lagu yang akan kita bawakan berjudul Semoga. Sebuah lagu dari KLA Project. Tapi, karena kami bukan KLA Project, dan kami nggak mau jadi KLA Project. [KLA Project maen bass nya gak tepak di bar 38]. Maka kami memainkan Semoga dengan versi kami sendiri. Ingin tahu? Ikuti terus beritanya. Kalau kamu tinggal di Singapura, dan bisa hadir pas final nya, kami akan manggung membawakan lagu ini di final. Kalau kami lolos ke babak final. Tapi sebelum kami lolos ke final, yang paling penting tentu sms dari pemirsa doanya.

Setelah kami ada waktu, kami akan masuk ke dapur rekaman. Maksudku, ke dapur untuk rekaman. Dan video klip akan diupload ke youtube. Masih gak bisa bayangin Semoga dibuat bossanova? Tunggu tanggal mainnya.

Buat yang sudah gatel mau komen di post ini. Blog ini sudah bisa dibuat komen anonymous. Buat yang mau menyumbang berupa uang, makanan atau obat-obatan, silahkan japri saya di qwertysuhu@gmail.com. Kadang ide-ide dari pembaca sangat membantu kelangsungan hidup penulis. Untuk post kali ini, silahkan tinggalkan usul Nama Band di komen.

Agar tidak terjadi kecelakaan seperti insiden Anything Band, nama band itu perlu lho. Nama band juga harus versatile dengan beberapa logo. Lalu mendompleng ke nama-nama terkenal itu haram adanya. Karena kalau kita nanti terkenal, kita bisa dituntut hukum karena hak paten. Bayangkan kalau nama band kita Microsoft Windows, lalu kita harus berurusan dengan Bill Gates, kita mana kuat bayar pengacara. Kalau mau pakai nama band yang niru-niru, carilah nama software open source. Niscaya, mereka nggak akan cari perkara, lha software nya aja gratisan.

Suhu,
nyari nama band.

No comments: